• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3 Uji Hipotesis

5.4.2 Biaya Produksi

5.4.2.1 Biaya Variabel

Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan jumlah hasil yang diinginkan . Makin tinggi jumlah output yang dihendaki , semakin besar pula jumlah biaya variabel yang dikeluarkan. Biaya variabel dalam penelitian ini meliputi biaya benih, pupuk organik, pupuk anorganik, pestisida dan biaya tenaga kerja.

a. Biaya Benih

Biaya benih adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani padi semi organik untuk kebutuhan usaha taninya yang diukur dalam satuan kilogram, sedangkan harga benih dinilai berdasarkan harga benih dinyatakan dalam rupiah per kilogram.

66

Jumlah penggunaan benih terbesar adalah 160 Kg dengan total nilai sebesar Rp 720.000 disusul dengan jumlah penggunaan benih sebanyak 40 Kg dengan total nilai sebesar Rp 180.000 sedangkan, jumlah penggunaan benih terendah adalah 13 Kg dengan total nilai sebesar Rp 58.500. Rata-rata penggunaan jumlah benih adalah sebesar 80,81 Kg/Ha dengan nilai rata-rata sebesar Rp 231.081/Ha Hal tersebut dipengaruhi oleh luas lahan semakin luas lahan maka jumlah benih yang dibutuhkan juga semakin besar begitu pun sebaliknya. Harga benih sebesar Rp 4.500/Kg. Sebagian besar petani tidak mengeluarkan biaya untuk membeli benih karena hasil produksi sebelumnya yang biasanya mereka jadikan sebagai benih lihat pada lampiran 4.

b. Biaya Pupuk Organik

Biaya pupuk organik adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani padi semi organik untuk kebutuhan usaha taninya yang diukur dalam satuan kilogram, sedangkan harga pupuk organik dinilai berdasarkan harga pupuk organik yang dinyatakan dalam rupiah per kilogram.

Jumlah penggunaan pupuk organik terbesar adalah 2.000 Kg disusul dengan jumlah penggunaan pupuk organik sebanyak 500 Kg sedangkan, jumlah terendah adalah 160 Kg. Rata-rata penggunaan pupuk oganik sebesar 1006,8 Kg/Ha. Tidak ada biaya pupuk organik yang harus dikeluarkan oleh petani padi semi organik karena pupuk organik diproduksi sendiri oleh kelompok tani tersebut lihat pada lampiran 4.

67

c. Biaya Pupuk Anorganik

Biaya pupuk anorganik adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani padi semi organik untuk kebutuhan usaha taninya yang diukur dalam satuan kilogram, sedangkan harga pupuk anorganik dinilai berdasarkan harga pupuk anorganik yang dinyatakan dalam rupiah per kilogram.

Jumlah penggunaan pupuk anorganik terbesar adalah 150 Kg dengan total biaya sebesar Rp 285.000 disusul dengan jumlah penggunaan pupuk anorganik sebanyak 38 Kg dengan total biaya sebesar Rp 72.200 sedangkan, jumlah terendah adalah 12 Kg dengan total biaya sebesar Rp 22.800. Jumlah rata-rata penggunaan pupuk anorganik adalah sebesar 76,1 Kg/Ha dengan rata-rata total biaya sebesar Rp 144.554/Ha. Hal tersebut dipengaruhi oleh luas lahan semakin luas lahan maka jumlah pupuk yang dibutuhkan juga semakin besar begitu pun sebaliknya. Harga pupuk anorganik sebesar Rp 1.900/Kg lihat pada lampiran 4.

d. Biaya Pestisida

Biaya pestisida adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani padi semi organik untuk kebutuhan usaha taninya yang diukur dalam satuan kilogram, sedangkan harga pestisida dinilai berdasarkan harga pestisida yang dinyatakan dalam rupiah per kilogram. Jumlah penggunaan pestisida terbesar adalah 11 Kg dengan total biaya sebesar Rp 220.000 disusul dengan jumlah penggunaan pestisida sebanyak 2,8 Kg dengan total biaya sebesar Rp 56.000 sedangkan, jumlah terendah adalah 0,9 Kg dengan total biaya sebesar Rp 18.000.

68

Jumlah rata-rata penggunaan pestisida adalah sebesar 5,59 Kg/Ha dengan total biaya rata-rata penggunaan pestisida sebesar Rp 111.622/Ha. Harga pestisida sebesar Rp 20.000/Kg lihat pada lampiran 4.

e. Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh petani padi semi organik untuk membayar upah orang yang membantu dalam proses produksi yang diukur dalam satuan orang, sedangkan biaya tenaga kerja dinilai berdasarkan upah yang dinyatakan dalam rupiah.

Tabel 16 : Hasil Rekapitulasi Penggunaan Tenaga Kerja Petani Padi Semi Organik di Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar

No Uraian Tenaga Kerja (HOK)

1 Pembenihan 0,57 2 Pengolahan Tanah 0,71 3 Penanaman 1,41 4 Pemupukan 0,57 5 Penyemprotan 0,57 6 Panen 1,30 7 Pengangkutan 0,71 Jumlah 5,84

Sumber ; Data Primer Diolah Tahun 2015

Tabel 16 menjelaskan bahwa penggunaan tenaga kerja sesuai dengan perhitungan HOK terbesar yaitu pada tahap pembenihan yakni sebesar 0,57 HOK pada tahap pengolahan tanah adalah sebesar 0,71 HOK pada tahap penanaman yakni sebesar 1,41 HOK pada tahap pemupukan yakni sebesar 0,57 HOK pada tahap penyemprotan yakni sebesar 0,57 HOK pada tahap panen adalah sebesar 1,30 HOK dan pada tahap pengangkutan adalah sebesar 0,71 HOK. Total penggunaan tenaga kerja sebesar 5,84 HOK (Lihat lampiran 6).

69

Tabel 17 : Hasil Rekapitulasi Rata-rata Total Biaya Tenaga Kerja Petani Padi Semi Organik di Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar

No Uraian Total Biaya (Rp/Ha)

1 Pembenihan 0 2 Pengolahan Tanah 953.000 3 Penanaman 578.000 4 Pemupukan 0 5 Penyemprotan 0 6 Panen 560.000 7 Pengangkutan 332.273 Jumlah 2.423.606

Sumber ; Data Primer Diolah Tahun 2015

Tabel 17 menjelaskan bahwa biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan oleh petani padi semi organik di desa Popo hanya pada tahap pengolahan tanah adalah sebesar Rp 953.000/Ha, biaya tenaga kerja pada tahap penanaman adalah sebesar Rp 578.000/Ha, biaya tenaga kerja pada tahap panen sebesar Rp 560.000/Ha dan biaya tenaga kerja pada tahap pengangkutan sebesar Rp 332.273/Ha. Jadi, total biaya penggunaan tenaga kerja adalah sebesar Rp 2.423.606/Ha.

Besarnya biaya variabel yang dikeluarkan petani padi semi organik di Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar dapat dilihat pada tabel 18. Tabel 18 : Hasil Rekapitulasi Rata-rata Total Biaya Variabel Yang Dikeluarkan

Petani Padi Semi Organik di Desa Popo Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar

No Uraian Total Biaya (Rp/Ha)

1 Biaya Benih 231.081

2 Biaya Pupuk Organik 0

3 Biaya Pupuk Anorganik 144.554

4 Biaya Pestisida 111.622

5 Biaya Tenaga Kerja 2.423.606

Jumlah 2.910.863

70

Tabel 18 menjelaskan bahwa rata-rata penggunaan biaya benih adalah sebesar Rp 231.081/Ha, biaya pupuk organik adalah sebesar Rp 0 karena pupuk organik tersebut diolah sendiri pada kelompok tani tersebut untuk digunakan dalam produksi padi semi organik, biaya penggunaan pupuk anorganik adalah sebesar Rp 144.554/Ha, biaya pestisida adalah sebesar Rp 111.622/Ha, dan biaya tenaga kerja adalah sebesar Rp 2.423.606/ Ha. Total rata-rata biaya variabel adalah sebesar Rp 2.910.863/Ha.

Dokumen terkait