BAB I SISTEM PEMUTAR
1.5 KONSTRUKSI PERLENGKAPAN MEJA PEMUTAR
. (lb ft X RPM Torque
Jumlah kedua tenaga atau daya tersebut diatas disebut Rotary Horse Power (RHP)
RHP = …………..(2-1)
Keterangan:
RHP = Actual Rotary Horse Power Torque = Torsi
RPM = Putaran Meja per menit
Di dalam perencanaan sangat sulit untuk menghitung secara pasti atau tepat, besarnya tenaga kuda untuk memutar yang diperlukan, karena besarnya daya yang timbul karena gesekan drill stem dengan dinding sumur sukar ditetapkan.
1.5 KONSTRUKSI PERLENGKAPAN MEJA PEMUTAR Master Bushing
Ditilik dari konstruksi master bushing, dapat dibedakan atas 3 macam : 1. Split Master bushing.
Master bushing ini berkonstruksi terbelah, dan memiliki taper atau ketirusan untuk tempat duduk slip. Tipe ini merupakan type yang paling umum dipakai. 2. Solid Master Bushing.
Master bushing ini berbentuk utuh (tidak terbelah), ia tidak memiliki bentuk taper pada bagian dalam. Untuk keperluan tempat kedudukan slip, bagian tirus dibuat pada slip bowl, slip bowl ini ukurannya dapat diganti-ganti menyesuaikan ukuran slip atau ukuran pipa yang akan ditahan oleh slip.
3. Hinged Master Bushing.
Memiliki konstruksi terbagi menjadi dua bagian, tetapi keduanya dihubungkan dengan pin-pin yang besar sehingga dapat menyerupai solid type. Bagian dalam dari master bushing ini seperti pada solid type, tidak memiliki bagian tirus untuk tempat duduk slip. Untuk kedudukan slip dibuat bermacam ukuran slip bowl. Hinge type master bushing ini dibuat untuk rotary table berukuran nominal 37 ½ inch dan 49 ½ inch.
30 Ditinjau dari drivenya yaitu konstruksi penyambungan dari master bushing ke kelly bushing dibedakan atas 2 macam :
1. SQUARE DRIVE
Tipe ini mempunyai bukaan bujur sangkar (square opening) atau recess (13 9/16 inch sisi X 4 inch tinggi) untuk tempat duduk square drive kelly bushing. Type square ini ada 2 macam yaitu :
A. Solid master bushing dengan split bowl.
B. Split master bushing type ini square drivenya dibuat langsung pada master bushing.
2. PIN DRIVE.
Tipe ini master bushing memiliki lubang empat buah untuk tempat kedudukan dari empat buah pin dari kelly bushing.
Terdapat tiga type dari pin drive bushing yaitu :
Hinged master bushing with split bowl.
Split pin drive master bushing
Solid masterr bushing with split bowls Gambar 21 1.20. Master Bushing Type
31
Kelly Drive Bushing
Kelly drive bushing dilengkapi dengan roller-roller, sehingga memungkinkan kelly untuk meluncur bergerak naik turun dengan bebas melalui drive bushing, meskipun ada tekanan-tekanan antara roller dan kelly akibat menstransfer putaran dari meja putar.
Kelly saat ini tersedia dalam tiga bentuk, yaitu segi empat (square), segi enam (hexagonal) dan segi tiga (triangular). Oleh karena itu kelly drive bushing tersedia untuk ketiga type kelly tersebut dengan berbeda susunan rollernya.
32 Ditinjau dari drivernya, kelly bushing ada dua macam yaitu square drive untuk rotary table dengan square drive master bushing dan pin drive kelly bushing untuk rotary table dengan pin drive master bushing.
Khusus untuk operasi dilepas pantai dengan rig yang mengapung (floating rig) maka dipakai kelly bushing pin drive yang memiliki lock assembly. Dengan pin drive yang berlock assembly akan dapat mengunci kelly drive bushing ke meja putar, dan dapat menghindari terlepasnya kelly drive bushing saat floating rig bergerak naik turun karena ombak.
Rotary Slips
Rotary slip memiliki konstruksi bagian dalam mempunyai gigi dengan bentuk silinder dengan ukuran tertentu sesuai dengan ukuran pipa yang akan ditahan.
33 Dibagian luar slip berbentuk taper dengan kemiringan yang sama dengan kemiringan master bushig atau kemiringan dari slip bowl. Oleh karena itu slip dapat memakai secara sejajar dengan pipa dan tanpa menimbulkan luka lekuk di satu tempat (diujung). Rotary slip duduk di master bushing untuk menahan pipa selama pipa tersebut digantung dalam proses menambah atau melepas pipa.
Rotary slip dilihat dari pengoperasianya ada 2 macam, yaitu manual slip dan power slip.
Power slip merupakan slip yang dapat dioperasikan/dikontrol oleh driller utuk mengangkat dan memasukkan slip dengan system tenaga pneumatic. Power slip memiliki piston yang digerakkan dengan tekanan udara dan pada tangkai piston dipasangkan slip. Kontrol pengendalian piston biasanya berupa pedal kaki yang diletakkan didekat driller.
Beberapa point penting di dalam pengoperasian yang perlu diperhatikan diantaranya adalah :
1. Pakailah ukuran slip yang sesuai dengan ukuran pipa yang ditahan.
2. Apabila slip terdiri dari dua slip dan tidak tersusun menjadi satu di dalam mengoperasikan keduanya harus rata.
3. Jangan membiarkan slip didalam meja bor selama mencabut pipa. Cara ini akan mempercepat keausan gigi-gigi slip.
4. Gantilah gripping element dan pin-pin bila perlu, untuk mencegah tergelincir/lolos.
5. Jangan memasang slip di bagian toll joint, karena dapat merusak tool joint atau lolosnya drill pipe.
34 Pemeriksaan Slip.
1. Cek isert slot, ganti slip apabila insert slot aus.
2. Cek tapper bagian belakang dan bagian permukaan didalam. Pengecekan dilakukan dengan mempergunakan penggaris, seperti gambar di atas. Slip yang bengkok atau aus pada master bushing baru akan berakibat slip menjadi lurus, akan retak-retak dan slip dapat patah dan jatuh kedalam lubang.
3. Cek hine pin, dan ganti bila aus.
4. Jangan dipergunakan slips untuk ukuran pipa lebih besar dari ukuran slip sebenarnya. Hal ini akan dapat membuat retak vertical dan horizontal.
Pengetesan Slip dan Evaluasinya.
Slips Test.
1. Test dilakukan dengan beban yang menggantung, minimum 100.000 lbs, untuk mendapatkan cap (marking) dari pada pipa.
2. Pilih bagian pipa yang halus bersih dari bekas slip sebelumnya. 3. Balut pipa tersebut dengan kertas kedap air (waterproof) dan tahan.
4. Pasang rotary slip disekeliling pipa yang dibalut kertas tersebut, turunkan pipa dan slip dengan kecepatan normal.
5. Untuk melepas, tahan slip bersama-sama dan angkat pipa. Lepaskan slip hati-hati bila sudah bebas diatas lubang.
6. Lepas kertas hati-hati.
35 Evaluasi Hasil Slips Test.
1. Apabila bekas gigi slip merta pada semua gigi slip, menunjukkan master bushing dan slips pada kondisi baik.
2. Apabila insert hanya kontak pada bagian puncak saja, berarti master bushing harus diganti, apabila slip masih baik.
36