BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Efesiensi BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan
4.2.1 Biaya yang dikeluarkan BKBPP Kabupaten Bandung
pembinaan baik pada penerima pelayanan ataupun pelaksana program KB. Masyarakat menilai dengan adanya pelayanan publik di BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang tersebut sudah efisien, Oleh karena itu, dengan membandingkan upaya-upaya yang telah ditempuh oleh BKBPP Kabupaten Bandung dengan kondisi pelayanan publik, tampaknya apa yang telah dilakukan BKBPP Kabupaten Bandung cukup memberikan kontribusi bagi perbaikan kualitas pelayanan publik itu sendiri.
4.2.1 Biaya yang dikeluarkan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang.
Biaya, dalam hal ini untuk pelaksanaan program KB yang ada di BKBPP Kabupaten Bandung di wilayah Kecamatan Cangkuang tidak akan berjalan
dengan baik apabila tidak didukung dengan dana atau modal yang tersedia. Pembelian alat-alat seperti komputer, jaringan komunikasi ataupun sarana prasana yang memadai membutuhkan modal yang cukup agar Kinerja Aparatur pada pelaksanaan program KB di BKBPP Kabupaten Bandung dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah digariskan.
Efisiensi secara sederhana dapat dikatakan atau disama artikan dengan efektif tetapi sebenarnya bahwa efisiensi merupakan merupakan indikator dari efektivitas karena cakupan untuk mengukur efektivitas lebih luas dari pada pengukuran efisiensi tetapi pada dasarnya efektif dan efisien mempunyai arti yang hampir sama. Dalam mengukur kefektifan sesuatu yang ditetapkan pada sebuah organisasi efisiensi menjadi salah satu tolak ukur tersebut. Seperti halnya pada pelayanan publik pada pelaksanaan program KB.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Bagian penyusunan Program dan di perjelas oleh Kepala UPT PPKB Kecamatan Cangkuang mengatakan:
“untuk Sumber daya finansial atau biaya sangat diperlukan untuk keberhasilan pelaksanaan, karena semua program memerlukan modal yang tidak sedikit. Oleh karena itu kesiapan modal sangat diperlukan, seperti untuk pembelian alat-alat komputer, pengadaan sarana-prasarana, dan
pengadaan komunikasi lainnya”. (25/06/12)
Modal sangat diperlukan untuk mensukseskan kinerja aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang karena dalam pelaksanaannya banyak sekali memerlukan modal atau dana. Modal tersebut digunakan untuk pengadaan sarana-prasarana, komputer, pengadaan jaringan komunikasi berbasis data base dan tentunya pengadaan jaringan internal. Selama ini kinerja aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada
pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang masih mengalami sedikit kendala dan pelaksanaannya pun belum maksimal, hal tersebut dikarenakan adanya keterbatasan modal sehingga pelaksanaan belum maksimal dilaksanakan.
Modal merupakan faktor yang sangat penting dalam kinerja aparatur karena tanpa adanya modal yang banyak maka kinerja aparatur tersebut tidak akan terlaksana dengan baik. Hal tersebut dikarenakan untuk membangun BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang diperlukan jaringan komunikasi yang luas seperti jaringan internet dan intranet dan juga perlu adanya perbaikan infrastruktur-infrastruktur yang dapat menunjang keberhasilan kinerja aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuan sehingga memerlukan modal yang tidak sedikit.
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti menganalisis, bahwa di BKBPP Kabupaten Bandung untuk biaya dalam pelaksanaan program KB sudah dapat dikatakan berhasil karena biaya yang diberikan sesuai dengan dana anggaran yang diberikan Pemerintah Kabupaten ataupun Provinsi setiap tahunnya. kesiapan modal sangat diperlukan, seperti untuk pembelian alat-alat komputer, pengadaan sarana-prasarana, dan pengadaan komunikasi lainnya. Modal sangat diperlukan untuk mensukseskan kinerja aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang karena dalam pelaksanaannya banyak sekali memerlukan modal atau dana. Modal tersebut digunakan untuk pengadaan sarana-prasarana, komputer, pengadaan jaringan
komunikasi berbasis data base dan tentunya pengadaan jaringan internal. Namun penyedian pengadaan sarana dan prasarana yang diberikan tidak sesuai dengan SDM yang ada karena masih kurannya SDM yang berkemapuan di bidang tersebut. Akan tetapi biaya yang di keluarkan tersebut sudah cukup baik dan sesuai dengan aturan yang ada di BKBPP Kabupaten Bandung khususnya Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung.
4.2.2 Waktu Pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang pada BKBPP Kabupaten Bandung.
Waktu menandakan keadaan yang sekarang dan keadaan yang masa akan datang. Banyaknya waktu yang disediakan berarti akan diketahui banyaknya keadaan atau kondisi yang akan datang, karena kondisi-kondisi sekarang dapat memberikan gambaran untuk keperluan-keperluan yang akan datang walaupun tidak selalu tepat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Bidang Keluarga Berencana pada BKBPP Kabupaten Bandung mengatakan:
“mengenai wawasan waktu pada penggunaan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang, lebih cepat, tepat, akurat, efektif dan efisien., BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang sudah terdapat pada Rencana Strategis (RENSTRA) BKBPP Kabupaten Bandung.” (02/07/12)
Berdasarkan penjelasan di atas bahwa Waktu pelaksanaan program KB biasanya dilaksanakan setiap saat dan untuk pencapaian tujuan dari program KB sesuai dengan renstra BKBPP Kabupaten Bandung yang mempunyai periode selama setiap 5 tahun sekali untuk jangka menengah, dan 5 tahun untuk masa
mendatang. Waktu yang dihasilkan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuan kepada masyarakat sangat singkat karena dalam pelayanan kepada masyarakat dan lebih meningkatkan kualitasnya dalam pelayanan. BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuan waktunya lebih singkat bahwa sudah ada peningkatan pelaksanaan program KB dan kerjasama antara aparatur BKBPP Kabupaten Bandung dalam melakukan pelayanan lebih singkat.
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti menganalisis, bahwa BKBPP Kabupaten Bandung untuk waktu pelayanan publik melalui pelaksanaan program KB sudah berjalan dengan efektif dan efisien. Dari masyarakat itu sendiri dari waktu pelaksanaan program KB yang dilakukan BKBPP Kabupaten Bandung di wilayah Kecamatan Cangkuang sudah dilaksanakan sesuai aturan yang ada. Waktu yang dihasilkan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuan kepada masyarakat sangat singkat karena dalam pelayanan kepada masyarakat BKBPP Kabupaten Bandung lebih meningkatkan kualitasnya dalam pelayanan. Waktu pelaksanaan program KB biasanya dilaksanakan setiap saat dan untuk pencapaian tujuan dari program KB sesuai dengan renstra BKBPP Kabupaten Bandung yang mempunyai periode selama setiap 5 tahun sekali untuk jangka menengah, dan 5 tahun untuk masa mendatang.
4.3 Kepuasan Masyarakat pada BKBPP Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang.
Tingkat kepuasan menjadi indikator dalam menentukan tingkat efektivitas. Kepuasan merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf ,yaitu: taraf pertama memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan; taraf kedua memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi dan taraf ketiga yaitu melakukan lebih dari pada apa yang diharapkan pelanggan.
Kepuasan disini adalah seberapa besarnya masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang. Kepuasan tidak bersifat materi, tetapi lebih pada perasaan. Hubungan yang baik antara aparatur BKBPP Kabupaten Bandung dengan masyarakat menjadi kunci utama kepuasan meskipun seluruh aparatur di berikan kebebasan dalam menjalankan pekerjaannya, namun tidak ada yang meninggalkan tanggungjawab yang telah di berikan kepada mereka. Bahkan pekerjaan-pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Berdasarkan wawancara dengan Kepala Bagian Penyusunan Program Kabupaten Bandung dan di perjelas oleh Kepala UPT PPKB Kecamatan Cangkuang Pengawasan yang dilakukan oleh BKBPP Kabupaten Bandung tidak terlalu ketat, umumnya mereka melakukan rapat koordinasi setiap satu bulan
ataupun satu minggu sekali. Nuansa kekeluargaan yang di bangun menciptakan suasana yang nyaman diantara aparatur BKBPP Kabupaten Bandung, keeratan hubungan ini sangat jarang ada di Kantor atau instansi yang ada di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan aparatur BKBPP Kabupaten Bandung merasa menyatu dengan seluruh aparatur hal ini memicu peningkatan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seperti yang telah di jelaskan di atas, umumnya mereka bekerja di BKBPP Kabupaten Bandung bukan karena ingin mendapatkan kompensasi berupa dana, tetapi lebih kepada hubungan sosial kepada masyarakat. Kepuasan pegawai yang ada di membuat para aparatur BKBPP Kabupaten Bandung tidak sungkan untuk memberikan pelayanan maksimal. Selain itu nuansa kekeluargaan ini dimunculkan pula pada pelayanan terhadap masyarakat, sehingga masyarakat yang berinteraksi dengan aparatur dan selalu merasakan keramahan dari aparatur BKBPP Kabupaten Bandung. Kepusan masyarakat di rasankan sertiap melakukan proses pelaksanaan program KB keramahan pelayanan dan pemberian pembinaan yang dilakukan oleh aparatur membuat masyarakat menjadi puas akan pelayanan yang di lakukan oleh aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah kecamatan Cangkuang .
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung mengatakan:
“bahwa kepuasan masyarakat kepada BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang pada umumnya masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh aparatur dalam memberikan pelayanan”. (10/07/12)
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti menganalisis, bahwa di BKBPP Kabupaten Bandung di wilayah Kecamatan Cangkuang, Kepuasan pegawai yang ada di BKBPP Kabupaten Bandung membuat para aparatur BKBPP Kabupaten Bandung tidak sungkan untuk memberikan pelayanan maksimal. Kepuasan disini adalah seberapa besarnya masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang. Kepuasan tidak bersifat materi, tetapi lebih pada perasaan. Selain itu nuansa kekeluargaan ini dimunculkan pula pada pelayanan terhadap masyarakat, sehingga masyarakat yang berinteraksi dengan aparatur BKBPP Kabupaten Bandung selalu merasakan keramahan dari aparatur BKBPP Kabupaten Bandung. Pola hubungan kerja yang bersifat kekeluargaan yang menjadi dasar kepuasan aparatur BKBPP Kabupaten Bandung khususnya di wilayah Kecamatn Cangkuang. Sehingga menunjang pemberian pelayanan yang prima terhadap masyarakat.
4.3.1 Tingkat Kinerja Aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang
Kinerja yang kuat untuk melaksanakan, memanfaatkan, dan mengembangkan, serta mengambil langkah-langkah kebijakan yang strategis dalam pembangunan perlu di wujudkan. Melalui komitmen yang kuat untuk mewujudkan pembangunan nasional pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan pada pelaksnaan program KB kepada masyarakat.
Penggunaan teknologi menginginkan adanya kebijakan dan langkah-langkah yang jelas, dalam rangka mewujudkan pembangunan di segala bidang. Penggunaan teknologi diharapkan dapat meningkatkan kinerja yang optimal baik oleh aparatur pemerintah ataupun masyarakat. Komitmen pemerintah dalam rangka meningkatkan kinerja aparatur melalui pengembangan teknologi informatika dan komunikasi didukung oleh Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang pengembangan E-Government. Instruksi ini merupakan kinerja pemerintah dalam mengimplementasikan pengembangan
EGovernment. Penggunaan teknologi pemerintah dimaksudkan untuk
meningkatkan kualitas dan optimalisme kinerja aparatur, tujuannya adalah terciptanya pelayanan pemerintah yang berkualitas. Sehingga pelayanan kepada publik dapat dimaksimalkan. Artinya mampu memberikan kualitas pelayanan yang baik, akurat, tepat waktu, dan relevan.
Berdasarkan wawancara dengan Kepala Bidang Penyusunan Program dan di perjelas oleh Kepala Bagian Informasi dan Data Keluarga BKBPP Kabupaten Bandung mengatakan:
”seharusnya BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang seharusnya telah menggunakan teknologi komputerisasi sebagai mana media kinerja aparaturnya. Teknologi sistem informasi yang diterapkan di tiap Kecamatan/Perwakilan harusnya bersifat offline”. (12/07/12)
Berdasarkan penjelasan di atas sistem informasi yang dimaksud untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik, akurat, tepat waktu, dan relevan ini telah belum mampu meningkatkan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ataupun pelaksanan program KB. Hal ini karena sistem yang
digunakan belum memiliki data-data yang lengkap yang akan diinput sebelumnya oleh bagian administrasi di BKBPP Kabupaten Bandung, sehingga aparatur BKBPP Kabupaten Bandung tidak perlu susah-susah mencari data ke tempat pelaksanaan program KB tersebut. Dengan menggunakan teknologi komputerisasi sebagai media kinerja aparaturnya, diharapkan setiap Perwakilan tiap Kecamatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada pelaksanaan program KB kepada masyarakat.
Kinerja sistem ini hanya digunakan untuk media penyimpanan data program KB, sehingga masyarakat yang akan ikut melaksanaan program KB tidak merasa khawatir saat akan melaksanaan program KB tersebut. Hal lain yang menunjukan tingkat kinerja aparatur BKBPP Kabupaten Bandung adalah tidak adanya aparatur yang absen dari pekerjaannya. Aparatur yang tidak masuk umumnya karena ada pekerjaan lain dan keperluan pribadi. Masalah kehadiran dapat menjadi indikator kinerja pegawai. Kehadiran aparatur ke tempat kerja berarti ada sesuatu yang ingin di dapatkan dari pekerjaannya pada hari itu. Hal lain yang menunjukan kinerja aparatur BKBPP Kabupaten Bandung terkait masalah kehadiran adalah rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan. Semua hal tersebut berpengaruh pada tingkat kinerja aparatur BKBPP Kabupaten Bandung terhadap pelayanan yang di berikan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti menganalisis, bahwa BKBPP Kabupaten Bandung bahwa kepuasan masyarakat dalam penggunaan sistem informasi BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB khususnya di wilayah Kecamatan Cangkuang belum cukup puas hal ini dapat dilihat dari
pemrosesan data yang digunakan oleh aparatur dan penyimpanan data-data masyarakat belum secara otomatis hal ini menyebabkan belum cepatnya pelayanan aparatur kepada masyarakat. Kepuasan masyarakat dalam penggunaan sistem informasi BKBPP Kabupaten Bandung pada umumnya masyarakat belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang. Akan tetapi semua pelaksanaan program KB yang ada sudah sesuai dengan TUPOKSI.
4.3.2 Tingkat Publik/Masyarakat Dengan Adanya Efektivitas BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang.
Tingkat Publik/masyarakat adalah Dampak yang dirasakan publik/masyarakat dengan adanya pelaksanaan program KB oleh BKBPP Kabupaten Bandung di wilayah Kecamatan Cangkuang. Dampak merupakan pengaruh baik yang positif maupun yang negative yang sangat berarti. Dampak
(Impact) ukuran tingkat pengaruh sosial, ekonomi, lingkungan atau kepentingan
umum lainnya dalam suatu kegiatan. Indikator-indikator tersebut secara langsung atau tidak langsung dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran. Strategi yang diterapkan oleh setiap organisasi mempunyai dampak yang ditimbulkan baik dampak positif maupun dampak negatif.
Dampak positif dengan adanya program KB Program KB adalah upaya dalam mengendalikan kelahiran agar tidak terjadi lonjakan penduduk. Adapun tujuan program dari KB dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Tujuan Umum
Untuk mewujudkan visi dan misi program KB yaitu membangun kembali dan melestarikan pondasi yang kokoh bagi pelaksana program KB di masa mendatang untuk mencapai keluarga berkualitas tahun 2015.
b. Tujuan Khusus
Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mejuwudkan keluarga kecil yang bahagia, sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. Menciptakan penduduk yang berkualitas, sumber daya manusia yang bermutu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Melalui BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang sendiri yang dituntut mampu mengatasi permasalahan yang sering muncul disaat dilapangan, permasalahan itu diatasi dengan kemampuan dalam menghadapi permasalahan dilapangan, permasalahan yang terjadi sering berbenturan dengan program yang dijalankan dimana aparatur melalui pelayanan publik melalui pelaksanaan program KB, sejauh ini permasalahan masih biasa diatasi oleh aparatur BKBPP Kabupaten Bandung.
Permasalahan yang sering dihadapi oleh aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang seperti kebutuhan pendukung sarana dan prasaran yang layak, aparatur sering menghadapi situasi banyaknya masyarakat, Permasalahan disaat berhadapan dengan masyarakat yang sering marah-marah karena pemahaman meraka akan pelaksanaan program KB yang masih kurang.
Melalui pelayanan publik BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang diperlukan waktu yang cukup lama agar kebijakan tersebut dapat berhasil, akan tetapi bukan hanya waktu saja yang diperlukan melainkan manusia dan modal juga penting. Oleh karena itu ketiga faktor ini sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan program KB apabila dapat dipenuhi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Bidang Penyusunan Program dan di perjelas oleh Kepala Bagian Keluarga Berencana di BKBPP Kabupaten Bandung mengatakan:
“bahwa dampak yang ditimbulkan dari pelaksanaan program KB sangatlah banyak yang mempunyai dampak positif maupun negatif. Program KB mempunyai dampak positif karena banayak sekali hal-hal yang sangat positif bisa diambil dari program KB tersebut. Dampak positif misalkan dalam segi edukasi, kesehatan, pendidikan, kependudukan dan perekonomian.” (16/07/12)
Berdasarkan wawancara dengan masyarakat Kecamatan Cangkuang, bahwa BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang sudah cukup baik, para aparatur telah menjalankan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang, disini berupa tindakan nyata dalam menyelesaikan tugasnya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik melalui pelayanan publik pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang dalam peningkatan pelayanan yang efektif dan efisien dan aparatur telah berusaha memenuhi apa saja kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung itu sendiri yang terkadang pemerintahan daerah belum tentu mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan.
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti menganalisis, bahwa di BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuangsudah berjalan dengan cukup baik. Dimana para aparatur telah menjalankan program disini berupa tindakan nyata dalam menyelesaikan tugasnya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik agar tercapainya sesuai dengan tujuan yang positif agar masyarakat bisa memahami tentang pentingnya pelaksanaan program KB di Wilayah Kecamatan Cangkuang. Dampak positif yang diberikan dari terlaksananya program KB tersebut adalah akan mengendalikan jumlah penduduk sehingga mengurangi lonjakan jumlah penduduk yang setiap tahunnya akan meningkat. Dalam edukasi dampak positif yang diberikan pada pelaksanaan program KB tersebut adalah memberikan pemahaman pada masyarakat agar mengikuti program KB tersebut karena selain untuk mengendalikan penduduk program KB tersebut baik untuk kesehatan baik pada ibu, ayah dan anaknya yang kelak akan lahir sehingga memperbaiki tingkat kualiatas pada keluarga.
4.4 Keunggulan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang.
Keunggulan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang dapat dilihat dari perubahan-perubahan yang terjadi. Keunggulan ini yang membuat BKBPP Kabupaten Bandung lebih membantu pada pelaksanaan program KB. Umumnya perubahan yang terjadi pada pelaksanaan program KB yang ada harus disesuaikan dengan perkembangan
kondisi yang ada. Karena perkembangan tersebut bisa berubah-rubah sesuai dengan kondisi perkembangannya.
Perkembangan yang terjadi seharusnya dapat merubah keunggulan dari BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang. Perubahan keunggulan pun harus merubah Jumlah personil yang dirasakan pada lapangng masih sedikit harus dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat yang cukup banyak. Kondisi tersebut dihadapi oleh aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang, oleh karena itu keunggulan dari pelaksanaan program KB ini harus dapat melayani kebutuhan masyarakat yang cukup banyak, dalam hal pelaksanaan program KB. Hal ini dapat bermanfaat dalam pemberian pelayanan yang cepat, tepat dan akurat terhadap masyarakat.
Menurut hasil wawancara dengan Kepala Bidang Penyusunan Program dan di perjelas oleh Kepala Bagian Keluarga Berencana BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuan merupakan perubahan pada pelaksanaan program KB yang ada, seharusnya perubahan atau keunggulan tersebut bisa disesuaikan dengan perkembangan kondisi yang ada. Jumlah petugas yang ada menyebabkan tersedatnya pada keunggulan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang sehingga dalam keunggulan tersebut belum berjalan sesuai dengan tujuan yang ada.
Berdasarkan uraian diatas, bahwa keunggulan BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang dalam
peningkatan pelayanan kepada masyarakat dirasakan belum berjalan efektif. Pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang belum membantu aparatur dalam mempermudah proses pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang kepada masyarakat. Seharusnya sistem ini memiliki keunggulan mengupdate data dari perubahan-perubahan yang terjadi,. Sehingga membantu aparatur BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang dapat terselesaikan dengan waktu yang cepat.
Berdasarkan hasil wawancara di atas peneliti menganalisis, bahwa di BKBPP Kabupaten Bandung pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang dirsakan belum membantu aparatur BKBPP Kabupaten Bandung dalam mempermudah proses pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang. Umumnya perubahan pada pelaksanaan program KB di wilayah Kecamatan Cangkuang yang ada pada tidak hanya pada pelaksanaan program KB saja, seharusnya perubahan itu terjadi disesuaikan dengan