• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Kerja Fabrikasi Logam (Pengolahan Pelat Logam) Pada bidang kerja fabrikasi logam, produk yang dihasilkan

F. Manfaat Penelitian

3) Bidang Kerja Fabrikasi Logam (Pengolahan Pelat Logam) Pada bidang kerja fabrikasi logam, produk yang dihasilkan

pada umumnya berupa produk sheet metal yang sangat dikenal di kalangan industri otomotif yang disebut komponen sheet metal (sheet metal parts). Namun, komponen sheet metal tidak saja terdapat pada produk-produk industri otomotif, akan tetapi masih banyak tersebar pada industri-industri lain yang memerlukannya. Salah satu keuntungan dari produk sheet metal adalah dapat di daur ulang dengan dilebur kembali.

Untuk dapat memproduksi produk-produk yang melewati proses fabrikasi logam, yang salah satu produknya adalah sheet metal, membutuhkan cetakan (press dies) yang dapat memotong (cutting) dan membentuk (forming) material dengan mesin press.

a) Pemotongan (Cutting)

Pemotongan (Cutting) adalah proses memisahkan steel metal atau material lainnya sehingga bentuk yang baru tetap rata. Menurut Rony S., (2009 : 33) “Proses pemotongan pada sheet metal mempunyai banyak tujuan, sesuai dengan fungsi dari proses pemotongan tersebut yang spesifik terdapat berbagai istilah pemotongan dan proses pemotongan”. Yang diantaranya adalah sebagai berikut :

52

(1) Blanking

Proses pemotongan sheet metal untuk mendapatkan hasil potongan (blank), sisa potongan akan terbuang sebagai scrap atau dinamakan scrap skeleton.

Gambar 7. Produk proses blanking

(2) Piercing

Proses pemotongan sheet metal untuk membuat lubang pada permukaan yang rata ataupun kontur. Lubang yang dihasilkan bisa berbentuk bulat atau berbentuk lain tergantunga pada bentuk punch. Pada proses ini terdapat scrap.

(3) Shearing

Proses pemotongan sheet metal lembaran atau gulungan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dilakukan dengan menggunakan shear cutting machine. Hasil potongan akan menjadi material untuk proses selanjutnya, misalnya proses drawing atau forming

53

Gambar 8. Gambar 9.

Produk proses piercing Produk proses shearing

(4) Trimming

Proses pmotongan bagian yang tidak diperlukan dari proses drawing atau forming untuk mendapatkan ukuran terakhir. Proses trimming akan meninggalkan bagian yang tidak berguna atau scrap.

Gambar 10. Produk proses trimming

(5) Parting

Proses memisahkan suatu part menjadi 2 (dua) bagian atau beberapa bagian dari sheet metal sehingga menghasilkan part sesuai dengan yang dikehendaki. Pada proses parting terdapat scrap yang tidak terpakai.

54

(6) Notching dan Semi Notching

Proses pemotongan pada bagian tepi lembaran material dari suatu proses yang berurutan untuk membentuk part. Dengan pemotongan tersebut, part berangsur-angsur akan terbentuk. Press dies yang terdiri atas banyak proses yang berurutan untuk membentuk suatu part disebut progressive dies.

Gambar 12. Proses notching dan semi notching

(7) Perforating

Proses membuat banyak lubang secara berulang-ulang pada sheet metal. Lubang-lubang tersebut bisa sebagai dekorasi, bagian dari saluran gas atau cairan

55

(8) Lancing

Proses pemotongan sebagian dari suatu part yang secara serentak juga terjadi proses bending. Salah satu tujuan dari proses ini adalah untuk fentilasi udara. Pada proses lancing tidak berbentuk scrap.

Gambar 14. Produk proses lancing

(9) Shaving

Proses menghilangkan burr dari lubang pada suatu part dengan maksud untuk mendapatkan ukuran yang lebih teliti dan halus. Pada proses shaving hampir tidak terjadi pemotongan. Proses ini dilakukan pada part yang tebal tanpa clearance antara punch dan die.

56 (10) Cutting

Proses memotong satu atau beberapa bagian dari sheet metal/potongan steel sheet atau part. Proses cutting menyisakan sedikit scrap tetapi bisa tanpa scrap.

Gambar 16. Produk proses cutting

b) Pembentukan (Forming)

Proses forming adalah proses pembentukan sheet metal. Pada proses forming juga banyak menggunakan istilah-istilah yang membedakan fungsi atau tujuan dari proses tersebut agar tidak terjadi salah pengertian. Isitlah dari berbagai proses pembentukan tersebut adalah sebagai berikut :

(1) Forming

Forming merupakan istilah umum untuk proses pembentukan. Forming merupakan proses pembentukan sheet metal yang sederhana. Kontur pada proses forming adalah produk 3 (tiga) dimensi yang tidak beraturan.

(2) Bending

Bending adalah proses pembentukan sheet metal yang lurus. Terdapat 3 (tiga) jenis proses bending, yaitu : V-bend, L-bend, dan U-bend.

57

Gambar 17. Produk proses bending

(3) Drawing

Drawing adalah proses pembentukan sheet metal yang dalam dan konturnya kompleks, sehingga memerlukan blank holder dan air cushion/spring untuk mengontrol aliran dari material serta diperlukan bead atau tahanan untuk menahan aliran material yang terlalu cepat.

Gambar 18. Produk proses drawing

(4) Re-striking

Re-striking adalah proses lanjutan dari proses drawing untuk menyempurnakan bentuk part agar tercapai bentuk akhir yang diminta. Proses ini hanya dilakukan pada bagian tertentu.

58

Gambar 19. Produk proses re-striking

(5) Burring

Burring adalah proses pembentukan flange pada lubang part dari sheet metal. Flange pada lubang dapat berfungsi sebagai penguat atau untuk membuat ulir pengikat. Proses ini juga disebut hole flanging.

Gambar 20. Produk proses burring

(6) Crimping

Crimping adalah proses bending untuk menyatukan atau merakit kabel listrik dengan kepala terminal yang terbuat dari brass sheet atau copper sheet.

59

(7) Deep Drawing

Deep drawing adalah proses drawing yang dalam sehingga memerlukan beberapa kali proses drawing untuk mendapatkan bentik dan ukuran akhir.

Gambar 22. Produk proses deep drawing

(8) Flanging

Flanging adalah proses pembentukan bagian tepi part dari sheet metal yang tidak lurus. Tujuan proses flanging adalah untuk memperkuat bagian tepi dari part tersebut atau untuk faktor keindahan.

Gambar 23. Produk proses flanging

(9) Stamping

Stamping adalah proses membentuk huruf, simbol, atau lainnya pada permuakaan sheet metal, dimana bagian dasarnya tetap rata.

(10) Embossing

Embossing adalah proses pembentukan part dari sheet metal untuk dekorasi dengan bagian dasar part ikut terbentuk.

60

Gambar 24. Produk proses stamping

Gambar 25. Produk proses embossing (11) Curling dan Wiring

Curling adalah proses pengerolan sheet metal part yang lurus dan bulat dengan tujuan untuk memperkuat bagian tepi dari part tersebut atau agar supaya tidak tajam. Apabila ditambahkan kawat dibagian dalam gulungan, maka dinamakan proses wiring, dengan tujuan agar part menjadi lebih kuat.

61 (12) Hemming dan Seaming

Hemming dan Seaming adalah proses pelipatan pada bagian tepi sheet metal part dengan tujuan untuk memperkuat, menghilangkan bagian yang tajam, dan untuk estetika. Apabila proses ini untuk menyambung dua part agar menjadi satu, maka prosesnya disebut dengan seaming.

Gambar 27. Produk proses hemming dan seaming

(13) Swaging

Swagging adalah proses pembentukan part pipa dengan tujuan untuk memperkecil diameter pipa dari diameter asalnya.

62 (14) Expanding

Expading adalah proses pembentukan part pipa dengan tujuan untuk memperbesar diameter pipa dari diameter asalnya.

Gambar 29. Produk proses expanding

c) Jenis-Jenis Mesin Press dan Penggunaannya

Mesin press merupakan mesin yang dipakai untuk memproduksi barang-barang sheet metal menggunakan satu atau beberapa press dies dengan meletakkan sheet metal di antara uper dies dan lower dies. Jenis-jenis mesin press yang digunakan pada industri dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis tenaga penggerak dari slide, yaitu mesin press mekanik (mechanical press) dan mesin press hidrolik (hydraulic press). Mesin press dapat diklasifikasikan juga berdasarkan mekanisme yang digunakan untuk pengoperasian cetakan, yaitu crank press, knuckle press, friction press, screw press, dan link press. Sedangkan berdasarkan jumlah gerakan slide mesin (number of action), mesin press dapat diklasifikasikan sebagai single action, double action, dan triple action. Kemudian jenis-jenis mesin press

63

dapat juga diklasifikasikan berdasarkan arah dari gerakan cetakan (die operation direction), yaitu vertical, horizontal, dan oblique (Rony S., 2009 : 43-44)