• Tidak ada hasil yang ditemukan

90 dari berbagai kegiatan pertemuan berskala lokal hingga internasional yang

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 91-95)

BAB VII PROSPEK PEREKONOMIAN

90 dari berbagai kegiatan pertemuan berskala lokal hingga internasional yang

90 dari berbagai kegiatan pertemuan berskala lokal hingga internasional yang diselenggarakan di Kota Manado.

Pertumbuhan pada sektor PHR diperkirakan akan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun yang didorong oleh faktor musiman perayaan hari Natal dan Tahun Baru.

Tabel 7.1. Pergerakan Arus Penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado

Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Datang 174,013 208,221 218,514 229,908 203,160 213,389 229,846 5.19% Berangkat 183,275 205,865 219,567 216,486 213,108 216,771 232,520 5.90% Growth (YoY) Penumpang Jenis Pengangkutan Kedatangan/ Keberangkatan 2010 2011 Sumber: Angkasa Pura I Sam Ratulangi

Sektor Bangunan

Perkembangan sektor bangunan pada triwulan IV-2011 diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring dengan realisasi belanja proyek fisik pemerintah menjelang masa akhir tahun anggaran. Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja sektor ini diantaranya :

Realisasi belanja proyek di Dinas Pekerjaan Umum pada akhir triwulan III telah mencapai

70%, dan diprediksikan seluruh program dan kegiatan akan terealisasi menjelang akhir tahun. Salah satu pekerjaan proyek fisik yang saat ini masih berlangsung adalah pengerjaan jembatan di kawasan Boulevard yang baru mencapai 75% dengan total anggaran sebesar Rp473 juta yang bersumber dari APBD.

 Sementara itu, salah satu proyek swasta masih dalam proses pengerjaan sampai dengan Oktober 2011 adalah pembangunan Manado Town Square (Mantos) II yang rencananya akan dibuka pada awal Desember 2011.

 Kinerja sektor bangunan juga tidak terlepas dari dorongan kredit yang disalurkan oleh perbankan. Pameran perumahan yang dilakukan oleh salah satu Bank Pemerintah di Sulut telah berhasil menjaring 165 aplikasi dengan menargetkan pengajuan kredit perumahan sebesar Rp150 miliar.

Sektor Pertanian

Sektor Pertanian masih menjadi salah satu sektor yang berkontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut meskipun masih mengalami pertumbuhan yang melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja sektor pertanian diperkirakan akan melambat. Namun demikian pada akhir tahun (Desember 2011) diperkirakan akan terjadi panen raya di beberapa kawasan sentra tanaman padi, sehingga diharapkan tetap mampu menahan laju perlambatan di sektor pertanian. Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja sektor pertanian diantaranya :

Serangan hama Tungro dan Kepinding yang menyerang beberapa sentra tanaman padi di Sulawesi Utara diperkirakan menjadi salah satu penyebab penurunan produksi padi di Sulawesi Utara menurun. Berdasarkan data Angka Ramalan (ARAM) II BPS, produksi beras periode September-Desember 2011 mengalami penurunan sebesar -1,36% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau turun sebesar -13.46% bila dibandingkan dengan subround sebelumnya (Mei-Agustus 2011).

Serangan hama Tungro di Kabupaten Minahasa Tenggara semakin meluas, setelah sebelumnya melanda Kecamatan Tombatu Timur kini hama juga meluas ke wilayah kecamatan Tombatu Utara dengan luas lahan yang terkena hama ± 100 hektar padi. Sementara itu, di wilayah Bolaang Mongondow Selatan, serangan hama Kepinding telah menyebabkan tanaman padi yang siap panen menguning.

Selain disebabkan oleh serangan hama, penurunan produksi padi juga diperkirakan disebabkan oleh penurunan penyerapan pupuk bersubsidi. Dari kuota sebanyak 26 ribu ton pupuk di tahun 2011, hanya sekitar 15 ribu ton yang baru tersalurkan kepada petani.

Kinerja subsektor perikanan diperkirakan akan semakin membaik di akhir tahun 2011, hal ini salah satunya disebabkan oleh datangnya puncak musim ikan. Berdasarkan data dari pusat pelelangan ikan di Aertembaga produksi ikan tuna dan cakalang mampu mencapai ±300 ton untuk setiap kapal kecil. Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, produksi perikanan tangkap pada Januari-September 2011 meningkat 0.66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan produksi perikanan budidaya untuk periode yang sama juga mengalami kenaikan sebesar 26.49%.

Dalam rangka mengantisipasi ancaman krisis pangan tahun 2012, pemerintah Propinsi Sulawesi Utara dan 14 bupati/walikota di Sulawesi Utara melakukan penandatanganan kesepakatan (MoU) dalam mencapai swasembada beras 2012 dengan penetapan target produksi gabah kering (GBK) sebesar 660 ribu ton di tahun 2012.

Hasil liaison pada beberapa lokasi sentra produksi beras di Bolaang Mongondow menunjukkan adanya panen raya pada bulan November-Desember 2011. Panen raya tersebut sedikit mendorong kinerja sektor pertanian di Sulut.

92 Grafik 7.6. Perkembangan dan Perkiraan Inflasi Kota Manado (% yoy) Ket: *Proyeksi Inflasi Bank Indonesia Manado Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Urea NPK Pelangi Bolaang Mongondow 679 15 Bolmong Timur - 2 Bolmong Selatan - -Bolmong Utara - -Kotamobagu 92 4 Minahasa 505 13 Minahasa Selatan 219 10 Minahasa Tenggara 60 -Minahasa Utara 121 3 Kepulauan Sangihe 6 5 Sitaro - -Kepulauan Talaud - -Manado 7 1 Bitung - -Tomohon 73 2 Total 1,786 54

Kab/Kota Realisasi (Ton) Tabel 7.2. Produksi dan Luas Panen Padi Palawija Propinsi Sulut 2010-2011

7.2. Prakiraan Inflasi Laju inflasi Kota Manado pada triwulan IV-2011 diperkirakan akan meningkat, berada pada kisaran 2,30%±1% (yoy). Dari sisi fundamental, faktor pendorong laju inflasi tahunan Kota Manado diantaranya bersumber dari harga komoditas internasional terutama harga emas dunia yang berpotensi masih cenderung meningkat dan peningkatan permintaan seiring perayaan Hari Raya -2 0 2 4 6 8 10 12 14 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4*) 2008 2009 2010 2011 0 50 100 150 200 250 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 Jan-Apr Mei-AugSep-Des Jan-Apr Mei-AugSep-Des Jan-Apr Mei-AugSep-Des 2009 2010 2011 ribu ha ribu ton Luas Panen (ribu ha) Produksi (ribu ton) Grafik 7.5 Perkembangan Luas Panen dan Produksi Padi Sulut Tabel 7.3. Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi per September 2011 Sumber: BPS Provinsi Sulut, diolah Ket: Tanda (-) tidak ada realisasi/permintaan

Sumber: PT. Pupuk Kaltim Kantor Pemasaran Sulut & Gorontalo

L.Panen (Ha) Produksi (ton) L.Panen (Ha) Produksi (ton) L.Panen (Ha) Produksi (ton) L.Panen (Ha) Produksi (ton) ARAM II (2011) 40,332 190,339 43,156 207,162 34,756 179,271 118,244 576,772 ATAP 2010 40,824 192,346 43,700 209,950 35,247 181,734 119,771 584,030 ARAM II (2011) 40,915 149,422 54,614 199,560 28,362 103,521 123,891 452,503 ATAP 2010 39,280 143,293 54,390 199,448 28,260 103,403 121,930 446,144 ARAM II (2011) 1,963 2,619 2,405 3,199 1,035 1,362 5,403 7,180 ATAP 2010 2,083 2,779 2,555 3,401 1,101 1,447 5,739 7,627 Jagung Kedelai

Jan-April Mei-Aug Sep-Des Jan-Des

Komoditas/Tahun Padi

Grafik 7.5.

Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. Peningkatan harga komoditas serta permintaan masyarakat menjelang hari raya selanjutnya berdampak terhadap pembentukan ekspektasi masyarakat akan tingginya laju inflasi pada triwulan IV-2011.

Dari sisi non fundamental tekanan inflasi volatile foods diperkirakan akan meningkat sebagai faktor berkurangnya pasokan dan melonjaknya permintaan seiring dengan perayaan Natal 2011 serta Tahun Baru 2012. Namun demikian, laju inflasi kelompok volatile

foods masih dapat diredam oleh membaiknya suplai ikan di laut Sulawesi dan perkiraan

panen raya beras di Sulut pada akhir tahun 2011 sesuai dengan pola musimannya. Sementara itu, inflasi kelompok administered price relatif terkendali seiring kebijakan pemerintah untuk mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi hingga akhir tahun 2012.

Faktor Fundamental

Dari sisi eksternal, potensi berlanjutnya peningkatan harga komoditas internasional terutama harga emas dunia akibat tekanan permintaan telah mendorong tren peningkatan harga emas perhiasan domestik. Sementara dari sisi domestik, tekanan inflasi disebabkan oleh (i) peningkatan permintaan seiring pola perayaan Hari Raya Natal 2011 dan Tahun Baru 2011 (ii) meningkatnya aktivitas perekonomian yang didorong oleh maraknya perhelatan internasional

dan domestik di Sulut, dan (iii) meningkatnya permintaan bahan bangunan yang ditandai oleh pembangunan berbagai proyek swasta dan penyelesaian proyek fisik pemerintah pada periode laporan.

Ekspektasi masyarakat Sulut terhadap tingkat harga 3 bulan dan 6 bulan yang akan datang dicerminkan oleh ekspektasi pelaku usaha dan konsumen. Berdasarkan Survei Pedagang Eceran (SPE) yang dilaksanakan oleh KBI Manado, terjadi perbaikan persepsi ekspektasi Indeks Ekspektasi Pedagang terhadap harga 3 bulan dan 6 bulan yang akan datang (Grafik 7.8). Hal ini disebabkan karena adanya jaminan kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun. Disamping itu relatif terkendalinya harga kebutuhan pokok di Sulut sepanjang tahun 2011 turut andil dalam menjaga ekspektasi

Grafik 7.7.

Perkembangan Harga Komoditas Internasional

Sumber : Bloomberg, diolah

700 900 1100 1300 1500 1700 1900 20 40 60 80 100 120 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 2009 2010 2011 USD/Barrel $/Oz

94

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 91-95)

Dokumen terkait