• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Informasi Keracunan

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 38-42)

BAB I PENDAHULAN

BAB 3 TINJAUAN KHUSUS

3.3 Struktur Organisasi PIOM

3.3.2 Bidang Informasi Keracunan

Penggunaan bahan kimia di masyarakat memiliki manfaat sekaligus resiko bahaya bagi manusia dan lingkungan. Pada tahun 1980, WHO, ILO, dan UNEP membuat suatu program yang disebut IPCS (International Program on Chemical Safety). Pada tahun 1986, IPCS merekomendasikan setiap negara untuk memiliki suatu Poison Information Centre (PIC). Pada tahun 1995, Indonesia membentuk Sentra Informasi Keracunan (SIKer) yang berada dibawah Direktorat Jenderal POM Departement Kesehatan Republik Indonesia. Sejak tahun 2000, SIKer berada di bawah struktur Pusat Informasi Obat dan Makanan (PIOM) yang selanjutnya sebagai Bidang Informasi Keracunan. Pada tahun 2004 Bidang Informasi Keracunan/SIKer mengembangkan layanan informasi keracunan di 26 Balai Besar/Balai POM tepatnya di Bidang/Seksi Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen. Pada tahun 2010 dilakukan penambahan Balai POM yang baru di 4 provinsi baru di Indonesia (Gorontalo, Pangkal Pinang, Batam dan Serang). SIKer di Badan POM dikenal sebagai SIKer Nasional dan SIKer di Balai Besar/Balai POM dikenal sebagai SIKer Daerah.

Bidang Informasi Keracunan/ SIKer adalah suatu unit kerja yang secara aktif mencari dan mengumpulkan data/informasi keracunan dan menyiapkan serta menyajikannya secara teliti, cermat, dan benar sebagai informasi yang di berikan ke masyarakat luas, profesional kesehatan, serta instansi pemerintah/swasta yang membutuhkan. Tujuan Bidang Informasi Keracunan/SIKer adalah melindungi masyarakat dari bahaya akibat bahan atau produk yang beresiko menimbulkan keracunan sekaligus menurunkan angka kematian atau kesakitan akibat keracunan.

3.3.2.1.Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Bidang Informasi Keracunan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan di bidang pelayanan informasi keracunan (Pasal 357 Keputusan Kepala Badan POM No. : 02001/SK/KBPOM Tentang Organisasi dan Tata Kerja BPOM), meliputi

Fungsi utama SIKer adalah menjadi rujukan informasi yang terkait dengan keracunan dalam rangka mendukung pengawasan Obat dan Makanan melalui :

1. Perencanaan dan program layanan informasi keracunan.

2. Pelayanan permintaan informasi dan konsultasi keracunan, baik dari internal BPOM maupun dari masyarakat luas melalui e-mail, Telepon, SMS, Fax atau tatap muka secara langsung, serta berperan aktif dalam pemberian informasi kepada masyarakat untuk mencegah kejadian keracunan, misalnya dengan mengadakan talkshow, penyuluhan, pameran, dll.

3. Penyusunan dan pembuatan produk informasi berupa artikel, leaflet, poster, subsite, buku pedoman, kompendia, CD katalog, peta kasus/insiden keracunan.

4. Kegiatan toksikovigilans dalam rangka mencegah keracunan, antara lain : a. Pengolahan data kasus/insiden keracunan.

b. Evaluasi dan penyusunan laporan pelayanan informasi keracunan.

3.3.3.2. Struktur Organisasi

Bidang Informasi Keracunan terdiri dari :

a. Sub Bidang Layanan Informasi Keracunan

Sub bidang layanan informasi keracunan mempunyai tugas melakukan permintaan informasi dan konsultasi keracunan.

b. Sub Bidang Toksikovigilans

Sub bidang toksikovigilans mempunyai tugas melakukan kegiatan toksikovigilans, merupakan kegiatan yang terdiri dari observasi aktif atau identifikasi atau investigasi evaluasi resiko toksik dan fenomena yang terjadi di masyarakat dengan tujuan mengurangi maupun meniadakan resiko toksik tersebut.

Dalam rangka penyusunan peta kasus/insiden keracunan di Indonesia, dilakukan penyusunan terhadap data kasus/insiden, dimana pengolahan datanya dilakukan melalui alpikasi SPIM Keracunan.

Layanan informasi dan konsultasi terkait keracunan merupakan salah kegiatan rutin di Bidang Informasi Keracunan dalam pemberian informasi kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemberian informasi yang disampaikan merujuk kepada referensi literatur baik dari buku maupun jurnal dan informasi website yang terpercaya dan uptodate. Pemberian layanan informasi dilakukan melalui telepon, SMS, Fax, E-mail, Surat, atau secara langsung (tatap muka) ke kantor Badan POM tanpa biaya.

b. Penyebaran informasi terkait keracunan pada masyarakat

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka upaya pencegahan keracunan dan sosialisasi SIKer sehingga lebih dikenal oleh masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui Talk Show di Radio dan TV, penyuluhan langsung kepada ibu rumah tangga, tim penggerak PKK, ibu–ibu Majelis ta’lim, anak-anak sekolah, karyawan industri rumah tangga, dan tokoh masyarakat, pameran atau presentasi dalam seminar, workshop atau kegiatan lainnya yang serupa.

c. Pembuatan produk informasi keracunan

Produk informasi berupa artikel, leaflet, poster, buku pedoman, CD, katalog keracunan, dan monografi bahan beresiko keracunan.

d. Pemetaan kasus/insiden keracunan

Pemetaan kasus/insiden keracunan merupakan salah satu dari kegiatan toksikovigilans. Kegiatan ini diawali dengan pengumpulan data kasus/insiden keracunan dari rumah sakit di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan oleh petugas SIKerNas dan SIKerDa, pengolahan data dilakukan melalui aplikasi SPIMKer. Hasil dari pengolahan data kasus/insiden keracunan tersebut menunjukkan suatu peta atau gambaran kasus/insiden keracunan yang terjadi di Indonesia.

e. Pengelolaan subsite Informasi Keracunan

Pengelolaan subsite informasi keracunan dilakukan dengan mengunggah informasi-informasi terkait dengan keracunan yang uptodate.

3.3.3.4Fasilitas

terbaru dan farmakologi, jurnal–jurnal dan perangkat lunak komputer yang berhubungan dengan informasi keracunan seperti International Program Of Chemical Safety (IPCS), INTOX, Material Safety Data Sheet, dan lain-lain. Tersedia aplikasi Sistem Pelayanan Informasi Masyarakat Keracunan (SPIMKer), yang merupakan implikasi dari INTOX, database IPCS, yang digunakan untuk pelaporan dan pengolahan data kasus/insiden keracunan serta data permintaan informasi keracunan. Sentra Informasi Keracuna Nasional (SIKERNas) Badan POM dapat diakses melalui :

a. Pelayanan lnformasi dan konsultasi keracunan langsung ke ruang

konsultasi di Jl. Percetakan Negara No.23 Jakarta Pusat 10560.

b. Pelayanan Informasi melalui komunikasi telefon (021-4259945) dan Fax (021-42889117).

c. Pelayanan Informasi melalui SMS 24 jam ke No. 081310826879.

d. Pelayanan informasi melalui E-mail : [email protected], dan

website : www.pom.go.id

3.3.3.5 Kerjasama

Kerjasama SIKer dengan instansi dalam melakukan kegiatan-kegiatan lainnya :

a. Lintas Program meliputi Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan

Berbahaya, Direktorat Surveilan dan Keamanan Pangan, Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional dan Balai Besar POM dan Balai POM

b. Lintas Sektor meliputi Kementrian Pertanian, Kementrian Kesehatan, Kementrian Tenaga Kerja, Kementrian Pendidikan Nasional, Kementrian Lingkungan Hidup, Kepolisian, Asosiasi Pestisida, Asosiasi Bahan Kimia, Bea Cukai, Biro Pusat Statistik, Pemerintah Daerah dan Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI)

c. Luar negeri, meliputi International Program on Chemichal Safety (IPCS), European Association of Poison Centres and Clinical Toxicologist

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 38-42)

Dokumen terkait