aparatur pemerintah. Pelaksanaan pembangunan mengikutsertakan aparatur pemerintah bersama rakyat memegang peranan penting yaitu sebagai pelaksana dalam menjalankan pembangunan dan sebagai penggerak laju pembangunan. Aparatur pemerintah dituntut dalam menjalankan tugas dibidang masing-masing untuk lebih ulet, terampil, cekatan, berdedikasi tinggi dan menuju kepada suatu efisiensi untuk dapat mencapai tujuan nasional. Untuk itu, pengembangan kualitas SDM aparatur pemerintah di segala bidang merupakan keharusan mutlak.
5. Belum optimalnya peran lembaga dalam pelayanan fasilitasi dan protokoler di Jakarta
Peran lembaga pemerintah dituntut untuk melakukan pelayanan fasilitasi dan protokoler bagi pejabat daerah Kaltim di Jakarta dan pejabat pusat ke daerah Kaltim seiring dengan perubahan dinamika sosial, politik, ekonomi, baik dari lingkungan nasional maupun global. Perubahan dilakukan sebagai upaya penyempurnaan yang lebih merupakan kebutuhan daripada sekedar keinginan. Namun demikian, meskipun berbagai upaya perbaikan dilakukan, permasalahan kelembagaan pemerintah masih saja muncul. Untuk itu, optimalisasi peran lembaga dalam mengantisipasi perubahan dan dinamika pembangunan daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas sistem pelayanan fasilitasi dan protokoler. Optimalisasi peran lembaga merupakan salah satu faktor kunci bagi Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta dalam pencapaian keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsinya.
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam pelayanan fasilitasi dan protokoler diperlukan masukan (feedback) dari pejabat daerah/pusat yang telah difasilitasi. Tetapi sampai saat ini tingkat kepuasan terhadap pelayanan fasilitasi tersebut belum dapat terukur dengan baik. Hal ini dikarenakan survey kepuasan atas pelayanan fasilitasi belum dilaksanakan.
3.2. Telaahan, Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang yang ada di Kalimantan Timur serta mempertimbangkan budaya yang hidup dalam masyarakat, maka Visi Pemerintahan Daerah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2018-2023 adalah:
Memperhatikan Visi tersebut serta perubahan paradigma dan kondisi yang akan dihadapi pada masa yang akan datang, diharapkan Provinsi Kalimantan Timur dapat melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing, sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hingga kemandirian ekonomi kerakyatan.
Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan tetap memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada serta tantangan ke depan, dan memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 5 (lima) misi sebagai berikut:
Misi Pertama : Berdaulat dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing, Terutama Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas.
Misi Kedua : Berdaulat dalam Pemberdayaan Ekonomi Wilayah dan Ekonomi
Kerakyatan yang Berkeadilan.
Misi Ketiga : Berdaulat dalam Memenuhi Kebutuhan Infrastruktur Kewilayahan.
Misi Keempat : Berdaulat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan.
Misi Kelima : Berdaulat dalam Mewujudkan Birokrasi Pemerintahan yang Bersih,
Profesional dan Berorientasi Pelayanan Publik.
Berdasarkan hasil telaahan terhadap Visi dan Misi Gubernur, Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta mendukung misi ke-5 yaitu “Berdaulat dalam mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik” dalam rangka mewujudkan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur 2018-2023.
3.3. Telaahan Renstra K/L
Telaahan Renstra K/L tidak dilakukan oleh Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta dalam penyusunan Renstra ini, karena secara administrasi dan fungsional tidak ada unsur vertikal yang terkait langsung dengan kinerja Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta.
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis tidak dilakukan oleh Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta karena secara tugas dan fungsinya tidak ada implikasi langsung yang dapat mempengaruhi Pola Ruang dan Struktur Ruang serta terhadap perubahan lingkungan hidup.
3.5. Penentuan Isu – Isu Strategis
Dari berbagai identifikasi masalah dan hasil telaahan diatas, maka isu strategis penyelenggaraan Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta lima tahun ke depan, meliputi:
1. Perlunya Perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Yang Lebih Respresentatif
Struktur organisasi Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta yang saat ini dipimpin oleh Kepala Badan (Eselon III), yang membawahi 4 kepala sub bagian dan seksi (eselon IV) yaitu subbag Tata Usaha, Seksi Pelayanan, Seksi Hubungan Antar Lembaga dan Seksi Promosi dan Informasi seiring dengan kompleksitas dan tantangan ke depan sudah tidak representatif sehingga perlunya perubahan struktur organisasi dan tata kerja.
Dengan tersedianya berbagai fasilitas kegiatan (pengembangan mess Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Jakarta, Anjungan Kaltim di Taman Mini Indonesia Indah dan rencana pembelian mess mahasiswa Kaltim di Jakarta) serta semakin luasnya hubungan dengan lembaga-lembaga nasional maupun internasional sudah selayaknya Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta dikembangkan menjadi organisasi yang lebih representatif dan koordinatif melalui peningkatan eselonering menjadi Eselon II.
2. Diperlukan Sarana dan Prasarana yang Baik untuk Meningkatkan Pelayanan Administrasi dan Operasional Kantor
Peningkatan pelayanan administrasi dan operasional kantor dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana yang baik. Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta memerlukan sarana dan prasarana untuk meningkatkan pelayanan sehingga muncul rasa nyaman sebagai daya tarik bagi aparatur yang bertugas ke Jakarta.
3. Perlu Peningkatan Kualitas SDM melalui Pelatihan Kemampuan Kognitif dan Kemampuan Spiritual yang Seimbang
Salah satu tugas dan fungsi Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta adalah melakukan pembinaan kepada SDM Kaltim melalui pelatihan kemampuan kognitif dan kemampuan spiritual guna meningkatkan kualitas SDM Kaltim. Melalui pelatihan kemampuan kognitif dan spiritual diharapkan menghasilkan SDM yang memiliki tingkat keahlian yang lebih berkualitas secara optimal.
4. Diperlukan Kegiatan Promosi dan Propaganda untuk Penyampaian Informasi
Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta merupakan etalase daerah Provinsi Kalimantan Timur di Jakarta. Keberadaan dan perannya turut memberikan pengaruh terhadap pencitraan Provinsi Kalimantan Timur oleh pihak-pihak eksternal di Jakarta dan sekitarnya. Provinsi Kalimantan Timur dengan segenap potensi dan permasalahan yang dihadapi masih sangat membutuhkan pihak luar dalam pengelolaan
pengembangan maupun penanganannya. Oleh karena itu, kegiatan promosi melalui Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta diharapkan mampu menstimulir timbulnya persepsi positif serta daya tarik, kemauan, kepercayaan pihak luar untuk berpartisipasi dalam pembangunan Provinsi Kalimantan Timur.
Berdasarkan kondisi, potensi dan permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta dan sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai perangkat daerah yang merupakan salah satu pelaku pembangunan yang diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam pencapaian harapan terhadap terwujudnya pembangunan Provinsi Kalimantan Timur yang dicita-citakan menjadi maju dan mandiri yang ditekadkan pada meningkatnya kemampuan pemerintah daerah, yang salah satunya dapat ditafsirkan sebagai harapan terhadap semakin meningkatnya kemampuan pemerintah daerah dalam menjalin hubungan kerja maupun kerjasama antar lembaga dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Perumusan visi dan misi jangka menengah OPD merupakan salah satu tahap penting penyusunan dokumen Renstra SKPD sebagai hasil dari analisis sebelumnya. Visi menjelaskan arah atau suatu kondisi ideal dimasa depan yang ingin dicapai (clarity of direction) berdasarkan kondisi dan situasi yang terjadi saat ini yang menciptakan kesenjangan (gap) antara kondisi saat ini dan masa depan yang ingin dicapai. Pernyataan visi yang artikulatif akan memberikan arah yang jelas bagaimana mencapai masa depan yang diharapkan dan mengatasi kesenjangan yang terjadi. Sedangkan Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan dan diwujudkan agar tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang telah ditetapkan.
4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta
Dalam menentukan tujuan dan sasaran maka yang perlu dipertimbangkan adalah visi dan misi Badan Penghubung Prov. Kaltim. Penetapan tujuan dan sasaran perlu mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki segenap sumber daya dalam organisasi. Seluruh sumber daya dalam organisasi harus mempunyai core-competencies untuk mencapai tujuan.
Sebagai salah satu komponen dari perencanaan strategis, tujuan yang dirumuskan merupakan gambaran tentang keadaan yang diinginkan oleh Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta selama kurun waktu lima tahun kedepan berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, serta sebagai upaya mendukung pencapaian Pembangunan Pemerintah Daerah seperti yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2018-2023. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi