• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

3. Briefing dan Pembagian Tugas

15 Penyuluhan Pentingnya Mengonsumsi Garam Beryodium. 2-19 Agustus 2018 16 Pemeriksaan Kesehatan dan Pemberian Kacamata Gratis 16 Agustus 2018 17 Imunisasi MR dan Penjaringan Kesehatan di Sekolah

Menengah Pertama Negeri 2 Kintamani.

11 Agustus 2018 18 Imunisasi MR dan Penjaringan Kesehatan di Sekolah Dasar

Negeri 1 dan 2 Belantih.

14 Agustus 2018

19 Posyandu. 7,8,13,14,15 Agustus 2018

BAB 4.

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

4.1 Program Pokok Tema Bidang Prasarana Fisik 1. Pengadaan Bank Sampah Desa Belantih

Dilakukan pada 3 Agustus 2018 di Ruang Pertemuan Desa Belantih dengan melibatkan Kepala Desa, Kepala Dusun, pihak DYWIK Bank Sampah, Masyarakat Desa Belantih, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Persiapan dan Pembekalan. Melakukan pengamatan langsung mengenai kebersihan Desa Belantih, kemudian didapat permasalahan yang dapat dibantu adalah permasalahan pengelolaan sampah yang kurang baik. Hal ini didasari karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan yang mengakibatkan masyarakat enggan mengelola sampah dengan alasan terlalu membuang waktu.

b. Kegiatan Utama. Kegiatan utama dari program ini adalah melakukan penyadaran hidup sehat dan bersih kepada masyarakat dengan menjaga lingkungan dengan pengelolaan sampah dan pengadaan bank sampah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dari segi kesehatan, kebersihan dan juga materi.

c. Kegiatan Pendukung

1. Melakukan Koordinasi dengan Masyarakat

Untuk memperlancar kegiatan koordinasi diperlukan dengan pihak-pihak terkat warga sehingga kegiatan bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan keinginan.

2. Perumusan Konsep Pengadaan Bank Sampah Desa Belantih

Konsep Pengadaan Bank Sampah dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana teknis pelaksanaan kegiatan.

3. Briefing dan Pembagian Tugas

Sama halnya dengan perumusan konsep, briefing dilaksanakan untuk mempertegas tugas-tugas dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan dilaksanakan pada saat kegiatan berlangsung sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.

98

d. Permasalahan: Terdapat beberapa kendala yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan ini, seperti terlambatnya kehadiran undangan dari waktu yang ditentukan selama 30 menit sehingga mengakibatkan keterlambatan pelakasanaan selama 30 menit.

e. Solusi: Dari permasalahan keterlambatan pelaksanaan selama 30 menit didapatkan solusi berupa melakukan follow up kepada pihak terkait agar kehadirannya bisa tepat waktu dan memadatkan penyempaian materi namun tidak menghilangkan materi yang telah disetujui oleh pembicara.

f. Hasil: Dengan dilaksanakannya Pengadaan Bank Sampah Desa Belantih, masyarakat Desa Belantih menjadi lebih memahami mengenai kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan pengelolaan sampah, serta membantu desa dalam permasalahan sampah yang dialami desa, dengan selalu melakukan koordinasi dengan pihak DYWIK Bank Sampah diharapkan Bank sampah Desa Belantih dapat tetap berjalan untuk menjaga kebersihan dan keasrian Desa Belantih.

2. Penanaman Pohon Desa Belantih

Dilakukan pada 10 Agustus 2018 di Desa Belantih dengan melibatkan Kepala Desa, Kepala Dusun, Masyarakat Desa Belantih, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Persiapan. Melakukan pengamatan langsung mengenai kondisi desa. kemudian didapat permasalahan yang dapat dibantu adalah permasalahan kurangnya tanaman perindang di jalan desa menuju pura sebak dan juga di lereng-lereng batas desa.

b. Kegiatan Utama. Kegiatan utama dari program ini adalah melakukan penanaman pohon yang telah ditentukan oleh pihak desa yaitu, akses menuju Pura Subak Desa Belantih dan lereng-lereng batas Desa Belantih.

c. Kegiatan Pendukung

1. Melakukan Koordinasi dengan warga

Koordinasi diperlukan dengan warga sehingga kegiatan bisa berjalan dengan baik dan sesuai keinginan.

2. Melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan Kabupaten Bangli, dan BP HL UNDA ANYAR Bali – Nusa Tenggara untuk permohonan bibit pohon perindang dan tanaman hias.

3. Briefing dan Pembagian Tugas

Sama halnya dengan perumusan konsep, briefing dilaksanakan untuk mempertegas tugas-tugas dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan dilaksanakan pada saat kegiatan berlangsung sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.

4. Pengambilan Bibit Pohon

99

Pengambilan bibit pohon perindang dan tanaman hias dilakukan pada tanggal 31 Juli 2018 dari kota Denpasar ke posko KKN Desa Belantih.

5. Penanaman Pohon Desa Belantih dilaksanakan sesuai dengan hasil koordinasi dengan pihak desa yaitu pada pukul 09.00 di Pura Subak Desa Belantih dan lereng-lereng batas desa Belantih bersama dengan perangkat desa dan warga sekitar areal penanaman yang berlangsung selama dua jam.

d. Permasalahan: Tidak ditemukan kendala dalam pelaksanaan program ini.

e. Hasil: Dengan dilaksanakannya penanaman pohon di desa Belantih, diharapkan lingkungan desa menjdi lebih indah dan rindang. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenang-kenangan yang berguna serta bermanfaat.

4.2 Program Pokok Tema Bidang Peningkatan Produksi

1. Program Penyuluhan Penggunaan Pestisida yang Baik dan Benar di Desa Belantih

Dilakukan pada 6 Agustus 2018 di Balai Desa Belantih dengan melibatkan Kepala Desa, Kelian Subak, Balai Penyuluh Pertanian, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Persiapan: Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai penggunaan pestisida yang baik dan benar.

b. Kegiatan Utama. Sosialisasi dan penyuluhan kepada kelian subak guna meningkatkan pengetahuan petani tentang penggunaan pestisida yang baik dan benar karena penggunaan yang berlebihan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berkurangnya kesuburan tanah.

c. Kegiatan Pendukung

1. Melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Bangli dan Balai Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bangli.

2. Perumusan Konsep

Perumusan konsep tentang hal yang dilakukan serta teknis pelaksanaan kegiatan.

3. Briefing dan Pembagian Tugas

Adapun sama halnya dengan perumusan konsep kegiatan, briefing dilaksanakan untuk memperjelas tugas dan hal yang harus dilakukan serta dilaksanakan pada saat kegiatan penyuluhan sehingga pelaksanaaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

d. Permasalahan selama kegiatan berlangsung yaitu, kurangnya koordinasi dengan pembicara dikarenakan dari pihak pemibicara hanya memberi kontak dari kantor sehingga susah untuk dihubungi dan pembicara datang tidak tepat waktu, materi yang disampaikan pembicara kurang jelas dan media pendukungnya kurang seperti contoh tidak menggunakan slide sehingga pada saat sosialisasi kurang kondusif.

100

e. Solusi permasalahan tersebut berupa berkoordinasi dengan pihak pembicara dan meminta kontak pribadi pembicara,memberikan materi penyuluhan kepada peserta berupa hard copy agar peserta lebih memahami dan dapat mempelajarinya di rumah masing – masing.

f. Hasil kegiatan penyuluhan tersebut, petani sadar akan bahayanya penggunaan pestisida jika digunakan secara tidak tepat dan berlebihan.

2. Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik Guna Mengurangi Penyebaran Sampah di Lingkungan Desa Belantih

Dilakukan pada 6 Agustus 2018 di Ruang Pertemuan Desa Belantih dengan melibatkan Kepala Desa, Kelian Subak, Balai Penyuluh Pertanian, Masyarakat Desa Belantih, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Persiapan dan Pembekalan. Beberapa hal telah dilakukan dalam mempersiapan kegiatan ini antara lain, melakukan observasi dan wawancara dengan Kepala Desa Belantih mengenai permasalahan dilingkungan desa belantih. Didapatkan hasil bahwa masih banyak warga yang belum memiliki kesadaran buang sampah pada tempatnya. Dan belum paham bagaimana cara pengolahan sampah tersebut menjadi pupuk kompos organic. Dimana pembuatan sampah menjadi pupuk kompos dapat mengurangi penyebaran sampah yang berlebihan dilingkungan desa belantih

b. Kegiatan utama dari penyuluhan dan pelatihan tentang kompos adalah pemberian materi tentang pengertian, manfaat, dan langkah pembuatan kompos. Penyuluhan dimulai pada pukul 10.00 WITA hingga selesai, yang dilakukan Di Ruang Pertemuan Desa Belantih.

Kegiatan ini diikuti oleh Anggota Subak Desa Belantih yang jumlahnya mencapai 45 orang (Absensi terlampir) dan beberapa mahasiswa KKN PPM XVII Unud. Narasumber menyampaikan tentang manfaat dari pembuatan kompos dari sampah organik.

c. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dua arah antara peserta dan narasumber. Adapun diskusi membahas mulai dari teknis pembuatan kompos, proses pengadaan alat serta membagi pengalaman masing-masing. Setelah kegiatan tersebut selesai, masyarakat diajak untuk berdiskusi. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak sangat antusias untuk mendengar maupun memberikan tanggapan materi yang diberikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang meminta berbagai saran kepada narasumber ataupun mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut.

d. Kegiatan Pendukung

1. Melakukan Koordinasi dengan Kepala desa dan jajarannya

Koordinasi dilakukan dengan Kepala desa dan masyarakat setempat sehingga kegiatan yang berkaitan dengan penyuluhan bisa berjalan dengan baik.