IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DALAM PENANGANAN KEMISKINAN DI
Total 7 Baik Sumber : Profil Kelurahan Asam Kumbang 2007
D. Sarana Kesehatan
3.5 Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dalam Penanganan Kemiskinan Akibat Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM)
3.5.6 Berdasarkan Segi Ketepatan
Tabel 36
Kebijakan Program Bantuan Tersebut Lebih Baik dari Program Bantuan Pemerintah Sebelumnya
No. Jawaban Jumlah (Jiwa) Persentase
1. Ya 44 75,87
2. Ragu-ragu 9 15,51
3. Tidak 5 8,62
Total 58 100,00
Tabel 36 menunjukkan bahwa responden yang menyatakan program bantuan tersebut lebih baik dari program bantuan pemerintah sebelumnya sebanyak 44 orang responden (75,87 %), hal ini dikarenakan kebanyakan program bantuan pemerintah sebelumnya tidaklah berupa uang tunai tetapi kebanyakan berupa barang seperti bantuan bahan makanan, bantuan hewan peliharaan dan lain-lain.
Kemudian yang menyatakan ragu-ragu terhadap program bantuan pemerintah berupa subsidi langsung tunai tersebut sebanyak 4 orang responden (9,30%), dan yang menyatakan kalau yang lebih baik adalah program sebelumnya hanya 1 orang responden saja (2,33%).
Tabel 37
Program Bantuan Tersebut Berdaya Guna Meningkatkan Kesejahteraan Miskin Secara Keseluruhan
No. Jawaban Jumlah (Jiwa) Persentase
1. Ya 34 58,62
2. Ragu-ragu 13 22,41
3. Tidak 11 18,97
Total 58 100,00
Berdasarkan tabel 37 tersebut dapat dilihat bahwa mayoritas responden menyatakan bahwa program bantuan pemerintah berupa bantuan langsung tunai yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin khususnya, maka mayoritas responden mengatakan bahwa secara keseluruhan memang program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Ini dapat dilihat dari besarnya frekuensi responden yang menyatakan bahwa program tersebut memang meningkatkan kesejahteraan yakni sebanyak 34 orang responden (58,62%). Sedangkan yang tidak setuju jika program pemerintah tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan sebanyak 11 orang responden (18,97 %), dan yang menyatakan ragu-ragu sebanyak 13 orang responden saja (22,41 %).
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Suatu isu bukan hanya untuk kepentingan oknum politik atau ekonomi atau suatu usaha pemerintah untuk mengalihkan perhatian masayarakat dari suatu kebijakan pemerintah yang mendapat protes dari masayrakat dalam sosialisasinya bahkan pada proses implementasinya, akan tetapi suatu isu juga dapat membawa perubahan kehidupan kearah yang lebih baik sebab isu juga dapat berupa ancaman bagi masayrakat yang belum disadari sehingga harus dimunculkan ke permukaan sebagai suatu produk yang tercipta dari pro dan kontra. Digulirkannya program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak di Indonesia masih menuntut pemerintah untuk menemukan program yang lebih baik dan tepat untuk menangani masalah kemiskinan tersebut. Hal ini ditandai dengan masih meningkatnya jumlah penduduk miskin di hampir seluruh Indonesia. Tanpa disadari, dampak dari permasalahan ini akan sangat berpengaruh dalam berbagai bidang kehidupan.
Maka dari hasil penelitian lapangan yang telah dilaksanakan baik wawancara dan menyebarkan kuisioner, serta dari hasil dan analisis yang telah dipaparan dalam bab sebelumnya yang menyoroti berbagai isu BLT baik dari pemerintah bahkan hingga yang menerima BLT, apakah pengimplementasian program BLT tersebut sangat tepat atau tidak dan apakah organisasi pelaksananya telah menjalankan dengan baik dan benar dapat disimpulkan sebagai berikut;
1. Menilai program ini dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program tersebut sudah mengandung nilai yang baik dilihat dari
segi efektivitas, efesiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan juga ketepatan ketika diimplementasikan.
2. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut telah mampu
mengatasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan pengurangan kompensasi subsidi bahan bakar minyak tersebut bagi masyarakat miskin. Selain itu, juga dianggap dapat menambah perekonomian masyarakat kecil walaupun hanya sementara saja. Program ini juga telah mencukupi kebutuhan pangan mereka dan bahkan ada masyarakat penerima bantuan tersebut menggunakannya untuk menambah modal usaha kecil-kecilan mereka, sehingga dapat dikatakan program ini juga telah menumbuhkan dan mengembangkan partisipasi masyarakat khususnya dalam peningkatan perekonomian keluarga.
3. Pelaksanaa program bantuan tersebut telah menciptakan suasana
atau iklim yang lebih baik antara masyarakat dan pihak pemerintah sebagai pelaksana penyaluran BLT guna dalam mengentaskan kemiskinan. Program ini juga mencerminkan bentuk tanggung jawab moril pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga pengentasan kemiskinan dengan memberikan akses untuk dapat mengembangkan potensi yang ada pada masyarakat tersebut dengan memberikan bantuan dan serta merupakan pengungkapan rasa kepemilikan terhadap pembangunan bangsa ini selanjutnya untuk pengentasan kemiskinan.
5.2. Saran
Setelah memperhatikan kesimpulan yang telah dipaparkan secara ringkas, dapat dirangkum saran-saran sebgai berikut :
1. Dalam mengatasi kemiskinan serta dampak krisis ekonomi, pemerintah
berusaha meningkatkan alokasi dana langsung ke daerah, dan menggerakkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Namun upaya yang dilakukan oleh pemerintah itu tidak akan optimal jika tanpa pemberdayaan kemampuan pelaku ekonomi, khususnya masyarakat kecil atau miskin, ataupun tanpa didukung investasi swasta di daerah. Peningkatan kemampuan pelaku ekonomi, khususnya masyarakat kecil, dilakukan melalui penyediaan akses terhadap sumber daya ekonomi dan kesempatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di masing-masing daerah.
2. Agar kedepanyan pelaksanaan program-program peningkatan
kesejahteraan masyarakat/pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat yang akan diimplementasikan dapat bercermin dari pelaksanaan program sebelumnya seperti Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini. Dimana dalam program ini banyak sisi positif yang mendukung pencapaian pembangunan masyarakat yang sebenarnya.
3. Agar masyarakat penerima bantuan subsidi langsung dari pemerintah
berupa BLT tersebut tidak terus selama-lamanya berpangku tangan mengharapkan bantuan dari pemerintah, karena biar bagaimana pun program tersebut hanya bergantung pada keuangan negara. Masyarakat harus disadarkan bahwa program tersebut dikucurkan bukan untuk
selamanya namun hanya sesaat dan untuk itu harus mampu memanfaatkan dana BLT tersebut untuk berusaha.
4. Kepada pemerintah kiranya lebih memberi perhatian kepada masyarakat
kelas bawah atau masyarakat yang memang tergolong miskin agar kehidupan mereka dapat segera diperbaiki. Pemerintah juga harus berusaha membuat program pengentasan kemiskinan yang lebih baik lagi agar tahun-tahun berikutnya masalah kemiskinan menjadi turun bukan malah sebaliknya masyarakat miskin makin meningkat.
Kuisioner
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PUBLIK DALAM
PENANGANAN KEMISKINAN
(Studi Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Di Kelurahan
Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang Kota Medan)Petunjuk Pengisian:
1. Bacalah setiap pertanyaan terlebih dahulu dan pahami dengan seksama 2. Jawablah setiap pertanyaan dengan teliti tanpa ada yang terlewatkan 3. Berilah tanda silang ( X ) untuk jawaban yang Anda anggap paling
benar/sesuai
4. Kotak dengan kode bernomor yang terletak di sisi kanan pertanyaan
mohon jangan diisi.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner ini. Selamat mengisi.. No.Responden: 1 2 I. Karakteristik Responden