• Tidak ada hasil yang ditemukan

III KERANGKA PEMIKIRAN

G. Biaya Pengolahan

Biaya pengolahan CPO dan PKO merupakan salah satu sumberdaya yang berlebih di PKS Adolina. Rata-rata kelebihan biaya pengolahan sebesar Rp 104.067 per bulan. Dengan kelebihan biaya tertinggi terjadi pada bulan Juni yaitu senilai Rp. 151.611, hal ini disebabkan pada bula tersebut biaya pengolahan perkilogram TBS merupakan biaya tertinggi. Sedangkan biaya pengolahan terjadi pada bulan Februari senilai Rp 64.474.

Tabel 32. Hasil Analisis Biaya Pengolahan Pada Kondisi Model Aktual

Bulan Slack/Surplus Dual Price

Januari 74.063 0.000000 Februari 64.474 0.000000 Maret 109.408 0.000000 April 72.247 0.000000 Mei 91.115 0.000000 Juni 151.611 0.000000 Juli 121.680 0.000000 Agustus 114.231 0.000000 September 124.679 0.000000 Oktober 82.355 0.000000 November 110.795 0.000000 Desember 132.141 0.000000 Rata-rata 104.067 0.000000

66 6.2.2. Analisis Sensitivitas

Hasil pengolahan data dengan menggunakan analisis sensitivitas perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana selang perubahan pada koefisien dan ketersediaan yang tidak mengubah solusi optimalnya. Pengaruh perubahan dapat dilihat dari selang kepekaan yang terdiri atas batas minimum (allowable decrease) dan batas maksimum (allowable increase). Nilai batas-batas tersebut merupakan nilai batas penurunan dan kenaikan kendala yang tidak akan mengubah model. Analisis sensitivitas yang terdapat pada hasil olahan dengan menggunakan program LINDO terdiri atas dua bagian yaitu analisis sensitivitas nilai fungsi tujuan dan analisis sensitivitas ruas kanan kendala.

Semakin sempit nilai selang kepekaan maka akan semakin peka hasil solusi optimal pada model LP terhadap perubahan. Berikut ini akan dijelaskan analisis sensitivitas nilai koefisien fungsi tujuan dan analisis sensitivitas nilai ketersediaan kendala (RHS)

1. Analisis Sensitivitas Fungsi Tujuan

Analisis sensitivitas terhadap fungsi tujuan digunakan untuk melihat selang perubahan harga CPO dan PKO, biaya TBS dan biaya pengolahan CPO dan PKO yang masih diizinkan agar solusi optimal dalam perencanaan pengadaan bahan baku tetap berlaku dengan parameter lain dianggap konstan. Selang perubahan yang dihasilkan dapat dilihat dari nilai yang terdapat pada kolom

allowable increase dan allowable decrease yang diambil dari nilai olahan LINDO

pada tahun 2010. Analisis sensitivitas selain dapat mengatahui selang perubahan koefisien fungsi tujuan yang tetap mempertahankan kondisi optimal, juga dapat mengetahui kepekaan suatu variabel.

Berdasarkan Lampiran 3 dapat diketahui bahwa peningkatan harga CPO, PKO dan biaya pengadaan bahan baku dari kebun sendiri secara kesuluruhan memiliki batasan kenaikan nilai harga/ biaya yang tidak terhingga (infinity) dan batas penurunan harga/biaya yang diperbolehkan sebesar nilai tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa seberapapun kenaikan harga/biaya di perusahaan tidak akan mempengaruhi solusi optimal pada kondisi model aktual. Batas penurunan biaya tertinggi yang diperbolehkan terjadi pada bulan Desember. Hal ini disebabkan

67 biaya pengadaan TBS kebun Adolina pada bulan tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan lainnya. Berikut analisis sensitivitas nilai biaya bahan baku TBS yang berasal dari kebun sendiri Adolina.

Tabel 33. Analisis Sensitivitas Nilai Biaya Bahan Baku TBS Kebun Adolina Bulan Koefisien Batas Kenaikan

yang Diperbolehkan

Batas Penurunan yang Diperbolehkan Januari 1.171 INFINITY 513 Februari 1.159 INFINITY 591 Maret 1.282 INFINITY 515 April 1.238 INFINITY 515 Mei 1.221 INFINITY 525 Juni 1.103 INFINITY 552 Juli 1.092 INFINITY 638 Agustus 1.208 INFINITY 723 September 1.269 INFINITY 637 Oktober 1.281 INFINITY 761 November 1.453 INFINITY 798 Desember 1.353 INFINITY 1.052

Sedangkan untuk biaya pengadaan TBS pembelian dan biaya pengolahan secara keseluruhan memiliki batasan kenaikan sebesar nilai tertentu dan penurunan biaya yang tidak terhingga jumlahnya. Nilai batas penurunan yang tidak terhingga mengindikasikan bahwa sebenarnya pada kondisi aktual pengadaan TBS dari pihak ketiga tidak menguntungkan bila diadakan. Nilai batas penurunan yang tidak terhingga juga memiliki arti bahwa keuntungan pengadaan bahan baku dari pihak ketiga diturunkan berapapun jumlahnya tidak akan berpengaruh pada kondisi optimal. Maka disarankan untuk tidak melakukan pasokan bahan baku TBS pembelian karena hanya akan menyebabkan pemborosan bagi perusahaan.

Hasil analisis sensitivitas fungsi tujuan menunjukkan bahwa harga CPO, PKO dan biaya pengadaan TBS dari kebun sendiri tidak memiliki selang kepekaan kenaikan. Sementara biaya pengadaan TBS dari pihak ketiga memiliki selang kepekaan penurunan. Jika PKS Adolina ingin meningkatkan produksinya untuk mencapai nilai optimalnya maka angka pada kolom batas penurunun dapat

68 digunakan sebagai pedoman penurunan harga CPO, PKO dan biaya TBS kebun sendiri. Sementara, angka pada kolom batas kenaikan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan penetapan peningkatan harga untuk biaya pengadaan bahan baku TBS dari pihak ketiga dan biaya pengolahan.

Tabel 34. Analisis Sensitivitas Nilai Biaya Bahan Baku TBS Pembelian Bulan Koefisien

(Rp)

Batas Kenaikan yang Diperbolehkan (Rp)

Batas Penurunan yang Diperbolehkan (Rp) Januari 1.693 1.504 INFINITY Februari 1.661 1.212 INFINITY Maret 1.878 1.346 INFINITY April 1.708 1.275 INFINITY Mei 1.699 1.103 INFINITY Juni 1.741 1.513 INFINITY Juli 1.575 2.696 INFINITY Agustus 1.701 3.737 INFINITY September 1.925 2.283 INFINITY Oktober 1.815 2.725 INFINITY November 2.197 2.838 INFINITY Desember 2.499 4.412 INFINITY

2. Analisis Sensitivitas Nilai Ruas Kanan Kendala

Analisis sensitivitas nilai ketersediaan kendala atau nilai sebelah kanan kendala (RHS) dilakukan untuk melihat batas perubahan pada ketersediaan sumberdaya yang dipilih menjadi kendala yang tetap mempertahankan kondisi optimal dan tidak mengubah dual price sumberdaya atau kendala yang bersangkutan. Batas perubahan tersebut juga menunjukkan pentingnya suatu sumberdaya, dimana semakin kecil nilai selang perubahan pada ketersediaan sumberdaya yang dipilih menjadi kendala dalam model LP, maka semakin peka sumberdaya tersebut terhadap perubahan ketersediaannya.

Analisis sensitivitas ruas kanan kendala atau sering disebut dengan Right

Hand Side (RHS) yang terdapat pada lampiran 3 berkaitan dengan status

sumberdaya yang bersangkutan dalam mengoptimalkan pengadaan bahan baku produksi CPO dan PKO. Apabila suatu sumberdaya merupakan kendala pembatas, maka sumberdaya tersebut memiliki nilai kenaikan dan penurunan sebesar nilai hasil analisis sensitivitasnya. Sebaliknya, jika sumberdaya tersebut merupakan kendala bukan pembatas, maka akan memiliki nilai kenaikan yang

69 tidak terbatas (Infinity) penurunan sebesar nilai slack/surplus yang diperoleh. Nilai batas atas yang diperoleh adalah hasil penjumlahan dari batas peningkatan dengan ketersediaan sumberdaya yang dimiliki dari masing-masing kebun, sedangkan batas bawah adalah pengurangan dari ketersediaan dengan batas penurunannya. Besarnya perubahan dari kapasitas kendala ini akan sebanding dengan kontribusi yang diterima dari nilai dual pricenya, selama perubahan tersebut berada dalam selang kepekaan. Analisis sensitivitas ini dapat memperlihatkan selang perubahan pada ketersediaan sumberdaya atau RHS yang tidak menyebabkan perubahan pada nilai dual kendala yang bersangkutan.

Dokumen terkait