Gambar 2.6 Penetralan AAT
3.6 Teknik Pengolahan dan Analisa Data
3.6.2 Biaya langsung
3.6.2.1 Biaya Penataan Guna Lahan
Dalam penataan lahan dipertimbangkan aspek-aspek terkait penataan lahan yang pada umumnya berhubungan dengan alat berat dan biaya opersional, antara lain:
2. Biaya pengaturan permukaan lahan.
Perhitungan produktivitas alat berat:
1. Produktifitas Excavator
Alat yang digunakan sebagai alat gali-muat pada kegiatan reklamasi di PT.
Minemex Indonesia adalah excavator. Produksi excavator per jam dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut :
CTc
(Sumber : Susi Fatena Rostiyanti, 2008 : 93)
dengan P adalah Produktifitas excavator (m3/jam), V adalah Kapasitas bucket (m3), S adalah Faktor koreksi, BFF adalah Faktor bucket, Eff adalah Efisiensi kerja alat, CTc adalah Waktu siklus permenit.
Tabel 3.3
Faktor Koreksi (S) untuk Kedalaman dan Sudut Putar Kedalaman
BFF (Faktor Koreksi) untuk Alat Gali
No Material BFF (%) e. Produktifitas Dump Truck
(Sumber : Susi Fatena Rostiyanti ,2008 : 94) (Sumber : Rostiyanti ,2008)
b. produktivitas dumptruck
Produksi perjam dumptruck dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:
(Sumber : Susi Fatena Rostiyanti, 2008 : 74)
dengan P adalah Produksi dump truck per jam (m3/jam), C adalah Kapasitas dump truck (m3), Eff adalah Efisiensi kerja alat dan CT adalah Waktu siklus (menit).
f. produktivitas buldozer
bulldozer berpungsi sebagai alat bantu bagi excavator dalam melakukan penggalian dan pengumpulan tanah. Buldozer juga dipakai untuk kegiatan land clearing serta proses penebaran top soil serta penimbunan overburden.
Rumus untuk untuk menghitung produksi bulldozer dapat dilihat sebagai berikut:
...(3.4)
Produksi bulldozer dapat diketahui dengan persamaan (3.5) berikut:
Cm E e Q q60
... (3.5) Sumber : Handbook Komatsu Edition 28
dengan Q adalah produktivitas per jam, q adalah kapasitas blade (m³), k adalah blade factor, e adalah faktor konversi (1), E adalah efisiensi kerja (%), Cm adalah cycle time.
Waktu untuk pengerjaan dan kebutuhan dari alat berat dapat diketahui dengan menggunakan persamaan berikut:
p
wk VO...(3.6)
Dengan wk adalah waktu pengerjaan, VO adalah volume material timbunan, p adalah Produktivitas alat.
Setiap perusahaan memiliki jam kerja yang sudah ditetapkan, maka untuk mengetahui jam jalan yang tersedia dapat diketahui dengan persamaan berikut:
JT=JE × RJ...(3.7) Dengan JT Adalah Jam jalan tersedia, JE adalah Jam jalan efektif/bulan, RJ adalah rencana jadwal produksi.
Produksi/unit alat dapat diketahui dengan persamaan berikut:
PU= PAB × JE...(3.8) Dengan PU adalah produksi/unit, PAB adalah produksi alat berat, JE adalah jam efektif/bulan.
2. Biaya penebaran overburden
Penanganan material overburden merupakan kegiatan penimbunan awal sebelum dilakukannya penimbunan terhadap top soil. Material ini berasal dari pengupasan overburden pada penambangan Blok B PT. Minemex Indonesia yang berjarak beberapa meter dari lokasi yang direklamasi, untuk biaya alat pada penanganan material timbunan dapat diketahui dengan persamaan berikut:
BPP= (RA+ (BBM × HB) + (O × HO) + GO)...(3.9)
dengan BPP adalah biaya penataan perjam, RA adalah biaya rental alat (jam), BBM adalah kebutuhan bahan bakar minyak (liter), HB adalah harga BBM/liter, O adalah kebutuhan oli (liter), HO adalah harga oli/liter, GO adalah gaji operator/jam.
Biaya penataan keseluruhan dapat diketahui dengan persamaan berikut:
BPT=BPP × LP...(3.10) dengan BPT adalah biaya penataan total, BPP adalah biaya penataan perjam, LP adalah lama pengerjaan.
3. Biaya penebaran tanah pucuk (topsoil)
Material utama kegiatan penghijauan berupa tanah pucuk (topsoil) berasal dari timbunan tanah pucuk (topsoil storage) yang berjarak sekitar beberapa meter dari lokasi yang akan direklamasi.
3.6.2.2 Biaya revegetasi 1. Penyemaian LCC
Biaya penyemaian LCC dihitung berdasarkan kebutuhan benih LCC untuk luas areal yang akan direvegetasi serta biaya untuk para pekerja yang melaksanakan kegiatan penyemaian beni LCC tersebut, untuk biaya tersebut dapat diketahui dengan persamaan berikut:
BL=KL × HL...(3.11) Dengan BL adalah biaya keseluruhan pembelian LCC, KL adalah kebutuhan benih LCC, HL adalah harga LCC.
UK=JK × c × N...(3.12)
Dengan UK adalah upah kerja, JK adalah jumlah karyawan, c adalah upah/orang, N adalah jumlah hari pengerjaan.
HC=BL + UK ...(3.13) Dengan HC adalah biaya penyemaian LCC.
2. Pengajiran
Kegiatan pengajiran juga sangat berperan penting dalam kegiatan revegatasi dikarenakan tujuan dari pengajiran ini adalah sebagai patok untuk pembuatan lubang tanam dan hasil dari penanaman sangat tertata rapi dengan jarak tanam yang telah ditentukan, untuk menghitung kebutuhan batang ajir dan biaya pemasangan ajir dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:
kb l
AP ...(3.14)
dengan kb adalah kebutuhan ajir, AP adalah luas areal penanaman (m²), dan l adalah jarak penanaman.
BP= JK× c×N...(3.15) Dengan BP adalah biaya pengajiran.
3. Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam ini bertujuan sebagai media tempat penanaman bibit agar terhindar dari erosi yang diakibatkan oleh kikisan air hujan. Adapun untuk menghitung biaya yang dikeluarkan pada pembuatan lubang tanam ini adalah dapat diketahui dengan persamaan 3.15 dan 3.16 berikut:
Z
N AL ...(3.16)
Dengan AL adalah jumlah kebutuhan lubang tanam, dan Z adalah target
lubang/hari.
Setelah diketahui jumlah hari kerja maka untuk biaya pembuatan lubang tanam dapat dihitung dengan persamaan berikut:
BPL=N × JK × c...(3.17) dengan BPL adalah biaya pembuatan lubang tanam.
4. Penyediaan Bibit
Biaya penyediaan bibit yang akan ditanam dihitung berdasarkan harga bibit setiap satu bantang dengan kebutuhan bibit yang akan ditanam, biaya tersebut dapat dihitung dengan persamaan:
BPB = NB × AK × CB...(3.18) dengan BPB adalah biaya penyediaan bibit, NB adalah jumlah bibit/ha, AK adalah luas kebutuhan, dan CB adalah harga bibit/batang.
5. Penanaman
Biaya untuk penanaman dihitung berdasarkan jumlah hari kerja yang telah ditetapkan oleh departement environ kegiatan penanaman ini dilakukan setelah pembuatan lubang tanam selesai, untuk biaya penanaman dapat dihitung menggunakan persamaan (3.19):
SP = N × JK × c...(3.19) 6. Pemupukan
Biaya pemupukan terhadap pohon yang akan ditanam dihitung berdasarkan dari jumlah banyaknya pohon yang bisa ditanami dalam areal reklamasi dengan luas 4 Ha dan berapa jarak antara satu pohon kepohon lainnya.
Biaya pemupukan dihitung berdasarkan harga pupuk saat ini. Jenis pupuk yang digunakan yaitu :
a) Pupuk kompos
Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi.
Beberapa kegunaan kompos adalah:
1. Memperbaiki struktur tanah dan karakteristik tanah.
2. Memperkuat daya ikat agregat (zat hara) tanah berpasir.
3. Meningkatkan daya tahan dan daya serap air.
4. Memperbaiki drainase dan pori - pori dalam tanah.
5. Menambah dan mengaktifkan unsur hara. Meningkatkan kesuburan tanah.
6. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
7. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman.
8. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman.
9. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah.
Untuk menghitung biaya yang ditanggung pada kegiatan pemupukan dapat dihitung dengan persamaan (3.20):
HKP = KP × HPk...(3.20) dengan HKP adalah harga kebutuhan pupuk, KP adalah kebutuhan pupuk, dan HPk adalah harga pupuk.