Kriteria Indikator dan Panduan
Kriteria 8.1 Grower dan pabrik memantau secara teratur dan meninjau aktivitas mereka serta
mengembangkan dan menerapkan rencana tindakan yang memungkinkan peningkatan berkelanjutan operasi utama yang dapat ditunjukkan.
Indikator:
Rencana tindakan untuk peningkatan berkelanjutan harus berdasarkan pertimbangan dampak sosial dan lingkungan utama serta kesempatan Grower /pabrik, dan harus mencakup berbagai indikator yang termasuk dalam dasar dan kriteria. Sebagai minimum, harus termasuk, tetapi tidak terbatas pada:
Pengurangan penggunaan bahan kimia tertentu (kriteria 4.6).
Dampak lingkungan (kriteria 5.1).
Pengurangan limbah (kriteria 5.3).
Polusi dan emisi (kriteria 5.6).
Dampak sosial (6.1).
Panduan:
Interpretasi nasional harus mencakup ambang batas kinerja minimum indikator utama (lihat juga kriteria 4.2, 4.3, 4.4, dan 4.5). Grower harus memiliki sistem untuk
meningkatkan praktik sesuai dengan informasi dan teknik baru serta mekanisme untuk menyebarkan informasi ke semua pekerja. Untuk petani, harus ada panduan dan pelatihan sistematis untuk peningkatan berkelanjutan.
Panduan untuk Dasar 8: Berkomitmen terhadap peningkatan terus-menerus dalam bagian-bagian utama aktivitas
Definisi
Hak adat: Pola penggunaan lahan dan sumber daya komunitas yang telah bertahan lama sesuai dengan hukum ada, nilai, kebiasaan, dan tradisi masyarakat asli, termasuk penggunaan musiman atau sesuai siklus bukan hak legal formal terhadap lahan dan sumber daya yang diterbitkan oleh Negara. (Dari Kebijakan Operasional World Bank 4.10).
Penilaian Dampak Lingkungan: Proses memprediksi dan mengevaluasi efek tindakan atau serangkaian tindakan terhadap lingkungan, kemudian menggunakan kesimpulan sebagai alat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Hutan Bernilai Konservasi Tinggi (HCVF): Hutan yang dibutuhkan untuk menjaga atau meningkatkan satu atau lebih Nilai Konservasi Ttinggi (HCV):
HCV1. Area hutan yang mengandung konsentrasi nilai keanekaragaman hayati yang signifikan secara global, regional atau nasional (misal: endemisme, spesies terancam punah).
HCV2. Area hutan yang mengandung hutan tingkat lanskap luas yang siginfikan secara global, regional maupun nasional, yang ada di dalam, atau berada di dalam uni manajemen, di mana populasi dari kebanyakan atau semua spesies yang ada secara alami dalam pola alami distribusi dan kelimpahan.
HCV3. Area hutan yang berada di atau memiliki ekosistem langka, terancam atau hampir punah.
HCV4. Area hutan yang menyediakan layanan dasar alam dalam situasi kritis (misal:
perlindungan daerah aliran sungai, kontrol erosi).
HCV5. Area hutan yang penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat lokal (misal:
subsisten, kesehatan).
HCV6. Area hutan yang penting bagi identitas budaya tradisional masyarakat lokal (area yang memiliki signfikansi budaya, ekologis, ekonomi atau agama yang diidentifikasi bersama dengan masyarakat lokal tersebut).
(Lihat: 'Toolkit HCVF' - tersedia di www.hcvnetwork.org)
Standar ISO: Standar yang dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO: lihat http://www.iso.ch/iso).
Vegetasi alami: Adanya area yang memiliki karakteristik dasar dan elemen utama ekosistem asli seperti kompleksitas, struktur, dan keragaman.
Perkebunan: Lahan yang mengandung kelapa sawit dan penggunaan lahan yang
berhubungan seperti infrastruktur (misal: jalan), kawasan riparian, dan lahan simpanan konservasi.
Hutan Primer: Hutan primer adalah hutan yang belum pernah ditebang dan telah tumbuh setelah gangguan alami dan dengan proses alami, berapa pun usianya. Juga termasuk primer adalah hutan yang digunakan oleh masyarakat asli dan lokal yang memiliki gaya hidup tradisional dan digunakan untuk keanekeragaman biologis konservasi dan berkelanjutan. Biasanya secara relatif mendekati komposisi alami dan tumbuh (terutama) melalui regenerasi alami. Interpretasi nasional harus mempertimbangkan apakah definisi yang lebih spesifik dibutuhkan. (Dari FAO Second Expert Meeting On Harmonizing Forest-Related Definitions For Use By Various Stakeholders, 2001, http://www.fao.org/documents/show_cdr.asp?url_file=/DOCREP/005/Y4171E/Y4171 E11.htm).
Profilaksis: Perbaikan atau tindakan yang diterapkan sebagai langkah preventif.
Pemulihan: Pengembalian area yang terdegradasi atau terkonversi di dalam perkebunan ke keadaan semi-alami.
Smallholder: Petani yang menanam kelapa sawit, terkadang dengan produksi subsistensi tumbuhan lainnya, di mana keluarga menyediakan kebanyakan tenaga kerja dan peternakan menyediakan sumber utama pendapatan dan area yang ditanami minyak sawit bisanya berukuran di bawah 50 hektar.
Pemangku Kepentingan: Perseorangan atau kelompok dengan kepentingan yang sah dan/atau dapat ditunjukkan, atau yang langsung terkena dampak oleh, aktivitas sebuah organisasi dan konsekuensi dari aktivitas tersebut.
Outgrower: Petani yang menjual TBS secara eksklusif dikontrak oleh petani/pabrik. Petani swadaya bisa merupakan petani:
Pengaruh yang tidak semestinya: Usaha oleh pihak ketiga dengan kontrol apa pun sehingga seseorang menandatangani kontrak atau perjanjian lainnya yang, tanpa pengaruh pihak ketiga, tidak akan ditandatangani.
Hak penggunaan: Hak untuk penggunaan sumber daya hutan yang dapat ditentukan oleh adat lokal, perjanjian mutual, atau ditentukan oleh entitas lain yang memiliki hak untuk mengakses.
Hak-hak tersebut dapat membatasi penggunaan sumber daya tertentu hingga tingkat tertentu konsumsi atau teknis pemanenan tertentu.
Definisi
Lampiran 1 Dasar
Standar Internasional Klausul utama Rangkuman perlindungan Akuisisi Lahan
yang Adil
Konvensi ILO 169 (1989) mengenai Masyarakat Adat
Pasal 13-19 Hargai dan jaga hak atas tanah dan sumber daya alami yang secara tradisional ditempati dan digunakan; hargai adat warisan;
tidak ada pemindahan paksa;
kompensasi terhadap kerugian dan cedera.
Deklarasi PBB mengenai Hak Masyarakat Adat (2007)
Pasal 25, 26 Hak terhadap hubungan khusus dengan tanah; hak untuk memiliki, menggunakan, mengembangkan, dan menggunakan tanah, wilayah, dan sumber daya lainnya milik mereka.
Konvensi PBB mengenai
Keanekaragaman Biologis (1992)
Pasal 10(c) Lindungi dan dorong pemanfaatan adat sumber daya biologis sesuai dengan praktik tradisional.
Perwakilan dan
Pasal 6-9 Mewakili diri mereka sendiri melalui institusi perwakilan;
konsultasi dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan atau persetujuan; hak untuk memilih prioritas mereka, mempertahankan adat-istiadat mereka dan
menyelesaikan pelanggaran sesuai dengan hukum adat (kompatibel dengan hak asasi manusia
internasional).
Hak terhadap persetujuan bebas berinformasi sebelumnya terhadap proyek apa pun yang memengaruhi tanah mereka dengan diekspresikan melalui institusi perwakilan mereka.
Konvensi mengenai Komite UN CERD
Persetujuan untuk keputusan yang dapat memengaruhi masyarakat adat. (Standar ini secara luas diterima sebagai standar 'praktik terbaik' oleh badan-badan seperti World Commission on Dams, Extractive Industries Review, Forest Stewardship Council, UNDP, CBD, IUCN, dan WWF).
Larangan Kerja
Paksa Konvensi ILO 29 (1930) mengenai Kerja Paksa
Pasal 5 Tidak ada izin bagi perusahaan yang melibatkan bentuk kerja paksa atau wajib apa pun.
1Untuk rincian, lihat www.forestpeoples.org
Konvensi ILO 105 (1957) mengenai Penghapusan Kerja Paksa
Pasal 1 Tidak menggunakan bentuk kerja paksa atau wajib apa pun.
Pasal 1-3 Penghapusan pekerja anak dan definisi usia minimum untuk tenaga kerja tidak kurang dari 15-18 tahun (tergantung pekerjaan).
Pasal 1-7 Penghapusan perbudakan anak, ikatan hutang, perdagangan anak dan pengadaan prostitusi; metode yang cocok untuk memantau dan menegakkan kepatuhan.
Tidak ada eksploitasi atau paparan terhadap hal berbahaya atau diskriminasi terhadap wanita dan anak-anak asli
Kebebasan Berserikat dan Berunding Bersama
Konvensi ILO 87 (1948) mengenai Kebebasan Berserikat dan
Perlindungan Hak untuk Berorganisasi
Pasal 2-11 Kebebasan untuk bergabung dengan organisasi, federasi, dan konfederasi pilihlah mereka;
dengan konstitusi dan peraturan yang dipilih secara bebas;
langkah untuk melindungi hak berorganisasi.
Konvensi ILO 98 (1949) mengenai Hak
berorganisasi dan Berunding Bersama
Pasal 1-4 Perlindungan terhadap tindakan dan langkah anti-serikat untuk mendominasi serikat pekerja;
dirikan saran untuk negosiasi sukarela terhadap syarat dan kondisi pekerjaan melalui kesepakatan bersama.
Konvesi ILO 141 (1975) mengenai Organisasi Pekerja Pedesaan
Pasal 2-3 Hak penyewa, petani penggarap, dan petani untuk berorganisasi;
hak untuk berserikat; bebas dari campur tangan dan paksaan.
Deklarasi PBB mengenai Hak Masyarakat Adat (2007)
Pasal 3 Masyarakat adat memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan secara bebas mengejar perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya sendiri.
Pengupahan yang Sama dan Non-Diskriminatif
Konvensi ILO 100 (1951) Pengupahan yang Sama
Pasal 1-3 Pengupahan yang sama untuk laki-laki dan wanita untuk pekerjaan dengan nilai yang sama.
Konvensi ILO 111 (1958) mengenai Diskriminasi (Pekerjaan dan Jabatan)
Pasal 1-2 Kesempatan kesetaraan dan perlakuan sehubungan dengan pekerjaan dan jabatan; tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, jenis kelamin, agama, pendapat politik, ekstraksi nasional atau sosial.
Deklarasi PBB mengenai Hak Masyarakat Adat
Tidak ada diskirimasi berdasarkan asal atau identitas; bebas untuk mengekspresikan identitas berdasarkan adat; perhatian khusus terhadap dan
perlindungan hak-hak perempuan adat.
Pekerjaan Migran sosial, dan remunerasi; tidak ada repatriasi pekerja migran legal yang dipaksakan; repatriasi simpanan.
Konvensi ILO 143 (1975) mengenai Pekerja Migran (Ketentuan Tambahan)
Pasal 1-12 Hargai hak asasi manusia;
perlindungan migran ilegal dari pekerjaan kasar; tidak ada perdagangan migran ilegal;
perlakuan yang adil terhadap tenaga kerja migran.
Perlindungan Pekerja Perkebunan2
Konvensi ILO 110 (1958) Perkebunan
Pasal 5-91 Perlindungan anggota keluarga pekerja yang direkrut;
perlindungan hak pekerja pada saat pendaftaran dan transportasi;
kontrak pekerjaan yang adil;
penghapusan sangsi pidana; upah dan kondisi kerja yang adil; tidak ada pemaksaan atau kewajiban untuk menggunakan toko tenaga kerja yang tepat;
2 Konvensi 110 Pasal 1(1) mendefinisikan perkebunan sebagai 'kegiatan agrikultur yang mempekerjakan pekerja yang direkrut... peduli dengan kultivasi atau produksi ... [inter alia] minyak sawit….’
perumahan dan perawatan medis yang layak.
Perlindungan
Penyewa dan Rekomendasi ILO
Pasal 4-8 Biaya sewa yang sesuai;
pembayaran memadai untuk tumbuhan; Penyediaan
Petani penggarap 132 (1968) Penyewa dan Petani Penggarap
untuk kesehatan; organisasi sukarela; kontrak yang adil;
prosedur untuk penyelesaian
Pasal 4 Alienasi dengan memperhatikan hak adat; bantuan untuk
membentuk koperasi; pengaturan penyewaan untuk memastikan standar hidup tertinggi yang mungkin.
Pasal 7-21 Melakukan penilaian risiko dan mengadaptasi langkah preventif dan protektif untuk memastikan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja, ketika menggunakan mesin, peralatan, bahan kimia, perkakas dan pemroses; pastikan penyebaran informasi, pelatihan yang sesuai; pengawasan dan kepatuhan; perlindungan khusus untuk pekerja anak dan wanita;
perlindungan terhadap cedera dan penyakit kerja.
Pasal 1-5 Melarang dan/atau mengeliminasi produksi dan penggunaan bahan kimia yang terdaftar di Lampiran 1 (misal: Aldrin, Chlordane, PCB);
membatasi produksi dan
penggunaan bahan-bahan kimia di Lampiran B (misal: DDT);
mengurangi atau mengeliminasi pelepasan bahan kimia yang terdaftar di Lampiran C (misal:
Hexachlorobenzene).
Kode Etik Internasional FAO mengenai
Distribusi dan
Penggunaan Pestisida (1885, Direvisi tahun 2002)
Pasal 5 Batasi penggunaan pestisida apabila pengendalian sulit; memastikan penggunaan peralatan dan teknik protektif; menyediakan panduan bagi pekerja mengenai langkah-langkah keselamatan; memberikan penyuluhan kepada petani dan Grower; melindungi pekerja dan pengamat; menyediakan informasi lengkap mengenai risiko dan perlindungan; lindungi keanekaragaman hayati dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan; memastikan
pembuangan limbah dan peralatan yang aman; menyediakan
perawatan darurat untuk keracunan.
Konvensi Rotterdam dan pestisida yang berbahaya dan dilarang; mengembangkan
prosedur nasional untuk penggunaan dan perdagangan bahan-bahan tersebut; buat daftar bahan kimia dan pestisida
berbahaya dan dilarang.
Deklarasi PBB