• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelatihan

• Pedoman 1 – Permainan Pembeli dan Penjual

• Pedoman 2 – Menganalisis data hasil survei pada Fase 2 untuk merumuskan strategi unit usaha yang potensial

• Pedoman 3 – Bermain peran tentang bauran pemasaran/5Ps • Pedoman 4 – Permainan pengembangan strategi

• Pedoman 5 – Membandingkan unit usaha yang diusulkan dengan unit usaha yang sudah ada

• Pedoman 6 – Permainan: Mengelola uang, mengelola kelompok • Pedoman 7 – Memfasilitasi Fase 3: Ringkasan kegiatan utama

Memfasilitasi sesi:

1. Menjembatani Fase 2 dan 3:

• Menyelenggarakan diskusi dengan calon pelaku usaha, untuk memperkenalkan tujuan, langkah dan keluaran dari Fase 3, berdasarkan pada Pedoman 7.

• Anda sebaiknya melakukan diskusi dengan masing-masing kelompok produk jika terdapat sejumlah besar pelaku usaha yang bekerja pada produk yang sama. Alternatifnya, Anda dapat menciptakan sub-kelompok bagi peserta yang bekerja pada produk yang sama dalam satu pelatihan.

• Awali sesi dengan menunjukkan peta APP untuk menjelaskan tujuan, langkah dan keluaran yang diharapkan dari Fase 3.

» Tekankan bahwa peserta akan menganalisis data yang diperoleh dari Fase 2 untuk membuat RPU.

• Soroti dua poin penting dalam Langkah 1:

» Peserta akan mempelajari metode dan pedoman yang diperlukan untuk menentukan strategi usaha mereka dalam lima aspek pengembangan usaha.

» Peserta akan mendiskusikan opsi pendanaan bagi usaha mereka.

Menyelenggarakan sesi pelatihan terkait

Metode dan pedoman yang digunakan untuk menentukan strategi dalam lima aspek pengembangan usaha

2. Perbedaan antara penjualan dan pemasaran

• Minta peserta untuk memikirkan perbedaan antara penjualan dengan pemasaran (lihat kesimpulan mengenai definisi dan Modul Pengantar FFG – Bagian 4)

• Tampilkan lembar tayangan yang merangkum perbedaan kedua aksi tersebut

• Ingatkan peserta bahwa mereka harus menentukan strategi usaha mereka berdasarkan pada pemasaran, bukan pada penjualan. Anda dapat membuat ilustrasi mengenai hal ini dengan melakukan “Permainan Pembeli dan Penjual” (lihat Pedoman 1 dan penjelasannya). • Tekankan bahwa meskipun informasi yang diperoleh pada Fase 2 sudah cukup membantu

pelaku usaha untuk memprioritaskan produk mereka, strategi usaha masih perlu dinilai sebelum diterapkan:

» Penilaian ini didiskusikan dengan peserta saat mereka mengisi PAT dalam Fase 2 Langkah 2.

» Fase 3 Langkah 1 menggunakan PAT yang diisi pada Fase 2 (lihat FFG 2, Pedoman 29) sebagai titik permulaan untuk menilai informasi tambahan dan mengubah poin aksi yang tertera pada PAT menjadi strategi usaha yang spesifik.

• Peserta dapat merujuk kembali kepada PAT mereka:

» Pada Fase 2, mereka telah melakukan penilaian atas kesempatan dan hambatan yang dimiliki produk, kemudian mengisi tabel berdasarkan penilaian tersebut

» Sekarang saatnya memikirkan solusi potensial terhadap hambatan yang diidentifikasi pada Fase 2.

• Luangkan waktu untuk membicarakan masalah apapun yang ditemui oleh para peserta, mendiskusikan tujuan dan strategi yang spesifik untuk melakukan tindak lanjut. Pada tahap ini diperlukan kemampuan pendekatan sosial yang baik dari fasilitator kepada peserta pelatihan. Keterampilan mendemonstrasikan komunikasi efektif harus dimiliki fasilitator.

• Menjelaskan bahwa informasi yang didiskusikan dan dibangun pada Langkah 1 akan diadaptasikan pada masing-masing skenario khusus pada Langkah 2.

3. Bauran pemasaran mendeskripsikan variabel yang dapat dikendalikan oleh manajer pemasaran untuk memuaskan pelanggan pada pasar. Variabel tersebut – dikenal dengan 5Ps – terdiri dari produk (Product), harga (Price), lokasi (Place), promosi (Promotion) dan orang (People):

• Untuk menunjukkan bahwa terdapat beberapa opsi yang tersedia terkait bauran pemasaran, lakukan sebuah permainan peran (role-play) (lihat Pedoman 3)

» Metodologi 5Ps dapat membantu pelaku usaha untuk berpindah dari pola pikir penjualan ke pemasaran dan untuk mencari solusi atas masalah yang tertera pada PAT. 4. Pentingnya strategi:

• Lihat Pedoman 2 untuk membantu menjelaskan pentingnya strategi usaha.

• Lakukan Permainan Pengembangan Strategi untuk menunjukkan pentingnya penentuan strategi usaha. Lihat Pedoman 4.

5. Masalah persaingan

• Bagikan salinan Pedoman 5 dan minta peserta untuk menilai karakteristik utama dari pesaing, serta kebutuhan pelanggan mereka.

• Peserta perlu merujuk pada informasi yang diperoleh pada Fase 2

6. Melengkapi PAT

• Minta peserta untuk melihat kolom kedua pada PAT (berjudul Pengelolaan Sumber Daya), dan untuk mengajukan solusi atas hambatan yang mereka temui sebelumnya.

• Diskusikan daftar isian mengenai tindakan pengelolaan sumber daya yang dapat diterapkan pada hambatan-hambatan tersebut, sesuai dengan karakteristik dan tujuan usaha mereka.

• Minta peserta untuk melihat kolom ketiga pada PAT (berjudul Aspek Sosial) dan untuk mengajukan solusi atas hambatan yang mereka temui sebelumnya.

• Ulangi latihan ini pada kolom keempat (berjudul Kelembagaan) dan kelima (berjudul Teknologi).

Opsi pendanaan bagi usaha potensial

Salah satu tujuan dari langkah ini adalah untuk membantu pelaku usaha membangun strategi pendanaan bagi usaha mereka. Saat Fase 2, Langkah 1, pelaku usaha mengumpulkan data mengenai kemungkinan cara-cara pendanaan usaha mereka. Peran Anda sekarang adalah untuk membantu mereka memperdalam pengetahuan dan analisis mereka.

• Minta peserta melihat hasil survei mengenai akses pendanaan (FFG 2, Pedoman 15)

• Tampilkan lembar tayangan yang berisi data survei dan diskusikan kemungkinan sumber dana bagi usaha.

• Dampingi peserta untuk menilai pilihan pendanaan usaha mereka (FFG 2 – Pedoman 6) » Anda bisa menyelenggarakan permainan “Mengelola Uang, Mengelola Kelompok” untuk

membantu proses ini (lihat instruksi pada Pedoman 6)

Tekankan bahwa kelompok usaha juga relevan dalam hal ini, khususnya mengenai produksi dan investasi, juga dalam hal penyimpanan dan pengelolaan modal untuk usaha melalui Koperasi Simpan Pinjam.

Kiat-kiat fasilitasi • Kelompokkan peserta berdasarkan struktur usaha mereka • Jika peserta belum menentukan struktur usaha mereka,

kelompokkan mereka berdasarkan ketertarikan mereka pada produk yang serupa

• Tekankan bahwa peserta belum diharapkan untuk menghasilkan strategi usaha yang matang. Pada tahap ini, mereka hanya perlu memahami berbagai pedoman yang ada

Langkah 2

Pelaku usaha mempersiapkan rencana pengembangan

usaha mereka

FASE 3: MEMPERSIAPKAN RENCANA PENGEMBANGAN USAHA

LANGKAH 1

Pelaku usaha menganalisis data yang diperoleh pada

Fase 2 untuk menyempurnakan ide usaha

LANGKAH 2 Pelaku usaha mempersiapkan rencana pengembangan usaha mereka LANGKAH 3

Pelaku usaha mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan

pendampingan

Pada langkah 1, pelaku usaha menemukan metode dan pedoman umum yang dapat digunakan untuk menentukan strategi usaha mereka. Mereka juga mempelajari adanya berbagai pilihan yang tersedia untuk mendanai usaha mereka. Pada langkah ini, mereka akan melangkah lebih jauh dan memulai perencanaan pengembangan usaha yang berdasarkan pada data yang diperoleh pada Fase 2.

Langkah 2 berisikan tentang menyelenggarakan latihan perencanaan pengembangan usaha di mana seluruh pelaku usaha (atau kelompok pelaku usaha) diajak untuk mendiskusikan calon usaha mereka, berdasarkan data yang diperoleh pada Fase 2.

Saat para pelaku usaha mempersiapkan RPU mereka, latihlah mereka untuk menganalisis situasi pasar sehingga mereka dapat merancang strategi pemasaran dan produksi yang sesuai. Pelatihan ini akan dilakukan sepanjang sesi pertama. Sebagai fasilitator, Anda harus mempersiapkan dan menyelenggarakan sesi ini dengan penuh kehati-hatian.

Bagian kedua dari latihan ini akan memusatkan perhatian pada perhitungan finansial yang diperlukan untuk memvalidasi strategi usaha. Fasilitator yang berpengalaman dengan pedoman finansial dapat membantu pelaku usaha dalam sesi ini. Selain itu, Anda juga dapat bekerja sama dengan pusat bisnis setempat atau NGO yang memiliki staf yang terlatih dalam perhitungan perencanaan bisnis. Terlepas dari siapa yang akan menyelenggarakan pelatihan ini, penting untuk diperhatikan bahwa kebutuhan khusus dari pelaku usaha dipahami dengan baik dan bahwa konten pelatihan RPU disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Waktu 2 – 3 hari

Meskipun pelatihan persiapan RPU berlangsung selama dua sampai tiga hari, persiapan RPU yang sesungguhnya akan membutuhkan satu minggu hingga satu bulan, tergantung pada ukuran kelompok pelaku usaha, logistik yang tersedia dan batasan waktu.

Tujuan Pembelajaran

Pada akhir sesi:

• Pelaku usaha (secara individu atau kelompok) telah melaksanakan simulasi pengembangan RPU berdasarkan data yang diperoleh pada Fase 2.

Materi pembelajaran

• Peta proses APP

• Keluaran Fase 2 yang tertulis pada lembar tayangan

• Instruksi untuk simulasi perencanaan usaha yang tertulis pada lembar tayangan

• Delapan lembar tayangan mencakup delapan komponen utama untuk RPU. Masing-masing lembar tayangan berisikan daftar keputusan yang harus diambil oleh pelaku usaha untuk merencanakan usaha mereka.

• Catatan yang merupakan salinan lembar tayangan delapan komponen utama RPU

• Catatan yang berisikan format RPU sederhana dan contoh RPU bagi masing-masing peserta.

Pedoman Pelatihan

• Pedoman 8 – Apakah yang dimaksud dengan Rencana Pengembangan Usaha (RPU)?

• Pedoman 9 – Apa yang Anda ketahui dari produk Anda?

• Pedoman 10 – Pertanyaan yang harus diajukan dalam merencanakan suatu unit usaha

• Pedoman 11 – Latihan: simulasi perencanaan usaha

• Pedoman 12 – Contoh Rencana Pengembangan Usaha (RPU) • Pedoman 13 – Bagaimana cara mengidentifikasi pilihan-pilihan

untuk pembiayaan unit usaha

• Pedoman 14 – Memperkirakan kontribusi pribadi dan kelompok pelaku usaha terhadap modal usaha

Memfasilitasi sesi:

1. Tampilkan peta APP dan minta peserta mengingat kembali apa yang telah mereka pelajari pada Fase 3, Langkah 1. Peserta kemudian melakukan latihan simulasi perencanaan usaha untuk mempelajari bagaimana merencanakan usaha secara aktif dan efisien.

2. Manfaat perencanaan usaha:

Perencanaan usaha membutuhkan tenaga dan waktu. Untuk memastikan bahwa para pelaku usaha mau melakukan latihan perencanaan ini sepenuh hati, awali dengan menarik perhatian mereka pada manfaat perencanaan usaha.

• Bagi peserta ke dalam kelompok

• Minta masing-masing kelompok untuk menuliskan mengapa perencanaan itu penting. • Dalam pertemuan seluruh anggota, diskusikan temuan kelompok menggunakan pedoman 8 • Tanyakan apa yang akan terjadi jika mereka tidak mempersiapkan RPU

Menyelenggarakan sesi pelatihan terkait

“Persiapan RPU”

3. Kebutuhan untuk mengumpulkan data

Jelaskan bahwa latihan perencanaan usaha dilakukan berdasarkan pada data yang diperoleh pada Fase 2. Untuk kebutuhan latihan semata, bukan masalah jika terdapat sebagian data yang tidak tersedia, tetapi skenario yang digunakan harus serealistis mungkin karena akan menjadi dasar yang baik untuk merencanakan RPU mereka yang sesungguhnya.

• Selenggarakan sebuah latihan menggunakan Pedoman 9. Latihan ini akan membantu peserta untuk mengumpulkan data tambahan sebelum merancang RPU yang

sesungguhnya.

4. Melaksanakan latihan simulasi perencanaan usaha

• Jelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengambil segala keputusan yang dibutuhkan untuk merencanakan usaha.

• Jelaskan bahwa latihan ini akan mempersiapkan peserta untuk merancang rencana usaha aktual mereka setelah pelatihan selesai. Pada titik ini peserta harus menentukan jenis usaha apa yang ingin mereka bangun.

• Tanyakan pada masing-masing kelompok:

» Siapa yang mempromosikan calon usaha tersebut: seorang pelaku usaha individu atau sekelompok mitra?

» Produk apa yang ingin Anda kembangkan? » Apa alasan Anda memilih produk ini?

5. Membuat keputusan dalam delapan kategori pengembangan usaha

• Jelaskan bahwa perencanaan usaha membutuhkan serangkaian keputusan yang diambil pada delapan kategori

• Gambarkan dan jelaskan delapan kategori tersebut menggunakan Pedoman 10. 6. Memulai latihan simulasi perencanaan usaha.

• Sekarang Anda dapat memulai simulasi perencanaan usaha. Lihat Pedoman 11 untuk instruksi terkait. Selama latihan berlangsung, pastikan untuk:

» Menjelaskan maksud dari setiap keputusan dan prosedur pengambilannya. » Menggunakan contoh untuk mengklarifikasi penjelasan.

» Meminta peserta untuk mempertimbangkan penerapan latihan sesuai dengan kondisi mereka masing-masing.

» Mengawasi kelompok secara intensif, menjawab pertanyaan dan memperjelas hal yang kurang dipahami.

7. Setelah peserta menuliskan masukannya, selanjutnya mereka akan memindahkan informasinya ke RPU

• Format RPU ini bukanlah satu-satunya versi yang dapat digunakan. Terdapat berbagai cara untuk mempresentasikan rencana tersebut.

• Sebuah RPU bisa berbentuk sederhana atau sangat kompleks, sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Peserta harus menggunakan penilaian mereka sendiri dalam menerapkan RPU sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan mereka.

8. Perencanaan finansial

• Bagian latihan ini membutuhkan perhatian dan bimbingan khusus dari fasilitator. Gunakan Pedoman 13 dan 14 untuk membantu para pelaku usaha merancang rencana keuangan yang bersifat tentatif.

• Setelah mereka menyelesaikan latihan dengan Pedoman 13 dan 14, dampingi peserta untuk memasukkan hasil latihan pada RPU.

9. Menyimpulkan sesi

• Masing-masing kelompok mempresentasikan RPU mereka • Berikan waktu bagi peserta lainnya untuk mengajukan pertanyaan

• Jadwalkan pertemuan dengan peserta untuk menindaklanjuti persiapan RPU yang sesungguhnya.

• Tindak lanjut yang dilakukan dapat berlangsung selama satu hingga tiga minggu (atau lebih), tergantung pada konteks proyek, jumlah kelompok yang terlibat, jarak, dll.

Kiat-Kiat Fasilitasi • Ingatkan peserta untuk membuat keputusan berdasarkan pada informasi aktual dan hipotesis yang realistis.

• Latihan simulasi perencanaan usaha ini akan membantu peserta untuk menggambarkan usaha mereka sendiri. Kurangi rentang waktu antara diskusi dengan persiapan RPU yang sesungguhnya.

Langkah 3

Pelaku usaha mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan

pendampingan

FASE 3: MEMPERSIAPKAN RENCANA PENGEMBANGAN USAHA

LANGKAH 1

Pelaku usaha menganalisis data yang diperoleh pada

Fase 2 untuk menyempurnakan ide usaha

LANGKAH 2 Pelaku usaha mempersiapkan rencana pengembangan usaha mereka LANGKAH 3

Pelaku usaha mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan

pendampingan

Pada langkah sebelumnya, para pelaku usaha telah mempersiapkan dan melakukan simulasi RPU berdasarkan arahan Anda. Pada langkah ini, Anda akan 1) memeriksa RPU yang telah dibuat, untuk mencari kelemahan atau hal yang tidak tepat; 2) meminta penyesuaian jika dibutuhkan; dan 3) menganalisis RPU untuk mengetahui kebutuhan pelatihan dan dukungan yang dapat disediakan bersama dengan tim fasilitator.

Waktu

2 hari (atau lebih)

Sesuaikan dengan jumlah RPU, tingkat kelengkapannya dan waktu yang dibutuhkan peserta untuk menyesuaikannya.

Tujuan Pembelajaran

Pada akhir sesi, fasilitator akan:

• Meninjau RPU dan memastikan kelengkapannya • Mengidentifikasi hal-hal yang perlu disesuaikan

• Mempelajari kebutuhan pelatihan dan dukungan bersama-sama dengan tim proyek

Materi pembelajaran

• RPU milik pelaku usaha perseorangan atau kelompok usaha

Pedoman Pelatihan

• Pedoman 15 – Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap persiapan RPU yang efektif

• Pedoman 16 – Membantu pelaku usaha untuk mengevaluasi RPU mereka

• Pedoman 17 – Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pendampingan berdasarkan RPU

• Pedoman 18 – Contoh format penilaian RPU

Memfasilitasi sesi: Persiapan fasilitator

Periksa daftar faktor yang berkontribusi pada persiapan RPU yang efektif (lihat Pedoman 15). Jika Anda belum siap menilai RPU, lakukan pelatihan tambahan.

1. Pada tingkat lapangan

• Buat pertemuan dengan para pelaku usaha untuk meninjau RPU dan periksa apakah RPU tersebut sudah lengkap, dengan perhitungan yang tepat, dll.

» Fasilitasi penilaian RPU secara mandiri menggunakan Pedoman 16.

» Kumpulkan beberapa pelaku usaha atau perwakilan kelompok pelaku usaha dan minta mereka untuk saling menukarkan RPUnya satu sama lain dan untuk meninjaunya menggunakan Pedoman 15. Mereka harus menuliskan pertanyaan atau komentar apapun pada halaman terpisah.

» Peserta harus mempresentasikan komentar mereka dan mendiskusikan revisi yang diajukan bersama dengan pembuat RPU dengan arahan fasilitator.

» Akhiri sesi dengan menyimpulkan indikasi yang jelas bahwa: - RPU yang siap untuk dipertimbangkan lebih lanjut

- RPU yang membutuhkan revisi – jelaskan mengapa perubahan diperlukan dan sepakati sebuah tenggat waktu untuk penyerahan akhir.

Catatan: sebuah daftar kesalahan yang sering terjadi pada Pedoman 17 akan membantu Anda dan para pelaku usaha untuk memeriksa adanya potensi kesalahan pada RPU.

Menyelenggarakan sesi pelatihan terkait

“Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan

pendampingan”

2. Bersama tim proyek

• Selenggarakan sebuah pertemuan untuk menilai kebutuhan pelatihan dan pendampingan dengan mengkaji RPU. Anggota tim proyek yang bertanggungjawab untuk

menindaklanjuti dukungan usaha pada Fase 4 harus berpartisipasi pada pertemuan ini. • Selama pertemuan berlangsung, Anda akan:

» Mempresentasikan rangkuman hasil persiapan RPU

» Memfasilitasi analisis RPU (lihat saran pada Pedoman 17 dan 18)

Kiat-Kiat Fasilitasi • Sangatlah penting untuk mendefinisikan dan mengkomunikasikan kriteria efisiensi RPU dengan jelas.

• Jika Anda sangat familiar dengan perancangan RPU, hal tersebut dapat mengurangi risiko pelaku usaha membuat kesalahan.

Pedoman untuk

melakukan fasilitasi

“Saya tidak pernah mengajari murid-murid saya. Saya hanya berusaha menyediakan kondisi di mana mereka dapat belajar”

Pedoman 1: Permainan pembeli dan penjual

Tujuan permainan:

• Untuk menunjukkan perbedaan antara penjualan dan pemasaran • Untuk menjelaskan maksud dari rencana usaha

• Untuk menekankan kebutuhan strategi penetapan harga serta aspek positif dan negatif dari kompetisi

Durasi:

30 menit

Materi:

• Uang mainan dengan pecahan 1, 5 dan 10 • Kartu yang mewakili jumlah barang: 5 kg dan 1 kg • Dua hadiah kecil

Instruksi

1. Dari kelompok yang terdiri dari 20 peserta, pilih 3 orang untuk berperan sebagai pembeli dan 17 penjual. Jika terdapat perempuan pada kelompok tersebut, pastikan bahwa setidaknya satu dari mereka menjadi penjual. Jika terdapat pedagang pada kelompok, pastikan bahwa mereka berperan sebagai pembeli, bukan penjual.

2. Berikan barang sebanyak 10 kg kepada setiap penjual: 1 kartu mewakili 5 kg dan 5 kartu mewakili 1 kg.

3. Persiapkan mata uang sebanyak 170 satuan bagi masing-masing pembeli. 4. Tetapkan harga rata-rata per kg barang sebanyak 1 unit mata uang.

5. Waktu bermain maksimal adalah 10 menit. Jelaskan bahwa tujuan permainan ini adalah untuk mendapatkan pemasukan sebanyak mungkin bagi penjual. Pemenang dari permainan ini adalah penjual dengan mendapatkan uang terbanyak dan pembeli yang membeli barang terbanyak. 6. Sebelum permainan dimulai, pisahkan pembeli dan penjual kemudian fasilitasi sebuah diskusi

dengan masing-masing kelompok untuk menciptakan strategi yang efektif dalam mencapai tujuan mereka masing-masing.

7. Setiap lokasi penjual harus saling berjauhan sehingga diskusi dan penjualan bisa dimulai. Menjelang akhir permainan, ingatkan waktu pada sisa waktu 5 menit, 3 menit dan 1 menit, agar transaksi dipercepat dan berusaha mencapai kesepakatan di menit terakhir.

8. Pemenang pembeli dan penjual akan memperoleh hadiah kecil.

9. Setelah permainan berakhir, pada pertemuan seluruh peserta, minta para pemenang untuk menjelaskan strategi mereka dan diskusikan dengan para peserta mengenai bagaimana persaingan yang sehat dapat berujung pada harga yang lebih tinggi pada kasus tertentu atau sebaliknya.

Petunjuk:

Permainan ini dapat diikuti oleh peserta dengan latar belakang pendidikan apapun, mulai dari warga desa, fasilitator hingga staf senior.

Pedoman 2: Menganalisis data hasil survey pada

Fase 2 untuk merumuskan strategi unit usaha yang

potensial

Dalam pendekatan APP, RPU termasuk strategi pemasaran serta strategi pengelolaan sumber daya, isu-isu sosial-budaya, kelembagaan dan teknologi.

Pada Fase 3, Langkah 1, pelaku usaha menganalisis data yang dikumpulkan pada Fase 2 dan melalui isu-isu yang diangkat dalam PAT. Setelah ini dilakukan, peran Anda sebagai fasilitator adalah mengidentifikasi tujuan strategis dengan peserta dan mendiskusikan beberapa elemen dari strategi berikut untuk menyepakati tindak lanjut dan rencana dukungan. Informasi ini kemudian akan dimasukkan ke dalam RPU pada tahap berikutnya.

• Strategi pasar / Ekonomi termasuk ‘5Ps’ dari pemasaran: produk, harga, tempat, orang dan promosi. Ini juga membahas aliansi strategis yang efektif dapat mendukung pemasaran.

• Pengelolaan sumber daya alam / strategi lingkungan meliputi opsi pengelolaan sumber daya yang terbaik untuk dicapai bersama-sama dengan mitra mereka.

• Sosial / strategi budaya membahas metode untuk memastikan bahwa pengambilan keputusan dan distribusi manfaat yang adil.

• Hukum strategi / kelembagaan meliputi aspek-aspek hukum yang mengatur unit usaha, pembentukan kelembagaan dan jejaring dengan lembaga pendukung di semua tingkat. • Teknologi / penelitian / strategi pengembangan meliputi aspek-aspek operasional produksi dan

pengolahan selain untuk penelitian dan pengembangan yang dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah sebuahi produk.

Strategi pengembangan pasar

Bauran pemasaran adalah kerangka yang digunakan untuk mengembangkan strategi pemasaran. Hal ini juga dikenal sebagai “5Ps”, yang terdiri dari kombinasi Product, Price, Place, People dan Promotion. Para pelaku usaha dapat menggunakan kombinasi ini sebagai kerangka kerja dan tanda untuk memastikan bahwa tidak ada faktor-faktor penting yang tersisa dari strategi pembangunan mereka.

PRODUK

Pedoman berikut ini dapat digunakan untuk memfasilitasi diskusi tentang isu-isu yang berkaitan dengan pengembangan produk, produksi dan kualitas. Setelah diskusi selesai, para pelaku usaha dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengisi RPU mereka.

Poin diskusi tersebut meliputi:

• fitur unik dari produk mereka dan keunggulan kompetitifnya, lokasi unit usaha dan dari daerah mana sumber bahan baku dikumpulkan;

• proses produksi dan izin persyaratan • sistem pembayaran dan struktur organisasi

Suatu unit usaha dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan lebih dari satu produk, sehingga menawarkan kombinasi yang lebih baik. Kombinasi produk yang baik

membantu menyeimbangkan faktor risiko pada beberapa produk yang berbeda dan meningkatkan daya saing.

Pilihan produk / pasar

Terdapat empat pilihan untuk produk dan pasar dan setiap pilihan memiliki strategi yang berbeda. Diskusikan pilihan ini dengan peserta dan bantu mereka untuk menentukan kombinasi produk dan strategi pasar yang tepat. Setelah diskusi, para pelaku usaha dapat merumuskan target penjualan mereka dan memasukkannya dalam RPU mereka. Grafik di bawah ini menggambarkan berbagai macam pilihan produk dan pasar, serta keuntungan dan faktor risiko yang terkait dengan masing-masing pilihan.

Pilihan 1: Melanjutkan memproduksi produk yang sudah ada untuk pasar yang sudah ada

Untuk memperluas penjualan di pasar yang ada dengan produk yang sama, para pelaku usaha harus: • menarik pelanggan baru

• meyakinkan pelanggan yang sudah ada untuk meningkatkan pembelian • meningkatkan kualitas produk yang sudah ada

• mengintensifkan promosi atau informasi mengenai produk • menyesuaikan harga

Pilihan 2: Melanjutkan memproduksi produk yang sudah ada dan memasuki pasar baru

Pasar baru dapat dikembangkan dengan cara: • melakukan studi untuk menemukan pasar

• mempelajari tren untuk mengidentifikasi pasar negara berkembang • mencari pasar yang sesuai

• fokus untuk melayani pelanggan secara lebih efektif atau efisien dibandingkan dengan pesaing lainnya

• menjajaki pasar ekspor

Pilihan 3: Memperkenalkan produk baru di pasar yang sudah ada atau rantai pasar

Penjualan produk baru dapat meningkat di antara basis pelanggan yang ditetapkan dengan cara:

Dokumen terkait