1.6.1 Berita
M. V. Charmley dalam buku Oramahi mengartikan bahwa berita merupakan laporan ontime sebuah kebeneran maupun pernyataan yang memikat minat / penting, atau justru dua-duanya untuk beberapa khalayak. Tetapi, berita televisi merupakan sebuah peristiwa yang dibuat dalam bentuk audio dan visual (suara dan gambar), berikutnya memancarkan gelombang elektromagnetik yang ditangkap penonton di rumah dengan pesawat yang disebut television receiver unit (Oramahi, 2015).
Kehidupan manusia tak dapat dipisah dengan berita karena berita begitu penting dalam kehidupan sehari-hari. Di pagi hari semua media cetak atau koran memuat peristiwa kemarin. Sedangkan media massa televisi serta radio menyuguhkan berita tak hanya kemarin tapi juga bisa berita hari ini. Internet pun saat ini mempercepat penyebaran informasi atau berita.
Andi Fachruddin juga menjelaskan kesimpulan bahwa laporan mengenai kebeneran dari sebuah peristiwa atau opini yang terdapar didalam sebuah naskah, foto, audiovisual, peta grafis, gambar yang disimpan dalam bentuk rekaman atau siaran langsung yang menarik dan actual serta bermanfaat untuk disiarkan dalam media massa yang periodic, seperti halnya majalah, televisi, koran dan radio (Fachruddin, 2012).
Terdapat berbagai jenis berita yang ada di media massa, yaitu politik, sosial, hukum, ekonomi, budaya, olahraga, dan masih banyak lagi. Pada faktanya disetiap hari pasti terdapat berbagai macam peristiwa terjadi. Akan tetapi, muncul-lah pertanyaan peristiwa atau kejadian seperti apa yang layak disebut berita? Maka, dapat
dipertimbangkan beberapa hal berikut, manusia menggigit anjing, bukan anjing menggigit manusia dan suatu hal yang tak terjadi sebelumnya, bencana atau hal yang menyenangkan, dan suatu hal menarik bernilai tinggi yang dianggap reporter dan redaktur bahwa hal tersebut adalah berita (Junaedi, 2013).
1.6.2 Karakteristik Televisi
Media massa yang berjalan dengan cara linear communication merupakan pengertian dari karakteristik televisi. Konten yang bertajuk informasi, pendidikan, berita dan hiburan yang tergolong jelas, singkat, santun dan padat secara “audio dan visual” hanya diberikan secara linier, yang dalam artian feedback-nya tidak bisa didapat langsung dengan cara timbal balik. Akan tetapi di jaman modern saat ini, yang dimana telah ada program interaksi dalam stasiun televisi, dimana pemirsa langsung berkomunikasi melalui telepon. Hanya saja, tidak semua program dapat menerapkan interaksi tersebut, hanya program tertentu saja (Oramahi, 2015).
1.6.3 Sumber Berita
Bahan berita berasal dari sumber berita di luar studio termasuk yang berasal dari berbagai sumber, yaitu reporter, kantor berita, pemantauan, jumpa pers, terbitan, kunjungan media, dan liputan seremoni. Adapun penjelasan mengenai sumber tersebut:
1. Reporter, merupakan panggilan untuk salah satu profesi dalam bisnis media massa, panggilan yang khusus digunakan oleh peliput berita untuk radio dan televisi saja.
2. Kantor berita, pada awalnya kantor berita hanya memasok berita tertulis saja, sejalan dengan jaman kantor berita telah mampu memasok berita dalam bentuk audio visual.
3. Pemantauan, memantau siaran diantar stasiun televise juga merupakan cara mendapatkan sumber berita. Tetapi, harus sesuai dengan kaidah dan norma kerjasama yang mengikat antar stasiun televisi.
4. Jumpa pers, pihak yang mengadakan jumpa pers ialah pemerintah, institusi dan swasta guna menjelaskan kepada public mengenai kebijakan yang diambil / mengenalkan produk/barang baru. Karena pada dasarnya, jumpa pers dirasa sangat efektif untuk berkomunikasi dengan public atau audience.
5. Terbitan,.yaitu berbentuk selebaran, warkat berita, brosur dan in-house magazine juga dapat dijadikan sumber sebuah berita, akan tetapi sekedar kebutuhan referensi.
6. Kunjungan media yang dimana sebuah institusi mendatangkan para jurnalis agar dapat mendatangi tempat yang masih baru dibuka guna kepentingan usaha agar memperoleh gambaran dan informasi langsung tentang produk terbaru.
7. Liputan seremoni juga biasa dikerjakan lembaga media pemerintah. Liputan ini memiliki nilai jurnalistik yang sangat rendah, atau paling tidak hanya digunakan sebagai stock shot (Oramahi, 2015).
1.6.4 Menyunting Naskah Berita
Serangkaian proses mendapatkan berita telah dilalui, saatnya reporter menulis berita yang akan ditayangkan. Naskah yang akan melewati proses voice over, sebelumnya harus melalui proses peng-koreksian oleh editor naskah yaitu produser berita yang bertugas, istilah lainnya mengedit naskah atau menyunting naskah berita.
Setelah proses penyuntingan oleh produser berita, saatnya reporter melakukan voice over atau dubbing bersama editor gambar, seusai gambar telah melewati proses editing
juga. Catatan untuk reporter ketika sedang proses menyunting tidak boleh meninggalkan newsroom karena jika ada berita yang salah, maka harus menjelaskan demi kesempurnaan hasil siaran.
Diawal pembuatan naskah seorang reporter seharusnya menjadikan Bahasa sederhana yang mengandung 5W+1H sebagai kekuatan penulisan naskah guna menghindari kesalahan yang harus disunting. Unsur tersebut harus memenuhi syarat yaitu; menarik, melibatkan nama besar, penting, melibatkan kebutuhan orang-orang, human interest, proximity, mampu ditanggungjawabkan, dan cover both side (Fachruddin, 2012).
1.6.5 Jenis dan Bentuk Berita Televisi
Berita televisi dapat dikategorikan dalam dua jenis berita, yaitu sebagai berikut:
1. Hardnews / Straight News
Hardnews dapat diartikan sebagai berita yang terikat waktu atau bersifat timely dan bergantung kepada aktualitas waktu guna menimalisir berita yang basi. Contoh kejadian : pertandingan keolahragaan, banjir, tsunami, tanah longsor, kecelakaan dan wafatnya beberapa tokoh, itulah beberapa kejadian yang harus disiarkan secepatnya karena sangat terikat oleh waktu.
2. Softnews / Features
Softnews dapat diartikan sebagai berita yang tidak terikat waktu atau timeless. Berita dari sofnews ini bisa selalu diliha, dengar dan baca sampai kapanpun tanpa ada batas waktunya. Contoh: penemuan ilmiah, dan isah sukses, kisah tragis (Junaedi, 2013).
Adapun bentuk berita televisi, sebagai berikut:
1) Paket (PKG)
Berita televisi berbentuk paket memiliki karakteristik yaitu”
Berita yang berisi naskah dan sudah melalui proses rekaman atau voice over, suara alami dan soundbite.
Seharusnya dipakai ketika berita tersebut relative kuat dengan soundbite dan suara
alami yang membantu.
2) Sound On Tape / SOT
Berita televisi berbentuk SOT memiliki spesifikasi yaitu:
Cukup tentang hasil wawancara bersama informan
Cukup digunakan ketika dirasa cuplikan suara dari informan penting
Tak ada visual baik / tak ada sama sekali (Oramahi, 2015).