FAKTOR STRATEGI INTERNAL Kuat Sedang Lemah
5 Break Event Point (BEP) Rupiah (Rp)
Unit (Kg) – Eugenol USP – Eugenol Asetat
Rp. 4.336.389.801,- 12.658 Kg
3.348 Kg
Berdasarkan pada Tabel 7, industri minyak atsiri yang dijalankan oleh PT XYZ saat ini layak untuk dijalankan, dapat diketahui dari nilai PBP yang digunakan untuk menghitung lama periode yang diperlukan untuk pengembalian uang investasi dapat dicapai dalam waktu 2 tahun 8 bulan 10 hari, waktu tersebut lebih kecil dari umur investasi dan umur ekonomis peralatan yaitu 5 tahun. Nilai
30
NPV sebesar Rp. 1.337.524.338,- dan nilai NPV tersebut positif (NPV > 0) yang berarti usaha tersebut layak untuk dijalankan. Nilai IRR sebesar 26,64% dan nilai IRR tersebut lebih besar dari r (nilai tingkat bunga sekarang) sebesar 14% maka usaha tersebut layak dijalankan. Nilai B/C Ratio sebesar 1,36 dan nilai B/C Ratio lebih besar dari 1 (B/C Ratio > 1) maka usaha tersebut layak untuk dijalankan. Sedangkan untuk analisa keuntungan menggunakan BEP dengan nilai sebesar Rp. 4.336.389.801,- nilai tersebut merupakan angka penjualan yang harus dicapai perusahaan agar mencapai titik impas dan untuk BEP unit untuk produk Eugenol USP adalah sebesar 12.658 Kg serta BEP Unit untuk produk Eugenol Asetat adalah sebesar 3.348 Kg.
Analisis Lingkungan
Tahap awal dalam menentukan strategi pengembangan usaha adalah dengan melakukan analisis terhadap lingkungan yang dimiliki oleh PT XYZ. Analisis lingkungan ini mencakup beberapa faktor baik dari dalam atau yang dimiliki oleh perusahaan, maupun dari luar yang dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan. Analisis lingkungan dibagi menjadi 2 (dua) kategori yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan.
Analisis lingkungan internal perusahaan mencakup analisis mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, yang berupa kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weaknesses) yang dimiliki oleh perusahaan, sedangkan analisis lingkungan eksternal perusahaan menggambarkan tentang peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) yang sedang dan akan dihadapi oleh perusahaan. Dari hasil analisis lingkungan inilah didapatkan faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan yang digunakan untuk menentukan pemilihan strategi pengembangan usaha industri minyak atsiri PT XYZ.
Analisis lingkungan Internal Perusahaan
Analisis lingkungan internal perusahaan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menjalankan roda bisnisnya. Analisis lingkungan internal perusahaan ini merupakan analisis mengenai kegiatan- kegiatan yang dilakukan perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan dengan mengkaji berbagai aspek yang ada seperti aspek manajemen/organisasi, produksi, pemasaran dan keuangan.
1. Manajemen/Organisasi
PT XYZ memiliki 11 tenaga kerja yang terdiri dari 6 karyawan tetap dan 5 karyawan tidak tetap, dengan tingkat pendidikan dilevel manajemen tingkat atas dan menengah adalah seorang sarjana, sedangkan tingkat bawah (operator produksi) adalah lulusan SMK. Pada PT XYZ jumlah SDM yang masih sedikit dan kemampuannya yang tidak merata dimasing-masing bidangnya merupakan salah satu kelemahan internal yang dimiliki oleh perusahaan. Sistem pembayaran gaji melalui dua cara melalui bank dan cash disesuaikan dengan kondisi perusahaan, dan standar gaji mengikuti upah minimum regional daerah Tangerang Selatan. Sistem organisasi yang dijalankan oleh PT
31 XYZ sama dengan IKM-IKM startup lainnya yang masih mencoba untuk mandiri, pola kerja dan integritas kerjanya sudah bagus akan tetapi akan lebih bagus lagi jika memiliki standar ISO dalam pengelolaan perusahaan.
2. Produksi
Produk yang dihasilkan oleh PT XYZ adalah eugenol USP dan eugenol asetat yang keduanya merupakan hasil dari permurnian terhadap crude minyak cengkeh yang merupakan hasil hidrodistilasi. Menurut Guenther dalam Djafar et al. (2010) Hidrodistilasi merupakan metode yang umum dipakai untuk mengekstrak minyak atsiri dari suatu tanaman.
- Pembuatan eugenol USP dilakukan melalui proses pemurnian dengan distilasi fraksinasi terhadap bahan baku crude eugenol atau eugenol hitam. Menurut Harunsyah (2011) Proses pemurnian secara fisika bisa dilakukan dengan mendistilasi ulang minyak atsiri yang dihasilkan (redestillation) dan distilasi fraksinasi dengan pengurangan tekanan. Sebelum dilakukan proses distilasi fraksinasi terhadap eugenol hitam, dilakukan dahulu fraksinasi dengan menggunakan etanol, selain sebagai tes kebocoran juga sebagai sarana pembersihan alat distilasi fraksinasi itu sendiri. Selain etanol juga terdapat bahan pendukung lainnya seperti gas LPG dan air. Setelah diyakini tidak terdapat kebocoran, maka proses distilasi fraksinasi dengan menggunakan bahan baku eugenol hitam dapat dilakukan.
Adapun tahapan proses distilasi fraksinasi eugenol hitam menjadi eugenol USP adalah sebagai berikut:
1).Proses Awalan
Proses awalan antara lain terdiri dari:
- Mengaktifkan pompa vakum hingga tekanan di dalam tabung 0 atm. - Mengaktifkan chiller (pendingin) pada tangki yang telah diisi air. - Memasukkan eugenol hitam ke dalam tangki pengumpan. 2).Proses Distilasi Fraksinasi
Proses distilasi fraksinasi adalah tahapan utama, yaitu eugenol hitam yang telah dimasukkan ke dalam tangki pengumpan akan dipanaskan hingga suhu mencapai 100º - 130ºC, yaitu suhu titik didih dari eugenol hitam dalam kondisi tekanan 0 atm. Pada tekanan 1 atm (normal), titik didih eugenol bisa mencapai 255ºC. Setelah eugenol tersebut menguap, uap eugenol itu selanjutnya masuk kedalam kondensor yang dialiri air yang telah didinginkan, sehingga terjadi proses kondensasi yang mengakibatkan uap eugenol tersebut berubah menjadi cairan eugenol yang telah murni. 3).Proses Penampungan
Setelah itu, cairan eugenol yang sudah mencair tersebut ditampung pada tangki penampungan. Kemudian dipindahkan ke dalam jerigen.
4).Pengujian Kemurnian
Dari hasil yang didapat dari proses distilasi fraksinasi tersebut, diambil sample untuk di uji kemurniannya dengan menggunakan uji Gas Cromatography (GC). GC merupakan metode yang dinamis untuk pemisahan dan deteksi-deteksi senyawa organik yang mudah menguap.
32
Gambar 5 Alat Distilasi Fraksinasi PT XYZ
- Pembuatan Eugenol Asetat dilakukan dengan memasukkan Asetat Unhidrid dan Natrium Asetat kemudian dimasukan eugenol USP kedalam tangki reaktor. Campuran direfluks pada suhu 130˚C selama 3 jam selanjutnya didinginkan. Campuran kemudian dicuci dengan air sampai campuran netral. Campuran kemudian didiamkan beberapa saat agar terbentuk dua lapisan. Lapisan bawah campuran kemudian dibuang dan lapisan atasnya tetap berada di dalam tangki reaktor yang kembali diekstraksi dengan larutan Natrium Bicarbonat jenuh. Campuran kemudian difiltrasi dan dilakukan destilasi fraksinasi untuk memperoleh eugenol asetat. Metode pembuatan eugenol asetat dijelaskan dalam Gambar 6.
Gambar 6 Metode Pembuatan Eugenol Asetat
Peralatan Produksi yang dimiliki oleh PT XYZ sudah cukup layak untuk menjalankan operasi produksi minyak atsiri walaupun oleh perusahaan masih dinilai terbatas alat produksinya, selama ini perusahaan sudah mampu memenuhi kebutuhan baik lokal maupun internasional dengan sumber daya yang ada didukung dengan integritas kerja yang tinggi dan proses produksi yang sesuai dengan standar, PT XYZ mampu menghasilkan produk eugenol
33 USP dengan kadar kemurnian minimum 99,5% dan Eugenol Asetat dengan kadar kemurnian minimum 99,7% yang mampu bersaing dengan perusahaan lain. Dengan kadar kemurnian tersebut sudah cukup untuk diperdagangkan, karena menurut USP (United States Pharmacopeia) untuk dapat diperdagangkan di perdagangan internasional eugenol harus memiliki kadar kemurnian lebih besar dari 98%.
3. Pemasaran
Pemasaran yang dilakukan oleh PT XYZ dengan cara promosi langsung melalui telepon ke perusahaan-perusahaan pengguna minyak atsiri, dan kebanyakan bersifat B to B (Business to Business) karena tidak menjual produk yang dapat langsung dinikmati oleh end user, produk yang dihasilkan oleh PT XYZ merupakan bahan baku utama dari produk-produk untuk industri makanan, kosmetik dan kesehatan.
Selain itu media promosi yang sedang digunakan adalah melalui layanan internet dengan memanfaatkan website dan email dalam berhubungan dengan konsumen. Menurut pimpinan perusahaan permintaan untuk pasar ekspor terhadap produk minyak atsiri dan turunannya ini sangat banyak, terutama di negara-negara Eropa, Amerika dan Asia.
4. Keuangan
Kondisi keuangan PT XYZ tergolong cukup baik sebagai perusahaan startup yang baru berjalan, akan tetapi perusahaan masih merasa kurang permodalan untuk mengembangkan dan memperbesar usahanya. Oleh karena itu kondisi keuangan perusahaan saat ini dipengaruhi oleh hasil penjualan, yang selama ini dilakukan. Sumber permodalan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan pada awal-awal berasal dari modal sendiri dan investor dengan sistem bagi hasil, dengan modal awal sebesar 2 milyar rupiah dan rataan omzet perbulan sekitar 200 juta rupiah, perusahaan bisa menghidupi jalannya roda usaha sampai sekarang.
Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan
Analisis lingkungan eksternal perusahaan bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor di luar internal perusahaan, yang dapat dimanfaatkan maupun dihindari oleh perusahaan berupa peluang dan ancaman industri minyak atsiri. Analisis ini mengkaji berbagai aspek yang ada seperti aspek politik/pemerintahan, teknologi, kompetitif dan lingkungan.
1. Politik/pemerintahan
Dalam industri minyak atsiri pemerintah melalui kementerian perindustrian konsen dengan permasalahan ini dengan adanya road map pengembangan klaster industri minyak atsiri yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 136/M-IND/PER/10/2009 dan industri minyak atsiri digolongkan pada klaster industri prioritas industri kecil dan menengah tertentu. Akan tetapi dalam road map tersebut hanya dijelaskan kemana arah perkembangan industri minyak atsiri. Selain itu pemerintah wajib mengatur harga komoditi minyak atsiri yang masih fluktuatif melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung industri ini. Menurut pimpinan perusahaan kebijakan-kebijakan lain yang mendukung industri minyak atsiri ini masih sangat dibutuhkan, khususnya dalam bidang ekspor dan impor, karena kebijakan yang selama ini ada masih dirasa terlalu panjang alurnya.
34
2. Teknologi
Saat ini PT XYZ memiliki peralatan produksi yang dinilai oleh perusahaan sudah cukup dalam melakukan produksi, akan tetapi dalam industri minyak atisiri masih terdapat peralatan yang lebih canggih lagi dalam melakukan produksi, seperti yang dijelaskan oleh pimpinan perusahaan yaitu teknologi wiped film evaporator yang dapat membantu proses produksi.
Dengan lokasi perusahaan yang dekat dengan lembaga penelitian dan pengembangan yang memiliki pakar yang ahli pada bidangnya harus dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk melakukan feasibility study terhadap teknologi-teknologi baru yang dapat memperkuat sektor produksi perusahaan. Selain itu pemanfaatan teknologi informasi dapat ditingkatkan oleh PT XYZ untuk melakukan aktifitas pemasaran, penjualan dan promosi produk sehingga kegiatan usahanya akan lebih efektif dan efisien.
3. Kompetitif
Adanya perusahaan pendatang baru sejenis akan berakibat pada naiknya tingkat persaingan bagi perusahaan yang juga baru memulai bisnis ini, karena akan mengurangi pangsa pasar serta perebutan sumber daya yang ada misalkan pada masalah bahan baku. Kondisi ini menjadikan ancaman bagi PT XYZ dalam menjalankan usahanya. Tingkat persaingan yang ada pada industri minyak atsiri dibanding dengan perusahaan baru sejenis tergolong sedang, karena menurut klaim pimpinan perusahaan walaupun ada persaingan mereka sudah memiliki pasar sendiri-sendiri melalui jaringan bisnis yang dimiliki selama ini, karena biasanya pemain-pemain baru yang ada pada industri ini merupakan keluaran dari perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan sebelumnya.
Dengan adanya persaingan ini terutama dengan perusahaan besar, sangat berpengaruh pada harga komoditi produk minyak atsiri ini seperti harga bahan baku dan harga jual produk, karena tentunya perusahaan besar akan sangat mudah mengatur harga karena dia bermain dengan partai besar, sedangkan bagi perusahaan baru mau tidak mau harus mengikuti standar pasar yang ditetapkan oleh perusahaan besar yang sudah mapan.
4. Lingkungan
Indonesia merupakan negara penghasil minyak atsiri no 6 di dunia pada komoditi tertentu, sejalan dengan hal tersebut potensi bahan baku atsiri yang dimiliki oleh Indonesia cukup besar, hal ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengamankan sektor produksinya. Akan tetapi di tingkat pengumpul masih terdapat permainan stock bahan baku yang berakibat pada tidak stabilnya harga bahan baku yang tentu mengganggu keberlangsungan pengadaan bahan baku oleh perusahaan.
Lokasi PT XYZ berada di dalam PUSPITEK, sehingga disekitar lokasi perusahaan terdapat lembaga-lembaga riset yang dimiliki oleh BPPT, LIPI, BATAN dan lembaga lain yang memiliki standar. Hal ini dapat dimanfaatan oleh perusahaan untuk memperkuat potensi yang dimiliki oleh perusahaan. terutama pada sektor produksi dan pemasaran. Dalam sektor produksi perusahaan dapat memanfaatkan lembaga riset lain untuk memperkuat inovasi produknya, sedangkan dalam sektor pemasaran seiring dengan permintaan pasar yang meningkat, perusahaan dapat memanfaatkan dukungan pemerintah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dibidang pemasaran.
35 Identifikasi Faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan berupa kekuatan (Strength), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threaths) yang berpengaruh terhadap industri minyak atsiri yang dijalankan oleh PT XYZ, didapatkan hasil yang dapat digunakan untuk menentukan posisi perusahaan dengan menggunakan matriks IE. Posisi perusahaan tersebut digunakan sebagai acuan untuk menentukan alternatif strategi pengembangan perusahaan kedalam analisis SWOT.
Tabel 8 Identifikasi Faktor Kekuatan dan Kelemahan
Faktor Internal Kekuatan Kelemahan
Manajemen/ Organisasi
Integritas kerja yang tinggi Kemampuan karyawan belum merata
Jumlah SDM masih sedikit Produksi Kontinuitas bahan baku
terjamin
R&D dan fasilitas laboratorium yang baik Selalu inovatif dengan produk
baru yang diminati pasar
Alat produksi masih terbatas
Pemasaran Memiliki jaringan yang luas dalam bisnis atsiri dan turunannya
Memerlukan energi yang sangat besar untuk
melakukan penetrasi pasar
Keuangan - Kurangnya permodalan
untuk pengembangan usaha Tabel 9 Identifikasi Faktor Peluang dan Ancaman
Faktor Eksternal Peluang Ancaman
Politik/ Pemerintahan
Adanya kebijakan pemerintah dan road map yang jelas
Harga komoditi yang sangat fluktuatif
Teknologi Adanya teknologi baru yang dapat memperkuat bidang produksi
-
Kompetitif - adanya perusahaan
pendatang baru yang sejenis Permainan harga jual oleh
perusahan besar Permainan harga bahan
baku oleh perusahaan besar Lingkungan Potensi bahan baku cukup
besar
Permintaan pasar meningkat Adanya lembaga riset lain di
sekitar lokasi perusahaan
Permainan bahan baku di tingkat pengumpul
36
Berikut ini akan dianalisis mengenai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari PT XYZ yang terdapat pada profil SWOT seperti dijelaskan pada Tabel 10.
Tabel 10 Profil SWOT PT XYZ
Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weaknesses)
1. Kontinuitas bahan baku terjamin
2. R&D dan fasilitas laboratorium yang baik
3. Integritas kerja yang tinggi 4. Selalu inovatif dengan produk
baru yang diminati pasar
5. Memiliki jaringan yang luas dalam bisnis atsiri dan turunannya
1. Kurangnya permodalan untuk pengembangan usaha
2. Memerlukan energi yang sangat besar untuk melakukan penetrasi pasar
3. Alat produksi masih terbatas 4. Kemampuan karyawan belum
merata
5. Jumlah SDM masih sedikit
Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats)
1. Potensi bahan baku cukup besar 2. Permintaan pasar meningkat 3. Adanya kebijakan pemerintah
dan road map yang jelas
4. Adanya lembaga riset lain di sekitar lokasi perusahaan
5. Adanya teknologi baru yang dapat memperkuat bidang produksi
1. Harga komoditi yang sangat fluktuatif
2. Permainan bahan baku di tingkat pengumpul
3. Permainan harga jual oleh perusahan besar
4. Permainan harga bahan baku oleh perusahaan besar
5. adanya perusahaan pendatang baru yang sejenis
1.Kekuatan (Strength)
a. Kontinuitas bahan baku terjamin
Kontinuitas bahan baku merupakan kekuatan utama yang dimiliki perusahaan baik dalam melakukan uji coba produksi pada skala kecil maupun produksi dalam skala besar untuk mencapai mutu dan target produksi yang telah ditentukan. Bahan baku terjamin karena perusahaan memiliki investor yang punya jaringan luas dengan para petani, pengepul bahan baku sebagian besar di wilayah pulau Jawa dan Sumatera.
b. R&D dan fasilitas laboratorium yang baik
Dalam pengembangan produk baru dan untuk menguji standarisasi mutu dari produk yang dihasilkan, perusahaan memiliki fasilitas laboratorium yang lumayan lengkap peralatannya, baik sebelum dan sesudah produksi bahan baku dan produk diperlakukan uji laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kadar kemurnian dari produk tersebut, semakin murni dan berkualitas baik harga produk tersebut semakin tinggi. Selain itu R&D juga dilakukan oleh perusahaan untuk perbaikan kualitas produk maupun menemukan produk-produk turunan baru yang berdaya jual tinggi.
37 Untuk menjadi sebuah perusahaan yang mandiri dan berdaya saing integritas kerja dari perusahaan harus tinggi, terlebih lagi PT XYZ merupakan IKM yang termasuk baru dan memerlukan etos kerja yang bagus. Sejalan dengan hal tersebut SDM yang dimiliki oleh perusahaan tergolong memiliki integritas yang tinggi dalam bekerja, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya waktu lembur dalam uji coba produksi akan tetapi baik karyawan tetap maupun tidak tetap selalu semangat dalam bekerja. SDM merupakan aset terpenting dalam menjalanan roda bisnis, karena tanpa SDM yang berintegritas bisnis yang dijalankan tidak akan berjalan dengan lancar. d. Selalu inovatif dengan produk baru yang diminati pasar
Produk yang inovatif sesuai dengan permintaan pasar merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan, inovasi produk didukung oleh aktifitas R&D dengan fasilitas laboratorium yang baik dan SDM terampil yang selalu melakukan riset untuk mendapatkan produk baru dan perbaikan mutu serta kualitas terhadap produk lama yang sudah pernah diproduksi. e. Memiliki jaringan yang luas dalam bisnis atsiri dan turunannya
Beberapa jajaran dari manajerial perusahaan merupakan pemain lama dalam industri minyak atsiri ini, di perusahaan yang lama mereka sudah memiliki jaringan baik bahan baku maupun pasar yang dapat diaplikasikan pada perusahaan baru ini. Tentunya jaringan bisnis ini merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan.
2. Kelemahan (Weaknesses)
a. Kurangnya permodalan untuk pengembangan usaha
Permasalahan yang utama dimiliki pada setiap Industri Kecil dan Menengah adalah masalah permodalan, meskipun perusahaan telah memiliki investor, dana yang diberikan untuk menjalankan usaha masih dirasa kurang dalam pengembangan usaha baik produksi maupun pemasaran.
b. Memerlukan energi yang sangat besar untuk melakukan penetrasi pasar Aspek pemasaran dalam hal ini melalui penetrasi pasar masih menjadi sedikit permasalahan yang dimiliki oleh perusahaan, hal ini dikarenakan tenaga pemasaran yang dimiliki oleh perusahaan masih kurang dan belum terlalu terampil. Pemasaran yang selama ini dilakukan hanya pada pembeli- pembeli yang sudah bekerjasama dan dikenal sebelumnya, dan belum banyak pembeli-pembeli baru yang dapat terjaring.
c. Alat produksi masih terbatas
Peralatan produksi yang dimiliki oleh perusahaan belum bisa dibilang sudah lengkap. Beberapa peralatan yang masih belum lengkap adalah pada tahap akhir produksi, meskipun dengan alat yang sudah dimiliki perusahaan sudah cukup untuk menghasilkan produk yang dapat dijual, tetapi perusahaan masih menginginkan peralatan produksi dengan spesifikasi lebih bagus untuk mendapatkan produk dengan mutu dan kadar kemurnian yang tinggi yang tentunya berimplikasi pada harga jual produk.
d. Kemampuan karyawan belum merata
Karyawan yang dimiliki oleh perusahaan belum memiliki kemampuan atau keterampilan yang merata di masing-masing bidangnya, hal ini menjadi sedikit kendala, misalnya pada bagian produksi jika salah satu karyawan
38
tidak masuk atau berhenti, diperlukan pelatihan baru pada karyawan yang lain/karyawan baru yang sedikit menguras tenaga dan waktu.
e. Jumlah SDM masih sedikit
Jumlah karyawan yang dimiliki perusahaan masih berjumlah 11 orang, menurut direktur utama hal ini belum bisa dikatakan ideal dalam menjalankan perusahaan, dan rencanannya perusahaan akan menambah jumlah karyawan khususnya karyawan tetap untuk menjalankan perusahaan terutama pada sektor produksi dan pemasaran produk.
3.Peluang (Opportunities)
a. Potensi bahan baku cukup besar
Potensi bahan baku atsiri yang ada di Indonesia merupakan peluang utama yang dimiliki oleh perusahaan untuk keberlanjutan dalam menjalankan usaha, menurut direktur utama potensi bahan baku yang sangat besar ada di pulau Jawa dan Sumatera.
b. Permintaan pasar meningkat
Permintaan pasar terhadap minyak atsiri semakin hari semakin meningkat, hal ini dikarenakan jumlah produsen minyak atsiri di Indonesia belum mampu menjawab semua kebutuhan dari konsumen. Peluang inilah yang coba dimanfaatkan oleh perusahaan untuk memenuhinya.
c. Adanya kebijakan pemerintah dan road map yang jelas
Kebijakan dan road map pengembangan industri minyak atsiri di Indonesia cukup jelas dengan telah tersusunnya Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 136/M-IND/PER/10/2009 tentang peta panduan (road map) pengembangan klaster industri minyak atsiri, visi besar yang tertuang dalam road map tersebut yaitu Indonesia sebagai pusat keunggulan atsiri dunia pada tahun 2025 yang diharapkan menjadi 5 (Lima) besar dunia. Untuk mencapai visi tersebut, diperlukan misi yang didukung oleh strategi dan kebijakan dari pemerintah itu sendiri serta kolaborasi dari berbagai pihak antara industri dan pemerintah.
d. Adanya lembaga riset lain di sekitar lokasi perusahaan
Lokasi perusahaan berada di kawasan PUSPIPTEK, di kawasan tersebut banyak terdapat lembaga-lembaga riset pemerintah dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan pakar-pakar/tenaga ahli yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam pengembangan usahanya. Peluang ini sama besarnya dengan perusahaan-perusahaan lain sejenis, meskipun PT XYZ adalah binaan dari Balai Inkubator Teknologi, karena tetap melalui SOP yang dimiliki oleh lembaga-lembaga riset tersebut.
e. Adanya teknologi baru yang dapat memperkuat bidang produksi
Teknologi baru dalam industri minyak atsiri dibutuhkan untuk memperbaiki mutu atau kualitas dari produk yang dihasilkan, saat ini perusahaan telah memiliki peralatan produksi yang sudah bisa berproduksi, akan tetapi perusahaan masih menginginkan perlatan baru berteknologi lebih tinggi untuk mendapatkan produk dengan kualitas tinggi dan tentunya akan berimplikasi pada harga produk tersebut. Menurut Setya et. al. (2012), untuk menaikkan harga jual minyak atsiri dan mengoptimalkan potensi minyak atsiri diperlukan usaha untuk menaikkan mutunya sesuai dengan standar