• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian yang jatuh tempo dalam

9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

31 Maret 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Sewa 4.778.456.173 3.527.131.234

Asuransi 3.787.098.363 78.834.157

Iklan dan promosi 807.666.666 1.484.707.836

Lain-lain 1.364.497.106 845.282.169

Jumlah 10.737.718.308 5.935.955.396

Dikurangi bagian biaya dibayar dimuka jangka panjang:

Sewa -

-Lain-lain -

-Jumlah -

-Bagian jangka pendek:

Sewa 4.778.456.173 3.527.131.234

Asuransi 3.787.098.363 78.834.157 Iklan dan promosi 807.666.666 1.484.707.836 Lain-lain 1.364.497.106 845.282.169 Jumlah bagian lancar dari biaya dibayar dimuka 10.737.718.308 5.935.955.396

10. PERPAJAKAN

Pajak dibayar dimuka

31 Maret 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Pajak penghasilan - Tahun 2020 Perusahaan

(Catatan 25) 4.200.341.279 3.836.585.279 Pajak pertambahan nilai - bersih Anak Perusahaan - 1.173.422.800

Jumlah 4.200.341.279 5.010.008.079

Estimasi tagihan pengembalian pajak

31 Maret 2022 31 Desember 2021

Rp Rp

Pajak penghasilan Entitas untuk tahun yang berakhir

Desember 2014 -

-Desember 2015 5.864.552.910 5.864.552.910

Desember 2018 20.818.633.860

-Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Januari 2014 - Desember 2014 -

-Januari 2015 - Desember 2015 956.534.620 956.534.620 Pajak Penghasilan Pasal 23

Juli 2014 - Desember 2014 -

-Pajak Penghasilan Pasal 26

Maret 2015 219.462.552 219.462.552 Agustus 2015 12.380.502 12.380.502 Desember 2015 358.767.348 358.767.348

Jumlah 28.230.331.792 7.411.697.932

Pajak penghasilan Perusahaan - Desember 2014

Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) tanggal 25 Januari 2019, yang mencakup tahun fiskal Desember 2014, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 18.486.579.360. Perusahaan membayar kurang bayar pajak pada tanggal 22 April 2019 dan mengajukan surat keberatan pada tanggal 23 April 2019 ke DJP sebesar Rp 18.480.520.610. Perbedaan antara jumlah yang dinyatakan dalam SKP dan jumlah yang telah dicatat sudah dibebankan pada laba rugi sebesar Rp 6.058.750 pada tahun 2019.

Pada tanggal 19 Pebruari 2020, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP menolak surat keberatan.

Perusahaan telah mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak pada tanggal 14 April 2020.

Pada tanggal 1 November 2021, Perusahaan telah menerima keputusan dari Pengadilan Pajak yang menyatakan bahwa Pengadilan Pajak menerima banding sebesar Rp 18.480.520.610 dan telah menerima pengembalian pajak pada tanggal 9 Desember 2021.

Pajak penghasilan Perusahaan - Desember 2015

Berdasarkan SKP tanggal 31 Juli 2019, yang mencakup tahun fiskal Desember 2015, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 25.274.826.170. Perusahaan membayar kurang bayar pajak pada tanggal 24 Oktober 2019 dan mengajukan surat keberatan pada tanggal 28 Oktober 2019 ke DJP sebesar Rp 25.185.764.210. Perbedaan antara jumlah yang dinyatakan dalam SKP dan jumlah yang telah dicatat sudah dibebankan pada laba rugi sebesar Rp 89.061.960 pada tahun 2019.

Pada tanggal 16 September 2020, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP mengabulkan sebagian keberatan wajib pajak sebesar Rp. 19.319.827.500 dan telah menerima pengembalian pajak pada tanggal 3 November 2020.

Pada tanggal 8 Desember 2020, Perusahaan telah mengajukan Surat Banding ke Pengadilan Pajak untuk nilai yang ditolak sebesar Rp 5.864.552.910 dan perbedaan sebesar Rp 1.383.800 sudah dibebankan pada laba rugi tahun 2020.

Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari Pengadilan Pajak yang menyatakan bahwa Pengadilan Pajak menerima pengajuan banding sebesar Rp 5.864.552.

Pajak penghasilan Perusahaan - Desember 2018

Berdasarkan SKP tanggal 20 Januari 2022, yang mencakup tahun fiskal Desember 2018, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 20.818.633.860. Perusahaan membayar kurang bayar pajak pada tanggal 17 Februari 2022.

Pada tanggal 15 Maret 2022, Perusahaan telah mengajukan surat keberatan ke DJP atas kurang bayar pajak senilai Rp 20.818.633.860 dan belum menerima keputusan atas pengajuan keberatan tersebut.

Pajak Penghasilan Perusahaan – Desember 2020

Berdasarkan SKPKB tanggal 30 Maret 2022 atas Tahun Fiscal Desember 2020, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar Pajak senilai Rp 864.529.280. Perusahaan telah membayar SKPKB tersebut tanggal 27 April 2022.

Pajak Pertambahan Nilai (Januari 2014 - Desember 2014)

Berdasarkan SKP tanggal 25 Januari 2019, yang mencakup PPN Bulan Januari 2014 sampai Desember 2014, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 995.968.788. Perusahaan membayar kurang bayar pajak tersebut pada tanggal 22 April 2019 dan mengajukan surat keberatan tanggal 23 April 2019 sebesar Rp 919.405.056. Perbedaan antara jumlah yang dinyatakan dalam SKP dan jumlah yang telah dicatat sudah dibebankan pada laba rugi sebesar Rp 76.563.732 pada tahun 2019.

Pada tanggal 21 Pebruari 2020, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP menolak surat keberatan.

Perusahaan telah mengajukan banding atas keputusan penolakan surat keberatan kepada Pengadilan Pajak pada tanggal 14 April 2020.

Pada tanggal 28 Oktober 2021, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari Pengadilan Pajak yang menyatakan bahwa Pengadilan Pajak menolak surat banding dan jumlah yang telah dicatat sudah dibebankan pada laba rugi sebesar Rp 991.405.056 pada tahun 2021.

Pajak Pertambahan Nilai (Januari 2015 - Desember 2015)

Berdasarkan SKP tanggal 31 Juli 2019, yang mencakup PPN bulan Januari 2015 sampai Desember 2015, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 11.041.765.306. Perusahaan membayar kurang bayar pajak tersebut pada tanggal 24 Oktober 2019 dan mengajukan surat keberatan tanggal 28 Oktober 2019 sebesar Rp 9.783.660.760. Perbedaan antara jumlah yang dinyatakan dalam SKP dan jumlah yang telah dicatat sudah dibebankan pada laba rugi sebesar Rp 1.258.104.546.

Pada tanggal 25 September 2020, Perushaaan telah menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP mengabulkan sebagian keberatan wajib pajak sebesar Rp 8.827.126.140 dan telah menerima pengembalian pajak pada tanggal 2 November 2020.

Pada tanggal 21 Desember 2020, Perusahaan telah mengajukan Surat Banding ke Pengadilan Pajak untuk nilai yang ditolak sebesar Rp 956.534.620.

Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari Pengadilan Pajak yang menyatakan bahwa Pengadilan Pajak menolak pengajuan banding sebesar Rp 956.534.620.

Pajak Pertambahan Nilai (Januari 2020 – Desember 2020

Berdasarkan SKPKB tanggal 30 Maret 2022 atas Masa Januari - Desember 2020, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar Pajak senilai Rp 755.529.508. Perusahaan telah membayar SKPKB tersebut tanggal 27 April 2022.

Berdasarkan STP tanggal 30 Maret 2022 atas Masa Januari - Desember 2020, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar Pajak senilai Rp 702.224.464.

Pajak Penghasilan Pasal 23 (Juli 2014 - Desember 2014)

Berdasarkan SKP tanggal 25 Januari 2019, yang mencakup Pajak Penghasilan Pasal 23 (PPh 23) bulan Januari 2014 sampai Desember 2014, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 681.349.672.

Perusahaan membayar kurang bayar pajak tersebut pada tanggal 22 April 2019 dan mengajukan surat keberatan ke DJP tanggal 23 April 2019.

Pada tanggal 22 November 2019, Perusahaan menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP mengabulkan seluruhnya keberatan PPh 23 untuk masa Januari 2014 sampai dengan Juni 2014 sebesar Rp 275.418.388 dan telah menerima pengembalian pajak pada tanggal 23 Januari 2020.

Pada tanggal 21 Pebruari 2020, Perusahaan menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP mengabulkan seluruhnya keberatan PPh 23 untuk masa Juli sampai dengan Desember 2014 sebesar Rp 405.931.284 dan telah menerima pengembalian pajak pada tanggal 16 Maret 2020.

Pajak Penghasilan Pasal 26 (Maret 2015)

Berdasarkan SKP tanggal 31 Juli 2019, yang mencakup Pajak Penghasilan Pasal 26 bulan Maret 2015, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 219.462.552. Perusahaan membayar kurang bayar pajak pada tanggal 24 Oktober 2019 dan mengajukan surat keberatan ke DJP pada tanggal 28 Oktober 2019.

Pada tanggal 15 September 2020, Perusahan menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP menolak keberatan wajib pajak.

Pada tanggal 8 Desember 2020, Perusahaan telah mengajukan Surat Banding ke Pengadilan Pajak untuk nilai yang ditolak sebesar Rp 219.462.552.

Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari Pengadilan Pajak yang menyatakan bahwa Pengadilan Pajak menerima pengajuan banding sebesar Rp 219.462.552.

Pajak Penghasilan Pasal 26 (Agustus 2015)

Berdasarkan SKP tanggal 12 Agustus 2019, yang mencakup Pajak Penghasilan Pasal 26 bulan Agustus 2015, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 12.380.502. Perusahaan membayar kurang bayar pajak pada tanggal 24 Oktober 2019 dan mengajukan surat keberatan ke DJP pada tanggal 28 Oktober 2019.

Pada tanggal 24 September 2020, Perusahaan menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan bahwa DJP menolak keberatan wajib pajak.

Pada tanggal 8 Desember 2020, Perusahaan telah mengajukan Surat Banding ke Pengadilan Pajak untuk nilai yang ditolak sebesar Rp 12.380.502.

Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari Pengadilan Pajak yang menyatakan bahwa Pengadilan Pajak menerima pengajuan banding sebesar Rp 12.380.502.

Pajak Penghasilan Pasal 26 (Desember 2015)

Berdasarkan SKP tanggal 12 Agustus 2019, yang mencakup Pajak Penghasilan Pasal 26 bulan Desember 2015, DJP memutuskan bahwa Perusahaan memiliki kurang bayar pajak senilai Rp 358.767.348. Perusahaan membayar kurang bayar pajak pada tanggal 24 Oktober 2019 dan mengajukan surat keberatan pada tanggal 28 Oktober 2019 ke DJP.

Pada tanggal 24 September 2020, Perusahaan menerima surat keputusan dari DJP yang menyatakan DJP menolak keberatan wajib pajak.

Pada tanggal 8 Desember 2020, Perusahaan telah mengajukan Surat Banding ke Pengadilan Pajak untuk nilai yang ditolak sebesar Rp 358.767.348.

Pada tanggal 28 Maret 2022, Perusahaan telah menerima surat keputusan dari Pengadilan Pajak yang menyatakan bahwa Pengadilan Pajak menerima pengajuan banding sebesar Rp 358.767.348.

Dokumen terkait