HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
20. Saya berkunjung ke posyandu karena posyandu berada di depan rumah saya
54(61,4) 70(79,5) 67(76,1) 39(44,3) 63(71,6) 49(55,7) 34(38,6) 29(33,0) 82(93,2) 72(81,8) 34(38,6) 18(20,5) 21(23,9) 49(55,7) 25(28,4) 39(44,3) 54(61,4) 59(67,0) 6(6,8) 15(17,0)
Berdasarkan tabel 3 diatas hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi intrinsik yang paling tinggi yang dijawab oleh responden adalah 88 responden (100%) yang menyatakan mereka berkunjung ke posyandu supaya anak mereka mendapatkan imunisasi yang lengkap, 87 responden (98,9%) menyatakan bahwa mereka berkunjung ke posyandu karena banyak manfaatnya bagi anak mereka, dan 86 responden (97,7%) menyatakan bahwa mereka berkunjung ke posyandu untuk melihat perkembangan anak mereka. Dan yang menunjukkan motivasi ekstrinsik yang tinggi yang dijawab oleh responden adalah 82 responden (93,2%) menyatalan mereka berkunjung ke posyandu karena dekat dengan tempat berjualan mereka, 72 responden (81,8%) menyatakan bahwa mereka berkunjung ke posyandu karena posyandu berada di depan rumah mereka, dan 70 responden (79,5%) menyatakan bahwa mereka berkunjung ke posyandu karena tempatnya bersih dan nyaman.
Tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki motivasi yang tinggi untuk berkunjung ke posyandu yaitu sebanyak 35 orang (37,6%), memiliki motivasi sedang 33 orang (35,5) rendah untuk berkunjung ke posyandu sebanyak 20 orang (21,5%). Gambaran ini dapat dilihat pada table sebagai berikut:
Tabel 3. Distribusi frekuensi motivasi masyarakat berkunjung ke Posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan (n=88)
No Motivasi Frekuensi Persentase (%)
1 Motivasi Tinggi 35 37,6
2 Motivasi Sedang 33 35,5
3 Motivasi Rendah 20 21,5
Table 4 menunjukkan hasil motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik masyarakat yang berkunjung ke posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan. Motivasi intrinsik tinggi sebanyak 48 orang (54,5%), motivasi sedang sebanyak 38 orang (43,2)dan motivasi intrinsik rendah 2 orang (2,3%). Motivasi ekstrinsik tinggi sebanyak 19 orang(21,6%), motivasi ekstrinsik sedang 46 orang (52,3%) dan rendah sebanyak 23 orang(26,1%). Gambaran ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 4 Distribusi frekuensi motivasi intrinsik dan ekstrinsik masyarakat berkunjung ke posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan (n=88).
No Jenis Motivasi Frekuensi Persentasi (%)
1 Motivasi Intrinsik
a. Motivasi Intrinsik Tinggi b. Motivasi Intrinsik Sedang c. Motivasi Intrinsik Rendah
48 38 2 54,5 43,2 2,3 2 Motivasi Ekstrinsik
a. Motivasi Ekstrinsik Tinggi b. Motivasi Ekstrinsik Sedang c. Motivasi Ekstrinsik Rendah
19 46 23 21,6 52,3 26,1 5.2 Pembahasan
Desain deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi masyarakat berkunjung ke posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan dimana responden pada penelitian ini berjumlah 88 orang.
Target kunjungan posyandu tiap bulannya adalah 100 orang tetapi hal ini tidak tecapai karena dari hasil pengalaman peneliti didapatkan bahwa yang berkunjung ke posyandu hanya 30 orang hal ini mungkin disebabkan karena petugas kesehatan, kader dan juga Puskesmas yang membawahi posyandu tidak berhasil dalam mensosialisasikan program posyandu.
Hasil penelitian ini, mayoritas masyarakat memiliki motivasi yang tinggi untuk berkunjung ke Posyandu yaitu sebanyak 35 orang (37,6%). Hal ini berarti kecenderungan responden untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu tinggi. Motivasi responden yang datang ke posyandu dalam penelitian ini sangat beraneka ragam bentuknya dan tergantung dari proses sosialisasi dari responden yang bersangkutan, bila proses sosialisasi atau pembudayaannya baik maka akan mengarahkan responden ke perilaku yang baik pula, dan ini dibuktikan oleh responden yang datang ke posyandu.
Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Kadek (2006) motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, baik yang bersumber dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri (motivasi intrinsik) maupun pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan, dan paksaan dari orang lain (motivasi ekstrinsik) sesuai dengan pendapat Herzberg (2006) kedua faktor inilah yang mendorong responden untuk datang ke posyandu. Seperti yang dijelaskan Purwanto (2004, dalam Achmad, 2007), apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung
resiko, selalu ada motivasinya. Ini berarti, apapun tindakan yang dilakukan seseorang selalu ada motif tertentu sebagai dorongan ia melakukan tindakannya itu. Jadi, setiap kegiatan yang dilakukan individu selalu ada motivasinya.
Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ada keinginan di dalam diri seseorang (inner -Drive) yang secara sadar atau tidak sadar membuat orang berperilakuuntuk mencapai tujuan yang sesuai dengan kebutuhannya. Jadi yang dimaksud dengan dorongan tadi pada hakekatnya adalah kebutuhan (Need) yang muncul dari dalam diri orang itu juga sehingga motivasi sering disebut juga sebagai kebutuhan. Semua kekuatan dari keberadaan kita untuk mencapai yang tertinggi dari yang mungkin kita capai. Berdasarkan penelitian responden berharap dengan berkunjung ke posyandu maka mereka akan mendapat pelayanan kesehatan yang baik yang nantinya meningkatkan derajat kesehatan keluarganya mereka, mereka berharap dengan dibawanya anak mereka ke posyandu maka anak mereka akan mendapatkan imunisasi yang lengkap, dan untuk mengetahui berat badan anaknya sebagai cara terbaik untuk menilai gizinya sehingga tumbuh kembang anak akan terjangkau dan untuk memantau tumbuh kembang anak mereka, harapan-harapan inilah yang mendorong mereka untuk tetap berkunjung ke posyandu.
Motivasi intrinsik mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pembentukan motivasi seseorang. Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berfungsi tanpa rangsangan dari luar tetapi sudah dengan sendirinya mendorong untuk berbuat sesuatu maka akan terbentuk motivasi pembawaan, yang dibawa sejak lahir tanpa dipelajarai. Faktor intrinsik akan mendorong individu melakukan penginderaan
terhadap suatu objek melalui panca inderanya sehingga individu akhirnya menjadi tahu. Dari hasil tahu dan pemahaman dari suatu objek, individu akhirnya akan berusaha untuk mengekspresikan ke dalam dorongan dari dalam diri untuk mencapai suatu tujuan. Dari hasil penelitian ini didapatkan faktor instrinsik tinggi (54,5%). Hal ini kemungkinan dikarenakan responden memiliki pendidikan yang cukup tinggi yaitu SMA (42,0%) sehingga pengetahuan masyarakat mengenai peran dan fungsi posyandu juga cukup baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Lawrence Green, bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang, karena pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Budioro, 2002).
Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang berasal karena adanya rangsangan dari luar akan berpengaruh terhadap pengetahuan dan perilaku seseorang. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebanyakan responden memiliki motivasi ekstrinsik sedang (52,3%). Ini dikarenakan masyarakat cukup mendapatkan informasi kesehatan dari petugas kesehatan dan kader kesehatan. Sumber informasi yang diterima akan meningkatkan opini dan kepercayaan responden terhadap suatu informasi. Menurut Azwar (1995) menyatakan bahwa berbagai informasi yang didapat individu akan mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Sedangkan menurut WHO (1984 dalam Iskandar, 2006) mengatakan bahwa semakin baik informasi yang didapatkan responden, maka akan semakin meningkatkan pengetahuan seseorang kearah yang lebih baik.
BAB 6