• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Usaha Perusahaan

Dalam dokumen PENGARUH TATA LETAK PRODUK TERHADAP KEPUASAN (Halaman 83-110)

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

F. Bidang Usaha Perusahaan

Mirota Kampus Yogyakarta bergerak dalan bidang perdagangan eceran (retail), yaitu sebagai penjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Produk-produk yang dijual oleh Mirota Kampus adalah sebagai berikut :

1. Lantai satu (lantai dasar)

Lantai satu ini merupakan supermarket, produk-produk yang dijual antara lain : snack, obat, makanan dan minuman, buah-buahan, peralatan rumah tangga (alat dapur), toiletries, kebutuhan harian (minyak, beras, bumbu dapur), dan sebagainya.

2. Lantai dua

Produk yang dijual di lantai dua antara lain kosmetika, pakaian, sepatu, sandal, ikat pinggang, handuk, sarung, sprei, topi, perlengkapan bayi, dompet, dan tas.

3. Lantai tiga

Produk yang dijual di lantai tiga antara lain alat tulis, alat listrik, radio atau tape, mainan anak, peralatan olah raga, accecories, souvenir, jam, dan istana kado.

G. Sistem Pelayanan

Sistem pelayanan yang diterapkan oleh Mirota Kampus Yogyakarta ada dua yaitu :

1. Sistem Swalayan (Self Service)

Sistem swalayan (self service) yaitu konsumen melayani dan memilih sendiri produk-produk yang diinginkan di dalam toko. Penerapan sistem ini pada lantai satu misalnya pada bagian buah, sayur, dan kebutuhan sehari-hari, pada

lantai dua diterapkan pada bagian pakaian dewasa pria dan wanita, pakaian anak, sepatu, topi, dan sebagainya, sedangkan penerapan pada lantai tiga misalnya pada bagian buku tulis, accecories, mainan anak, souvenier.

2. Sistem Dilayani

Sistem dilayani adalah sistem pengambilan produk yang dilakukan oleh pelayan atau karyawan Mirota Kampus. Penerapan sistem ini di lantai satu misalnya pada roti tart, ice cream, rokok, dan obat-obatan. Penerapan pada lantai dua misalnya pada bagian kosmetika, dompet, dan tas wanita, sedangkan pada lantai tiga penerapan sistem dilakukan pada bagian alat tulis, kalkulator, alat olah raga, dan peralatan elektronik.

H. Struktur Organisasi Perusahaan

PT Mirota Nayan dalam pelaksanaan kegiatan usahanya menerapkan sistem organisasi fungsional dan staf. Mirota Kampus merupakan divisi tersendiri atau cabang bersama Mirota Kampus Babarsari di bawah PT Mirota Nayan. Masalah Mirota Kampus akan menjadi masalah bagi masing-masing fungsi manajemen di pusat. Kegiatan usaha divisi atau cabang yang ada hanya berfungsi menjalankan usaha pemasaran sedangkan masalah pengadaan barang, pemasaran, personalia, akuntansi, dan keuangan dikelola langsung oleh Mirota Nayan. Jadi, divisi pengelolaannya lebih bersifat operasional. Staf Mirota Nayan berkantor di lokasi

Mirota Kampus Jl. C. Simanjuntak 70 Yogyakarta yang dapat dikatakan sebagai pusat kegiatan PT Mirota Nayan.

Struktur organisasi dari Mirota Kampus berkaitan dengan PT Mirota Nayan sebagai induk organisasinya. Tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian dalam struktur organisasi Mirota Kampus adalah sebagai berikut :

1. Dewan Komisaris

Dewan komisaris bertanggung jawab memberikan pandangan dan nasehat kepada para pimpinan perusahaan dalam rapat umum pemegang saham dan mengadakan peninjauan terhadap kebijakan-kebijakan perusahaan.

2. Direktur Utama

Direktur utama merupakan pimpinan tertinggi perusahaan dan bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan semua kegiatan perusahaan secara umum dan membawahi General Manager secara khusus.

3. General Manager

General manager bertugas menetapkan kebijakan umum perusahaan, merumuskan rencana-rencana serta cara kerja perusahaan.

4. Sekretaris

Sekretaris bertugas dan bertanggung jawab membuat jadwal kegiatan secara keseluruhan dan menjalankan berbagai kegiatan administrasi lainnya.

5. Konsultan Tetap

Konsultan tetap bertugas memberikan masukan ke jajaran manajemen baik strategi jangka pendek maupun jangka panjang, dan berperan dalam pengambilan keputusan pada pelaksanaan program kehumasan, serta memberikan masukan kegiatan operasional toko.

6. Manajer Keuangan

Manajer keuangan bertugas dan bertanggung jawab menangani kegiatan perusahaan, membayar gaji karyawan, dan turut serta dalam pengambilan keputusan untuk pembelian barang-barang inventaris perusahaan yang tergolong mahal.

7. Human Resource Departement

Human resource departement bertugas mengatur, mengawasi, dan bertanggung jawab atas kegiatan fungsional perusahaan.

8. Store Manager

Store manager bertugas dan bertanggung jawab terhadap segala kegiatan toko.

9. Manajer Pembelian (Purchase Manager), membawahi : a. Supervisor Gudang

Supervisor gudang bertugas dan bertanggung jawab atas penyimpanan persediaan barang di gudang, pemberian label dan harga pada masing-masing barang yang dijual, menerima barang yang datang dan

mengeceknya. Supervisor gudang membawahi bagian administrasi gudang dan operator.

b. Buyer (pembelian)

Buyer merupakan pihak yang bertugas dan bertanggung jawab dalam menerima barang yang baru dibeli dari supplier, melakukan pemeriksaan terhadap barang yang akan dibeli tersebut sebelum dimasukkan ke gudang dan bertanggung jawab terhadap pembelian barang dagangan.

10.Manajer Personalia

Manajer personalia bertugas dan bertanggung jawab mengatur, mengawasi, dan bertanggung jawab dalam kegiatan-kegiatan fungsional perusahaan, menyeleksi penerimaan karyawan, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak dilakukan oleh bagian lain. Manajer personalia membawahi :

a. Staf Personalia

Staf personalia bertugas untuk melakukan mutasi, pemberhentian, promosi, dan penberian bonus kepada karyawan, mengadakan perhitungan gaji karyawan, memberikan informasi kepegawaian kepada karyawan, dan membuat tata tertib perusahaan.

b. Public Relations

Public relations bertugas dan bertanggung jawab atas hubungan masyarakat secara umum yaitu pelaksana dan penanggung jawab program pemasaran belanja murah, memberikan informasi yang benar kepada

stockholders, melayani pelanggan yang komplain, membina hubungan interpersonal dengan pejabat pemerintah dan dengan komunitas lokal, dan membantu meningkatkan penjualan.

c. Supervisor Service and Maintenance

Supervisor service and maintenance bertugas mengontrol sarana dan prasarana kerja serta fasilitas-fasilitas yang ada di Mirota Kampus Yogyakarta yang berhubungan dengan teknik mesin dan servis.

Berdasarkan hasil penelitian penulis pada 100 responden yaitu pelanggan Mirota Kampus Jl. C. Simanjuntak 70 Yogyakarta, maka selanjutnya penulis akan menganalisis data yang telah dikumpulkan. Analisis data dibagi menjadi 2 bagian yaitu pengujian instrumen terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas, analisis data terdiri dari analisis persentase, uji asumsi klasik, regresi linier berganda dan uji F.

A. Pengujian Instrumen

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Perhitungan uji validitas dilakukan pada 30 responden menggunakan program SPSS (Statistical Program for Society Science) 15. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Ketentuan umtuk menentukan suatu kuesioner bersifat valid adalah jika r hitung > r tabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dan derajat kebebasan (df) = N-2. Berdasarkan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dan derajat kebebasan (df ) = 30-2 yaitu 30-28, maka didapat r tabel sebesar 0,30-239. Hasil pengujian validitas menggunakan program SPSS 15 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel V.1

Hasil Uji Validitas Pengaturan (Penempatan) Departemen

Butir r hitung r tabel Status

Dept1 0,100 0,239 Tidak Valid

Dept2 0,585 0,239 Valid

Dept3 0,563 0,239 Valid

Dept4 0,485 0,239 Valid

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.1 menunjukkan bahwa pernyataan pengaturan (penempatan) departemen butir 1 memiliki nilai r hitung < r tabel yaitu 0,100 < 0,239, berarti pernyataan pengaturan (penempatan) departemen butir 1 bersifat tidak valid. Pernyataan pengaturan (penempatan) departemen butir 2, 3, dan 4 bersifat valid karena memiliki nilai r hitung > r tabel. Berdasarkan hasil di atas terlihat bahwa ada pernyataan pengaturan (penempatan) departemen yang tidak valid yaitu pernyataan butir 1. Oleh karena itu, dilakukan pengujian validitas ulang terhadap pengaturan (penempatan) departemen dengan menghilangkan pernyataan pengaturan (penempatan) departemen butir 1. Hasil pengujian validitas ulang menggunakan program SPSS 15 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel V.2

Hasil Uji Validitas Pengaturan (Penempatan) Departemen

Butir r hitung r tabel Status

Dept2 0,643 0,239 Valid

Dept3 0,639 0,239 Valid

Dept4 0,604 0,239 Valid

Sumber : Data Primer Diolah (setelah pernyataan butir 1 dihilangkan)

Tabel V.2 menunjukkan bahwa pernyataan pengaturan (penempatan) departemen butir 2, 3, dan 4 bersifat valid karena memiliki nilai r hitung > r tabel.

Tabel V.3

Hasil Uji Validitas Pengaturan (Penempatan) Display

Butir r hitung r tabel Status

Disp1 0,511 0,239 Valid Disp2 0,297 0,239 Valid Disp3 0,647 0,239 Valid Disp4 0,649 0,239 Valid Disp5 0,333 0,239 Valid Disp6 0,509 0,239 Valid Disp7 0,632 0,239 Valid Disp8 0,296 0,239 Valid Disp9 0,512 0,239 Valid Disp10 0,523 0,239 Valid Disp11 0,494 0,239 Valid Disp12 0,611 0,239 Valid Disp13 0,627 0,239 Valid

Tabel V.3 menunjukkan bahwa semua pernyataan pengaturan (penempatan) display bersifat valid karena memiliki nilai r hitung > r tabel.

Tabel V.4

Hasil Uji Validitas Kepuasan Pelanggan Dalam Berbelanja

Butir r hitung r tabel Status

Kep1 0,829 0,239 Valid

Kep2 0,778 0,239 Valid

Kep3 0,754 0,239 Valid

Kep4 0,790 0,239 Valid

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.4 menunjukkan bahwa semua pernyataan kepuasan pelanggan dalam berbelanja bersifat valid karena memiliki nilai r hitung > r tabel.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah pengujian untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan selalu konsisten dari waktu ke waktu (Dwiatmoko, 2004:2). Butir pernyataan dalam suatu kuesioner dikatakan reliabel jika r hitung > r tabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dan derajat kebebasan (df ) = N-2. Berdasarkan taraf signifikansi 5% atau 0,05 dan derajat kebebasan (df ) = 30-2 yaitu 28, maka didapat r tabel sebesar 0,239.

Perhitungan uji reliabilitas dilakukan pada 30 responden menggunakan program SPSS (Statistical Program for Society Science) 15. Hasil pengujian reliabilitas dengan menggunakan program SPSS 15 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel V.5

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian

Simbol Variabel Penelitian r hitung r tabel Status

X1 Pengaturan (Penempatan) Departemen 0,783 0,239 Reliabel X2 Pengaturan (Penempatan) Display 0,853 0,239 Reliabel

Y Kepuasan Pelanggan Dalam

Berbelanja

0,903 0,239 Reliabel

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.5 menunjukkan bahwa masing-masing variabel penelitian yaitu pengaturan (penempatan) departemen (X1), pengaturan (penempatan) display

(X2), dan kepuasan pelanggan dalam berbelanja (Y) bersifat reliabel karena memiliki nilai r hitung > r tabel.

B. Analisis Data

1. Analisis Persentase

Untuk menjawab masalah pertama dalam penelitian ini mengenai karakteristik (profil) responden yang berbelanja di Mirota Kampus Jl. C.

Simanjuntak 70 Yogyakartamaka digunakan analisis persentase. Karakteristik responden dibedakan berdasarkan :

a. Jenis Kelamin

Berikut ini adalah tabel hasil analisis karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin :

Tabel V.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Pria 31 31%

2 Wanita 69 69%

Jumlah 100 100%

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.6 menunjukkan bahwa jumlah responden yang paling sedikit adalah pria sebanyak 31 orang (31%) dan jumlah responden yang paling banyak adalah wanita sebanyak 69 orang (69%).

b. Umur

Berikut ini adalah tabel hasil analisis karakteristik responden berdasarkan umur :

Tabel V.7

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

No Umur Jumlah (orang) Persentase (%)

1 15 – 20 tahun 30 30%

2 21 – 25 tahun 37 37%

3 26 – 30 tahun 20 20%

4 Lebih dari 30 tahun 13 13%

Jumlah 100 100%

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.7 menunjukkan bahwa jumlah responden yang paling sedikit adalah responden yang berumur lebih dari 30 tahun sebanyak 13 orang (13%) dan jumlah responden yang paling banyak adalah responden yang berumur 21 – 25 tahun sebanyak 37 orang (37%).

c. Pekerjaan

Berikut ini adalah tabel hasil analisis karakteristik responden berdasarkan pekerjaan :

Tabel V.8

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

No Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Pelajar 9 9%

2 Mahasiswa 50 50%

3 PNS 3 3%

4 Wiraswasta/Swasta 29 29%

5 ABRI/ POLRI 2 2%

6 Ibu Rumah Tangga 7 7%

Jumlah 100 100%

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.8 menunjukkan bahwa jumlah responden yang paling sedikit adalah responden yang bekerja sebagai ABRI/ POLRI sebanyak 2 orang (2%) dan responden yang paling banyak adalah responden yang bekerja sebagai mahasiswa sebanyak 50 orang (50%).

d. Penghasilan per Bulan

Berikut ini adalah tabel hasil analisis karakteristik responden berdasarkan penghasilan per bulan :

Tabel V.9

Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan per Bulan

No Penghasilan per Bulan Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Kurang dari Rp. 1.000.000 69 69% 2 Rp. 1.000.001 – Rp 2.000.00 17 17% 3 Rp. 2.000.001 – Rp 3.000.00 11 11% 4 Rp. 3.000.001 – Rp 4.000.00 2 2% 5 Lebih dari Rp. 4.000.000 1 1% Jumlah 100 100%

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.9 menunjukkan bahwa jumlah responden yang paling sedikit adalah responden yang berpenghasilan lebih dari Rp. 4.000.000 sebanyak 1 orang (1%) dan responden yang paling banyak adalah responden yang berpenghasilan kurang dari Rp. 1.000.000 sebanyak 69 orang (69%).

e. Lama Berlangganan

Berikut ini adalah tabel hasil analisis karakteristik responden berdasarkan lama berlangganan :

Tabel V.10

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Berlangganan

No Lama Berlangganan Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Kurang dari 3 bulan 9 9%

2 3 – 6 bulan 7 7%

3 7 – 12 bulan

(± 1 tahun) 17 17%

4 13 – 18 bulan

(± 11/2 tahun) 8 8%

5 Lebih dari 18 bulan 59 59%

Jumlah 100 100%

Sumber : Data Primer Diolah

Tabel V.10 menunjukkan bahwa jumlah responden yang paling sedikit adalah responden yang sudah berlangganan di Mirota Kampus selama 3 – 6 bulan sebanyak 7 orang (7%) dan responden yang paling banyak adalah responden yang sudah berlangganan lebih dari 18 bulan sebanyak 59 orang (59%).

2. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Multikolinieritas

Berdasarkan hasil uji multikolinieritas menggunakan program SPSS 15 maka didapatkan output sebagai berikut :

Tabel V.11

Output Uji Multikolinieritas

Coefficients a .818 1.222 .818 1.222 Dept Disp Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics

Dependent Variable: Kep a.

Tabel V.12

Ouput Uji Multikolinieritas

Coefficient Correlations a 1.000 -.426 -.426 1.000 .002 -.002 -.002 .018 Disp Dept Disp Dept Correlations Covariances Model 1 Disp Dept

Dependent Variable: Kep a.

Berdasarkan tabel di atas di dapat nilai tolerance (α), VIF (Variance Inflation Factor), dan koefisien korelasi (r) masing-masing variabel. Suatu variabel dikatakan terjadi multikolinieritas, jika koefisien korelasi antar

variabel bebas (X1 dan X2) lebih besar dari 0,60 (r > 0,60) dan dikatakan tidak terjadi multikolinieritas jika koefisien korelasi antar variabel bebas lebih kecil atau sama dengan 0,60 (r ≤ 0,60). Pendapat lain yaitu menurut Santoso dalam Priyanto (2008:39), pada umumnya jika VIF lebih besar dari 5, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinieritas yaitu ada hubungan linear antara variabel independen.

Analisis output pengujian multikolinieritas sebagai berikut :

1) Menggunakan besaran koefisien korelasi (r) antar variabel bebas. Hasil output pada tabel V.12 menunjukkan koefisien korelasi (r) antar variabel bebas sebesar – 0,426 jauh dibawah 0,60 atau – 0,426 < 0,60. Hal ini berarti antar variabel bebas tidak terjadi multikolinieritas (tidak ada hubungan linear antara variabel pengaturan (penempatan) departemen dengan pengaturan (penempatan) display).

2) Menggunakan nilai VIF (Variance Inflation Factor).

Hasil output pada tabel V.11 menunjukkan nilai VIF < 5 yaitu 1,222 < 5. Hal ini berarti dapat diduga bahwa antar variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinieritas (tidak ada hubungan linear antara variabel pengaturan (penempatan) departemen dengan pengaturan (penempatan) display).

b. Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas menggunakan program SPSS 15 maka didapatkan output sebagai berikut :

Gambar V.1

Regression Standardized Predicted Value

3 2 1 0 -1 -2 -3 Regressi on St udent ize d R esidual 2 1 0 -1 -2 -3 Scatterplot

Dependent Variable: Kep

Output Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan analisis hasil output uji heteroskedastisitas menggunakan SPSS, dari gambar scatterplot didapat titik-titik menyebar diatas titik origin (angka 0) pada sumbu Y, dan tidak mempunyai pola yang teratur, jadi kesimpulannya variabel independen (bebas) tidak terjadi heteroskedastisitas atau bersifat homoskedastisitas.

c. Uji Normalitas

Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan program SPSS 15 maka didapatkan output sebagai berikut :

Gambar V.2

Regression Standardized Residual

2 1 0 -1 -2 -3 Freq uency 12.5 10.0 7.5 5.0 2.5 0.0 Histogram

Dependent Variable: Kep

Mean =-1.91E-17 Std. Dev. =0.99

N =100 Ouput Uji Normalitas

Gambar V.3

Output Uji Normalitas

Observed Cum Prob

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Exp ected Cu m Pro b 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Berdasarkan pengujian uji normalitas menggunakan cara grafik histogram dan Normal Probability Plots didapatkan hasil berupa output pada gambar V.2 dan gambar V.3. Berdasarkan hasil grafik histogram, didapatkan garis kurva normal, berarti data yang diteliti yaitu data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) berdistribusi normal dan dari hasil

normal probability plots juga menunjukkan berdistribusi normal karena garis (titik-titik) mengikuti garis diagonal.

3. Analisis Regresi Linier Berganda

Untuk menjawab masalah kedua dalam penelitian ini yaitu mengenai pengaruh tata letak produk terhadap kepuasan pelanggan dalam berbelanja digunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh tata letak produk terhadap kepuasan pelanggan dalam berbelanja di Mirota Kampus Yogyakarta.

Pengujian regresi berganda dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistical Program for Society Science) 15, dari hasil pengujian tersebut didapatkan persamaan regresi yaitu :

Y = – 0,217 + 0,203X1 + 0,247X2

di mana,

Y = kepuasan pelanggan dalam berbelanja

a = konstanta

b2 = koefisien regresi X2

X1 = pengaturan atau penempatan departemen X2 = pengaturan atau penempatan display

4. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan secara simultan atau bersama-sama antara kedua variabel bebas (pengaturan atau penempatan departemen dan pengaturan atau penempatan display) terhadap variabel terikat (kepuasan pelanggan dalam berbelanja). Pengujian secara simultan menggunakan distribusi F yaitu mambandingkan antara Fhitung

(F rasio) dengan Ftabel (Sunyoto, 2007:19-21). Langkah-langkah pengujian secara simultan sebagai berikut :

a. Merumuskan Hipotesis

Ho : b1, b2 = 0 artinya tidak terdapat pengaruh tata letak produk yang terdiri dari pengaturan atau penempatan departemen dan pengaturan atau penempatan display secara simultan (bersama-sama) terhadap kepuasan pelanggan dalam berbelanja di Mirota Kampus Yogyakarta.

Ha : b1, b2 ≠ 0 artinya terdapat pengaruh tata letak produk yang terdiri dari pengaturan atau penempatan departemen dan pengaturan atau penempatan display secara simultan (bersama-sama) terhadap kepuasan pelanggan dalam berbelanja di Mirota Kampus Yogyakarta.

b. Menentukan tingkat signifikansi atau level of significance (α) Level of significance (α) yang digunakan adalah 5%.

c. Menentukan Fhitung

Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan program SPSS 15 diperoleh

Fhitung sebesar 30,208.

d. Menentukan Ftabel

Penentuan Ftabel menggunakan tingkat keyakinan 95%, a = 5%, df1 (jumlah variabel–1) yaitu 3 – 1 = 2 dan df2 (n-k-1) yaitu 100 – 2 – 1 = 97. Berdasarkan perhitungan menggunakan program Microsoft Excel (=finv(0,05,2,97) didapatkan Ftabel = 3,090.

e. Kriteria pengujian

Ho diterima dan Ha ditolak bila F hitung ≤ F tabel Ho ditolak dan Ha diterima bila F hitung > F tabel f. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel

Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan program SPSS dan Microsoft Excel maka didapat Fhitung > Ftabel yaitu 30,208 > 3,090.

Tabel V.13 Output Uji F ANOVAb 197.191 2 98.596 30.208 .000a 316.599 97 3.264 513.790 99 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), Disp, Dept a.

Dependent Variable: Kep b.

g. Ketentuan

Berikut ini adalah gambar daerah hasil analisis uji F :

Gambar V.4 Daerah Hasil Uji F

Daerah penerimaan Ho Daerah penolakan Ho α = 0.05 3,090 h. Kesimpulan

Berdasarkan Fhitung > Ftabel yaitu 30,208 > 3,090 maka kesimpulan yang didapat adalah Ho ditolak berarti terdapat pengaruh tata letak produk yang terdiri dari pengaturan atau penempatan departemen dan pengaturan atau penempatan display secara simultan (bersama-sama) terhadap kepuasan pelanggan dalam berbelanja di Mirota Kampus Yogyakarta.

Berdasarkan persamaan regresi yang diperoleh dapat dilihat bahwa koefisien regresi kedua variabel positif. Hal ini berarti jika diasumsikan pengaturan (penempatan) departemen naik dan pengaturan (penempatan)

display tetap maka semakin mudah produk dijangkau oleh konsumen, semakin jelas dan rapi produk yang ditampilkan, semakin baik teknologi dan penampilan rak, serta semakin tepat pengelompokkan produk yang ditawarkan sehingga kepuasan pelanggan dalam berbelanja semakin meningkat. Jika diasumsikan pengaturan (penempatan) departemen tetap dan pengaturan (penempatan) display naik maka tipe-tipe display semakin memberikan kemudahan kepada pelanggan seperti kemudahan memperoleh informasi, promosi, penampilan display produk yang tidak berlebihan, dan display semakin fokus terhadap item-item yang meningkatkan impulse buying sehinggan kepuasan pelanggan dalam berbelanja semakin meningkat. Besarnya koefisien determinasi pengaturan (penempatan) departemen dan pengaturan (penempatan)

display terhadap besarnya kepuasan pelanggan dalam berbelanja dapat

dilihat dari koefisien determinan (R2). Berdasarkan analisis dapat diperoleh R2 sebesar 0,384 atau 38,4%, maka besarnya kepuasan pelanggan dalam berbelanja dipengaruhi secara bersama-sama oleh pengaturan (penempatan) departemen dan pengaturan (penempatan)

Dalam dokumen PENGARUH TATA LETAK PRODUK TERHADAP KEPUASAN (Halaman 83-110)

Dokumen terkait