RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL 2015-
BIDANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
A. Sasaran Bidang
1. Pengamanan Produksi Untuk Kemandirian dan Diversifikasi Konsumsi Pangan
Sasaran utama dari penguatan pasokan pangan dan diversifikasi konsumsi adalah:
a. Peningkatan ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi dalam negeri: (a) Padi; (b) Kedelai; (c) Jagung; (d) Meningkatkan produksi daging sapi; (e) Meningkatkan produksi gula;
b. Peningkatan cadangan pangan pemerintah;
c. Peningkatan konsumsi pangan baik jumlah maupun kualitas.
2. Pengembangan Agribisnis, Pertanian Berkelanjutan dan Kesejahteraan Petani
Sasaran utama peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas pertanian adalah:
a. Meningkatnya PDB Industri Pengolahan Makanan dan Minuman serta produksi komoditas andalan ekspor dan komoditas prospektif:
b. Meningkatnya jumlah sertifikasi untuk produk pertanian yang diekspor. c. Berkembangnya agroindustri terutama di perdesaan.
d. Meningkatnya neraca perdagangan (ekspor-impor) komoditi pertanian. e. Meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
3. Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Perikanan Serta Kesejahteraan
Nelayan/Pembudidaya Ikan/Pengolah dan Pemasar Hasil
Perikanan/Petambak Garam
Sasaran utama sektor perikanan sebagai pendukung ketahanan pangan dan peningkatan daya saing produk perikanan dalam rangka peningkatan kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, pengolah/pemasar hasil perikanan, dan petambak garam adalah:
a. Peningkatan produksi perikanan yang terdiri dari: (a) peningkatan produksi ikan, yang terdiri dari ikan hasil tangkapan dan ikan dari hasil budidaya; (b) peningkatan produksi rumput laut; (c) peningkatan produksi garam rakyat; (d) peningkatan volume produk olahan hasil perikanan;
b. Peningkatan konsumsi ikan masyarakat;
c. Tercapainya pertumbuhan PDB perikanan sebesar 7,2 persen per tahun;
d. Peningkatan nilai ekspor hasil perikanan; dan
e. Peningkatan nilai tukar nelayan serta pembudidaya ikan.
4. Peningkatan Tata Kelola Laut, Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Serta Pengembangan Ekonomi Kelautan Berkelanjutan
Sasaran peningkatan tata kelola laut, pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil serta pengembangan ekonomi kelautan berkelanjutan adalah:
a. Terwujudnya tata kelola dalam pemanfaatan sumber daya kelautan di wilayah perairan Indonesia dan yuridiksi nasional
b. Termanfaatkannya sumber daya kelautan untuk pembangunan ekonomi nasional
c. Terpeliharanya kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya hayati laut, melalui peningkatan konservasi, rehabilitasi dan peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana pesisir.
d. Terkendalinya IUU fishing dan kegiatan di laut yang merusak
e. Terwujudnya SDM dan Iptek kelautan yang berkualitas dan
meningkatnya wawasan dan budaya bahari.
5. Peningkatan Produksi Hasil Hutan dan Pengembangan Jasa Lingkungan a. Pengembangan KPH Produksi dan Produk Kayu dalam upaya
peningkatan daya saing hasil hutan kayu ditargetkan sasaran sebagai berikut:
1) Mengembangkan 347 unit Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP);
2) Berproduksinya kayu bulat dari hutan alam;
3) Meningkatnya produksi kayu bulat dari hutan tanaman; 4) Meningkatnya nilai ekspor produk kayu.
b. Pengembangan KPH Lindung dan Hasil Hutan Bukan Kayu
1) Mengembangkan 182 unit Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL);
2) Meningkatnya HKm, HD dan HR;
3) Meningkatnya produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari hutan lindung;
4) Meningkatnya pendapatan dari ekowisata dan jasa lingkungan khususnya air baku untuk domestik, pertanian, dan industri.
c. Meningkatnya kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat dalam pemanfaatan jasa lingkungan kawasan hutan.
6. Peningkatan Konservasi dan Tata Kelola Hutan Serta Pengelolaan DAS a. Peningkatan Kinerja Tata Kelola Kehutanan
1) Penyelesaian pengukuhan/penetapan kawasan hutan; 2) Penyelesaian tata batas kawasan dan tata batas fungsi;
3) Operasionalisasi 629 KPH yang terdiri dari 347 KPHP, 182 KPHL dan 100 KPHK Bukan Taman Nasional;
4) Peningkatan kinerja pengelolaan KPH;
5) Tertanganinya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan; 6) Menurunnya jumlah hotspots kebakaran kawasan hutan.
b. Peningkatan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati
sasaran pengelolaan hutan konservasi meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Meningkatnya kualitas fungsi dan kelestarian hutan konservasi serta
keanekaragaman hayati di dalamnya.
2) Terbentuknya dan beroperasinya KPHK Non Taman Nasional sebanyak 100 unit.
3) Penyelesaian seluruh tata batas dan penetapan kawasan konservasi khususnya di 50 Taman Nasional.
4) Evaluasi seluruh Rencana Pengelolaan 50 Taman Nasional.
5) Terselenggaranya kegiatan penangkaran sekurangnya di seluruh 50 Taman Nasional untuk 25 jenis spesies langka
6) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai keekonomian KEHATI.
7) Selesainya panduan pengelolaan dan pemanfaatan KEHATI secara berkelanjutan.
8) Meningkatnya kapasitas sumber daya manusia dalam pemanfaatan keekonomian keanekaragaman hayati (KEHATI) dan jasa lingkungan secara berkelanjutan sebagai sumber bahan baku untuk sandang, pangan, papan, obat-obatan, kosmetik, energi alternatif, dan ekowisata.
9) Termanfaatkannya produk hasil keanekaragaman hayati dan jasa lingkungan secara optimal, adil, dan lestari bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
10) Terwujudnya pengembangan dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan.
11) Meningkatnya jumlah kemitraan dengan dunia usaha dan masyarakat dalam pemanfaatan jasa lingkungan kawasan hutan
12) Meningkatnya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari ekspor tanaman dan satwa liar serta bioprospecting.
c. Peningkatan Pengelolaan DAS
Berdasarkan kondisi di atas, sasaran utama peningkatan pengelolaan DAS sebagai dukungan terhadap ketahanan air adalah sebagai berikut: 1) Menyelesaikan status DAS lintas Negara
2) Mengurangi luasan lahan kritis.
3) Memulihkan kesehatan 5 DAS prioritas (DAS Ciliwung, DAS Citarum, DAS Serayu, DAS Bengawan Solo, dan DAS Brantas) sejak tahun 2015, dan 10 DAS prioritas lainnya sampai dengan tahun 2019. 4) Meningkatkan perlindungan mata air di 5 DAS sejak tahun 2015 dan
10 DAS prioritas lainnya sampai tahun 2019.
5) Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemulihan kesehatan DAS melalui pengembangan Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), Hutan Adat dan Hutan Rakyat (HR) serta peningkatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). 6) Internalisasi 108 RPDAST yang sudah disusun ke dalam RTRW. 7) Pembangunan embung, dam pengendali, dan dam penahan skala
kecil dan menengah di daerah hulu 15 DAS Prioritas melalui kemitraan dengan petani
8) Pembinaan dan pengelolaan 182 KPHL.
9) Pembinaan penyelenggaraan pengelolaan 15 DAS prioritas 10) PengembanganPerbenihan Tanaman Hutan
11) Peningkatan Kualitas Data dan Informasi 15 DAS prioritas. 7. Penguatan Pasokan, Bauran dan Efisiensi Konsumsi Energi
Sasaran utama penguatan ketahanan energi yang akan dicapai adalah: a. Produksi sumber daya energi
b. Penyediaan sarana dan prasarana energi
c. Pemanfaatan bahan bakar nabati dan efisiensi energi d. Peningkatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) e. Pengurangan subsidi energi secara berkala akan
8. Peningkatan Nilai Tambah Industri Mineral dan Pertambangan Berkelanjutan
Dua sasaran utama peningkatan daya saing komoditas mineral dan tambang yang akan dicapai adalah:
a. Meningkatnya nilai tambah komoditas mineral dan pertambangan di dalam negeri; dan
b. Terlaksananya kegiatan pertambangan yang memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan (Sustainable Mining).
9. Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup, Pengembangan Pola Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan dan Pelestarian dan Pemanfaatan Keekonomian Kehati
a. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup ;
b. Menguatnya kerangka pengendalian dan kapasitas pengelolaan lingkungan hidup;
c. Meningkatnya pemanfaatan IPTEK dan SDM untuk peningkatan nilai ekonomi keanekaragaman hayati dan menyempurnakan panduan mengenai langkah-langkah untuk pengelolaan dan pemanfaatan KEHATI secara berkelanjutan;
d. Mengarusutamakan keanekaragaman hayati (KEHATI) pada kegiatan perencanaan pembangunan nasional.
10. Penanggulangan Bencana dan Pengurangan Risiko Bencana
Sasaran penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana adalah menurunnya indeks risiko bencana pada pusat pertumbuhan ekonomi yang memiliki indeks risiko tinggi bencana.
11. Penanganan Perubahan Iklim dan Peningkatan Kualitas Informasi Iklim dan Kebencanaan
a. Meningkatnya penanganan perubahan iklim.
b. Meningkatnya kualitas informasi peringatan dini cuaca , iklim, dan bencana;
c. Tersedianya data dan informasi iklim yang dipergunakan untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim;
d. Meningkatnya kecepatan dan akurasi data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG).
B. Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang
1. Pengamanan Produksi untuk Kemandirian dan Diversifikasi Konsumsi Pangan
Dalam rangka menuju kemandirian dan kedaulatan pangan sebagaimana tertuang dalam UU No. 17/2007 tentang RPJPN 2005-2025, UU No. 18/2012 tentang Pangan dan UU No. 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan sesuai dengan visi-misi program Presiden, maka upaya penguatan pasokan pangan dan diversifikasi konsumsi akan dilakukan melalui strategi: (1) Peningkatan produktivitas dan perluasan areal; (2) Penanganan cadangan pangan dan diversifikasi konsumsi; dan (3) Mitigasi kerawanan pangan.
2. Pengembangan Agribisnis, Pertanian Berkelanjutan dan Kesejahteraan Petani
Untuk mencapai sasaran utama peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditi pertanian yang telah ditetapkan tersebut, maka arah kebijakan dalam RPJMN 2015-2019 terutama difokuskan pada:(1) peningkatan produktivitas, standar mutu dan standar ramah lingkungan hasil pertanian komoditi andalan ekspor dan untuk penggunaan industri dalam negeri; dan (2) mendorong pengembangan industri pengolahan terutama di perdesaan serta peningkatan ekspor hasil pertanian. Untuk itu strategi yang akan dilakukan meliputi:
a. Peningkatan produktivitas, standar mutu dan standar ramah lingkungan hasil pertanian komoditi andalan ekspor dan untuk penggunaan industri dalam negeri akan dicapai melalui:
1) Revitalisasi perkebunan dan hortikultura rakyat;
2) Peningkatan mutu, pengembangan standarisasi hasil pertanian, peningkatan kualitas pelayanan perkarantinaan dan pengawasan keamanan hayati; serta
3) Peningkatan aksesibilitas petani terhadap teknologi, sumber-sumber pembiayaan, serta informasi pasar dana akses pasar.
b. Sasaran pengembangan industri pengolahan terutama di perdesaan serta peningkatan ekspor hasil pertanian akan dilaksanakan melalui strategi:
1) Pengembangan agroindustri perdesaan.
2) Penguatan kemitraan antara petani dengan pelaku/pengusaha pengolahan dan pemasaran (eksportir).
3) Akselerasi ekspor untuk komoditas-komoditas unggulan serta komoditas prospektif.
3. Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Perikanan Serta Kesejahteraan
Nelayan/ Pembudidaya Ikan/Pengolah dan Pemasar Hasil
Perikanan/Petambak Garam
a. Peningkatan Produktivitas, Optimalisasi Kapasitas dan Kontinuitas Produksi Perikanan.
b. Peningkatan Kualitas Prasarana dan Sarana Perikanan.
c. Peningkatan Mutu, Nilai Tambah dan Inovasi Teknologi Perikanan. d. Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan.
e. Perbaikan Tata Kelola Perikanan, untuk terciptanya iklim yang kondusif bagi terwujudnya kinerja, efektivitas kerjasama kelembagaan dan perbaikan tata kelola perikanan.
f. Pengembangan Sistem Distribusi Produk Perikanan serta Peningkatan Konsumsi Produk Pangan berbasis Ikan.
g. Peningkatan Kesejahteraan Nelayan, Pembudidaya, Petambak Garam, dan Pengolah/Pemasar Produk Ikan.
4. Peningkatan Tata Kelola Laut, Pengelolaan Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Serta Pengembangan Ekonomi Kelautan Berkelanjutan
Dalam rangka pemeliharaan sumber daya sebagai aset pembangunan nasional dan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan untuk pembangunan, arah kebijakan pembangunan difokuskan pada:
a. Meningkatkan Tata Kelola Sumber Daya Kelautan, dengan strategi: 1) Penyusunan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulaupulau kecil,
laut, pengembangan kebijakan kelautan dan roadmap pembangunan maritim dan kelautan;
2) Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil; 3) Pembakuan nama pulau kecil;
4) Peningkatan koordinasi bidang kemaritiman; dan
5) Meningkatkan kualitas data dan informasi kelautan yang terintegrasi. b. Meningkatkan Konservasi, Rehabilitasi dan Peningkatan Ketahanan
Masyarakat terhadap Bencana di Pesisir dan Laut, dengan strategi: 1) Pengutuhan dan penambahan luasan kawasan konservasi;
2) Memperkuat dan mengembangkan kerjasama regional maupun internasional dalam pengelolaan wilayah laut, seperti program CTI, SSME, MFF dan sebagainya;
3) Gerakan cinta laut dan rehabilitasi kawasan pesisir yang rusak; 4) Pengembangan kawasan pesisir yang meningkat ketahanannya
terhadap dampak bencana dan perubahan iklim; serta 5) Penanggulangan pencemaran wilayah pesisir dan laut.
c. Pengendalian IUU Fishing dan Kegiatan yang Merusak di Laut, dengan strategi:
1) Pengembangan sistem pengawasan yang terintegrasi;
2) Penguatan kelembagaan pengawasan di pusat dan di daerah; 3) Peningkatan kualitas SDM pengawas;
4) peningkatan dan optimalisasi sarana dan prasarana pengawasan; 5) Penataan sistem perijinan usaha kelautan dan perikanan, serta
peningkatan penertiban ketaatan pelaku usaha, dan 6) Peningkatan penegakan hukum.
d. Mengembangkan industri kelautan berbasis sumber daya, dengan strategi:
1) Mengembangkan wisata bahari di lokasi-lokasi andalan;
2) Pengembangan usaha perikanan di kawasan sentra produksi (dengan konsep hulu-hilir);
3) Pengembangan energi laut sebagai energi terbarukan;