• Tidak ada hasil yang ditemukan

τ i = pengaruh kelompok ke-

HASIL DAN PEMBAHASAN

P- Tersedia dan Retens

1. Botol Penampung Bekas Kemasan Air Mineral

Paket teknologi konservasi tanah dan pengelolaan bahan organik serta hara P terhadap jumlah sedimen, C-organik, N-total, P-total dan K-total dalam aliran permukaan disajikan pada Tabel 7. Data pengamatan jumlah sedimen dan kandungan hara dalam

sedangkan analisis sidik raga H

jumlah sedimen, kandungan C-organik, N total, dan K total yang terbawa dalam aliran p

oleh barisan tanaman strip/pagar.

ermukaan. Sebaliknya, paket teknologi berpengaruh nyata terhadap P-total yang terbawa aliran permukaan (Tabel 7).

Tidak berpengaruh nyatanya paket teknologi konservasi tanah, pengelolaan bahan organik serta hara P terhadap konsentrasi sedimen dalam aliran permukaan disebabkan karena teknik konservasi yang diterapkan baik tanaman strip Stylosantes goyanensis maupun tanaman pagar Flemingia congesta hingga bulan ketiga belum mampu untuk mengurangi erosi. Karena pertumbuhannya masih sangat kecil, sehingga diduga masih ada partikel-partikel (sedimen) tanah yang lolos dan tidak mampu ditahan

Tabel 7 Pengaruh Paket Teknologi Terhadap Konsentrasi Sedimen, Konsentrasi C_Organik dan Unsur Hara dari Pengamatan dalam Botol penampung.

Konsentrasi Paket

Teknologi Sedimen C_organik N-total P-total K-total ……… g/l ……... …………. ppm ……… P0 P1 a 0.38 a 45.84 a 4.08 b 31.60 a a 0.33 a 24.94 a 1.84 b 13.94 a P8 17.26 a 0.32 a 30.75 a 2.87 b 29.22 a 21.21 a 0.35 a 32.09 a 2.94 b 15.44 a 15.96 a 0.30 a 29.83 a 2.96 b 11.55 a P2 22.62 a 0.34 a 36.11 a 8.23 a 34.71 a P3 18.84 a 0.23 a 26.57 a 3.00 b 12.69 a P4 21.68 a 0.40 a 33.88 a 4.00 b 18.91 a P5 27.08 a 0.57 a 42.39 a 3.95 b 18.70 a P6 35.43 P7 21.00

Angka-angka dalam kolom yang sama yang diikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda a taraf 5% menurut uji BNT.

emikian pu

nyata pad

D la kandungan C-organik dan unsur hara N, P dan K dalam aliran rmukaan tidak berbeda nyata antara perlakuan yang satu dengan perlakuan lainnya,

kar k i alam dak be Hal

tersebut disebabkan karena pertumbuhan ta kecil.

Selain itu, pem han jug mam perba fisik

tanah. pe

ena jumlah onsentras sedimen d aliran permukan ti rbeda. naman konservasi yang masih berian ba organik a belum pu mem iki sifat

2. Parit (bak) Pe g

il ana aru tekn nserv h dan laan

K total dalam aliran permukaan disajikan pada Tabel 8. Jumlah sedimen dan kandun

ambu Kibang, Kabupaten Lampung.

.

nampun

Has lisis peng h paket ologi ko asi tana pengelo bahan organik serta hara P terhadap jumlah sedimen, C-organik, N total, P total dan

gan hara dalam aliran permukaan disajikan pada Lampiran 47, 49, 51, 53, dan 55. Sedangkan analisis sidik ragamnya disajikan pada Lampiran 48, 50, 52, 54, dan 56. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa paket teknologi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah sedimen, C-organik, N total, P total dan K total dalam aliran permukaan.

Jumlah sedimen dalam aliran permukaan pada seluruh perlakuan tidak berbeda nyata. Hal ini disebabkan karena teknik konservasi yang diterapkan, baik tanaman strip Stylosantes goyanensis maupun tanaman pagar Flemingia congesta

hingga bulan ketiga belum mampu menghambat laju aliran permukaan, karena pertumbuhan tanaman strip dan tanaman pagar tersebut masih sangat kecil.

Demikian juga dengan konsentrasi C-organik serta hara N, P dan K dalam aliran permukaan tidak berbeda nyata untuk setiap perlakuan akibat tanaman strip

Stylosantes goyanensis maupun tanaman pagar Flemingia congesta masih sangat kecil, sehingga belum mampu menahan erosi yang membawa sedimen tanah yang mengandung hara.

Tabel 8 Pengaruh paket teknologi terhadap konsentrasi sedimen, konsentrasi C- organik dan beberapa unsur hara dari pengamatan bak setelah panen jagung pada percobaan di Desa Indraloka II, Kecamatan L

Konsentrasi Paket

i Sedimen C_organik N total P tota

teknolog l K total ……… g/l ……... …………. ppm ……… P0 19.27 a 0.38 a 44.27 a 2.96 a 13.47 a P1 19.35 a 0.46 a 35.14 a 4.33 a 40.20 a P2 18.36 a 0.37 a 30.46 a 3.92 a 14.00 a P3 30.42 a 0.60 a 45.77 a 6.08 a 21.13 a P4 16.57 a 0.37 a 30.21 a 3.76 a 12.85 a P5 19.47 a 0.41 a 49.86 a 3.26 a 14.88 a

Angka-angka dalam kolom yang sama yang diikuti dengan huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf 5% menurut uji BNT.

Kadar N-Total, K-Total, C-organik dan P-total paling rendah diperoleh pada perlakuan P4 (SP-36 dan pupuk kandang). Hal ini disebabkan oleh pengaruh pupuk SP-36 dan pupuk kan

P6 28.75 a 0.51 a 35.63 a 4.17 a 19.65 a P7 28.69 a 0.47 a 35.46 a 3.91 a 17.83 a P8 25.33 a 0.54 a 30.63 a 4.30 a 36.83 a

dang yang diyakini dapat memperbaiki sifat fisik dan kesuburan tanah

an tanah apat menurunkan pelepasan partikel tanah akibat pukulan hujan Agassi (1995).

Selain itu, untuk men an tegakan tanaman

ga m

rlihatkan fenomena kemampuan tanaman pagar dan strip sebagai barrier

i (Gambar 4).

menjadi lebih baik sehingga berperan dalam mengurangi besarnya pengangkutan hara oleh erosi. Pertumbuhan tanaman secara tidak langsung juga berperan dalam mengurangi kehilangan hara karena penutupan permuka

d

gurangi kecepatan aliran permukaan, kerapat

ju enjadi faktor pengontrol. Tegakan tersebut harus mampu menahan kekuatan pukulan air hujan sehingga mampu menghamburkan energi dari aliran permukaan.

Penanaman tanaman pagar juga mampu memperlambat laju aliran permukaan sehingga akan meningkatkan infiltrasi air. Tanaman pagar/strip tersebut akan berfungsi sebagai barrier yang mampu menahan partikel-partikel tanah yang terbawa dalam aliran sehingga tertahan di bagian belakang dari barisan tanaman pagar/strip. Deposisi partikel-partikel tersebut lama-kelamaan nantinya akan membentuk teras alami. Dalam percobaan ini, walaupun pengaruhnya belum nyata terlihat, namun telah mempe

Gambar 4 Gambaran partikel-partikel tanah yang tertahan di belakang ba tanaman pagar Flemingia congesta umur 3 bulan.

risan

Penelitian yang dilakukan oleh Abdurrahman dan Sukmana (1990) juga

m a siste croppin row Flemingia congesta

dapat membentuk teras alami sek rapan. Barisan

tanaman mingia cong rti pada Ga mampu m rtikel-

partikel h tererosi di s barisan ta ebut. Sel aman pagar/str eran dari per anaman pokok juga sangat berpengaruh. Hal ini dapat dipahami karena bila pertumbuhan tanam maka penutupan permukaan tanah oleh tanaman ak u menghamburkan energi kinetik hujan yang memecah partikel-partike njadi lebih halus dan lebih mudah terbawa dalam aliran pe kaan (Agass Pengaruh p ang secara tidak langsung

dan porositas tanah.

trasi C-organik, P, dan K dalam sedimen terendah adalah pada perlakuan kontrol (P0). Hal ini disebabkan karena tanah asalnya yaitu tanah Ultisol dicirika

enunjukkan bahw m alley g dengan hedge

itar 25 cm setelah setahun pene

Fle esta sepe mbar 3 enahan pa

tana bagian ata naman ters ain dari tan

ip, p tumbuhan t

an baik, an mamp

l tanah me

rmu i, 1995). upuk kand

juga berperan dalam menekan erosi melalui perbaikan sifat fisik tanah seperti struktur

Adapun konsen

Pengaruh Perlakuan Terhadap Tanaman

Pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sangat jelas terlihat

Analisis statistik menunjukkan bahwa penutupan lahan tertinggi dijumpai

teknik kon

erlakuan P2 (strip Stylosantes goyanensis dan SP-36), sedangkan penutupan lahan

t da paket teknologi P se penutupan lahan ini

sangat d ngaruhi oleh an tanaman n yang per nya baik akan m iki kanopi yang lebih lebar sehi tupan lah i tinggi. Penutupan lahan ini juga nantinya akan m besarnya i. Bila penutup ahan tinggi i akan dapa arena ene ial hujan akan leb ecil untuk m n partikel-partikel tanah.

perbedaannya antara perlakuan yang diberi pupuk SP-36 (P1, P2, P3 dan P4) dan petak-petak yang dipupuk fosfat alam tanpa SP-36 (P5, P6, P7, dan P8). Pertumbuhan jagung dan ubi kayu pada petak-petak yang diberi pupuk SP-36 sangat baik, sebaliknya pertumbuhan kedua tanaman pada petak-petak dengan fosfat alam dan tanpa SP-36 memperlihatkan pertumbuhan dan produksi jagung yang sangat rendah, bahkan banyak yang tidak tumbuh (Gambar 2). Hal ini disebabkan karena pupuk SP-36 lebih cepat tersedia sehingga P yang larut dapat langsung diserap oleh tanaman.

Dokumen terkait