ﺎﺟﺎﻫﻭ Matahari adalah sumber cahaya bagi bulan
B. Manfaat Bintang
2. Bintang Sebagai Penghias Langit
Bintang-bintang adalah benda angkasa di langit dekat yang berbetuk bulat atau semi bulat, gas, menyala, benda bersinar dan bertaut dengan gaya gravitasi. Meskipun strukturnya bersifat gas, namun, massa dan isinya sangat besar, suhu panasnya sangat tinggi, dia menyebarkan cahaya tampak dan tidak tampak dan tidak tampak dengan seluruh frekuensinya.
Dengan memepelajari cahaya bintang yang sampai kepada kita, dapat diketahui sejumlah karakter natural dan kimianya, seperti derajat kilauan, daya sinar, suhu panas, bobot, massa, posisi, kecepatan rotasi dan orbit, komposisi kimia, tingkat interaksi nuklirnya dan berbagai karakter lainnya.83
Isyarat tentang bintang tersebut, telah dikemukakan di dalam al-Qur an berikut :
“ Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, Yaitu bintang-bintang,”84
Dalam tafsir Ilmi Tim Kementrian Agama bahwa langit dunia, yaitu langit yang terdekat, dihiasi dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip. Ayat ini menyebut hiasan langit tersebut dengan istilah kawākib, bentuk jamak dari kata kaukab, yang berarti bintang.85
Menurut Quraish Shihab bahwa ayat diatas menjelaskan sekelumit manfaat bintang-bintang yang gemerlapan di langit. Al-Biqa’i menggaris bawahi
83
Zaghloul Ragheb Mohamed El-Naggar, Selekta dari Tafsir Ayat-Ayat Kosmos dalan
Al-Qur an Al-Karim , Jilid 3(Jakarta ; Shorouk International Bookshop, 2010), h. 92.
84
Sûrah al- aff t/37:6. 85
Lajnah Pentashian Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Manfaat Benda-Benda Langit Dalam
81
bahwa penghiasan langit oleh ayat di atas dijadikan sebagai salah satu dari tujuan pokok, bukan sebagai tujuan sampingan dan kebetulan. Kesan ini diperoleh dari adanya kata penghubung dan tanpa ada sesuatu yang dihubungkan, tetapi langsung menyatakan (ﺎﻈﻔھ و) wa hifzhan atau pemeliharaan.
Melalui ayat ini dan sekian banyak ayat dan hadis yang lain, kita dapat berkata bahwa al-Qur an menggugah manusia agar menemukan keesaan dan kebesaran Allah melalui keindahan alam raya. Melalui ayat-ayat semacam ini juga kita dapat berkata bahwa Islam bukan hanya mendukung, tetapi menganjurkan kreasi dan seni selama ia mengarah kepada keesaan dan kesucian Allah, atau dengan kata lain selama ia sejalan dengan fitrah kesucian manusia.86
Menurut Hamka bahwa ayat ini menarik perhatian manusia dengan keindahan alam ini. Allah menciptakan langit dengan perhiasannya yaitu bintang-bintang. Allah menyeru kita untuk merenungkan penciptaannya dengan menggunakan akal dan perasaan.
Dengan akal membawa kita kepada berfikir, dari mana kita berasal, dan akan ke mana akhir kehidupan ini. Dan dengan perasaan kita dapat melihat keindahan. Orang yang melihat bintang dilangit dengan akal, akan sampai kepada ilmu pengetahuan astronomi, yakni ilmu tentang bintang-bintang.
Bahkan sampai kepada pengetahuan yang lebih luas lagi, sampai mengetahui bahwa ukuran bintang-bintang yang besarnya beratus kali dari bumi kita ini. Melihat bintang-bintang membuat para astronomi takjub dengan
86
M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur an, Vol 12, h. 11.
Penciptanya. Sampai tidak bosan apabila melihat keindahan alam ini dan merenungkan bintang-bintang tersebut. Para ilmuan meneropong langit dengan menggunakan alat ,yaitu “Sterrenwacht”, yang berada di Lembang, Bandung untuk melihat bintang-bintang yang sangat indah. Peneropongan bintang-bintang juga pernah ada di negara-negara Islam, seperti di Baghdad di zaman Khalifah al-Ma’mun dan di Samarkhand di zaman raja-raja Saljuk.87
Menurut Al-Mar ghi dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menjadikan bintang-bintang sebagai hiasan di langit yang dekat kepadamu dengan kemegahan dan keindahan yang ada padanya, serta bentuk-bentuk yang sesuai disamping letak-letak yang indah, bagi orang-orang yang mempelajari hukum-hukumnya yang memikirkan tentang hisab-Nya. Karena, mereka mengetahui bahwa bintang-bintang itu berjarak sesuai, setiap planet dari matahari mempunyai jarak setimpal dengan jauhnya bintang sebelumnya.88
Langit dihiasi bintang-bintang. Ada yang tampak terang bagai lampu, ada yang sekadar kelap-kelip. Bintang-bintang ini tampak berserakan tak beraturan dari kaki langit sampai puncak. Bintang dapat diklasifikasikan menjadi tiga, Pertama, bintang-bintang yang dalam sehari semalam selalu berada di permukaan bola langit bagian atas dan seharusnya dapat diamati. Kedua, bintang-bintang yang tidak mungkin dapat diamati selama 24 jam karena bintang-bintang tersebut berada di permukaan bola langit bawah.
87
Hamka, Tafsir Al-Azhar, Juz XXIII, h.94. 88
83
Bintang-bintang ini hanya dapat dilihat oleh pengamat atau astronom jika mereka berpindah lokasi pengamatan dari bumi bagian utara ke selatan atau sebaliknya. Ketiga, bintang-bintang yang dalam selang waktu tertentu berada di bola langit atas dan dalam waktu lainnya berada di bola langit bawah.89
Sains modern telah membuktikan bahwa bintang adalah sumber cahaya yang sebenarnya di langit. Sebab, bintang adalah benda langit yang terdapat nyala api di dalamnya dan suhunya bisa mencapai jutaan derajat. Oleh sebab itu, terlahirlah cahaya dari diri bintang itu sendiri dan cahaya itu dipancarkannya ke luar. Dengan cahaya itulah bintang menyinari permukaan bumi.
Bintang-bintang yang ada dilangit sebagai hiasan itu membuat manusia sangat takjub akan penciptaan Allah yang sungguh indah. Sehingga manusia tak bosan untuk memandangi bintang-bintang di langit. Allah telah memberikan manfaat dengan bintang-bintang sebagai penghias langit untuk makhluknya agar merenungkan dan berfikir akan segala keindahan yang Allah ciptakan karena Allah mencintai keindahan. Dan membuat kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Penulis menganalisis penafsiran ayat-ayat tentang manfaat bintang dan dapat dilihat pada tabel berikut.
89
Tabel 3.4 Analisis Ayat Manfaat Bintang90
90
TKM adalah Tafsir Kementrian Agama RI, TQS adalah Tafsir Quraish Shihab, TH adalah Tafsir Hamka, TAM adalah Tafsir al-Mar ghi
Sûrah Ayat TKM TAMS TH TAM
al-Nahl (16) : 16