• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Manfaat Penelitian

1) Bidang Kerja Pengecoran Logam

Pada bidang kerja pengecoran logam, pekerjaan yang dilakukan adalah menghasilkan produk yang berupa benda cor yang dibuat dari logam yang dicairkan, dituang ke dalam cetakan, kemudian dibiarkan selama beberapa waktu hingga mendingin dan membeku. Untuk membuat produk cor, harus dilakukan

45

proses-proses di antaranya: (1) pencairan logam, (2) membuat cetakan, (3) menuang, (4) membongkar dan membersihkan produk hasil penuangan. Untuk lebih jelas mengenai urutan proses pengecoran logam dapat dilihat pada Gambar 5. berikut

Pasir Rangka Cetak

Gambar 6.

Aliran Proses Pada Pembuatan Produk Cor (Tata S., Chijiiwa K, 2006 : 3)

Produk benda cor harus melewati beberapa proses sebelum sampai pada proses akhir. Proses-proses dalam pengecoran logam berbeda-beda menurut keadaannya, yaitu keadaan bahan, jenis, ukuran, jumlah produksi dan lain sebagainya. Secara umum proses-proses pengecoran logam dapat dilihat pada Tabel 3. Sedangkan tiap-tiap pekerjaan dalam pengecoran logam dilakukan dengan tangan ataupun mesin. Peralatan dan perkakas untuk pabrik pengecoran adalah berbeda-beda sesuai dengan keperluannya. Tabel 4. Menunjukkan peralatan dan perkakas yang umum dipakai

Bahan Baku Tungku Ladel

Sistem Pengolahan Pasir Pembuatan Cetakan Penuangan Pembongkaran Pembersihan Pemeriksaan

46

dalam pabrik pengecoran logam yang biasa digunakan. Tabel 3. Proses pembuatan produk cor logam

(Tata S., Chijiiwa K, 2006 : 255)

No Proses Ringkasan

1 Bahan-bahan masuk

Bahan peleburan, pasir dll. Kualitas dan jumlah diperiksa

2 Peleburan Laju tiap jumlah bahan, besi, kokas dll. Diatur dan dicairkan.

3 Pengaturan pasir

Pasir yang cocok untuk pembuatan cetakan dicampur dengan pasir bekas, dan dikumpulkan. Pasir inti diperiksa.

4 Pembuatan cetakan

Cetakan dibuat dengan menggunakan tangan atau dengan mesin

5 Pembuatan inti Inti dibuat dengan menggunakan tangan atau mesin

6 Penuangan Logam cair dituang ke dalam cetakan dengan mempergunakan ladel

7 Pembongkaran Produk cor dikeluarkan dari cetakan

8 Pembersihan dan

penyelesaian

Permukaan produk cor dibersihkan dengan menghilangkan pasir. Saluran masyk, penambah dan sirip dihilangkan

9 Perlakuan panas

Perakuan panas dilakukan untuk menghilangkan tegangan dalam dan untuk memperbaiki sifat-sifat logam pada produk cor

10 Pengujian dan pemeriksaan

Pemeriksaan cacat-cacat pada produk cor. Dilakukan pemeriksaan bahan

11 Pola Dibuat pola yang diperlukan

12 Produk keluar Produk cor dibawa keluar dengan alat pengankut, dipak ataupun tidak.

47

Tabel 4. Peralatan dan perkakas yang dipakai pada pabrik pengecoran logam untuk cor besi (Tata S., Chijiiwa K, 2006 : 257)

No Proses Peralatan dan Perkakas Utama

1 Bahan-bahan masuk

Truk, alat penimbang

2 Peleburan Kupola, blower (tanur listrik frekuensi rendah) alat-alat pemuat

3 Pengaturan pasir Gilingan pasir, ayakan, peralatan penyimpan pasir, peralatan pengembalian pasir, peralatan pembawa pasir (konveyor, elevatro, dll)

4 Pembuatan cetakan

Mesin pembuat cetakan, perkakas untuk membuat cetakan (taji, penumbuk dll), rangka cetak, pemberat, papan cetakan

5 Pembuatan inti Mesin pembuat inti, tungku pengering

6 Penuangan Ladel, peralatan penuangan

7 Pembongkaran Mesin pembongkar, mesin pemukul

8 Pembersihan dan penyelesaian

Mesin semprot mimis, shootblast, pemahat, gerinda

9 Perlakuan panas Tungku untuk perlakuan panas

10 Pemeriksaan dan pengujian

Pemeriksaan magna fluks, radiograpi, peralatan pemeriksaan, peralatan pengujian pasir, peralatan analisa bahan

11 Pola Perkakas tukang kayu, mesin-mesin pengerjaan kayu, alumunium.

12 Pemindahan antar proses

Alat pengangkat, crain, troli, kereta tangan, rol konveyor, konveyor rantai, konveyor cetak dll.

13 Kesehatan lingkungan

Penangkap debu, peralatan pengendap air kotor, peralatan anti bising.

48 2) Bidang Kerja Pemesinan

Bidang kerja pemesinan, secara umum diartikan proses pemesinan produk dari barang setengah jadi menjadi barang jadi. Pada dasarnya proses pemesinan pada keahlian teknik mesin merupakan proses pemotongan logam, yang mana proses tersebut dibagi dalam 4 (empat) kelompok dasar, yaitu :

1. Proses pemotongan dengan mesin las 2. Proses pemotongan dengan mesin pres 3. Proses pemotongan dengan mesin perkakas

4. Proses pemotongan non konvensional (elektro discharge machining, laser beam machining, chemical milling dan sebagainya)

Dari keempat proses pemotongan tersebut, proses pemotongan dengan menggunakan mesin perkakas atau disebut proses pemotongan logam atau proses pemesinan merupakan proses yang paling banyak digunakan (60% s/d 80%) dalam membuat suatu mesin yang komplit (Makmoen B. Dan B. Sentot W., 1997 : 1).

a) Klasifikasi Proses Pemesinan

Berdasarkan jenis kombinasi dari gerak potong dan gerak makan, proses pemesinan dikelompokkan menjadi tujuh, yang diantaranya adalah sebagai berikut : (1) Proses bubut (Turning); (2) Proses gurdi (Drilling); (3) Proses freis (Milling); (4) Proses gerinda rata (Surface grinding); (5) Proses gerinda silindrik (Cylindrical grinding); (6) Proses sekrap (Shapping, Planning); (7) Proses gergaji atau parut (Sawing, Broaching).

49

Pahat yang bergerak ralif terhadap benda kerja akan menghasilkan geram dan sementara itu permukaan benda kerja secara bertahap akan terbentuk menjadi komponen yang dikehendaki. Pahat tersebut dipasangkan pada suatu jenis mesin perkakas dan dapat merupakan salah satu dari berbagai jenis pahat/perkakas potong yang disesuaikan dengan cara pemotongan dan bentuk akhir dari produk. Klasifikasi pahat dibedakan menjadi dua jenis (1) pahat bermata potong tunggal; (2) pahat bermata potong jamak (Makmoen B. & B. Sentot W., 1997 : 1).

Tabel 5. Klasifikasi proses pemesinan menurut jenis gerak relatif pahat/perkakas potong terhadap benda kerja.

50

Selain klasifikasi tersebut di atas, secara lebih terperinci proses pemesinan dapat diklasifikasikan menurut tujuan dan cara pengerjaan atau mesin perkakas yang digunakan seperti yang tercantum pada Tabel 6. Berikut :

Tabel 6. Klasifikasi proses pemesinan menurut jenis mesin perkakas yang digunakan (Makmoen B. Dan B. Sentot W., 1997 : 3)

No. Jenis Proses Mesin Perkakas Yang Digunakan

1 2 3 4 5 6 7. 8 9 10 11 12 Bubut (Turning) Gurdi (Drilling) Sekrap Freis (Milling) Gergaji (Sawing) Koter/Pelebar lubang (Boring) Parut (Broaching) Gerinda (Grinding) Asah (Horing) Asah halus (Lapping)

Asah super halus (Super finishing)

Kilap

(Polishing&buffing)

Mesin bubut (Lathe)

Mesin gurdi (Drilling machine) Mesin sekrap (Shaping machine) Mesin sekrap meja (Planing machine) Mesin freis (Milling machine)

Mesin gergaji (Sawing machine) Mesin Koter (Boring machine)

Masin parut/mesin broc (Broaching machine)

Mesin gerinda (Grinding machine) Mesin asah (Honing machine) Mesin asah halus (Lapping machine)

Mesin asah super halus Mesin asah kaca (Super/mirror finishing)

Mesin pengkilap (Polisher & buffer)

Beberapa jenis proses sebagian dapat dilakukan pada satu jenis mesin perkakas, misalnya mesin bubut dapat digunakan untuk membuat lubang, memperbesar lubang, memotong, dengan cara

51

mengganti pahat yang sesuai dengan proses yang dikerjakan.

3) Bidang Kerja Fabrikasi Logam (Pengolahan Pelat Logam)