• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENG- PENG-GUSURAN

HARGA SATUAN PEKERJAAN 7.1 Umum

7.3. Biaya Tidak Langsung

Biaya tidak langsung yang ikut membentuk harga satuan pekerjaan adalah semua biaya yang harus dikeluarkan dalam memroses produk satu satuan jenis pekerjaan.

Biaya-biaya tersebut di luar harga satuan komponen-komponen masukan tenaga, bahan dan alat

Biaya-biaya tersebut antara lain biaya overhead, resiko, asuransi, pajak dan lain-lain biaya yang harus dikeluarkan dalam menghasilkan satu satuan jenis pekerjaan 7.3.1 Overhead (Biaya umum)

Biaya umum adalah biaya yang dikeluarkan untuk terwujudnya satu satuan pekerjaan tertentu

Biaya ini antara lain, tetapi tidak terbatas pada dan tidak selamanya harus meliputi :

1). Biaya gaji pegawai di kantor pusat 2). Gaji pegawai di lapangan

3). Biaya bank (bunga bank, jaminan bank, dll) 4). Biaya tender

5). Biaya pengobatan pegawai kantor lapangan 6). Biaya travel, entertainmen

7). Biaya kantor, listrik, telepon, air, dll 8). Penyusutan, peralatan penunjang 7.3.2 Biaya resiko pekerjaan

Biaya ini dimaksudkan untuk membiayai berbagai kemungkinan yang diduga akan menimbulkan suatu kerugian pada pelaksanaan pekerjaan, namun sulit untuk menghitung secara pasti tentang besar dan nilainya. Dugaan-dugaan tersebut meliputi unsur-unsur cuaca. keadaan lapangan, dan gangguan serta hambatan yang diperkirakan ada namun sulit menghitungnya

a. Asuransi

Yang dimaksud dengan asuransi pada jenis pekerjaan yang dibicarakan pada modul ini ialah biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung terwujudnya satu satuan jenis pekerjaan jalan tersebut, sesuai ketentuan peraturan dan pertimbangan, kebutuhan, jaminan atas pelaksanaan pekerjaan.

b. Pajak

Yang dimaksud pajak di sini adalah semua jenis pungutan Yang harus dikeluarkan untuk mendukung terwujudnya satu satuan jenis pekerjaan.

Pajak tersebut bukan merupakan PPN yang terdapat dalam nilai kontrak pekerjaan jalan.

Termasuk dalam kategori pajak per satuan jenis pekerjaan ini antara lain jenis-jenis sumbangan, pungutan dll yang diperkirakan terjadi dalam proses pelaksanaan pekerjaan, namun sulit menghitung besarnya, tetapi harus dikeluarkan untuk mendukung terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan

Biaya-biaya tersebut di muka berupa biaya umum, resiko pekerjaan, asuransi, pajak, dll. Dalam menghitung harga satuan pekerjaan, pada umumnya dikelompokkan menjadi biaya umum (overhead).

7.3.3 Keuntungan atau Profit

Untuk memproduksi setiap tahun jenis pekerjaan, diperlukan jasa untuk mengelolanya. Untuk jasa tersebut, diberikan suatu imbalan dalam bentuk keuntungan atau profit.

Dari uraian tersebut maka untuk memproduksi satu satuan jenis pekerjaan dibutuhkan biaya tidak langsung dan keuntungan yang harus ditambahkan sebesar presentase tertentu dari biaya langsung ke biaya tidak langsung. Besarnya presentase tersebut + 10%

Dengan demikian sebagai kesimpulan harga satuan pekerjaan (D) = jumlah harga tenaga (L), bahan (M), dan Peralatan (E) ditambah overhead dan profit sebesar + 10% D, atau

HSP = D + 10% D, dimana D = L + M + E Contoh-contoh Analisa Harga Satuan dapat dilihat pada lampiran

RANGKUMAN

Sebagai seorang pengendali biaya pemahaman tentang analisa harga satuan sangatlah penting.

Dalam pembuatan analisa harga satuan pekerjaan diperlukan asumsi-asumsi, metode kerja dan pemakaian bahan, upah serta alat.

Dalam pembahasan modul ini dijelaskan tahapan-tahapan penyusunan analisa harga satuan pekerjaan.

Bab I

Menjelaskan tentang harga satuan setiap pekerjaan (out put) diperoleh dari proses perhitungan dari masukan (in put) antara lain berupa harga satuan dasar bahan, upah dan alat, setelah terlebih dahulu menentukan asumsi-asumsi, faktor-faktor dan prosedur kerjanya. Jumlah seluruh perkalian koefisien bahan, upah dan alat dengan harga satuan dasar ditambah biaya umum dan laba akan menghasilkan harga satuan setiap pekerjaan.

Bab II

Banyak faktor yang mempengaruhi biaya yaitu : - Volume Pekerjaan

- Harga satuan dasar bahan, upah dan alat - Koefisien untuk bahan, upah dan alat

Koefisien ini diperoleh dari pengamatan yang dilakukan terhadap kemampuan seseorang dalam mengerjakan satu satuan pekerjaan (faktor tenaga kerja), jumlah bahan yang diperlukan (faktor bahan) dan produktivitas alat sehubungan dengan kondisi alat, medan kerja, cuaca, topografi, dan kemampuan keahlian operator (faktor)

- Faktor-faktor lain yang berpengaruh : faktor lingkungan lokasi pekerjaan terpencil atau tidak, kemudahan transportasi, cuaca.

Bab III

Bab ini menjelaskan bermacam-macam istilah harga satuan seperti harga satuan dasar, harga satuan pekerjaan dan harga satuan kegiatan, disamping itu ada harga satuan standar, harga satuan bahan olahan.

Yang perlu dimengerti bahwa harga-harga satuan tersebut hanyalah istilah, yang penting pengertian serta penggunaannya dalam analisa harga satuan agar lebih jelas diberi contoh tentang analisa harga satuan olahan merupakan proses olahan batu (bahan

dasar) diproses dengan alat pemecah batu menjadi agregat kasar menjadi bahan dasar untuk pekerjaan beton dapat dihitung besarnya harga satuan dasar agregat halus dan kasar untuk dapat menghitung biaya alat perlu diketahui biaya alat perjam atau biaya alat per tahun atau yang disebut biaya pemilikan.

Dalam bab ini juga diberi contoh perhitungan beberapa jenis alat antara lain Excavator, Dump truck dan Wheel Loader.

Bab IV

Produktivitas tenaga kerja adalah volume pekerjaan rata-rata yang dihasilkan oleh pekerja standar untuk jangka waktu tertentu. Berbicara harga satuan upah perhari berarti berapa produktivitas tenaga kerja tersebut (dalam m3, m2, m) dalam satu hari penentuan produktivitas setiap kualifikasi tenaga kerja dapat ditentukan berdasarkan

- Survei tenaga kerja - Kajian gerak dan waktu - Proyek percontohan

Pada kenyataannya untuk suatu jenis pekerjaan diperlukan beberapa kualifikasi tenaga kerja masing-masing mempunyai tugas atau fungsinya sendiri-sendiri dan jumlahnya masing-masing kualifikasi tergantung jenis pekerjaan yang dilaksanakan.

Satu tim tersebut mampu memproduksi berapa (m3, m2, m) dalam satu hari atau dalam satu jam.

Bab V

Dalam satu jenis pekerjaan dibutuhkan beberapa macam bahan, dimana kuantitas bahan ditentukan oleh spesifikasi teknis dalam dokumen lelang dan metode kerja yang digunakan, sedangkan volume bahan tergantung juga dari keadaan bahan tersebut, misalnya tanah mempunyai faktor konversi yaitu faktor kembang susut tanah.

Disamping faktor koversi ada lagi faktor kehilangan akibat pengerjaan atau angkutan. Besarnya faktor konversi dan faktor kehilangan ditetapkan berdasarkan pengalaman, pengamatan dan percobaan.

Bab VI

Sama seperti tenaga kerja, alat juga mempunyai produktivitas.

Produktivitas per jam suatu alat adalah produktivitas standar alat dalam kondisi ideal dikalikan dengan suatu faktor yang disebut efisiensi kerja.

Efisiensi kerja ini sulit ditentukan besarnya, tetapi dengan dasar pengalaman, dapat ditentukan efisiensi kerja yang mendekati kenyataan.

Ada beberapa Tabel :

- Faktor efisiensi kerja alat

- Faktor bucket dozer shovel dan wheel loader - Faktor bucket excavator

- Faktor porsi excavator

- Faktor sudu atau blade bulldozer

- Waktu tetap dozer shovel dan wheel loader untuk loading material ke dump truck - Waktu gali, waktu putar excavator hidrolik menggali tanah dengan sudut putar

tertentu.

Diberikan contoh perhitungan produktivitas beberapa jenis peralatan untuk lebih dapat dipahami lebih jelas

Bab VII

Dengan asumsi, metode kerja dan pemakaian bahan, upah dan alat diperoleh harga satuan pekerjaan.

Dari perkalian volume dan harga satuan pekerjaan diperoleh biaya pekerjaan tersebut. Penjumlahan biaya-biaya pekerjaan menjadi rencana anggaran pelaksanaan proyek untuk biaya langsung (belum masuk biaya tidak langsung)

Biaya langsung tersebut bila ditambah dengan biaya tidak langsung akan menjadi rencana anggaran biaya penawaran.

Dokumen terkait