BAB II TINJAUAN PUSTAKA
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
3.3.3 Besar Sampel
Besar sampel pada penelitian ini dihitung dengan melihat proporsi yang digunakan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh Karja V et al., dimana
37
dijumpai ekspresi kuat TILs pada 25% kasus.15 Dengan tingkat kemaknaan yang dipergunakan pada penelitian ini adalah 0,05 dan interval kepercayaan 95%. Dari tabel diperoleh nilai Z = 1,96 dan besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus :
n= (Zα/2)2.p.q d2 Keterangan :
n = besar sampel minimal p = proporsi penelitian q = 100% - p
d = derajat kesalahan 15%
Berdasarkan rumus di atas, diperoleh besar sampel : n= (1,96)2 x 0,25 x 0,75 = 32
( 0,15)2
Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 32 sampel untuk keseluruhan sampel.
3.4 Teknik Pengambilan Sampel
Sampel penelitian diperoleh dari pencarian perangkat lunak penyimpaan data dan nomor label slide pasien yang didiagnosis secara histopatologi sebagai BPH dan adenokarsinoma prostat, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
3.5 Subjek Penelitian 3.5.1 Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah :
1. Slide yang didiagnosis dengan BPH dan adenokarsinoma prostat secara histopatologi yang berasal dari hasil TUR-P, dan telah dilakukan pewarnaan hematoksilin eosin.
2. Data rekam medis yang mencantumkan nilai Total PSA.
3.5.2 Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah data rekam medis yang tidak mencantumkan nilai Total PSA.
3.6 Variabel Penelitian
Variabel pada penelitian ini adalah :
3.6.1. Variabel tergantung (dependent) : Benign Prostate Hyperplasia dan adenokarsinoma prostat.
3.6.2. Variabel tidak tergantung (independent) : stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dan Total Prostate Specific Antigen (tPSA).
3.7 Kerangka Operasional
Gambar 3.1. Kerangka Operasional
Data rekam medik pasien yang didiagnosis BPH dan Adenokarsinoma Prostat hasil TUR-P yang telah dilakukan pemeriksaan Total PSA di RSUP Haji Adam Malik Medan
Review Slide oleh peneliti didampingi oleh pembimbing
Adenokarsinoma Prostat
Hubungan stromal Tumor Infiltrating Lymphocyte dan Total Prostate Specific Antigen
Sampel Penelitian Benign Prostate
Hyperplasia
39
3.8 Definisi Operasional
1. Data lengkap adalah data penderita yang didiagnosis secara histopatologi sebagai Benign Prostate Hyperplasia (BPH) dan Adenokarsinoma Prostat di RSUP Haji Adam Malik Medan, disertai hasil pemeriksaan Total PSA.
2. Diagnosis histopatologi adalah diagnosis yang ditegakkan berdasarkan gambaran morfologi sel sel pada jaringan tertentu dengan menggunakan pewarnaan rutin hematoksilin eosin.
3. Prostate Specific Antigen (PSA) adalah protein yang dihasilkan oleh sel prostat untuk mengatur kekentalan cairan semen. Protein ini dihasilkan dalam jumlah besar oleh sel prostat dan test ini digunakan sebagai skrining neoplasma prostat.16 Nilai Total PSA, dikategorikan sebagai:
1. Normal = Nilai PSA ≤ 4,0 ng/ml 2. Sedang = Nilai PSA 4,1-10 ng/ml 3. Tinggi = Nilai PSA > 10 ng/ml.16
4. Stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) didefenisikan sebagai sel radang mononuklear yang berada pada jaringan stroma diantara sarang-sarang sel kanker, dan tidak langsung berhubungan dengan sel kanker. TILs dinilai dengan pembesaran 400x, dan menilai persentase area stroma saja tanpa memasukkan perhitungan didalam sel tumor. Misalnya skor 50% TILs stroma berarti bahwa 50% dari luas permukaan stroma dan bukan 50% dari stroma ditambah area sel epitel. Penilaiannya berdasarkan fokus infiltrasi limfosit yang paling padat, dan dibagi berdasarkan penilaian TILs working grup 2013, yaitu : 1. Ringan : 0-10 % stromal TILs (HPFs 400x)
2. Sedang : 11-49 % stromal TILs (HPFs 400x) 3. Berat : ≥ 50 % stromal TILs (HPFs 400x).50
5. Grading histopatologi adenokarsinoma prostat adalah skala penentuan prognosis suatu adenokarsinoma prostat yang dilihat berdasarkan penilaian histopatologi berdasarkan gleason scale (WHO, 2016) yang dikategorikan sebagai berikut:
1. Grade group 1, gleason score ≤ 6 : terdiri dari gabungan kelenjar dengan differensiasi baik.
2. Grade group 2, gleason score 3+4=7 : Lebih banyak kelenjar differensiasi baik, diikuti kelenjar yang berfusi dan kribriform.
3. Grade group 3, gleason score 4+3=7 : Lebih banyak kelenjar saling menyatu/berfusi dan kribriform, diikuti kelenjar differensiasi baik.
4. Grade group 4, gleason score 4+4=8, 3+5=8, 5+3=8 : Terdiri dari kedua pola kelenjar differensiasi buruk dan berfusi, differensiasi baik diikuti kelenjar differensiasi buruk, atau lebih banyak kelenjar differensiasi buruk diikuti differensiasi baik.
5. Grade group 5, gleason score 9-10 : bentuk kelenjar differensiasi buruk dengan atau tanpa nekrosis atau keduanya differensiasi buruk / solid.8
3.9 Alat dan Bahan Penelitian
Alat yang diperlukan dalam penelitian ini adalah mikrotom, waterbath, hot plate, coated objek glass, deck glass, rak kaca objek, chamber pengecatan, kertas saring, xylol, alkohol, cat hematoksilin, cat eosin, canada balsam (minyak terpentin / minyak tusam), label, kamera dan mikroskop cahaya olympus CX 21.
3.10 Prosedur kerja
1. Dicari data rekam medik pasien yang didiagnosis BPH dan adenokarsinoma prostat yang lengkap dengan pemeriksaan Total PSA di RSUP Haji Adam Malik Medan.
2. Berdasarkan data rekam medik tersebut, diperoleh slide pemeriksaan histopatologi.
3. Slide dievaluasi ulang, slide yang adekuat akan dimasukkan kedalam kriteria inklusi.
4. Derajat stromal TILs dinilai oleh peneliti dan dua orang ahli Patologi Anatomik yang menjadi pembimbing penelitian secara double blind. Jumlah stromal TILs dikelompokkan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
5. TILs dihitung dengan memakai mikroskop cahaya CX 21. Mengumpulkan foto lapangan pandang dengan pembesaran 100 dan 400 kali.
41
6. Data yang diperoleh akan ditabulasi dan dilakukan analisis statistik untuk melihat hubungan stromal TILs dengan Total PSA pada BPH dan adenokarsinoma prostat.
3.10.1 Pembuatan Sediaan Mikroskopis
Sediaan mikroskopis dibuat dengan cara sebagai berikut:
1. Blok parafin yang telah dikumpulkan, disimpan dalam pendingin / freezer sampai cukup dingin, kemudian dipotong dengan mikrotom dengan ketebalan 4 μm.
2. Sampel blok parafin yang sudah dipotong ditempelkan pada object glass 3. Keringkan dan panaskan diatas hot plate. Disimpan dalam inkubator 380 C
sampai 400 C satu malam agar lebih kuat melekat.
3.10.2 Prosedur pewarnaan Hematoksilin eosin di Laboratorium Patologi Anatomik RSUP Haji Adam Malik Medan
1. Blok parafin dipotong setebal 2-4 μm dengan mikrotom. Potongan dimasukkan ke dalam waterbath dan diletakkan diatas object glass yang ditetesi gliserin.
2. Deparafinisasi dengan memakai xylol 1,2 dan 3.
3. Rehidrasi dengan alkohol 96%, 80%,dan 50%.
4. Cuci dengan air mengalir.
5. Rendam dalam zat warna hematoksilin.
6. Cuci dengan air mengalir.
7. Celupkan ke dalam larutan acid alcohol 1%.
8. Cuci dengan air mengalir.
9. Dehidrasi dengan alkohol 80%, 90% dan alkohol absolut masing masing.
10. Masukkan kedalam larutan eosin 1%.
11. Masukkan ke dalam larutan alkohol 96%, absolut 2 kali masing masing dan dikeringkan.
12. Masukkan ke dalam xylol 1,2 dan 3.
13. Tutup dengan deck glass dan EZ-mount xylene base.
3.11. Pengolahan dan Analisa Data
Data yang diperoleh pada penelitian akan diolah dengan bantuan perangkat lunak statistik dan hasilnya akan dipresentasikan dalam bentuk tabel.
Untuk menganalisis data hubungan derajat stromal TILs dengan Total PSA pada BPH dan adenokarsinoma prostat secara statistik, maka peneliti menggunakan uji korelasi Spearman.
3.12. Ethical Clearance
Penelitian ini telah mendapat izin dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (No:314/TGL/KEPK FK USU-RSUP HAM 2019).
43 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan terhadap 32 sampel yang terdiri dari 15 kasus BPH dan 17 kasus adenokarsinoma prostat. Keseluruhan sampel diperoleh dari tindakan prostatektomi. Berikut ini adalah hasil penelitian yang diperoleh.
4.1.1 Karakteristik dasar sampel.
Tabel 4.1 Distribusi sampel berdasarkan usia, Total PSA, stromal TILs, dan gleason score.
Karakteristik Benign Prostate Hyperplasia Adenokarsinoma Prostat Jumlah (n) Persentase (%) Jumlah (n) Persentase tua adalah usia 76 tahun. Kelompok usia terbanyak pada BPH adalah pada usia 61-70 tahun sebesar 7 kasus (46,66%), dan adenokarsinoma prostat pada usia 61-70 tahun
sebesar 7 kasus (41,41%). Distribusi kadar Total PSA yang terendah adalah 0,02 ng/ml dan yang tertinggi 235,6 ng/ml. Kelompok kadar PSA terbanyak pada BPH adalah kadar sedang (4,1-10 ng/ml) sebesar 8 kasus (53,33%) sedangkan adenokarsinoma prostat pada kadar tinggi (> 10 ng/ml) sebesar 15 kasus (88,23%).
Distribusi derajat stromal TILs yang memiliki persentase terkecil adalah 1%, dan persentase terbesar adalah 75%. Kelompok derajat stromal TILs terbanyak pada BPH adalah derajat sedang (11-40%) sebesar 7 kasus (46,66%), sedangkan pada adenokarsinoma prostat adalah derajat ringan (0-10%) sebesar 14 kasus (82,35%).
Distribusi gleason score pada adenokarsinoma prostat yang terbanyak adalah gleason score 7 sebesar 10 kasus (58,81%) dan yang terkecil adalah gleason score 8 yaitu 3 kasus (17,64%).
4.1.2 Perbedaan karakteristik sampel berdasarkan jenis lesi Tabel 4.2 Karakteristik sampel berdasarkan jenis lesi.
No Karakteristik
Pada 15 sampel BPH didapatkan usia termuda adalah 53 tahun dan usia tertua adalah 76 tahun. Usia rerata sampel adalah 64,7 tahun, dengan simpangan baku 7,3 tahun. Dari 17 sampel adenokarsinoma prostat didapatkan usia termuda adalah 52 tahun, dan usia tertua adalah 74 tahun. Usia rerata sampel adalah 64,4 tahun, dengan simpangan baku 6,9 tahun. Setelah dilakukan uji t independen untuk menilai perbedaan karakteristik usia antara BPH dan adenokarsinoma prostat, diperoleh
p-45
value = 0,899 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan karakteristik usia antara BPH dan adenokarsinoma prostat.
Kadar Total PSA dari 15 sampel BPH yang terendah adalah 2,5 ng/ml dan yang tertinggi adalah 33,8 ng/dl. Kadar rerata Total PSA pada sampel ini adalah 9,7 ng/ml, dengan simpangan baku 8,1 ng/ml. Dari 17 sampel adenokarsinoma prostat didapatkan Total PSA yang terendah adalah 0,02 ng/ml dan yang tertinggi adalah 235,6 ng/dl. Kadar rerata Total PSA pada sampel ini adalah 57,2 ng/ml, dengan simpangan baku 59,7 ng/ml. Setelah dilakukan uji Mann-Whitney U untuk menilai perbedaan karakteristik kadar Total PSA antara BPH dan adenokarsinoma prostat, maka diperoleh p-value = 0,002 (p < 0,05), yang berarti didapatkan perbedaan karakteristik kadar Total PSA antara BPH dan adenokarsinoma prostat.
Persentase stromal TILs pada sampel BPH yang terendah adalah 8% dan yang tertinggi adalah 75%. Persentase rerata stromal TILs adalah 32,7%, dengan simpangan baku 21,7%. Persentase stromal TILs pada sampel adenokarsinoma prostat yang terendah adalah 1 % dan yang tertinggi adalah 25%. Persentase rerata stromal TILs adalah 5,8 %, dengan simpangan baku 3,5 %. Setelah dilakukan Uji Mann-Whitney U untuk menilai perbedaan persentase stromal TILs antara BPH dan adenokarsinoma prostat, maka diperoleh p-value = 0,0001 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat perbedaan persentase stromal TILs antara BPH dan adenokarsinoma prostat.
4.1.3 Hubungan antara derajat Stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dan Total Prostate Spesific Antigen (PSA)
Tabel 4.3 Hubungan antara derajat Stromal TILs dan Total PSA.
No. Jenis Lesi Koefisien Korelasi () P-value*
1. BPH dan Adenokarsinoma Prostat -0,445 0,011
2. BPH 0,333 0,225
3. Adenokarsinoma Prostat -0,239 0,355
* Uji Korelasi Spearman
Setelah dilakukan uji korelasi Spearman untuk menilai hubungan antara derajat stromal TILs dan Total PSA pada 32 sampel (BPH dan adenokarsinoma prostat), maka diperoleh p-value = 0,011 (p < 0,05) yang menunjukkan hubungan yang signifikan. Sedangkan pada masing masing sampel, BPH (p-value = 0,225) dan adenokarsinoma prostat (p-value = 0,355), tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0.05).
4.1.4 Hubungan antara stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dan Total Prostate Spesific Antigen (tPSA) dengan Gleason Score pada Adenokarsinoma Prostat.
Tabel 4.4 Hubungan antara stromal TILs dan Total PSA dengan gleason score pada adenokarsinoma prostat.
No. Variabel Koefisien Korelasi () P-value*
1. Persentase Luas TILs -0,398 0,083
2. Kadar Total PSA (ng/mL) 0,802 0,0001
* Uji Korelasi Spearman
Hasil analisis hubungan antara derajat stromal TILs dengan gleason score adenokarsinoma prostat diperoleh p-value = 0,083 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Sedangkan hubungan nilai Total PSA dengan gleason score pada adenokarsinoma prostat diperoleh p-value = 0,006 (p < 0,05), menunjukkan hubungan yang signifikan, dimana peningkatan total PSA berkaitan dengan peningkatan gleason score pada adenokarsinoma prostat.
4.2 Pembahasan
Peran sistem imun dalam tingkat keganasan tumor solid semakin meningkat akhir-akhir ini. Hal ini juga telah menunjukkan peningkatan respon pada tumor prostat, dimana pengembangan imunoterapi pada kanker prostat digunakan sebagai paradigma baru dalam penatalaksanaannya.14 Sel inflamasi umumnya berkaitan dengan neoplasma ganas, dimana TILs berperan sebagai faktor pertahanan sel tumor,
47
yang sering muncul pada tumor solid, termasuk neoplasma prostat. Prostat dianggap istimewa secara imunologi karena sifat imunosupresif cairan semen. Penelitian imunosupresi lokal dari prostat telah banyak dilakukan pada BPH, prostate intraepithelial neoplasia dan sangat jarang melibatkan kelenjar yang ganas.13
Pada penelitian ini usia rerata untuk BPH adalah 64,7 tahun dan untuk adenokarsinoma prostat 64,4 tahun. Data yang diperoleh pada penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Andreas MI et al., yang menemukan bahwa hampir 90% penderita berusia di atas 60 tahun, dan dua per tiga laki-laki yang meninggal karena karsinoma prostat berusia lebih dari 75 tahun. Risiko terdiagnosis karsinoma prostat memang sangat terkait dengan faktor usia, dimana pada pria berusia 70-79 tahun memiliki risiko hampir 7 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria berusia 50-59 tahun dan risiko kematiannya juga meningkat menjadi 21 kali lebih tinggi.57 Menurut WHO usia pasien erat kaitannya dengan kejadian kanker prostat, dan paling banyak dideteksi pada usia > 60 tahun. Hanya 1% kanker prostat yang dideteksi saat pemeriksaan klinis berusia < 50 tahun. Di Amerika Serikat, didapatkan penderita usia 30-50 tahun saat autopsi. Ini sangat berhubungan dengan gaya hidup dan pola makan yang diketahui sebagai penyebab timbulnya kanker prostat pada usia lebih muda. Semakin banyak bukti menunjukkan cedera sel epitel kelenjar oleh karsinogen, estrogen atau oksidan sebagai pencetus terjadinya radang kronis merupakan tahapan menuju perkembangan sel kanker.8
Kadar rerata Total PSA dari 15 sampel BPH adalah 9,7 ng/ml dan adenokarsinoma prostat adalah 57,2 ng/ml. Terdapat perbedaan kadar Total PSA antara BPH dan adenokarsinoma prostat, dimana semakin tinggi kadar Total PSA maka kemungkinan kecurigaan terhadap kejadian suatu keganasa prostat akan semakin besar. Hal ini sesuai dengan penelitian Prcic et al., yang mendapatkan nilai Total PSA secara statistik memiliki korelasi yang signifikan (p = 0,006) antara BPH dan kanker prostat, dimana Total PSA sangat tinggi pada kanker prostat, dan lebih rendah pada BPH. Penelitiannya juga membuktikan hubungan yang signifikan antara peningkatan usia dengan peningkatan nilai Total PSA (p = 0,025). Pada penelitian ini didapatkan penderita kanker prostat berusia diatas 70 tahun yang memiliki nilai Total
PSA lebih tinggi dibandingkan yang berusia dibawah 60 tahun. Ini dapat menunjukkan bahwa semakin tinggi usia maka nilai Total PSA bisa semakin tinggi.58 Pengamatan nilai PSA level sedang (4-10 ng/ml), masih sulit untuk diprediksi sebagai kemungkinan kanker prostat, dimana didapatkan sekitar 75% hasil biopsi yang negatif. Oleh sebab itu selain menggunakan Total PSA, dapat juga dibandingkan dengan menggunakan pengukuran free PSA. Free PSA dilaporkan memiliki proporsi yang lebih signifikan pada pasien BPH dibandingkan kanker prostat (p < 0,00001).27
Persentase rerata stromal TILs pada BPH adalah 32,7% dan adenokarsinoma prostat adalah 5,8%. Pada penelitian ini terdapat perbedaan persentase stromal TILs antara BPH dan adenokarsinoma prostat, dimana derajat TILs yang rendah berkaitan dengan peningkatan keganasan pada adenokarsinoma prostat dan derajat TILs yang sedang berkaitan dengan BPH. Radestate et al., mendapatkan proporsi sel T meningkat pada BPH dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang ditunjukkan dengan perbedaan yang besar. Keberadaan sel T yang diinduksi oleh reseptor co-inhibitory, co-stimulatory dan sel T regulator berpotensi pada jaringan BPH. Sel epitel dan stroma BPH menghasilkan sitokin dan kemokin proinflamasi.15 Sedangkan pada kanker prostat yang paling berperan adalah sel T memori yang meningkat signifikan. Beberapa penemuan mengungkapkan bahwa efek immuno-modulatory dari tumor mempengaruhi perkembangan organ. Hal lainnya yang juga berhubungan adalah interaksi fenotip sel T dengan sel tumor.59
Uji Korelasi Spearman untuk menilai hubungan antara derajat stromal TILs dan Total PSA pada 32 sampel (BPH dan adenokarsinoma prostat), diperoleh p-value
= 0,011 (p<0,05) yang menunjukkan hubungan yang signifikan. Sedangkan hubungan derajat stromal TILs dan Total PSA pada sampel BPH (p-value = 0,225) dan adenokarsinoma prostat (p-value = 0,355) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0.05). Tidak ditemukan penelitian yang sederhana menggunakan pewarnaan HE untuk melihat hubungan stromal TILs dan total PSA pada BPH dan adenokarsinoma prostat, sehingga menjadi kekurangan dalam penelitian ini karena belum dapat menentukan jenis subset sel T yang berperan pada BPH dan adenokarsinoma prostat. Respon sel T terhadap sel ganas bergantung pada molekul
49
dan respon aktif subset sel T, disamping itu penting menentukan subset sel T untuk kelangsungan pengobatan dimasa depan.46,60
Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dengan gleason score pada adenokarsinoma prostat (p = 0,083). Penelitian ini berbeda dengan yang didapatkan oleh Nardone et al., dimana mereka mendapatkan TILs berkorelasi dengan perbedaan grade dan nilai PSA. Kecenderungan indeks diagnostik gleason score dapat mengarahkan diagnosis kanker prostat.61 Perlu ditentukan korelasi antara subset sel T dan Gleason score untuk memberikan data tentang peran faktor progresi dan supresi.62
Terdapat hubungan yang signifikan total PSA dengan gleason score pada adenokarsinoma prostat (p=0,0001), dimana peningkatan nilai total PSA diikuti oleh peningkatan gleason score. Dalam hal ini nilai total PSA yang meningkat dapat menunjukkan kecenderungan positif kanker, grade yang tinggi, dan terjadinya metastasis tulang.63 Hal ini juga sesuai dengan penemuan sekitar 50% hasil biopsi positif kanker untuk nilai total PSA lebih dari 20 ng / mL.64
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat membantu memberikan gambaran prognosis BPH dan adenokarsinoma prostat. Penelitian selanjutnya diperlukan menilai subsets TILs untuk tujuan prognosis dan imunoterapi, khususnya di institusi peneliti, serta pemahaman yang lebih jauh mengenai peran TILs terhadap kanker prostat.
50 BAB V Simpulan dan Saran 5.1 Simpulan
Dari uraian-uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Terdapat perbedaan karakteristik persentase Stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) antara Benign Prostate Hyperplasia dan adenokarsinoma prostat.
2. Terdapat perbedaan karakteristik kadar Total PSA antara Benign Prostate Hyperplasia dan adenokarsinoma prostat.
3. Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat Stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dan Total Prostate Spesific Antigen (tPSA) pada BPH dan adenokarsinoma prostat. Dimana derajat stromal TILs yang rendah berhubungan dengan peningkatan nilai total PSA.
4. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat Stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dan Total Prostate Spesific Antigen (PSA) pada BPH.
5. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat Stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dan Total Prostate Spesific Antigen (PSA) pada adenokarsinoma prostat.
6. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat stromal Tumor Infiltrating Lymphocytes (TILs) dengan gleason score adenokarsinoma prostat.
7. Terdapat hubungan kadar Total Prostate Spesific Antigen (PSA) dengan gleason score pada adenokarsinoma prostat. Dimana peningkatan nilai total PSA berkaitan dengan peningkatan gleason score pada adenokarsinoma prostat.
51
5.2 Saran
Dari hasil penelitian yang didapat maka muncul beberapa saran dari peneliti, yaitu :
1. Disarankan pemeriksaan kadar free PSA untuk membedakan BPH dan adenokarsinoma prostat dengan kadar Total PSA dalam tingkat sedang (4-10 ng/dl).
2. Penelitian lebih lanjut ekspresi subset TILs dihubungkan dengan kadar Total PSA yang diperlukan untuk tujuan prognosis dan perkembangan imunoterapi.
Daftar Pustaka
1. Hoffman M. Prostate Conditions, Anatomy picture of the prostate, 2014 WebMD, LLC.
2. Mochtar CA, Umbas R, Soebadi DM, Rasyid N, Noegroho BS, Poernomo BB dkk. Panduan Penatalaksanaan Klinis Pembesaran Prostat Jinak. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. 2015.
3. Nelson WG, Carter HB, DeWeese TL, Emmanuel SA, Mario AE. Prostate Cancer; Specific Malignancies part III, Elsevier 2018.
4. Birs A, Joyce PH, Zoran JP, Lim A. Diagnosis and Monitoring of Prostatic Lesions : A Comparison of Three Modalities: Multiparametric MRI, Fusion MRI / Transrectal Ultrasound (TRUS), and Traditional TRUS. 2016. 8(7):
pp 702.
5. Umbas R, Hardjowinoto S, Mochtar CA, Safriadi F, Soesanto WD, Soedarso MA, Danarto dkk. Pedoman Nasional Pelayanan Kanker Prostat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ikatan Ahli Urologi Indonesia 2015.
6. Merani S, Payne J, Padwal R, Hudson D, Widder S, Khadaroo R. Predictors of in-hospital mortality and complications in very elderly patients undergoing emergency surgery. World J Emerg Surg. 2014;9(1): pp 43.
7. Morgan TM, Ganesh M, Palapattu, Partin AW, Wei JT. Prostate Cancer Tumor Markers, Elsevier 2018, pp 2565.
8. Humprey PA, Amin MB, Berney DM, Billis A, Cao D, Cheng L, Delahunt B, et al., Acinar Adenocarcinoma. In : Moch H, Humphrey PA, Ulbright TM, Reuter VE (eds). WHO Classification of Tumours of the Urinary System and Male Genital Organs 4th Edition. Lyon: IARC; 2016. p 138-180.
9. Huang Y, Li ZZ, Huang YL, Song HJ, Wang YJ. Value of free / total prostate-specific antigen (f/t PSA) ratios for prostate cancer detection in patients with total serum prostate-specific antigen between 4 and 10ng/mL.
Systematic Review and Meta-Analysis. Medicine (2018) 97:13 pp 249.
10. Koo K, Brackett CD, Eisenberg EH, Kieffer KA, Hyams ES. Impact of numeracy on understanding of prostate cancer risk reduction in PSA screening. PLoS ONE. 2017. 12(12).
53
11. Sadii MV. PSA screening for prostate cancer. Rev Assoc Med Bras 2017;
63(8): p 722-725.
12. Heo JE, Koo KC, Hong SJ, Park SU, Chung BH, Lee KS. Prostate-Specific Antigen Kinetics Following 5α-Reductase Inhibitor Treatment May Be a Useful Indicator for Repeat Prostate Biopsy. Yonsei Med J. 2018 ; 59(2): p 219-225.
13. Woo JR, Liss MA, Muldong MT, Palazzi K, Strasners A, Ammirante M et al., Tumor infiltrating B-cells are increased in prostate cancer tissue. Journal of Translational Medicine. 2014 12. p 1-9.
14. Karja V, Altomaa S, Lipponen P, Isotalo T, Talja M, Risto Mokka. Tumour-infiltrating Lymphocytes: A Prognostic Factor of PSA-free Survival in Patients with Local Prostate Carcinoma Treated by Radical Prostatectomy.
Anticancer Research. 2005. p 4435-4438.
15. Gooden MJ, De Bock GH, Leffers N, Daemen T, Nijman HW. The prognostic influence of tumour-infiltrating lymphocytes in cancer: a systematic review with meta-analysis British Journal of Cancer. 2011. p 93-103.
16. Epstein JI. Chapter 21 The Lower Urinary Tract and Male Genital System. In:
Kumar V, Abbas AK, Fausto N, Aster JC. Robbin and Cotran Pathologic Basis of Disease.China : Saunders Elsevier; 2010. p 993-1001.
17. School of Anatomy and Human Biology- The University of Western australia. Blue Histology- Male Reproductive.2009.
18. Mike B. The Prostate Gland. TeachMe Anatomy.2018.
19. Rosai J. Volume I Chapter 18 Male Reproductive system. Prostate and Seminal Vesicles, Testis, Testicular adnexa, Penis and Scrotum. In: Rosai and Ackerman’s Surgical Pathology 10th edition. 2011.
20. MacLennan GT, Cheng L. Chapter 5 Prostate. In: Atlas of Genitourinary Pathology, USA: Springer-Verlag London Limited. 2011. p 216.
21. Cui D. Chapter 18 Male Reproductive System. In: Atlas of Histology with Functional & Clinical Correlation 1 st Edition. China: Lippincott Williams &
21. Cui D. Chapter 18 Male Reproductive System. In: Atlas of Histology with Functional & Clinical Correlation 1 st Edition. China: Lippincott Williams &