Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, yaitu bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi masyarakat berkunjung ke Posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan.
2. Populasi dan Sampel 2.1. Populasi
Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berkunjung ke Posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan (ibu yang membawa anak balitanya, ibu hamil, dan ibu nifas). Puskesmas Padang Bulan memiliki 6 Posyandu binaan yang buka setiap bulan yaitu Posyandu; Titi Rante, Merdeka, Babura, Padang Bulan, Darat, dan Posyandu Petisah hulu. Data Puskesmas Padang Bulan Medan tahun 2009 rata-rata perbulan jumlah kunjungan ke Posyandu adalah 100 orang untuk setiap satu Posyandu binaan Padang Bulan Medan.
2.2. Sampel
Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan metode power analysis (Polit & Hungler, 1995) yang memperkirakan jumlah minimal sampel berdasarkan ketetapan alpha (α, tingkat kepercayaan), 1-beta (1- , kekuatan), dan gamma ( , efek populasi). Berdasarkan tabel Population Correlation Coefficient (Polit & Hungler, 1995) pada tingkat signifikansi (α) = 0.05, power ( ) = 0.80, dan efek size ( ) = 0.30, maka jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 88 orang masyarakat yang berkunjung ke Posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan.
Teknik pengambil sampel dengan menggunakan convenient sampling dimana subjek dijadikan sampel yang kebetulan dijumpai ditempat dan waktu penelitian secara bersamaan (Nursalam, 2003). yaitu di Posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan Kriteria sampel penelitian ini yaitu ibu yang membawa anaknya ke posyandu, ibu hamil dan ibu nifas, bersedia menjadi responden, dapat membaca, menulis dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik
3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Posyandu binaan Puskesmas Padang Bulan Medan. Di tiga posyandu binaan yaitu posyandu Padang Bulan, posyandu Titi Ranted dan posyandu Petisah Hulu alasan pemilihan lokasi karena tersedianya sampel yang memadai, pelaksanaan posyandu sesuai dengan waktu pengambilan data yang dilakukan oleh penelit, dan lokasi yang mudah di jangkau peneliti, serta belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 2 November 2010 di posyandu Padang Bulan dengan jumlah responden 30 orang, pada 3 November di posyandu Titi Ranted 28 orang dan pada tanggal 4 November di posyandu Petisah Hulu dengan jumlah 28 orang.
4. Pertimbangan Etik
Penelitian ini dilaksanakan setelah penelitian mendapatkan izin untuk malakukan penelitian dari bagian pendidikan Fakultas Keperawatan dan dari puskesmas Padang Bulan. Setelah itu kemudian peneliti memulai penelitian dengan beberapa pertimbangan etika. Yaitu peneliti memperkenalkan diri kepada responden dan menjelaskan tentang maksud dan tujuan dari penelitian serta dampak yang mungkin terjadi sebelum dan sesudah pengumpulan data. Peneliti juga menjelaskan bahwa responden yang diteliti bersifat sukarela, responden mempunyai hak untuk mengundurkan diri dari penelitian kapan pun ia mau. Jika responden bersedia menjadi responden, maka responden menandatangani lembar persetujuan penelitian (informed consent). Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, maka lembar
pengumpulan data (kuesioner) hanya diberi kode tertentu tanpa nama, dan hanya peneliti yang mempunyai informasi tentang responden selengkapnya. Data-data yang diperoleh dari responden juga hanya digunakan untuk kepentingan penelitian
5. Instrumen Penelitian
Alat yang digunakan untuk pengumpulan data berupa kuesioner yang terdiri dari sejumlah pertanyaan dan jawaban tertentu sebagai pilihan yang di ajukan kepada responden. Kuesioner terdiri dari du bagian, bagian pertama yaitu data demografi responden yang terdiri dari umur, agama, suku, pendidikan terakhir, pekerjaan dan penghasilan perbulan. Bagian kedua yaitu kuesioner mengenai motivasi yang terdiri dari motivasi internal dan eksternal.
Kuesioner motivasi ini terdiri dari 20 pertanyaan berupa dikotomi Ya atau Tidak, skala pengukuran yang digunakan adalah interval. Untuk pengukuran kategori pada motivasi digunakan rumus (Sudjana, 1992), yaitu :
Panjang kelas =Rentang : Banyak kelas
Rentang adalah selisih nilai tertinggi dan terendah. Untuk motivasi nilai tertinggi adalah 40 dan nilai terendah adalah 20. Maka rentang untuk motivasi adalah 20, dengan banyak kelas tiga kategori, yaitu motivasi tinggi, sedang, dan rendah. Maka didapat panjang kelas adalah 7 dan nilai terendah adalah 20 sebagai batas bawah interval pertama. Maka motivasi masyarakat berkunjung ke posyandu dikategorikan tinggi adalah 20-26, sedang 27-33 dan tinggi 34-40.
Motivasi ini dibagi beberapa pertanyaan yang meliputi masing-masing 10 pertanyaan tentang motivasi intrinsik (no 1-10) dan motivasi ekstrinsik (no 11-20). Kuesioner motivasi menggunakan skala dikotomi dalam kuesioner/pertanyaan ini disediakan dua jawaban/alternative yaitu “ya” dan “tidak” dan responden hanya memilih satu diantaranya. Pada pertanyaan positif setiap alternatif jawaban Ya bernilai 2 (dua) dan pertanyaan Tidak (satu) untuk alternatif jawaban salah, sedangkan pada petanyaan negatif setiap alternatif jawaban Tidak bernilai 2 (dua) dan pertanyaan Tidak (satu) untuk alternatif jawaban benar. Jadi nilai tertinggi yang diperoleh adalah 20 dan nilai terendah adalah 10.
Untuk faktor intrinsik dan ekstrinsik dibagi atas tiga kategori yaitu; tinggi adalah (18-20), sedang (14-17) dan rendah(10-13). Dari 20 pertanyaan tersebut 11 pertanyaan positif dan 9 pertanyaa negatif yaitu pertanyaan 10, 13, 14 sampai 20.
6. Pengukuran Validitas & Realibitas
Kuesioner pada penelitian ini diambil dari kuesioner yang digunakan dalam penelitian Akbar Arfian Iskandar tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Peran dan Fungsi Posyandu Terhadap Motivasi Kunjungan di Posyandu desa Mendala K pada tahun 2006, kuesioner ini telah melewati uji validitas sebelumnya yaitu uji validitas isi. Dan uji reliabilitas dilakukan dengan internal consistency (tehnik konsistensi internal) Konsistensi internal tergantung pada
interkorelasi butir tes, yang juga disebut homogenitas. Rumus statistik terbaik yang digunakan untuk menentukan koefisien reliabilitas konsistensi internal adalah: Alpha Cronbach dan Kuder-Richardson (KR-20 dan KR-21). Pengukuran reliabilitas instrument dilakukan dengan tehnik Alpha Cronbach dengan taraf signifikan 5% yang hasilnya 0,9599 maka kuesioner ini dinyatakan reliabel tinggi karena mendekati satu (Abidin, 2010).
7. Prosedur Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada institusi pendidikan Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Dan setelah mendapatkan surat izin penelitian dari Dinas Kesehatan Kota Medan, lalu mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian kepada kepala puskesmas Padang Bulan. Dan peneliti diberikan jadwal oleh petugas Puskesmas sesuai dengan jadwal diadakan posyandu yaitu di tiga posyandu. Kemudian peneliti mendatangi posyandu sesuai dengan jadwal kegiatan posyandu, Pengambilan data dilakukan pada tanggal 2 November 2010 di posyandu Padang Bulan dengan jumlah responden 30 orang, pada 3 November di posyandu Titi Ranted 28 orang dan pada tanggal 4 November di posyandu Petisah Hulu dengan jumlah 28 orang. Pada waktu pengambilan data peneliti dibantu oleh kader-kader posyandu setempat. Peneliti dibantu oleh asisten yang bernama Elis Suryani yang sudah dilatih sebelumnya, selanjutnya peneliti dan asisten menjelaskan tujuan peneliti kepada responden dan bila responden setuju untuk menjadi sampel peneliti, maka peneliti mengajukan surat persetujuan
responden untuk ditandatangani. Setelah itu peneliti dan asisten membagikan kuesioner kepada responde setelah selesai diadakan posyandu. Kemudian peneliti menjelaskan cara pengisian kuesioner kepada responden dan mengingatkan responden untuk mengisi kuesioner secara teliti dan cermat serta tidak ada hal-hal yang terlewatkan. Peneliti dan asisten juga mengingatkan responden untuk mengisi kuesioner sesuai dengan apa yang dialami/dilakuakan oleh responden. Setelah diisi, kuesioner dikumpulkan kembali oleh peneliti dan asisten kemudian diisi kelengkapannya. Apabila kuesioner yang tidak lengkap, maka diselesaikan pada saat itu juga. Untuk setiap responden dibutuhkan waktu 5 menit untuk mengisi kuesioner.
8. Analisa data
Setelah data terkumpul, maka peneliti melakukan pengolahan data. Analisa data yang dilakukan melalui beberapa tahapan yang dimulai dengan editing untuk memeriksa kelengkapan identitas data dari responden serta memastikan bahwa semua jawaban telah di isi, tahap kedua coding yaitu member kode atau angka tertentu pada kuesioner untuk mempermudah waktu mengadakan tabulasi dan analisa, tahap ketiga processing yaitu memasukkan data dari kuesioner ke dalam program computer, tahap keempat adalah melakukan cleaning yaitu mengecek kembali data yang telah dientry untuk mengetahui ada kesalahan atau tidak. Pengolahan data demografi di sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, dan presentasi untuk melihat bagaimana motivasi masyarakat berkunjung ke posyandu di wilayah binaan puskesmas Padang Bulan Medan.
BAB 5