(9)Mustika Ratu
(31) BOLD TO LAST GEL EYELINER
menciptakan bentuk garis mata tipis, gradasi maupun tebal kini semudah 1,2,3!
Cukup dengan sekali oles, formula waterproof memberikan hasil matte yang natural dan hitam pekat serta tidak luntur dan tahan lama.
(Kartini, 2331) Tuturan iklan (31) di atas merupakan tuturan iklan kecantikan Pixy Eyeliner. Tuturan iklan Pixy Eyeliner yang diutarakan secara langsung oleh pengiklan kepada pembaca atau calon pembeli bahwa Pixy Eyeliner dapat menciptakan bentuk garis tipis, gradasi maupun tebal. Dalam tuturan di atas penutur atau pengiklan menyampaikannya dengan jelas, sehingga dapat dipahami oleh pembaca atau calon pembeli. Jadi, tuturan (30) di atas mematuhi maksim
pelaksanaan atau maksim cara, karena pengiklan menyampaikannya secara lagsung, tidak kabur, tidak taksa, tidak berlebih-lebihan, serta runtut kepada pembaca atau calon pembeli.
(32) Rexona Whitening
Kulit ketiak mulai tampak cerah dalam 2 minggu*
Rexona white baru dengan aksi ganda
Minyak Biji Bunga Matahari dan Ekstrak Licarice yang menutrisi dan mencerahkan kulit ketiakmu hanya dalam 2 minggu*
tampil lebih percaya diri sepanjang hari dengan Rexona White baru!
(Kartini, 2333) Tuturan iklan (32) di atas merupakan tuturan iklan Rexona White Baru.
Dalam tuturan di atas pengiklan mengutarakan secara langsung bagaimana manfaat dan kegunaan Rexona White baru. Pengiklan dalam tuturan tersebut mengutrakan dengan jelas, tidak taksa, tidak berlebih-lebihan sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh para pembaca dan calon pembeli. Jadi, tuturan iklan di atas mematuhi maksim pelaksanaan atau maksim cara.
2. Penyimpangan dan Pelanggaran Maksim Pelaksanaan
Penyimpangan atau pelanggaran maksim pelaksanaan atau maksim cara dalam tuturan iklan kecantikan dapat terjadi apabila pengiklan dalam penyampaiannya kurang jelas sehingga sulit untuk dipahami oleh pembaca atau calon pembeli. Tuturan yang tidak jelas itu dapat disebebkan karena tuturan tersebut tidak diutarakan secara langsung, ambigu, samar dan berlebihan.
Penyimpangan atau pelanggaran dalam maksim pelaksanaan atau maksim cara dalam iklan kecantikan majalah Kartini adalah sebagai berikut:
(33) not just a dream Febiola eau de parfum
natural spary
Wujudkan mimpimu bersama Febiola dapatkan eau de parfum Febiola
di seluruh Centro Dept. Store, Lotus Store, Gallery Mall Puri Indah &
Keris Gallery Bandung Soekarno Hatta Terminal 3
(Kartini, 2327) Tuturan iklan (33) di atas diambil dari tuturan iklan kecantikan Febiola.
Tuturan iklan 33 melanggar maksim pelaksanaan atau maksim cara karena tuturan itu tidak secara lagsung mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca atau calon pembeli. Penyimpangan maksim pelaksanaan yaitu pada tuturan bahasa Inggris.
Tuturan tersebut adalah “ not just a dream Febiola. Maksud dari tuturan di atas adalah dengan menggunakan parfum febiola kamu akan merasa puas dan kamu dapat mencapai mimpimu yaitu memiliki parfum yang berwangi khas. Bahasa Inggris yang digunakan dalam iklan di atas dimaksudkan untuk memberikan efek persuasif kepada para pembaca agar tertarik dengan produk yang diiklankan.
(34) BIOKOS
a total Breakthrough In Whitening Concept
New Derma Bright Intensive Brightening, Cleanser and Tonner First tings firs for lively bright skin
wjah putih yang cerah berawal dari kulit yang bersih dan sehat
89% responden setuju kulit wajah tampak lebih bersih , ternutrisi dan efektif menyerap merawat manfaat perawatan selanjutnya
(Kartini, 2337) Tuturan iklan (34) merupakan tuturan iklan Biokos. Tuturan iklan 34 di atas diambil dari tuturan iklan kecantikan Febiola. Tuturan iklan 34 melanggar maksim pelaksanaan atau maksim cara karena tuturan itu tidak secara lagsung mudah dipahami dan dimengerti oleh pembaca atau calon pembeli. Penyimpangan maksim pelaksanaan yaitu pada tuturan bahasa inggris. Tuturan tersebut adalah
“First tings first now lively brigh”. Maksud dari tuturan tersebut adalah hal
pertama yang membuat kulit cerah terasa hidup kembali. Bahasa Inggris yang digunakan dalam iklan di atas dimaksudkan untuk memberikan efek persuasif kepada para pembaca agar tertarik dang menggunakan produk yang diiklankan.
Tuturan iklan yang sengaja dibuat sedemikian rupa dapat membuat iklan terlihat menarik, unik dan enak untuk di dengar oleh pembaca atau calon pembeli tanpa mengurangi informasi yang disampaikan. Dalam penyampaian iklan, sebenarnya bisa saja disampaikan secara langsung dan menggunakan bahasa yang jelas akan tetapi hal tersebut mengurangi unsur keindahan. Jika unsur keindahan sudah tidak ada iklan terebut menjadi tidak menarik untuk dibaca padahal tujuan dari iklan adalah menarik pembaca atau calon pembeli agar menggunakan produk kecantikan tersebut.
Penerapan dan pelanggaran prinsip kerja sama dapat terjadi dan dilakukan.
Prinsip kerja sama ini dilakukan oleh pengiklan apabila pengiklan menggunakan kalimat efektif dan sesuai dengan tata bahasa yang benar dalam penyampaian suatu pesan atau informasi. Sedangkan mengenai penyimpangannya dapat terjadi dan dilakukan oleh pengiklan dalam tuturan iklannya baik yang disengaja atau yang tidak disengaja. Hal tersebut dimaksudkan agar tuturan tersebut terlihat menarik, mudah diingat, bahkan dapat ditirukan oleh pembaca atau calon pembeli tanpa mengurangi isi pesan atau informasi yang disampaikan.
BAB V SIMPULAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan dalam bab-bab sebelumnya dapat ditarik simpulan berikut ini.
1. Karakteristik bahasa dalam iklan kecantikan majalah Kartini dapat dilihat dari ortografinya; seperti penyimpangan EYD dalam penulisan iklan, pilihan kata yang digunakan pengiklan, dan penggunaan kata-kata yang khas sehingga mampu menarik minat pembaca atau calon pembeli. Penulisan iklan kecantikan menggunakan kolokasi kata, yakni kosa kata yang hanya ditemukan di dalam iklan kecantikan, misalnya cantik, anggun, lembut, lembab, harum, memesona, aromatik dan lain-lain.
2. Iklan produk kecantikan majalah Kartini mengandung tiga wujud tindak tutur yaitu; tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi dan tindak tutur perlokusi.
Tindak lokusi merupakan tindak untuk menyatakan atau menginformasikan sesuatu, yaitu pengiklan menginformasikan mengenai produk yang diiklankan.
Tindak ilokusi merupakan tindak melakukan sesuatu, yaitu pengiklan menawarkan dan meyakinkan pembaca atau calon pembeli terhadap produk kecantikan tertentu dalam majalah Kartini. Adapun beberapa tindak ilokusi yang banyak digunakan dalam penulisan iklan, yakni tindak ilokusi asertif dengan verba “menguatkan”, misalnya kata konsisten, baru, dan kini. Ilokusi direktif dengan verba “menganjurkan”, misalnya kata jika, perhatikan, dan
88
melawan. Ilokusi ekspresif berupa ucapan terima kasih. Ilokusi komisif dengan verba “menjanjikan”, misalnya kata akan, juga, tetap, terbukti, dipercaya, jadi, dan dapat, verba “menawarkan”, misalnya kata jika, membantu, dan menjaga, Sedangkan tindak perlokusi merupakan tindak untuk memengaruhi lawan tutur, yaitu dengan membujuk, mengajak dan mempengaruhi pembaca atau calon pembeli. Tindak tutur ini biasanya menimbulkan suatu efek agar pembaca atau calon pembeli tertarik dan menggunakan produk kecantikan yang diiklankan dalam majalah Kartini.
3. Inti dari penerapan prinsip kerja sama yang dibuat pengiklan dalam iklan kecantikan adalah untuk memberikan suatu informasi mengenai suatu produk kecantikan majalah Kartini secara benar, jelas dan mudah untuk dimengerti oleh pembaca atau calon pembeli. Sedangkan penyimpangan yang terjadi dalam prinsip kerja sama yang dikreasikan oleh pengiklan baik secara sengaja maupun tidak disengaja dimaksudkan agar iklan yang ditampilkan terlihat menarik perhatian pembaca, sehingga pesan-pesan dan isi tuturan yan disampaikan di dalamnya mudah diingat. Dengan demikian, pembcalon pembeli menjadi tertarik dan kemudian bersedia untuk membeli dan menggunakan produk kecantikan.
4. Bahasa yang digunakan dalam iklan produk kecantikan majalah Kartini mengarah pada ragam bentuk informal dan termasuk dalam ragam kreatif yaitu ragam bisnis dan ragam literer. Iklan bersifat hiper-realistik, artinya iklan itu tidak bercerita suatu hal yang bohong tetapi juga tidak bercerita yang benar.Iklan tidak bercerita benar, yakni apapun yang dikemukakan sebuah
iklan tidak sepenuhnya benar, akan tetapi melalui proses yang panjang. Iklan juga tidak bercerita bohong, yakni iklan memiliki waktu tertentu untuk mencapai tujuan. Penggunaan kalimat dalam tuturan iklan sangat bombastis, dimaksudkan agar pembaca atau calon pembeli tertarik dengan produk yang ditawarkan.
5. Gambar yang ditampilkan oleh pengiklan dalam iklan kecantikan majalah Kartini sebagian besar berupa gambar wanita cantik yang memiliki tubuh ideal, berambut pajang, tergerai, ceria dan menarik. Wanita tersebut menggambarkan kebahagiaan atau kepuasan setelah menggunakan produk kecantikan yang diiklankan dalam majalah Kartini. Dengan gambar tersebut pengiklan berharap agar iklan yang ditampilkan itu memiliki citra yang baik, sehingga mampu mensugesti pembaca atau calon pembeli untuk membeli dan menggunakan produk kecantikan yang ditawarkan.
B. Saran
Penelitian tuturan iklan kecantikan pada majalah Kartini dalam kajian pragmatik yang penulis teliti masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai deskripsi karakteristik kebahasaan, jenis tindak tutur dan penyimpangan prinsip kerja sama iklan kecantikan dalam kajian pragmatik yang mampu menarik perhatian pembaca.
Selain itu, secara teoritis diharapkan adanya penelitian iklan kecantikan dari sudut lainnya, seperti analisis wacana.