• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum Pemerintahan Kota Medan

Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan merupakan metropolitan terbesar di luar Pulau Jawa dan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.

Kota Medan memiliki luas 26.510 hektare (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30' – 3° 43' Lintang Utara dan 98° 35' - 98° 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut.

Secara administratif, batas wilayah Medan adalah sebagai berikut : Utara Selat Malaka

Selatan Kabupaten Deli Serdang Barat Kabupaten Deli Serdang Timur Kabupaten Deli Serdang

58 Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2012, penduduk Medan berjumlah 2.122.804 jiwa. Mayoritas penduduk kota Medan sekarang ialah Suku Jawa dan Batak Toba. Adapun etnis asli kota Medan adalah Melayu dan Karo. Di Medan banyak pula orang keturunan India dan Tionghoa. Medan salah satu kota di Indonesia yang memiliki populasi orang Tionghoa cukup banyak.

Keanekaragaman etnis di Medan terlihat dari jumlah masjid, gereja dan vihara Tionghoa yang banyak tersebar di seluruh kota. Daerah di sekitar Jl. Zainul Arifin dikenal sebagai Kampung Keling, yang merupakan daerah pemukiman orang keturunan India. Secara historis, pada tahun 1918 tercatat bahwa Medan dihuni 43.826 jiwa. Dari jumlah tersebut, 409 orang berketurunan Eropa, 35.009 berketurunan Indonesia, 8.269 berketurunan Tionghoa, dan 139 lainnya berasal dari ras Timur lainnya.

4.2 Gambaran Umum Badan Pelayanan Perijinan Terpadu

59 Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah antara lain ditegaskan bahwa tujuan pemberian otonomi adalah berupaya memberikan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan yang semakin baik kepada masyarakat, pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan dan pemerataan. Jadi kualitas layanan aparatur Pemerintah kepada masyarakat merupakan indikator keberhasilan otonomi daerah. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka Pemerintah Kota Medan membentuk Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) pada tahun 2009 dengan dasar pembentukan :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perijinan Terpadu di Daerah; 3. Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan

Orgainisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Medan.

Kesederhanaan, kepastian hukum, transparan dalam pelayanan perijinan itulah harapan dari dibentuknya Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Medan yang merupakan unit kerja pelayanan perijinan dan non perijinan. Dalam rangka Good Governance maka pelayanan prima kepada masyarakat secara sederhana, jelas, aman, transparan, effisien, ekonomis, adil dan tepat waktu mutlak harus dilaksanakan agar dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat serta menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi penanaman modal dan investasi dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat Kota Medan.

60 4.2.1 Visi dan Misi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu

a. Visi : Terwujudnya Pelayanan Prima Perizinan untuk Mewujudkan Medan Kota Metropolitan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera. b. Misi :

1) Mewujudkan pelayanan Perijinan yang Optimal dan Professional serta kepuasan masyarakat.

2) Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur yang Profesional

3) Meningkatkan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan yang berbasis Infomasi Teknologi

4) Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan perizinan terpadu.

5) Meningkatkan hubungan kerja antar SKPD di lingkungan Pemko Medan.

4.2.2 Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu

Sesuai dengan Perda Kota Medan No. 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Medan Pasal 159 dan 160, tugas pokok dan fungsi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Medan, adalah:

a. Tugas pokok BPPT adalah melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi di bidang perijinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplifikasi, keamanan dan kepastian.

61 Pelaksanaan penyusunan program

Penyelenggaraan pelayanan administrasi perijinan Pelaksanaan koordinasi proses pelayanan perijinan Pelaksanaan administrasi pelayanan perijinan

Pemantauan dan evaluasi proses pemberian pelayanan perijinan

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya

4.2.3 Susunan Organisasi

a. Susunan Organisasi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Medan adalah : 1) Kepala Badan

2) Bagian Tata Usaha, terdiri dari : (a). Sub Bagian Umum

(b). Sub Bagian Keuangan

(c). Sub Bagian Penyusunan Program 3) Bidang Pelayanan Perijinan I, terdiri dari :

(a). Sub Bidang Usaha

(b). Sub Bidang Perdagangan dan Perindustrian 4) Bidang Pelayanan Perijinan II, terdiri dari :

(a). Sub Bidang Ketentraman dan Ketertiban masyarakat 5) Bidang Pelayanan Perijinan III, terdiri dari :

(a). Sub Bidang Tata Ruang (b). Sub Bidang Perhubungan

62 (c). Sub Bidang Lingkungan Hidup

6) Bidang Pelayanan Perijinan IV, terdiri dari : (a). Sub Bidang Konstruksi

(b). Sub Bidang Kesehatan dan lain-lain 7) Tim Teknis

Sejumlah tenaga yang memiliki andil besar dalam proses perijinan, perhitungan retribusi dan persiapan konsep Surat Keputusan/Perijinan. 8) Kelompok Jabatan Fungsional

Sejumlah tenaga pada jenjang Jabatan yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian dan ketrampilannya.

63 STRUKTUR ORGANISASI BADAN PELAYANAN PERIJINAN TERPADU KOTA MEDAN

KEPALA BADAN

Ir. WIRIYA ALRAHMAN, MM 19660712 199003 1 004

SUB BAGIAN KEUANGAN

Ramlan Saraan, S.Sos 19630205 198712 1 001 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUB BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM

Ratri Utami,ST. MSi 19740106 200003 2 002

SUB BAGIAN UMUM

M. Juliandro H.S. SP 19750729 200801 1 001

BAGIAN TATA USAHA

Drs. M. Syafruddin, M. Si 19670525 199303 1 006

BIDANG PELAYANAN PERIJINAN IV (Konstruksi,

Kesehatan dan lain-lain)

Drs. Syaful Helmi Nasution 19590313 198101 1 001 SEKRETARIAT

BIDANG PELAYANAN PERIJINAN III (T. Ruang, Perhubungan dan

Lingk. Hidup)

Dra. U. Maharani Tarigan, M.SP 19631217 199103 2 003 BIDANG PELAYANAN PERIJINAN II (Ketentraman dan Ketertiban) Ganda Mada, SH 19620125 198503 1 002 BIDANG PELAYANAN PERIJINAN I (Usaha, Perdagangan dan

Industri) Dra.Hj.Siti Wiridiyah 19611123 198602 2 001 TIM TEKNIS Ketua Edi Saputra, SE 19600515 198303 1 015 TIM TEKNIS Ketua Tri Harjo Wibisono,SH 19741008 200212 1 001 TIM TEKNIS Ketua Burhanuddin Hrp, SH 196307051986031027 TIM TEKNIS Ketua Drs. Eddy Anto 196005121982031006

64 b. Bidang Tugas Unsur Organisasi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota

Medan

Sesuai dengan Perda Kota Medan No. 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Medan Pasal 159 dan 160 dan Peraturan Walikota Medan Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Medan, maka Tugas Pokok dan Fungsi sesuai dengan Struktur Organisasi adalah :

1) Sekretariat/Badan

a. Badan berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

b. Badan sebagaimana dimaksud didukung oleh Sekretariat yang dipimpin oleh Kepala;

c. Kepala Sekretariat sebagaimana dimaksud karena jabatannya adalah Kepala Badan;

(1) Badan mempunyai tugas pokok melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan administrasi di bidang perijinan secara terpadu dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi, keamanan dan kepastian.

(2) Fungsi Badan :

 Pelaksanaan penyusunan program;

 Penyelenggaraan pelayanan administrasi perijinan;  Pelaksanaan koordinasi proses pelayanan perijinan;

65  Pelaksanaan administrasi pelayanan perijinan;

 Pemantauan dan evaluasi proses pemberian pelayanan perijinan;

 Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2) Bagian Tata Usaha

Bagian tata Usaha dipimpin oleh Kepala Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan.

(1) Tugas Pokok

Tugas pokok Bagian Tata Usaha melaksanakan sebagian tugas Badan lingkup ketatausahaan yang meliputi pengelolaan administrasi umum, keuangan dan penyusunan program.

(2) Fungsi

 Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bagian Tata Usaha;

 Pengelolaan administrasi Badan yang meliputi administrasi keuangan, kepegawaian, tata persuratan, perlengkapan, dan rumah tangga;

 Pengkoordinasian penyusunan, perencanaan, dan program Badan;

 Pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan Badan;

66  Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan

sesuai dengan tugas dan fungsinya. a) Tupoksi Sub Bagian Umum

(1) Sub Bagian Umum dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha dan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bagian Tata Usaha lingkup administrasi umum;

(2) Fungsi

Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Umum;

Penyusunan bahan petunjuk teknis pengelolaan administrasi umum;

Pengelolaan administrasi umum yang meliputi pengelolaan naskah dinas, penataan kearsipan, administrasi kepegawaian, perlengkapan, dan penyelenggaraan kerumahtanggaan Badan; Penyiapan pertemuan/rapat-rapat Badan;

Pelaporan lingkup administrasi umum;

Penyiapan bahan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas;

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bagian sesuai dengan tugas dan fungsinya;

67 b) Tupoksi Sub Bagian Keuangan

(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha dan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bagian Tata Usaha lingkup pengelolaan administrasi keuangan.

(2) Fungsi

Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Keuangan;

Penyiapan bahan petunjuk teknis pengelolaan administrasi keuangan;

Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan meliputi kegiatan penyusunan rencana, penyusunan bahan, pemrosesan, pengusulan, dan verifikasi;

Penyiapan bahan/pelaksanaan koordinasi pengelolaan admnistrasi keuangan;

Penyusunan laporan keuangan Badan;

Penyiapan bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bagian sesuai dengan tugas dan fungsinya;

68 c) Tupoksi Sub Bagian Penyusunan Program

(1). Sub Bagian Penyusunan Program dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha dan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Bagian Tata Usaha lingkup penyusunan program dan pelaporan.

(2). Fungsi

Penyusunan rencana, program dan kegiatan Sub Bagian Penyusunan Program;

Pengumpulan bahan petunjuk teknis lingkup penyusunan rencana dan program Badan;

Penyiapan bahan penyusunan rencana dan program Badan; Pengembangan sistem informasi pelayanan;

Pelaksanaan penyuluhan dan pelayanan pengaduan masyarakat;

Penyiapan bahan pembinaan, pengawasan dan pengendalian;

Penyiapan bahan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Bagian sesuai dengan tugas dan fungsinya.

69 3) Tupoksi Bidang Pelayanan Perijinan I

a. Bidang Pelayanan Perijinan I dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan; b. Bidang Pelayanan Perijinan I mempunyai tugas pokok

melaksanakan sebagian tugas Badan lingkup pelayanan perijinan yang berkaitan dengan Usaha, Perdagangan dan Perindustrian; c. Dalam melaksanakan tugas pokok, Bidang Pelayanan Perijinan I

menyelenggarakan fungsi :

Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Pelayanan Perijinan I;

Penyusunan petunjuk teknis Bidang Pelayanan Perijinan I;

Pelaksanaan persiapan fasilitasi program kerja Bidang Pelayanan Perijinan I;

Pelaksanaan pelayanan perijinan;

Pelaksanaan rapat-rapat dengan Tim Teknis yang berkaitan dengan permohonan Ijin;

Pengkoordiniran pengolahan data perijinan;

Pengkoordiniran pelaksanaan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan ijin dan pembuatan berita acara pemeriksaan lapangan;

Pengkoordiniran pelaksanaan proses perijinan, dan persiapan konsep Surat Keputusan Perijinan;

70 Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait

bidang pelayanan perijinan;

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan pelaporan kegiatan di Bidang Pelayanan Perijinan I.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

4) Tupoksi Bidang Pelayanan Perijinan II

a. Bidang Pelayanan Perijinan II dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan. b. Bidang Pelayanan Perijinan II mempunyai tugas pokok

melaksanakan sebagian tugas Badan lingkup pelayanan perijinan yang berkaitan dengan ketentraman dan ketertiban masyarakat; c. Dalam melaksanakan tugas pokok, Bidang Pelayanan Perijinan II

menyelenggarakan fungsi :

Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Pelayanan Perijinan II;

Penyusunan petunjuk teknis Bidang Pelayanan Perijinan II; Pelaksanaan persiapan fasilitasi program kerja Bidang Pelayanan

Perijinan II;

Pelaksanaan pelayanan perijinan;

Pelaksanaan rapat-rapat dengan Tim Teknis yang berkaitan dengan permohonan Ijin;

71 Pengkoordiniran pengolahan data perijinan;

Pengkoordiniran pelaksanaan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan ijin dan pembuatan berita acara pemeriksaan lapangan;

Pengkoordiniran pelaksanaan proses perijinan, perhitungan retribusi, penetapan SKPD/SKRD, dan persiapan konsep Surat Keputusan Perijinan;

Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait bidang pelayanan perijinan;

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan pelaporan kegiatan di Bidang Pelayanan Perijinan II.

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

5) Tupoksi Bidang Pelayanan Perijinan III

a. Bidang Pelayanan Perijinan III dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan; b. Bidang Pelayanan Perijinan III mempunyai tugas pokok

melaksanakan sebagian tugas Badan lingkup pelayanan perijinan yang berkaitan dengan tata ruang, perhubungan, dan lingkungan hidup;

c. Dalam melaksanakan tugas pokok, Bidang Pelayanan Perijinan III menyelenggarakan fungsi :

72 Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Pelayanan

Perijinan III;

Penyusunan petunjuk teknis Bidang Pelayanan Perijinan III; Pelaksanaan persiapan fasilitasi program kerja Bidang Pelayanan

Perijinan III;

Pelaksanaan pelayanan perijinan;

Pelaksanaan rapat-rapat dengan Tim Teknis yang berkaitan dengan permohonan Ijin;

Pengkoordiniran pengolahan data perijinan;

Pengkoordiniran pelaksanaan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan ijin dan pembuatan berita acara pemeriksaan lapangan;

Pengkoordiniran pelaksanaan proses perijinan, perhitungan retribusi, penetapan SKPD/SKRD, dan persiapan konsep Surat Keputusan Perijinan;

Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait bidang pelayanan perijinan;

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan pelaporan kegiatan di Bidang Pelayanan Perijinan III;

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

73 6) Tupoksi Bidang Pelayanan Perijinan IV

a. Bidang Pelayanan Perijinan IV dipimpin oleh Kepala Bidang, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan; b. Bidang Pelayanan Perijinan IV mempunyai tugas pokok

melaksanakan sebagian tugas Badan lingkup pelayanan perijinan yang berkaitan dengan konstruksi, kesehatan dan lain-lain;

c. Dalam melaksanakan tugas pokok, Bidang Pelayanan Perijinan IV menyelenggarakan fungsi :

Penyusunan rencana, program dan kegiatan Bidang Pelayanan Perijinan IV;

Penyusunan petunjuk teknis Bidang Pelayanan Perijinan IV; Pelaksanaan persiapan fasilitasi program kerja Bidang

Pelayanan Perijinan IV;

Pelaksanaan pelayanan perijinan;

Pelaksanaan rapat-rapat dengan Tim Teknis yang berkaitan dengan permohonan Ijin;

Pengkoordiniran pengolahan data perijinan;

Pengkoordiniran pelaksanaan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan ijin dan pembuatan berita acara pemeriksaan lapangan;

Pengkoordiniran pelaksanaan proses perijinan, perhitungan retribusi, penetapan SKPD/SKRD, dan persiapan konsep Surat Keputusan Perijinan;

74 Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait

bidang pelayanan perijinan;

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penyusunan pelaporan kegiatan di Bidang Pelayanan Perijinan IV;

Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

7) Tim Teknis

a. Meneliti permohonan ijin;

b. Mengadakan rapat pembahasan permohonan ijin;

c. Melaksanakan peninjauan lokasi/lapangan terhadap permohonan ijin apabila diperlukan;

d. Melaksanakan proses perijinan, perhitungan retribusi dan persiapan konsep Surat Keputusan/Perijinan;

e. Memberikan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan kepada Kepala Badan yang menyangkut pelaksanaan tugas dan fungsi Badan;

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

75 8) Kelompok Jabatan Fungsional

a. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan;

b. Setiap Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh Tenaga Fungsional Senior yang dihunjuk;

c. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja;

d. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan.

4.2.4 Keadaan Pegawai dan Fasilitas Kerja a) Keadaan Pegawai

Penyelenggara urusan pelayanan perijinan terpadu selama tahun 2013 secara kelembagaan digerakkan oleh sumberdaya kepegawaian. Adapun sumberdaya kepegawaian yang ada pada akhir Oktober tahun 2013 sebanyak 83 orang dibedakan berdasarkan kualifikasi menurut pendidikan, golongan dan jabatan untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

76 Tabel 4.1 Profil SDM Aparatur BPPT Kota Medan Tahun 2013

No Uraian Jumlah

(Orang)

Persentase (%)

1. Jumlah Pegawai 83 100

2. Kualifikasi menurut Pendidikan : a. SLTA sederajat b. D-III c. S1 d. S2 23 3 52 5 27,71 3,61 62,65 6,02 3. Kualifikasi menurut Golongan :

a. Golongan II b. Golongan III c. Golongan IV 13 58 12 15,66 69,87 14,45 4. Kualifikasi menurut Jabatan :

a. Eselon II b. Eselon III c. Eselon IV 1 5 3 1,20 6,02 3,61 Sumber : Sub Bagian Umum BPPT Kota Medan, 2015

Sesuai dengan Perda Kota Medan Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Medan paragrap 2 tentang organisasi pasal 161 Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Medan terdiri dari :

- Kepala Badan eselon IIb;

- Sekretaris eselon IIIa;

- 4 orang Kabid eselon IIIb;

77 Tabel 4.2 Jumlah SDM Perbidang BPPT Kota Medan Tahun 2013

No Uraian Jumlah (Orang)

1. Kepala Badan 1 2. Sekretariat a. Kasubbag Umum b. Kasubbag Keuangan c. Kasubbag Program d. Staf 1 1 1 1 3. Tim Teknis Kabid Pelayanan Perijinan I : 301

4. Kabid Pelayanan Perijinan II : Tim Teknis 121 5. Kabid Pelayanan Perijinan II :

Tim Teknis 201

6. Kabid Pelayanan Perijinan III :

Tim Teknis 14

7. Kabid Pelayanan Perijinan IV :Tim teknis 18

8. Kelompok jabatan fungsional 0

Total 83

Sumber : Sub Bagian Umum BPPT, 2015

b) Fasilitas Kerja Pegawai

Suatu fasilitas kerja dan prasarana yang tersedia dapat menunjang tercapainya suatu tujuan organisasi yang telah ditentukan sebelumnya serta dapat mendukung lancarnya pelaksanaan tugas-tugas dan pekerjaan yang sedang ataupun yang akan dilaksanakan oleh organisasi yang bersangkutan untuk tercapainya tujuan dan sasaran organisasi tersebut.

78 Berikut ini peneliti kemukakan mengenai fasilitas kerja pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Karawang yang akan digunakan untuk melaksanakan tugasnya dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, dapat dilihat padatabel , sebagai berikut:

Tabel 4.3 Jenis Prasana/Sarana di BPPT Kota Medan

No Jenis Prasarana /Sarana Jumlah

1 Kenderaan Roda 4 3 2 Kenderaan Roda 2 15 3 Meja Biro 25 4 Meja Rapat 2 5 Kursi Direktur 13 6 Kursi Sopa 2

7 Kursi Putar Tanpa Tangan 43

8 Kursi Lipat 10

9 Kursi Besi ( Futura ) 82 10 Kursi Besi Panjang 17

11 Jam Dinding 5 12 TV 6 13 Filiing Cabinet 50 14 Kulkas 1 15 Lemari 2 Pintu 6 16 Lemari Kayu 1 17 Pesawat Telepon 19 18 White Board 3 19 AC Portabel 2 20 Dispenser 7 21 Notebook/Laptop 5 22 Komputer 47 23 Meja Komputer 24 24 Printer 29 25 Scanner 4 26 Mesin Tik 3

27 Mesin hitung Uang 2

28 UPS/ Stabiizer 55

29 Meja 1/2 Biro 79

30 Ceret 2

31 Alat Pembersih Udara 2 32 Mesin Penghancur Kertas 7

33 Papan Nama Kantor 1

34 Foto Presiden dan Wakil 2

79

36 Kalkulator 16

37 LCD Projector 2

38 Brankas 2

39 Buku Bacaan 86

40 Meja Loket Resepsionis 1

41 Meja Gantung 2

42 Lemari Tiga Pintu 5

43 Lemari Empat Pintu 1

44 Safety Box 2

45 Tangga 1

46 Mesin Antrian 1

47 Kamera Digital 2

48 Handycem 1

49 Sound System (wireless) 1

50 Lemari Besi 2 Pintu 1

51 Rak Besi Biasa 7

52 Mesin Genset 1 53 Kamera CCTV 1 54 Finger Print 1 55 Server pro ML 150g6-132 1 56 CCTV/ DVR/ TV 1 57 Monitor LCD 17 Inc 1 58 Tape 160 GM 3

59 Tape Backup DAT 160 1

60 Kabel jaringan UTO Cat 6 1 61 Renopasi Ruangan BPPT 2 62 Switch 8 Port Des 1008A 3

63 Keyboard 4

64 Mouse 4

Total

Sumber : Sub Bagian Umum BPPT, 2015

4.2.5 Jenis Layanan Izin

Adapun ijin yang ditangani mulai tahun 2012 sesuai SOP dapat dilihat dibawah ini :

80 Tabel 4.4 Jenis Layanan Izin di BPPT Kota Medan

No JENIS PERIZINAN MASA BERLAKU

IZIN WAKTU

1 Izin Usaha Perdagangan Selama usaha masih

berjalan 5 Hari kerja

2 Izin Usaha Industri Kecil dan

Menengah

Selama usaha masih

berjalan 5 Hari kerja

3 Tanda Daftar Perusahaan 5 Tahun 3 Hari kerja

4 Izin Gangguan Perusahaan Industri 1 Tahun 7 Hari kerja

5 Izin Gangguan Bukan Perusahaan

Industri 3 Tahun 7 Hari kerja

6 Izin Optik 5 Tahun registrasi

ulang setiap tahun 7 Hari kerja

7 Izin Kerja Petugas Kesehatan 5 Tahun 5 Hari kerja

8 Izin Pelataran Parkir 1 Tahun 7 Hari kerja

9 Izin Reklame Khusus Umbul-Umbul

dan Spanduk 30 Hari 5 Hari kerja

10 Izin Usaha Jasa Kontruksi 3 Tahun 7 Hari kerja

11

Izin Pengelolaan, Pengeboran,

Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah

Lama Proses Izin Pararel

2 Tahun 5 Hari kerja

10 Hari kerja

Sumber : Sub Bagian Umum BPPT, 2015

4.3 Gambaran Umum Dinas Pendapatan Kota Medan

81 Dinas Pendapatan Kota Medan dahulu hanya satu unit kerja yang kecil yaitu Sub-Bagian Penerimaan pada bagian keuangan dengan tugas pokoknya mengelola bidang penerimaan/pendapatan daerah. Mengingat pada saat itu potensi pajak maupun retribusi daerah di kota medan belum begitu banyak, maka dalam sub-bagian penerimaan tidak terdapat seksi atau urusan.

Dengan peningkatan perkembangan pembangunan dan laju pertumbuhan penduduk serta Potensi Pajak/Retribusi Daerah Kota Medan, maka melalui Peraturan daerah Kota Medan, Sub-Bagian tersebut di atas ditingkatkan menjadi bagian dengan nama bagian IX yang tugas pokoknya mengelola penerimaan dan pendapatan daerah. Bagian IX tersebut terdiri dari beberapa seksi dengan pola pendekatan secara sektoral pungutan daerah.

Pada tahun 1978 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor : KUPD-7, tahun 1978, tentang penyeragaman Struktur Organisasi Dinas Pendapatan Daerah Propinsi dan Kabupaten/Kotamadya di seluruh Indonesia, maka pemerintah Kota Medan menetapkan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 1978 tentang Struktur Organisasi dinas Pendapatan daerah Kotamadya Medan sebagaimana dimaksudkan dalam Instruksi Mendagri dimaksud. Struktur Organisasi dinas Pendapatan daerah yang baru ini dipimpin oleh seorang Kepala dinas yang terdiri dari 1 (satu). Bagian Tata Usaha, dengan 3 (tiga) Urusan dan 4 (empat) seksi dengan masing-masing seksi terdiri dari 3 (tiga) subseksi.

Seiring dengan meningkatnya pembangunan dan pertumbuhan wajib pajak/retribusi daerah, struktur Organisasi Dinas Pendapatan selama ini dibentuk

82 dengan membagi pekerjaan berdasarkan sektor jenis pungutan maka pola tersebut perlu dirubah secara fungsional.

4.3.1 Visi dan Misi Dinas Pendapatan Kota Medan

a. Visi : Terwujudnya pendapatan daerah sebagai andalan pembiayaan pembangunan daerah.

b. Misi :

1) Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap sumber dan pengelola pendapatan daerah.

2) Meningkatkan sarana dan prasarana dinas.

3) Intensifikasi dan ekstensifikasi subyek dan obyek pendapatan daerah. 4) Meningkatkan penegakan hukum.

5) Meningkatkan kesadaran wajib pajak terhadap kewajibannya dalam membayar pajak daerah.

4.3.2 Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Kota Medan

Dinas merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah, yang dipimpin

Dokumen terkait