• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Urusan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 64-69)

Penduduk yang Bekerja

15. Bidang Urusan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. Koperasi Aktif adalah koperasi yang dalam dua tahun terakhir mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) atau koperasi yang dalam tahun terakhir melakukan kegiatan usaha.

Indikator keberhasilan pelaksanaan bidang urusan koperasi usaha kecil dan menengah diukur dengan indikator, sebagai berikut :

a. Prosentase Koperasi Aktif.

Data tentang prosentase koperasi aktif di Kota Madiun tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, dapat dilihat sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel II.79

Prosentase Koperasi Aktif di Kota Madiun Tahun 2009 – 2013

No. Uraian Tahun

2009 2010 2011 2012 2013 1. Jumlah Koperasi 280 285 285 285 286 2. Jumlah Koperasi Akltif 272 278 269 280 281 3 Persentase Koperasi Aktif 97,14 97,54 94,39 98,25 98,25

Sumber data : DISPERINDAKOPPAR Kota Madiun Tahun 2009-2013.

b. Jumlah UKM Non BPR/LKM UKM dan Usaha Kecil Mikro.

Data tentang jumlah UKM Non BPR/LKM UKM dan usaha kecil mikro di Kota Madiun tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, dapat dilihat sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel II.80

Jumlah UKM Non BPR/LKM UKM, Jumlah BPR/LKM

dan Jumlah Usaha Mikro dan Kecil Kota Madiun Tahun 2009–2013

No Uraian Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 1. UKM Non BPR/LKM UKM 13.939 13.939 13.939 22.833 22.833 2. LKM 6 7 8 8 8 3. BPR 3 3 3 3 3

4. Usaha Mikro dan

Kecil 13.909 13.909 13.909 22.512 22.512

16. Bidang Urusan Penanaman Modal.

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) adalah penggunaan modal dalam negeri bagi usaha-usaha yang mendorong pembangunan ekonomi pada umumnya. Penanaman modal asing (PMA) merupakan penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan perundang -undang di Indonesia, dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung resiko dari penanaman modal tersebut.

Jumlah investor PMDN/PMA dihitung dengan menjumlahkan banyaknya investor PMDN berskala nasional dengan banyaknya investor PMA berskala nasional yang aktif berinvestasi di daerah dan pada suatu periode tahun pengamatan. Indikator keberhasilan pelaksanaan bidang urusan penanaman modaldapat diukur dengan indikator, sebagai berikut :

a. Jumlah Investor Berskala Nasional & Jumlah Investasi Berskala Nasional.

Data tentang jumlah investor berskala nasional & jumlah investasi berskala nasional di Kota Madiun tahun 2009 sampai dengan tahun 2012, dapat dilihat sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel II.81

Jumlah Investor Berskala Nasional (PMDN/PMA) dan Jumlah Nilai Investasi Berskala Nasional (PMDN/PMA)

Kota Madiun Tahun 2009 - 2012.

Tahun Jumlah Investor Jumlah Invetasi

PMDN PMA Jumlah PMDN PMA Jumlah

2009 232 - 232 58.625.450.000 - 58.625.450.000

2010 267 - 267 41.750.470.000 - 41.750.470.000

2011 304 - 304 200.151.214.797 - 200.151.214.797

2012 274 - 274 77.042.500.000 - 77.042.500.000

Sumber Data : KPPT Kota Madiun (Adm Pereksos) Tahun 2009-2012.

b. Rasio Daya Serap Tenaga Kerja.

Rasio daya serap tenaga kerja adalah perbandingan antara jumlah tenaga kerja bekerja pada perusahaan PMA/PMDN dengan jumlah seluruh PMA/PMDN. Jumlah tenaga kerja bekerja pada perusahaan PMA/PMDN dihitung dari banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada investasi PMA/PMDN yang terealisasi pada suatu tahun. Jumlah seluruh PMA/PMDN dihitung dari banyaknya proyek investasi yang terealisasi di daerah pada suatu tahun berdasarkan data BKPM.

Data tentang rasio daya serap tenaga kerja di Kota Madiun tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, dapat dilihat sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel II.82

Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Kota Madiun Tahun 2009 – 2013

Uraian Tahun

2009 2010 2011 2012 2013

Total tenaga kerja pada

perusahaan PMDN/PMA 8.586 10.194 10.328 10.371 10.461 Total seluruh perusahaan

PMDN/PMA 330 335 335 337 346

Rasio daya serap tenaga

kerja 26 30 31 31 30

Sumber data : DISNAKERSOS Kota Madiun Tahun 2009-2013.

c. Kenaikan/Penurunan Nilai Realisasi PMDN.

Data tentang kenaikan/penurunan nilai realisasi PMDN di Kota Madiun tahun 2009 sampai dengan tahun 2012, dapat dilihat sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel II.83

Kenaikan/Penurunan Nilai Realisasi PMDN Kota Madiun Tahun 2009 – 2012

No. Tahun Kenaikan (Rp) Penurunan (Rp. Milyar)

1. 2009 271.532.253.877 -

2. 2010 313.282.723.877 -

3. 2011 513.433.938.674 -

4. 2012 590.476.438.674 -

Sumber data : KPPT Kota Madiun (Adm Pereksos) Tahun 2009-2012.

17. Bidang Urusan Kebudayaan.

Pembangunan bidang urusan kebudayaan sangat terkait erat dengan kualitas hidup manusia dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan 2 (dua) sasaran pencapaian pembangunan bidang sosial budaya dan keagamaan yaitu : (i) mewujudkan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab; dan (ii) mewujudkan bangsa yang berdaya saing untuk pencapaian masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.

Indikator keberhasilan pelaksanaan bidang urusan kebudayaan dapat diukur dengan indikator, melalui penyelenggaraan festival seni dan budaya, sarana penyelenggaraan seni dan budaya serta terpeliharanya benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan, sebagaimana dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :

Tabel II.84

Seni dan Budaya, Sarana Penyelenggaraan Seni dan Budaya, dan Benda, Situs, Kawasan Cagar Budaya

Kota Madiun Tahun 2009 – 2013

No Uraian Tahun

2009 2010 2011 2012 2013

1 Jumlah penyelenggaraan festival seni dan budaya 5 8 8 8 8 2 Jumlah sarana penyelengga raan seni dan budaya 14 22 5 6 24

3 Jumlah Benda - - - - -

4 Jumlah Situs) 2 2 2 2 2

18. Bidang Urusan Kepemudaan dan Olahraga.

Organisasi pemuda adalah sekelompok pemuda yang bekerjasama dengan suatu perencanaan-perencanaan kerja dan peraturan-peraturan, untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jumlah organisasi pemuda dihitung dari jumlah organisasi pemuda yang aktif sampai dengan tahun pengukuran. Indikator keberhasilan pelaksanaan bidang urusan kepemudaan dan olahraga dapat diukur melalui indikatorjumlah organisasi pemuda, jumlah organisasi olahraga, jumlah kegiatan kepemudaan, jumlah kegiatan olahraga, jumlah gelanggang/balai remaja milik pemda dan jumlah lapangan olahraga.

Data tentang bidang urusan kepemudaan dan olahraga di Kota Madiun tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, dapat dilihat sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel II.85

Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olah Raga Kota Madiun Tahun 2009 – 2013

No Uraian 2009 2010 Tahun 2011 2012 2013

1 Jumlah Organisasi Pemuda 3 3 3 3 3

2 Jumlah Organisasi

Olahraga 25 25 25 28 28

3 Jumlah kegiatan

Kepemudaan 2 2 3 3 4

4 Jumlah Kegiatan Olahraga 3 3 3 4 4

5. Jumlah Gelanggang/balai

remaja milik pemda. 2 2 2 2 3

6. Jumlah lapangan olahraga 85 85 85 83 83

Sumber data : DIKBUDMUDORA Kota Madiun Tahun 2009-2013.

19. Bidang Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri.

Indikator keberhasilan pelaksanaan bidang urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri dapat diukur melalui indikator (i) kegiatan pembinaan terhadap LSM, Ormas dan OKP; dan (ii) kegiatan pembinaan politik daerah. Data tentang pelaksanaan bidang urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri di Kota Madiun tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, dapat dilihat sebagaimana tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel II.86

Bidang Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kota Madiun Tahun 2009 – 2013

No Uraian Tahun

2009 2010 2011 2012 2013

1

Jumlah Kegiatan Pembinaan Terhadap LSM, Ormas dan

OKP 4 3 30 33 51

2 Jumlah Kegiatan Pembinaan Politik Daerah 1 10 22 22 83

20.Bidang Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian.

Indikator keberhasilan pelaksanaan bidang urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian dapat diukur melalui beberapa indikator sebagai berikut :

a. Rasio jumlah polisi pamong praja per 1.000 penduduk, pos kamling per jumlah desa/kel dan jumlah linmas per 10.000 penduduk, sebagaimana data yang disajikan pada tabel dibawah ini :

Tabel II.87

Rasio Jumlah Pol PP Per 1.000 penduduk dan Pos Kamling

Per jumlah Desa/kel dan Jumlah Linmas Per 10.000 Penduduk Kota Madiun Tahun 2009 – 2013

No Thn Polisi PP Pos Kamling Linmas

Jml petugas Jml Pnddk Rasio Jml Pos Jml Kel. Rasio Jml Jml Pnddk Rasio 1 2009 33 189.015 1,75 799 27 29,59 958 189.015 50,68 2 2010 29 198.805 1,46 799 27 29,59 1008 198.805 50,70 3 2011 32 202.087 1,58 809 27 29,96 1137 202.087 56,26 4 2012 28 203.257 1,38 809 27 29,96 1080 203.257 53,13 5 2013 29 207.381 1,40 809 27 29,96 864 207.381 41,66

Sumber data : Bakesbangpol dan Satpol PP Kota Madiun Tahun 2009-2013.

b. Sistem informasi pelayanan perijinan dan administrasi pemerintah, penegakan perda, cakupan patroli petugas satpol PP, tingkat penyelesaian pelanggaran k-3, jumlah petugas linmas, cakupan sarana dan prasarana perkantoran pemerintahan yang baik, sistem informasi manajemen pemda dan indeks kepuasan layanan masyarakat, sebagaimana data yang disajikan pada tabel dibawah ini :

Tabel II.88

Bidang Urusan Otda, Pem Um, Adm Keuda, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian Kota Madiun Tahun 2009 – 2013

No Uraian 2009 2010 Tahun 2011 2012 2013

1 Sistem Informasi Pelayanan Perijinan dan Administrasi Pemerintah

ada ada ada ada ada

2 Persentase Penegakan Perda 74,44 76,92 70,17 90,14 97,95 3

Cakupan Patroli Petugas Satpol PP. 4172 2702 2095 2919 2444 4 Penyelesaian Pelanggaran

K-3 2525 3713 2156 1672 2128

5. Jumlah Petugas Linmas. 958 1008 1137 1080 864

6. Cakupan Sarana dan Prasa na Perkantoran Pemerintah an Yang Baik.

99,08 100 100 93,27 98,18

7. Sistem Informasi Manajemen Pemda 30 36 42 47 51

8. Indeks Kepuasan Layanan

Masyarakat - 80,11 77,12 77,85 78,51

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 64-69)

Dokumen terkait