• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Akademik

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS UNIVERSITAS WIRALODRA (Halaman 33-41)

PROGRAM PENGEMBANGAN UNIVERSITAS WIRALODRA

1. Bidang Akademik

a. Kompetensi Lulusan

Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang tertentu. Standar kompetensi lulusan merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan.

Untuk mencapai visi, misi, dan tujuan Universitas Wiralodra dalam menghasilkan mahasiswa yang unggul dan kompetitif di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan Kearifan Lokal, dibutuhkan ukuran standar tentang kompetensi lulusan yang mampu mengakomodasi semua tuntutan dari kalangan profesi, pengguna maupun masyarakat umum. Untuk itu rencanakan kegiatan : 1) Penyusunan dan penetapan standar kompetensi lulusan Universtas

Wiralodra adalah kualifikasi kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampian yang diintegrasikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI). KKNI merupakan pernyataan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya didasarkan pada tingkat kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (learning outcomes). Sebagai kesepkatan nasional ditetapkan lulusan program sarjana paling rendah harus memiliki kemampuan yang setara dengan capaian pembelajaran yang dirumusakan pada jenjang 6 KKNI, dan Magister setara dengan jenjang 8.

2) Menyusun profil lulusan masing-masing program studi.

a) Lulusan memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan program studinya.

b) Lulusan memiliki integritas (moral dan etika) dan profesionalisme, serta mampu bekerjasama dalam tim dan memiliki kemampuan pengembangan diri yang baik.

c) Memiliki IPK minimal 3,0

d) Kesuaian bidang kerja dari lulusan program studi S1 dan S2 dengan bidang studi lebih dari 50%.

e) Rata-rata masa tunggu kerja pertama dari lulusan program studi S1 dan S2 kurang dari 2 tahun.

3) Membuat program-program yang direncanakan untuk dilaksanakan guna mencapai komptensi yang diharapkan :

a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui keragaman seleksi untuk menjaring calon mahasiswa yang lebih bermutu, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

b) Pelatihan motivasi untuk mendorong tumbuhnya sikap percaya diri, kreatif, inovatif, mandiri dan bertanggungjawab, meliputi : (1) Peningkatan motivasi bagi mahasiswa melalui pelatihan

kepemimpinan, dan Motivation Training.

(2) Peningkatan penyelengaraan kompetisi di bidang ilmiah, seni dan olah raga.

(3) Peningkatan partisipasi mahasiswa mengikuti kompetisi di bidang ilmiah, seni dan olah raga di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

c) Pengembangan kualitas lulusan yang berdaya saing

(1) Peningkatan kemampuan lulusan dalam penguasaan Bahasa Inggris.

(2) Peningkatan kemampuan lulusan dalam penguasaan teknologi informasi.

(3) Peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah.

d) Pengembangan struktur dan isi mata kuliah kewiraswastaan melalui peninjauan kembali struktur mata kuliah kewiraswastaan.

e) Peningkatan porsi pendidikan yang berorientasi pada softskills, melalui peningkatan muatan materi softskils ke dalam mata kuliah dan proses pembelajaran.

f) Peningkatan pencitraan aktivitas mahasiswa

(1) Peningkatan penggunaan website fakultas sebagai media informasi prestasi mahasiswa.

(2) Peningkatan kemampuan mahasiwa dalam penyusunan paper atau proposal berbahasa inggris melalui pelatihan.

(3) Peningkatan partisipasi mahasiswa dalam aktivitas kemahasiswaan tingkat nasional.

(4) Peningkatan penyelenggaraan event-even nasional dan internasional.

g) Pengembangan sistem informasi ketenagakerjaan dan peningkatan jejaring ketenagakerjaan ikatan alumni :

(1) Peningkatan ketersediaan informasi tentang lowongan pekerjaan melalui peningkatan laman (website) fakultas sebagai media informasi lowongan pekerjaan.

(2) Peningkatan pelatihan persiapan memasuki dunia kerja.

(3) Peningkatan kerjasama dengan stakeholder dalam rangka informasi lowongan pekerjaan dan magang.

(4) Peningkatan peran alumni dalam memfasilitasi lulusan guna memperoleh pekerjaan

h) Pengembangan mekanisme penanganan keluhan mahasiswa.

b. Kurikulum

Berdasarkan ketentuan Pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Pendidikan Tinggi Tahun 2012, kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi. Ketentuan Pasal 35 Ayat (2) Undang-Undang Pendidikan Tinggi mempertegas bahwa Kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan.

Sejalan dengan itu UNWIR memiliki visi menjadi universitas yang unggul dan kompetitif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan Kearifan Lokal, yang pada dasarnya mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, ahlak mulia, dan keterampilan. Untuk itu program pengembangan kurikulum diarahkan pada : 1) Rekonstruksi kurikulum kearah Kuliah Berbasis Kompetensi sesuai

dengan SN Dikti dan KKNI.

2) Menyusun dan menetapkan struktur dan isi kurikulum.

3) Penjaminan mutu kurikulum melalui penetapan Standar Operasional Prosedur Penyusunan Kurikulum bagi seluruh program studi yang ada di universitas Wiralodra,

4) Pengembangan kurikulum yang telah ada disesuaikan dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran universitas, yang mengandung kecerdasan intelektual, ahlak mulia, dan keterampilan.

5) Penetapan kerangka dasar dan struktur kurikulum pada masing-masing program studi yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum insitusional.

6) Penetapan dan pengembangan komptensi hasil didik pada masing-masing program studi.

7) Penetapan dan pengembangan kurikulum inti dan kurikulum institusional diarahkan pada terbentuknya matakuliah yang mengembangkan kecerdasan intelektual, ahlak mulia, dan keterampilan, yakni :

a) Mata Kuliah Kepribadian;

b) Mata Kuliah Penguasaan Pengetahuan, Teknologi, dan Seni, dan/atau olah raga.

c) Mata Kuliah Kemampuan dan Keterampilan Berkarya

d) Mata Kuliah Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya Menurut Tingkat Keahlian berdasarkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

e) Mata Kuliah Penguasaan Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat Sesuai Dengan Pilihan Keahlian Dalam Berkarya.

8) Pentapan dan pengembangan beban belajar mahasiswa pada tiap-tiap program studi.

9) Pelaksanaan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum.

10) Pengembangan metode evaluasi terhadap kurikulum.

c. Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan dan pengajaran di Pendidikan Tinggi, oleh karena itu harus dijamin bahwa propses pembelajaran dijamin mutunya agar hasil outputnya menjadi baik. Untuk pengembangan proses pembelajaran dilakukan melalui program :

1) Penetapan dan pelaksanaan standar proses sistem penjamian mutu internal.

2) Pengembangan bahan ajar tiap-tiap mata kuliah setiap program studi, yang melipti Silabi, RPS, bahan ajar, dan buku ajar.

3) Penetapan kalender akademik, jadwal dan tempat perkuliahan.

4) Penetapan jadwal perwalian mahasiswa.

5) Penetapan jadwal pendaftaran mata kuliah dan rencana studi (KRS).

6) Penetapan jumlah mahasiswa per kelas.

7) Penetapan baban mengajar maksimal per dosen.

8) Penetapan rasio maksimal buku pelajaran per mahasiswa.

9) Penetapan rasio maksimal jumlah mahasiswa untuk setiap dosen

10) Pengembangan sitem pembelajaran sesuai Student Centre Learning

(SCL).

11) Pelaksanaan pemantauan terhadap kegiatan dan metode mengajar yang dilakukan para dosen.

12) Pelaksanaan suvervisi terhadap pelaksanaan ngajar menjar.

13) Pelaksanaan evaluasi terhadap proses belajar mengajar yang dilakukan dosen.

14) Penetapan pelaporan hasil pengawasan.

15) Pengambilan tindak lanjut yang diperlukan dalam konteks pengawasan.

d. Penilaian Pendidikan

Penilaian merupakan merupak outcome dari seluruh proses pendidikan dan pembelajaran dari para mahasiswa yang dilakukan oleh para dosen. Program-proram pengembangan penilain pendidikan antara lain :

1) Penetapan dan pelaksanaan standar Penilaian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

2) Pengembangan metode dan mekanisme penilaian.

3) Pengembangan prosedur penilaian.

4) Pengembangan instrumen penilaian.

5) Pengembangan sistem penilaian untuk jenjang Sarjana dan Magister.

6) Pengembangan sistem penilaian hasil belajar mahasiswa pada setiap mata kuliah.

7) Pengembangan sistem penilaian hasil belajar mahasiswa pada setiap semester.

8) Pengembangan sistem penilaian hasil belajar mahasiswa pada tahap kedua masa studi.

9) Mengembangan sistem penilaian hasil belajar mahasiswa pada tahap kedua masa studi.

10) Pengembangan standar yudisium.

11) Pengembangan admnistrasi pengelolaan nilai hasil belajar mahasiswa.

e. Dosen dan Tenaga Kependidikan

Dosen memiliki peranan yang sangat besar dalam proses pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi : pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu pengembangan dosen diarahkan :

1) Pengembangan standar tenaga dosen dan tenaga kependidikan.

2) Pengembangan SOP rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan.

3) Peningkatan jumlah dosen sesuai dengan rasio dosen mahasiswa.

4) Mempercepat proses penyelesaian kualifikasi dosen ke-S2.

5) Peningkatan kualifikasi dosen melalui pendidikan dari S2 menjadi S3 setiap tahun sebanyak 8 orang yang tersebar pada berbagai prodi.

6) Peningkatan jabatan fungsional dosen.

7) Peningkatan sertifikasi dosen.

8) Peningkatan pendanaan guna meningkatkan kualifikasi dosen.

9) Peningkatan kemampuan dalam bidang pendidikan dan pengajaran melalui pendidikan dan latihan.

10) Pengembangan wawasan keilmuan dosen dengan mengikutsertakan dosen pada pertemuan-pertemuan ilmiah, seminar, dan lain-lain.

11) Peningkatan kemampuan dosen dalam melakukan penelitian melalui pendidikan dan latihan.

12) Peningkatan kemampuan dosen dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan dan latihan.

13) Peningkatan partisipasi dosen dalam Asosiasi Profesi Nasional.

14) Peningkatan keanggotaan dosen dalam organisasi keilmuan berskala nasional.

15) Peningkatan jumlah laboran pada masing-masing laboratorium.

16) Peningkatan kemampuan laboran melalui pendidikan dan pelatihan.

17) Peningkatan kualifikasi tenaga administrasi dari DIII menjadi S-1.

18) Peningkatan kualifikasi tenaga administrasi dari S-1 menjadi S-2.

19) Peningkatan kemampuan tenaga administrasi pada bidang administrasi akademik, administrasi kemahasiswaan dan alumni, administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, serta administrasi umum melalui pelatihan.

20) Peningkatan kemampuan kepemimpinan pada tenaga administrasi melalui pelatihan.

21) Peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan melalui peningkatan gaji, asuransi, dan tabungan hari tua.

f. Pengelolaan Pembelajaran

Mutu Universitas tergantung pada proses pengelolaan pembelajaran yang meliputi proses perencanaan, proses pelaksanaan, proses pengendalian, proses pemantauan dan evaluasi serta proses pelaporan pembelajaran pada tingkat program studi dan fakultas. Untuk menjamin mutu lulusan Universitas

Wiralodra didalam pengelolaan pembelajaran melakukan langkah-langkah : 1) Penetapan standar pembelajaran yaitu penyelenggaraan program

pembelajaran sesuai dengan standar isi, standar proses, dan standar penilaian yang telah ditetapkan.

2) Fakultas dan program studi melakukan penyusunan rencana kerja jangka panjang selama 25 tahun, jangka menengah selama 5 tahun, dan jangka pendek selama 1 (satu) tahun, sekurang-kurangnya berisi target yang akan dicapai, strategi pencapaian target, rencana pengembangan kelembagaan, rencana pengembangan sumber daya manusia (SDM), rencana pengembangan sarana dan prasarana, rencana pengembangan kerjasama dan rencana pembiayaan.

3) Penyusunan pedoman tentang penyusunan kurikulum.

4) Penyusnan pedoman tentang penyusunan kalender akademik.

5) Penyusunan struktur organsiasi baik tingkat Universitas, Fakultas, maupun program studi.

6) Penyusunan pembagian tugas antara dosen dengan tenaga kependidikan.

7) Penyusunan pedoman tentang tata tertib akademik.

8) Penyusunan pedoman kode etik mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

9) Pedoman penyusunan biaya operasional.

10) Penyusunan program peningkatan mutu dosen dan tenaga kependidikan.

11) Penyusunan sarana dan prasarana pembelajaran

12) Pengawasan secara berjenjang terhadap pelksanaan program pendidikan meliputi pemantauan, supervise, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut pengawasan.

13) Penyusunan pedoman perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengawasan, penjaminan mutu, dan pengembangan kegiatan pembelajaran.

14) Penyusunan pedoman pelaporan hasil kerja tahunan prodi .

15) Pelaporan data dan informasi tentang pemenuhan dan pelampauan SN Dikti.

g. Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 1) Penelitian

Program ini ditujukan untuk mengakselerasi kinerja penelitian di

UNWIR dalam upaya peningkatan kualitas hasil penelitian, yang mendukung proses pembelajaran dan pengembangan UNWIR sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang berstandar nasional.

Tujuan program ini diharapkan dapat dicapai dengan rencana program berikut :

a) Revitalisasi peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) :

(1) Pengembangan pusat-pusat penelitian yang berada di LPPM.

(2) Pembuatan road map penelitian

(3) Peningkatan peran LPPM dalam pencarian sumber-sumber pendanaan penelitian kompetitif dan pendampingan untuk peningkatan kualitas hasil penelitian.

(4) Penataan pengelolaan dan pengefektifan LPPM dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

(5) Pengembangan dan pelaksanaan penelitian melalui penggalian isu-isu berbasis kearifan lokal.

b) Peningkatan kemampuan para dosen dan mahasiswa dalam melakukan penelitian melalui :

(1) Pendidikan dan pelatihan metodologi penelitian, dan karya tulis ilmiah

(2) Pelatihan pembuatan proposal penelitian.

c) Peningkatan budaya meneliti dan penulisan jurnal melalui hibah kompetisi :

(1) Peningkatan anggaran untuk pendanaan penelitian kompetitif universitas.

(2) Peningkatan dana stimulus untuk pencarian dan pengajuan proposal tawaran penelitian kompetitif.

(3) Peningkatan penguasaan metode penelitian dan kiat-kiat memenangkan penelitian kompetitif tingkat nasional maupun internasional.

(4) Peningkatan insentif bagi dosen yang paling produktif menghasilkan penelitian kompetitif dan publikasi ilmiah.

d) Peningkatan kerja sama penelitian dengan lembaga nasional maupun internasional

(1) Pembentukan jejaring riset dengan lembaga/Perguruan

Tinggi lain di dalam negeri maupun di luar negeri.

(2) Pelaksanaan riset bersama/joint research dengan lembaga mitra.

(3) Peningkatan kerjasama kegiatan ilmiah dengan institusi dalam negeri.

e) Peningkatan publikasi penelitian

(1) Peningkatan partisipasi dosen pada kegiatan pelatihan dan publikasi penelitian.

(2) Peningkatan partisipasi mahasiswa pada kegiatan penelitian bersama dosen.

(3) Peningkatan insentif bagi dosen yang melakukan publikasi penelitian.

(4) Penyempurnaan jurnal-jurnal sesuai dengan strandar jurnal nasional.

(5) Kerjasama dengan perguruan tinggi lain dalam pegembangan jurnal.

(6) Mengajukan akreditas jurnal Justita, Jurnal Agriwiralodra, Jurnal Aspirasi, Jurnal Dialektika.

f) Meningkatkan relevansi penelitian dengan kualitas pembelajaran dan pengabdian masyarakat

(1) Peningkatan mutu penelitian yang sesuai dengan disiplin ilmu.

(2) Peningkatan pemanfaatan hasil-hasil riset untuk kepentingan integrasi bahan ajar.

(3) Peningkatan pemanfaatan hasil-hasil riset berupa buku untuk kepentingan publikasi masyarakat luas.

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS UNIVERSITAS WIRALODRA (Halaman 33-41)

Dokumen terkait