• Tidak ada hasil yang ditemukan

Biaya, Gaji, Upah, Bonus, Honorarium, THR dsb

Dalam dokumen Bahan Ajar Akuntansi Pajak (Halaman 138-144)

REKONSILIASI LABA RUGI FISKAL

F. Biaya, Gaji, Upah, Bonus, Honorarium, THR dsb

Biaya Sumber Daya Manusia (SDM) yang diberikan kepada pegawai berkaitan dengan dapat dibiayakan atau tidak dapat dibiayakan serta merupakan objek PPh Pasal 21 atau bukan objek PPh Pasal 21.

Berdasarkan UU PPh-1984 dan perubahannya, biaya sumber daya:

1. Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 4 ayat (1) huruf a, dapat dikurangkan dari penghasilan bruto (deductible expense) dan merupakan objek PPh Pasal 21 termasuk: gaji, upah, honorarium, tunjangan hari raya, tunjangan pajak, tunjangan keluarga, tunjangan apapun, uang lembur, bonus yang diberikan berkaitan dengan prestasi kerja, penggantian pengobatan, dsb.

2. Pasal 9 ayat (1) huruf e dan Pasal 4 ayat (3) huruf d, tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto (non deductible expense) dan bukan merupakan objek PPh Pasal 21, adalah penggantian atau imbalan pekerjaan atau jasa dalam bentuk natura kenikmatan, termasuk: pemberian beras, pemberian gula, PPh Pasal 21 ditanggung perusahaan, rekreasi dan olahraga, biaya cuti pegawai dibayar perusahaan, dsb; yang merupakan penyesuaian fiskal positif yang dimasukkan dalam Lampiran I SPT. Tahunan PPh WP Badan nomor 5c; kecuali yang diberikan oleh Bukan WP, WP (Pemberi Kerja) yang dikenakan PPh-Final berdasarkan Pasal 4 ayat (2) dan Pasal 15 (Norma Penghitungan Khusus) merupakan objek PPh Pasal 21 (dibahas dalam bab tersendiri).

3. Pengecualian Pasal 9 ayat (1) huruf e dan tetap berlaku Pasal 4 ayat (3) huruf d, dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dan bukan merupakan objek objek PPh Pasal 21 yang diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan R.I. No.466/KMK.04/2000 dan Keputusan Dir. Jend. Pajak No.KEP-213/PJ/2001 serta SE-14/PJ.3/2003, untuk bukan daerah terpencil; berlaku s.d. 31 Desember 2008.

1) Penyediaan makan-minum untuk seluruh pegawai termasuk dewan direksi dan komisaris ditempat kerja; tidak mutlak harus seluruh pegawai, apabila terdapat pegawai yang makan diluar karena tugas dapat dikurangkan;

2) Pakaian dan peralatan bagi pegawai pemadam kebakaran, proyek, pakaian seragam pabrik, seragam hansip/satpam;

| P a g e

129

4) Penginapan untuk awak kapal/pesawat.

1. Peraturan MKRI NO.83/PMK.03/2009, m.b. 1 Januari 2009.

2. Peraturan DIREKTUR JENDERAL PAJAK No.PER-51/PJ/2009, 7 Sept.2009.

Pemberian natura dan kenikmatan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto pemberi kerja dan bukan merupakan penghasilan (bukan objek PPh Pasal 21) bagi Pegawai yang menerimanya:

a. Pemberian atau penyediaan makanan/minuman bagi seluruh pegawai yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan meliputi:

1) pemberian makanan/minuman yang disediakan oleh pemberi kerja di tempat kerja,

2) pemberian kupon makanan/minuman bagi pegawai yang karena sifat pekerjaannya tidak dapat makan ditempat kerja, meliputi pegawai bagian: pemasaran, transportasi dan dinas luar lainnya.

PER-51/PJ/2009 Tgl 7 Sept. 2009.

Nilai Kupon makanan/minuman yang wajar dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dan bukan objek PPh 21. Nilai Kupon yang wajar adalah tidak melebihi rata-rata nilai penyediaan makanan/minuman per pegawai yang disediakan ditempat kerja.

b. Pemberian natura dan kenikmatan yang merupakan keharusan dalam pelaksanaan pekerjaan sebagai sarana keselamatan kerja atau karena sifat pekerjaan tersebut mengharuskannya, meliputi: pakaian dan peralatan untuk keselamatan kerja, pakaian seragam petugas keamanan (satpam), sarana antar jemput pegawai, serta penginapan untuk awak kapal dan sejenisnya. Pengertian keharusan dalam pelaksanaan pekerjaan berkaitan dengan keamanan atau keselamatan kerja pekerja yang diwajibkan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau pemerintah daerah setempat (DEPNAKER).

c. Keputusan Dir. Jend. Pajak Nomor KEP-220/PJ/2002, biaya pemeliharaan dan perbaikan kendaraan termasuk sedan dan pulsa Hand phone atau telpon seluler milik perusahaan yang digunakan pegawai karena jabatannya (dibawa pulang pegawai tertentu), 50% dapat dikurangkan; dibahas lebih lanjut dalam penyusutan fiskal.

| P a g e

130

d. Penjelasan Pasal 6 ayat (1) huruf g, biaya yang dikeluarkan untuk keperluan bea siswa, magang dan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan, dengan memperhatikan kewajaran, termasuk beasiswa yang diberikan kepada pelajar, mahasiswa dan pihak lain.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia NO.246/PMK.03/2008 tentang Beasiswa yang dikecualikan dari objek PPh atau Bukan Objek PPh Pasal 21, dengan syarat:

1) mengikuti pendidikan didalam negeri pada tingkat pendidikan: dasar, menengah dan tinggi.

2) komponen beasiswa terdiri dari biaya pendidikan yang dibayarkan ke sekolah (tuition fee), biaya ujian, biaya penelitian yang berkaitan dengan bidang studi yang diambil, pembelian buku, biaya hidup yang wajar sesuai dengan daerah lokasi tempat belajar.

3) Tidak berlaku apabila penerima bea siswa mempunyai hubungan istimewa dengan: pemilik, komisaris, direksi atau pengurus dari WP pemberi bea siswa.

e. Iuran atau premi jaminan kematian (JKM), jaminan kecelakaan kerja (JKK) ke PT. JAMSOSTEK merupakan biaya yang dapat dikurangkan dan merupakan objek PPh-Pasal 21; pegawai atau keluarganya menerima penggantian pengobatan atau santunan kematian dari PT. JAMSOSTEK bukan merupakan objek PPh-Pasal 21.

f. Iuran jaminan haritua (JHT) ke PT.JAMSOSTEK atau iuran pensiun ke Dana Pensiun yang telah disahkan oleh Menteri Keuangan, dapat dikurangkan dan bukan objek PPh-Pasal 21; pada waktu pegawai diberhentikan (PHK) mendapat uang pesangon dikenai PPh Pasal 21-Final, atau pegawai pensiun menerima pensiun sekaligus dikenakan PPh Pasal 21-Final.

g. Biaya pengobatan pegawai yang diberikan dalam bentuk natura atau langsung dibayar ke rumah sakit dan apotik, tidak dapat dikurangkan dan bukan merupakan objek PPh Pasal 21; apabila diberikan dalam bentuk tunjangan atau penggantian pengobatan merupakan biaya yang dapat dikurangkan dan merupakan objek PPh-Pasal 21.

| P a g e

131

h. Biaya perjalanan pegawai dalam rangka tugas perusahaan yang didukung dokumen-dokumen pengeluaran (tiket, hotel, akomodasi) dapat dikurangkan dan bukan merupakan objek PPh Pasal 21, uang saku atau honor perjalanan merupakan biaya yang dapat dikurangkan dan objek PPh Pasal 21.

i. Fiskal Luar Negeri pegawai yang dibayar perusahaan, dalam bukti fiskal ditulis nama dan NPWP perusahaan merupakan kredit PPh-perusahaan, berlaku sampai dengan 31 Des. 2008.

j. Biaya sewa rumah untuk pegawai yang dibayar perusahaan, tidak dapat dikurangkan kecuali dinyatakan dalam bentuk tunjangan sewa rumah dan merupakan objek pemotongan PPh-Pasal 4 ayat (2) sebesar 10%.

k. Biaya penyusutan dan biaya pemeliharaan rumah perusahaan yang ditempati pegawai, tidak dapat dikurangkan kecuali dinyatakan dalam bentuk tunjangan perumahan sebesar biaya penyusutan dan biaya pemeliharaan rumah tersebut. l. Surat Edaran Dir. Jend. Pajak No.SE-16/PJ.44/1992. Pembayaran bonus,

gratifikasi, jasa produksi, tantiem dan sebagainya kepada karyawan yang merupakan bagian keuntungan (pembagian laba) atau dibebankan ke laba yang ditahan (retained learning), bagi perusahaan tidak dapat dikurangkan dan bagi pegawai merupakan objek PPh-Pasal 21.

m. Pasal 6 ayat (1) huruf h UU. No.36 Th.2008, Peraturan MKRI No.246/PMK.03/2008 dan No.154/PMK.03/2009. Biaya beasiswa, magang dan pelatihan dapat dibiayakan, penjelasan: Biaya dibebankan sebagai biaya perusahaan, dengan memperhatikan kewajaran, termasuk beasiswa yang dapat dibebankan sebagai biaya adalah beasiswa yang diberikan kepada pelajar, mahasiswa, dan pihak lain; bagi yang menerima bukan objek PPh Pasal 21.

3. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.83/PMK.03/2009.

Penggantian atau imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan yang diberikan berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan di daerah tertentu dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah untuk mendorong pembangunan di daerah tersebut, adalah sarana dan fasilitas di lokasi kerja untuk:

a. tempat tinggal, termasuk perumahan bagi Pegawai dan keluarganya; b. pelayanan kesehatan;

| P a g e

132

d. peribadatan;

e. pengangkutan bagi Pegawai dan keluarganya;

f. olah raga tidak termasuk golf, power boating, pacuan kuda, dan terbang layang. sepanjang sarana dan fasilitas tersebut tidak tersedia, sehingga pemberi kerja harus menyediakan sendiri.

4. Perlakuan PPh Pasal 21 bagi pegawai:

a. Dibebankan ke pegawai, mengurangi uang yang diterima pegawai; b. Dibayar perusahaan tidak dapat dibiayakan;

c. Diberikan tunjangan PPh Pasal 21 maksimal sebesar PPh Pasal 21 terutang dapat dibiayakan.

5. Equalisasi dan rekonsiliasi antara SPT Tahunan PPh WP badan dengan SPT PPh Pasal 21.

Perbedaan antara jumlah biaya gaji, upah dsb dalam lampiran II SPT. Tahunan PPh WP Badan dengan objek PPh-Pasal 21 menurut SPT. PPh Pasal 21 dalam masa pajak yang sama (12 bulan) untuk bukan daerah terpencil disebabkan: a. Penyesuaian fiskal positif (lampiran I), berupa penggantian atau imbalan

pekerjaan dalam bentuk natura dan kenikmatan.

b. Pemberian imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan yang dapat dikurangkan dan bukan merupakan objek PPh-Pasal 21.

c. Biaya pendidikan, biaya perjalanan, iuran JHT, iuran pensiun ke Dana Pensiun yang sudah disyahkan Menteri Keuangan, yang dapat dikurangkan dan bukan merupakan objek PPh Pasal 21.

d. Pemberian bonus, gratifikasi, tantiem, jasa produksi yang merupakan pembagian laba, tidak dapat dikurangkan dan merupakan objek PPh Pasal 21.

| P a g e

133

Tabel 5.1 Rekonsiliasi Fiskal – Biaya SDM

dalam ribuan rupiah

1771-II Lamp.II 1771.I Lamp.I Dapat dikurangkan Objek PPh Ps.21 1 Gaji Pokok 3.000.000 - 3.000.000 3.000.000 2 JKK dan JKM JAMSOSTEK 36.000 - 36.000 360.000 3 JHT-JAMSOSTEK 111.000 - 111.000 PER.31/PJ/2009 4 Iuran Pensiun-DPMK 150.000 - 150.000 PER.31/PJ/2009 5 Tunjangan Operasional 300.000 - 300.000 300.000 6 T.H.R 250.000 - 250.000 250.000 7 Penggantian Pengobatan 250.000 - 250.000 250.000 8 Biaya opname (Natura) 100.000 5c 100.000 - Ps.9(1)e, Ps.4(3)d 9 Bonus Prestasi Kerja 450.000 - 450.000 450.000 10 Tunjangan PPh Pasal 21 120.000 - 120.000 120.000 11 Seragam Olah Raga 9.000 5c 9.000 - Ps.9(1)e, Ps.4(3)d 12 Piknik/Rekreasi 15.000 5c 15.000 - Ps.9(1)e, Ps.4(3)d 13 Penyediaan Makan 30.000 - 30.000 83/PMK.03/2009 14 Antar Jemput Pegawai 36.000 - 36.000 83/PMK.03/2009 15 Seragam SATPAM 5.000 - 5.000 83/PMK.03/2009 16 Keselamatan Kerja 15.000 - 15.000 83/PMK.03/2009 17 Pembagian Sembako 6.000 5c 6.000 - Ps.9(1)e, Ps.4(3)d

18 Perjalanan Dinas 100.000 - 100.000 Ps. 6(1)a

19 Pendidikan 30.000 - 30.000 Ps. 6(1)g

20 Uang Saku 324.000 - 324.000 324.000

21 Bonus dari Laba 200.000 5c 200.000 - 200.000

22 Upah Harian 60.000 - 60.000 60.000

23 Uang Lembur 40.000 - 40.000 40.000

| P a g e

134 Ps.4(3)d 25 PPh Ps. 21 dibayar Persh. 3.000 5c 3.000 - Ps.9(1)e, Ps.4(3)d 5.650.000 343.000 5.307.000 5.030.000 Perhitungan:

Biaya Gaji, Upah, dsb (SPT PPh Lamp.II) Rp.5.650.000.000,-

Penyesuaian fiskal positif (SPT PPh Lamp.I) 343.000.000,-

Biaya dapat dikurangkan Rp.5.307.000.000,-

Objek PPh. Ps.21 (SPT PPh Ps.21) Rp.5.030.000.000,-

Dalam dokumen Bahan Ajar Akuntansi Pajak (Halaman 138-144)