• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bongkar Pasang Pompa Lumpur

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Penulis (Halaman 147-165)

BAB IV SISTEM SIRKULASI (CIRCULATING SYSTEM )

4.8 Bongkar Pasang Pompa Lumpur

Dalam mengoperasikan pompa lumpur harus selalu diperhatikan dalam hal perawatannya. Kadangkala untuk perawatan yang rutin delakukan seperti membongkar dan memasang kembali pompa lumpur

A. Membongkar Pompa Duplex

Pekerjaan di luar.

- Lepaskan liner adjusting nut dan/atau liner packing screw. - Lepaskan cylinder head dan liner cage (apabila dipakai).

- Untuk menjaga packing agar baik dan tidak aus, cuci bersihkan dari semua lumpur sebelum ia mengeras.

1) Piston dan Rod.

- Kendorkan rod packing gland dan rod lock nut.

- Pakailah kunci penahan (back up wrench) pada pony rod ketika melepas piston rod, untuk mencegah jangan sampai lepas dari cross head.

- Aturlah letak penguncian kunci pipa di tempat yang disediakan untuk mengunci baik pada piston rod ataupun pony rod.

- Apabila piston rod sudah lepas dari pony rod, piston rod dapat dikeluarkan dengan memutar memakai rod removal tool.

Gambar 123 4.31. Pony Rod

139 2) Liner

- Pasangkan liner puller pada liner dan check untuk membuat jari-jari atau kait puller duduk dengan tepat/baik pada ujung line.

- Setelah liner keluar bersihkan cylinder dari semua akumulasi pasir, lumpur packing dan lain-lain. Dan ambil kawat untuk membersihkan lubang lubang tell tale hole, untuk mengecek lubang tersebut tidak buntu.

- Pada bagian silinder tempat kedudukan liner packing harus diperiksa dan shoulder dicek terdapat luka atau aus berlebihan.

- Periksa terdapat retak pada body pompa atau tidak.

- Pemeriksaan harus dilakukan dengan seksama, dengan lampu yang terang, lebih baik diketahui lebih awal dan segera diperbaiki sebelum menjadi kerusakan yang serius/parah.

3) Rod Packing

- Keluarkan/ambil semua rod packing lama dan adaptor dari stuffing box.

Bersihkan dan lihat bagian dalam stuffing box dan periksa pula semua bagian-bagian lain.

- Check adakah kerusakan atau aus pada stuffing box, bross age dan junk ring. - Junk ring yang aus harus diganti.

B. Memasang Kembali Pompa Duplex

1. Liner Packing

- Sebelum merakit kembali lakukan pengecekan akhir :  apakah packing yang akan dipasang telah benar.  apakah lubang dalam cylinder pompa telah bersih.

 lubang dalam pompa harus diteliti adalah wash cut atau rusak.  check apakah tell tale hole telah terbuka.

 apakah packing adjusting studs pada cylinder head telah diputar keluar (backed off).

- Apabila daerah liner packing telah betul-betul bersih dan dicek, tempat untuk penahan packing harus diberi grease dengan grease biasa, jangan memakai pipe dope.

140 - Setiap pipa packing yang telah diberi grease diletakkan di dalam pompa dan ditekan semua ke depan menempel shoulder. Harus dicheck bahwa packing yang dipasang sudah betul benar.

- Pada beberapa pompa dan pula yang didisain liner shoulder di pompa sehingga membuat liner metal to metal liner cage. Dimana packing dipasang setelah liner dimasukkan ke dalam body pompa.

- Keausan dari pump housing karena gerakan liner dan housing shoulder aus karena saat pemasangan liner dan saat melepasnya membuat clearance bertambah besar. Menyumbat clearance ini sering menjadi susah. Packing liner tertekan ke sudut metal diantara ring ini membuat usia packing menjadi turun.

2. Liner.

- Lubang dalam dari liner harus seluruhnya bersih dari rust inhibitor (inhibitor pencegah karat).

- Apabila satu set packing telah diletakkan di tempatnya, kemudian liner diangkat ke posisinya.

- Ketika liner masih di pintu lubang pompa seluruh permukaan liner diberikan grease untuk penuntun sewaktu masuk ke daerah packing. Liner kemudian didorong hati-hati masuk ke dalam packing. Liner masuk ke dalam lubang pompa pas sekali dan packing cukup rapat sekali, tetapi tidak memerlukan tenaga yang besar untuk merapatkannya.

- Kadang-kadang tumbukan liner untuk melalui liner pada bagian belakang menjadi kelemahan. Tidak diperlukan alat pemukul atau jack liner untuk memasukkan di tempatnya.

- Apabila ada kesulitan memasukkan liner, maka liner tersebut harus dikeluarkan kembali dan pump housing serta diameter luar liner harus dicek seluruhnya sekali lagi dan apakah ada material lain yang menempel di housing atau di liner.

- Beberapa pompa liner akan digantung ke bawah dan ditangkap pada guide rod di belakang. Pada kasus ini akan perlu mengangkat kembali liner untuk melewati rear pad.

- Beberapa pompa didesign liner masuk dan duduk menempel shoulder dipompa dan membuat metal to metal dengan liner cage.

141 Dalam masalah type ini packing dapat dipasang setelah liner duduk di tempatnya, tetapi sekali lagi seluruh permukaan merata diberikan grease. Ketika memasang liner packing di pompa, setelah liner dipompa akan lebih mudah memasang bottom section liner packing lebih dulu. Bottom section dari liner packing yang telah terpasang akan terbawa terdorong masuk di tempatnya ketika pekerja bor melakukan beban liner. Satu packing yang telah dipasang di pompa harus didorong ke depan penuh dan kemudian memasang ring dengan cara yang sama.

- Semua peralatan yang lain seperti liner retainer dan liner cage harus diberi greasse merata sebelum dipasang ke dalam pompa dengan beberapa perhatian diberikan atas susunan dan bagian-bagian dari rangkaian yang akan menekan melawan packing. Retainer harus dicek apakah rusak atau terkikis dimana ini akan sangat memperpendek usia liner packing.

-

142 3. Piston and Rod

- Setelah piston dipasang pada rod kemudian dapat diteruskan memasang piston dan rod ke dalam pompa.

- Cek apakah stuffing box telah dibersihkan dan semua packing lama telah diambil.

- Rod removal dan instalation tool akan membuat pemasangan piston dan rod lebih mudah. Piston dibuat dari bahan compound tahan minyak. Line bore dan piston harus seluruhnya dilumasi dengan grease biasa (jangan pakai pipe dope).

Gambar 126 4.34. Liner Retainer

143 Pelumasan cara demikian hanya ditujukan untuk memudahkan pemasangan dan sekaligus melindungi piston dan liner rusak karet di permukaannya pada saat periode memulai memompa.

Karena rapatnya piston di dalam lubang liner, sangat penting untuk memasukkan piston dengan mengatur kelurusan dengan bibir miring dari liner.

Apabila pekerjaan memasukkan tidak dilakukan dengan cara benar, beberapa kerusakan dapat terjadi pada bibir dari power end piston rubber, yaitu adanya lipatan karet piston antara liner dan piston rubber. Apabila piston sudah benar-benar center, liner dimasukkan memakai sebuah knocker, piston dapat didorong masuk ke dalam liner.

- Pasang hammer up jam nut pada rod setelah rod tersebut melewati lubang stuffing box.

- Piston rod harus tidak ditekan (didorong) kembali dengan pony rod, karena dapat merusak ulir pada keduanya.

- Demikian rod packing telah di tempatnya, piston rod dapat disambung. Sebelumnya check secara visual ulir di pony rod dan juga ulir di piston rod untuk menyakinkan bahwa tidak ada ulir yang rusak.

- Ulir pada pump rod harus dilumasi sedikit sebelum disekerupkan rod ke dalam pony rod. Sebelum itu jangan lupa masukkan hammer up lock nut lebih dahulu di piston rod.

- Umumnya ulir lurus di piston rod harus disambung sampai ulir habis dan kemudian diulir balik 2 sampai 3 putaran.

- Hammer lock nut harus sudah dikeraskan dengan cara menahan besi penahan ke sisi lock nut, kemudian besi penahan dipukul beberapa kali.

4. Rod Packing

- Pemasangan rod packing yang benar akan memberikan masa pakai yang panjang.

- Stuffing box harus selalu diperiksa untuk mengecek apakah dalam kondisi baik atau tidak.

- Ukuran diameter dalam stuffing box harus dicek apakah terkikis dan berbentuk membulat.

144 - Apabila box jelek mungkin rod packing bocor karena rusak atau piston rod

bulat.

- Rod packing di dalam stuffing box pelumasan dilakukan terus menerus melalui lubang di stuffing box.

- Untuk persiapan lumasi semua packing dengan mencelupkan packing ke dalam minyak pelumas.

- Jangan beri grease sewaktu memasang socket ring. Karena grease akan mengganggu keflexibelan packing, dan ada kemungkinan dapat menahan pasir.

- Pelumasan tersebut diatas akan memudahkan pemasangan dan pembongkaran kembali.

-

5. Cylinder Head

Cylinder head direncakan untuk menahan liner dan liner packing tetap ditempat dan menahan tekanan lumpur yang sedang dipompa.

- Untuk memasang kembali semua bagian cylinder head, liner retainer dan cage harus dibersihkan dari kotoran dan dicheck adalah rusak terkikis atau rusak.

- Dengan pembersihan dan membersihkan grease daerah tempat packing dan pasang packing baru.

- Apabila cylinder head dilengkapi dengan liner packing adjusting screw dan liner adjusting screw, periksa screw diputar keluar sebelum memasang cylinder head di pompa.

145 Gambar 128 .4.36. Cylinder Head

C. Membongkar dan Memasang Piston Assembly

Membongkar

- Lepaskan mur (nut) piston sampai ujung mur rata dengan ujung rod, untuk melindungi ulir didalam pekerjaan melepas flange piston dari rod.

- Dengan piston rod ditahan dengan posisi tegak pada landasan yang mantap, dengan menyatukan pemukul menghantam shoulder piston, lakukan terus sampai piston flange terpisah dari piston rod.

- Apabila susah untuk dilepas sering dapat dilakukan dengan memberi getaran dengan memukul-mukul piston rod di dekat piston.

- Apabila piston rod akan disimpan taper piston harus dilumasi dengan grease dan tempatkan di tempat yang aman agar tidak jatuh.

Memasang

- Apabila memasang piston baru pada rod, rod taper harus dibersihkan seluruhnya dengan solvent (pelarut) dan kemudian keringkan dengan kain majun yang bersih.

146 - Setelah taper rod dibersihkan seluruhnya dan dikeringkan, piston taper demikian

juga harus dibersihkan dari semua rush inhibitor dan keringkan.

- Dengan keduanya sama bersih dan kering, piston ditekan pada rod, maka akan menjadi satu dan lengket diantara kedua taper.

- Selanjutnya ulir di piston rod dibersihkan dan dilumasi dengan grease, sampai di permukaan piston, kemudian pasangkan nut-nya.

- Pemberian grase pada ulir piston dari permukaan piston yang telah dipasang pada rod akan memudahkan pemasangan dan pelepasan piston nut.

- Tabung kertas atau plastik pelindung piston rod dari pabrik, masukkan piston rod kedalam plastic protector dan selanjutnya tabung bersama piston rod masukkan ke dalam lubang pipa skid pompa atau skid yang lain yang cukup baik untuk dapat bekerja melakukan pengikatan.

- Piston harus diberi dengan torsi yang cukup dan tidak boleh terlalu kecil torsinya, karena dapat menyebabkan piston bergeser-geser di rod dan terjadi wash out antara taper rod dan taper piston.

- Apabila piston diikat dengan torsi yang sesuai akan menyebabkan piston flange mengembang lebih kurang 0,002 sampai 0,004 inchi.

- Piston rod terdapat 2 standard API :

a. Standard API tapered non-shouldered rod.

Apabila taper tidak dibersihkan baik dan kering, tekanan pompa dapat menggerakkan piston lebih masuk ke taper dan mengunci piston di liner.

Hal ini dapat menyebabkan rod putus, liner retak dan kerusakan pompa lainnya. Kalau pengikatan terlalu keras menyebabkan piston flange mengembang dan akibatnya piston tidak dapat dimasukkan ke dalam liner. b. API-HP tapers rod, pemasangan dilakukan presstressed pada shoulder, untuk

mengurangi high pressure cyclic stress yang dapat menyebabkan patah kelelahan.

Untuk mencegah wash out taper dan rod putus, berikut ini prosedur pemasangan: a. Pasangkan piston pad rod taper dengan ikatan tangan. Piston harus mempunyai

clearence (stand off) dari rod shoulder 1/32” sampai 3/32”.

b. Setelah meletakkan piston pada rod, lumasi thread dan permukaan mur untuk mencegah galling.

147 d. Setelah shoulder mulai contact, beri tanda posisi relatif dari nut dan piston

dengan cat, grease dan lain-lain.

e. Teruskan pengikatan 600 sampai 700 ini akan bergerak 2 smpai 2 ½ spline pada API 5 rod nut dengan 12 spline atau 2 ½ sampai 3 spline untuk API 6 rod nut dengan 16 spline.

Apabila body piston akan dipakai kembali, snap ring gampang sekali dilepas dengan memukul wrench pada snap ring. Snap ring dilepas dan plate dilepas dan piston rubber baru yang pernah dikapai, check body adakah kerusakan-kerusakan atau aus melebihi batas limit dan bersihkan semua kotoran-kotoran yang ada. Piston karet baru ditekan masuk kedalam piston flange, untuk memasang plate dan snap ring dengan mudah, pasanglah ujung snap ring, dengan sisi segi empat ke dalam groove di body piston dan snap ring akan masuk dari kanan ke kiri dengan jalan dipukul.

D. Membongkar Pompa Single Acting

1. Melepas piston dan rod

Putar pompa sampai piston rod pada posisi. Stroke ke belakang. Beberapa pompa mempunyai ex tension pada pinion shaft, sehingga memudahkan diputar dengan kunci pipa di crank.

- Lepaskan liner flush (pencuci liner) dan assembly pendingin dan liner splash shield.

- Lepaskan piston rod clamp, sebagian terbesar pompa mempergunakan dua buah rod, beberapa memakai tambahan clamp ketika beberapa memakai ulir. - Lepaskan ex tension rod, piston rod dan piston assembly dapat dilepas tanpa

mengganggu liner.

- Lepaskan piston rod dan piston assembly dapat dilengkapi dengan rantai melingkar atau tali melingkar sekeliling flange belakang piston rod, atau memasang special pray tool tersedia pada ulir rod dan dengan memakai pray bar untuk mengambil assembly dari liner.

2. Melepas Liner

- Pengambilan liner pada single acting pump, relative sederhana dan lebih mudah dibanding pompa duplex “L” head pump liner duduk dan ditahan di tempat dengan external assembly.

148 - Dengan memakai sebuah ulir liner retaining nut, dilengkapi dengan set screws. Untuk melepas liner, lepaskan set screw didalam slot, liner nut harus bebas diputar-putar, lepaskan liner nut, set screw angkat liner.

Apabila liner telah diambil, cuci pompa seluruhnya kemudian persiapan memasang liner baru.

E. Membongkar Single Acting Pump-Over-Under Valve

1. Melepas Piston dan Rod.

- Putar pompa sehingga piston rod ke depan stroke position dengan rod clamp kelihatan.

- Melepas liner flush dan cabut assembly dari liner splash shield. - Lepas rod clamp atau unscrew threads rod.

Operasi mungkin diperlukan kunci penahan pada cross head rod, atau cara lain mungkin dilepaskan di cross head.

2. Melepas Liner

Liner-liner pada pompa ini ditahan dengan clamp di luar atau dengan liner cage. Beberapa liner dipasang dari sisi power end dan beberapa dipasang dari fluid end. Melepas liner-liner yang dipasang dari power end, mudah dilakukan dengan memakai sebuah kayu untuk memukul liner sampai lepas dan kemudian dapat diambil dengan tangan.

Liner-liner yang dimasukkan melalui fluid end dapat dengan mudah diambil dengan memakai kayu untuk mendorong liner keluar dengan memutar pompa pakai tangan. Tindakan tersebut harus hati-hati agar liner terdorong lurus dan tidak tersangkut.

Setelah liner-liner terlepas, cuci pompa merata untuk persiapan memasang liner baru.

F. Memasang Kembali Single Acting Pump

1. Memasang Liner.

- Liner baru harus dibersihkan dari rust inhibitor untuk melindungi selama pengiriman. Pakailah pencuci protective coating. Keringkan dulu dengan kain majun yang bersih.

149 - Check liner gasket ring grove dan line surface yang akan kontak dengan

cylinder pompa.

- Pergunakan sedikit grease di bagian liner untuk penuntun sekitar shoulder di luar liner.

Untuk pompa dengan liner yang dipasang dari power end

- Berikan sedikit grease pada gasket dan pasangkan kembali pada tempat yang disediakan untuk ujung liner.

- Geser liner ke dalam posisinya di pompa.

- Apabila telah didudukkan ditempatnya, ganti liner retention assembly dan ikat sesuai dengan saran pabrik pembuat.

Untuk pompa dengan liner dipasang dari fluid end

- Untuk melakukan pemasangan liner ini sebaiknya 2 orang.

- Lumasi packing dari pasang di pompa satu orang mendorong liner memasukkan ke dalam posisinya melalui cylinder head opening, yang seorang lagi dari atas, menangkap ujung belakang liner dan menuntun ke dalam posisinya. Harus hati-hati jangan sampai merusak packing selama memasang liner.

- Pada pompa penahanan liner dengan ditekan liner cage, setelah liner dimasukkan di tempat, berilah grease pada tempat yang akan dipasang line packing dan beri grease pada setiap packing, tekan masuk liner packing assembly ke dalam sampai duduk di shoulder liner.

2. Pemasangan Piston dan Rod. 1. “L” Head Pump

- Berikan grease merata pada bagian dalam liner dan piston

- Luruskan piston di bevel liner, agar mudah masuk dan tidak merusak karet piston.

- Gunakan sebatang kayu untuk spacer antara piston rod dan cross head rod. Sambil menahan piston rod pada posisi yang benar, putar pompa dengan tangan untuk mendorong piston ke dalam liner.

- Apabila piston telah terpasang di dalam liner, putar pompa sampai cross head rod dilangkah ke belakang, untuk mendapat clearance guna memasang extension rod.

150 - Pasang extension rod and clamp, sesuai saran pabrik.

- Pasang liner flush and coalaut assembly dan mengganti liner splash shield. 2. Pompa dengan over dan under valve.

- Grease liner bore dan piston dengan rata.

- Luruskan piston dalam liner dan dorong ia ke dalam liner sampai ujung piston rod concact cross head rod.

Ini dilakukan apabila rod removal and instalation tool tersedia dan dapat dipakai.

- Apabila installation tool tidak tersedia, mungkin perlu mendorong piston ke dalam liner dengan memakai sepotong kayu dan seorang menahan dan menarik piston rod ke dalam liner.

- Sambung piston rod ke crosshead sesuai saran pabrik. - Ganti liner flushing dan coalant assembly dan splash shield.

3. Single Acting Piston Assembly

Rusaknya single acting piston dapat dengan mudah dilihat, karena bagian belahan terbuka maka akan tampak lumpur keluar. Piston ini sangat mudah untuk melepaskannya. Piston ini memiliki 10 ring yang duduk di coanter bore di body piston dan membuat kerapatan pada shoulder rod.

Untuk pemasangan piston yang benar berikut ini prosedur yang harus dipakai:

A. Bersihkan ulir piston, piston rod, dari permukaan rod yang contact dengan piston flange.

B. Lumasi piston end dari rod (membantu mengurangi korosi).

C. Berikan grease pada 0 ring dan periksa tempat kedudukan piston 0 ring groove.

D. Periksa piston pas duduk dengan rod flange. E. Lumasi ulir rod, piston face, dan elastic stop nut.

F. Piston dengan 1 ¼ atau 1 5/8 hole harus diset oleh satu person dengan 3 kunci kombinasi

G. Piston dengan 1” lubang harus dikeraskan tidak lebih dari satu orang dengan kunci 18”

151

G. Valve Dan Seat

Mechanical valve seat puller/hydraulic valve seat puller. Bila mengganti valve dan seat, disarankan memakai mechanical valve seat puller atau hydraulic valve seat puller. Mengingat melepas seat dengan cara memotong memakai las merupakan tindakan berbahaya, maka sebaiknya dicoba dahulu memakai puller hydraulic atau mekanis lebih dahulu.

Puller head dikaitkan ke cross arm valve, bila sudah kemudian putar baut pada stem, atau dilepas dengan memutar nut atau memasang dan memukul pasak. Hydraulic jack puller dipakai sama dengan type puller head seperti wedge type hanya stemnya lebih panjang, sehingga memungkinkan memakai jack hydraulic untuk mengangkat.

Gambar 129 4.37. Valve Seat Puller

Mengganti dengan memotong dilakukan apabila tidak memiliki rotary puller. Seat dipotong hati-hati oleh orang yang berpengalaman. Pemotongan sebaiknya dilakukan secepat mungkin untuk mencegah panas yang berlebihan pada deck, dan mencegah permanent distorsi di deck taper. Cross area dipotong serta setelah itu potong body seat jangan lebih 2/3 bagian. Setelah pemotongan selesai, air dingin disemprotkan ke las seat tersebut, ia akan mudah terlepas bila tidak lepas, dapat diungkit dengan kunci pipa 24 inchi dengan jaws.

Pemasangan

- Cuci pompa setelah selesai melepas seat dan bersihkan dari kotoran-kotoran dan drilling mud sebelum kering dan mengeras.

152 - Bila shoulder di dasar deck harus dibersihkan benar-benar, adanya kotoran disini

akan mengganggu pendudukan seat dari seating dengan tepat. - Periksa taper apakah ada retak atau wash out.

Bila permukaan kasar di taper, haluskan dengan ampelas halus dengan gerakan memutar keliling.

- Bersihkan deck dengan solvent dan keringkan dengan memakai kain bersih. Tetap jaga lumpur atau air, jangan sampai kena taper yang bersih itu.

- Seat baru biasanya dilapisi rust inhibitor harus dibersihkan baik-baik sebelum dipasang di pompa.

- Bersihkan dengan diesel oil atau larutan lain.

- Keringkan dengan kain bersih dan pasanglah dengan tangan pada taper deck & press. Bila memotong dengan las untuk mengambil seat, deck harus betul-betul dingin.

Penekanan dengan tangan ini harus cukup membuat seat duduk dan tidak dapat diambil.

Bila tidak kuat duduknya atau dapat diambil lagi, periksa permukaan adakah kotoran dan lain-lain. Check pula apakah cocok part number dari seat tersebut. Apabila seat telah duduk lengket lanjutkan dengan memberi pukulan ke bawah beberapa kali dengan piston rod bekas.

H. Power End

Power end dari pompa adalah merupakan bagian yang sangat penting untuk

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Penulis (Halaman 147-165)

Dokumen terkait