• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

2. Perumusan Konsep Acara Penyuluhan dan Pelatihan

e. Solusi permasalahan tersebut berupa berkoordinasi dengan pihak pembicara dan meminta kontak pribadi pembicara,memberikan materi penyuluhan kepada peserta berupa hard copy agar peserta lebih memahami dan dapat mempelajarinya di rumah masing – masing.

f. Hasil kegiatan penyuluhan tersebut, petani sadar akan bahayanya penggunaan pestisida jika digunakan secara tidak tepat dan berlebihan.

2. Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos dari Sampah Organik Guna Mengurangi Penyebaran Sampah di Lingkungan Desa Belantih

Dilakukan pada 6 Agustus 2018 di Ruang Pertemuan Desa Belantih dengan melibatkan Kepala Desa, Kelian Subak, Balai Penyuluh Pertanian, Masyarakat Desa Belantih, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Persiapan dan Pembekalan. Beberapa hal telah dilakukan dalam mempersiapan kegiatan ini antara lain, melakukan observasi dan wawancara dengan Kepala Desa Belantih mengenai permasalahan dilingkungan desa belantih. Didapatkan hasil bahwa masih banyak warga yang belum memiliki kesadaran buang sampah pada tempatnya. Dan belum paham bagaimana cara pengolahan sampah tersebut menjadi pupuk kompos organic. Dimana pembuatan sampah menjadi pupuk kompos dapat mengurangi penyebaran sampah yang berlebihan dilingkungan desa belantih

b. Kegiatan utama dari penyuluhan dan pelatihan tentang kompos adalah pemberian materi tentang pengertian, manfaat, dan langkah pembuatan kompos. Penyuluhan dimulai pada pukul 10.00 WITA hingga selesai, yang dilakukan Di Ruang Pertemuan Desa Belantih.

Kegiatan ini diikuti oleh Anggota Subak Desa Belantih yang jumlahnya mencapai 45 orang (Absensi terlampir) dan beberapa mahasiswa KKN PPM XVII Unud. Narasumber menyampaikan tentang manfaat dari pembuatan kompos dari sampah organik.

c. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dua arah antara peserta dan narasumber. Adapun diskusi membahas mulai dari teknis pembuatan kompos, proses pengadaan alat serta membagi pengalaman masing-masing. Setelah kegiatan tersebut selesai, masyarakat diajak untuk berdiskusi. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat tampak sangat antusias untuk mendengar maupun memberikan tanggapan materi yang diberikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang meminta berbagai saran kepada narasumber ataupun mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut.

d. Kegiatan Pendukung

1. Melakukan Koordinasi dengan Kepala desa dan jajarannya

Koordinasi dilakukan dengan Kepala desa dan masyarakat setempat sehingga kegiatan yang berkaitan dengan penyuluhan bisa berjalan dengan baik.

2. Perumusan Konsep Acara Penyuluhan dan Pelatihan

101

Perumusan acara dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana teknis pelaksanaan kegiatan penyuluhan.

3. Briefing dan Pembagian Tugas

Briefing guna mempertegas tugas yang harus dilakukan pada saat penyuluhan berlangsung sehingga pelaksanaan berjalan lancar.

4. Publikasi dan Dokumentasi

Kegiatan ini bersifat memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat Desa Belantih tentang pertanian.

e. Permasalahan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, dari mulai persiapan hingga pelaksanaannya banyak kendala yang ditemukan. Mulai dari kendala bahasa dan juga ditambah kendala dalam persiapan yang didapatkan adalah permasalahan jadwal kegiatan yang harus dirubah dari rencana awal yang dilaksanakan pada pukul 09.00 Wita kemudin diubah menjadi pukul 10.00 Wita dikarenakan keterlambatan dari pihak BPP dan UPTD Kintamani akibat jarak yang lumayan jauh.

f. Solusi. Kendala bahasa yang dihadapi pada saat workshop kami sikapi dengan cara berdiskusi menggunakan bahasa daerah. Kendala waktu diatasi dengan memberi penjelasan kepada masyarakat terkait keterlambatan narasumber dan mereka memakluminya.

g. Hasil. Dari kegiatan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan kreativitas masyarakat sehingga nantinya dapat meningkatkan produktifitas pertanian serta meningkatkan perekononian petani.

4.3 Program Pokok Tema Bidang Sosial Budaya

1. Membentuk Pasraman Kilat yang ada di Desa Belantih

Dilakukan pada 24 Juli – 16 Agustus 2018 di Posko KKN PPM Desa Belantih dengan melibatkan Siswi-siswi SDN Belantih dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Pelaksanaan: Kegiatan pasraman kilat dilaksanakan setiap hari selasa dan kamis pada pukul 15.00–17.00 WITA. Namun, bersamaan dengan adanya HUT STT Banjar Belantih, maka waktu mengajar tari ditambah menjadi setiap hari sampai tanggal 4 Agustus 2018. Kegiatan pasraman kilat meliputi pelatihan tari, megending Bali, dan mekidung. Program pasraman cilik ini mendapat sambutan dan respon yang baik dari siswa-siswi SDN Belantih maupun masyarakat.

b. Permasalahan: Permasalahan yang terjadi selama program pasraman kilat ini adalah kehadiran peserta. Hal tersebut mengakibatkan pemberian materi menjadi sedikit terhambat yang mana kehadiran peserta pelatihan tidak menentu. Hal tersebut disebabkan oleh faktor jarak rumah dengan tempat pelatihan lumayan jauh dan kegiatan lain yang harus diikuti peserta dan mahasiswa KKN.

c. Solusi: Mahasiswa membantu mengantarkan anak-anak pulang ke rumah.

102

d. Hasil: Program pelatihan seni tari yang bertempat di Wantilan Kantor Desa Belantih berjalan dengan lancar dan sukses. Indikator kesuksesan dari program ini dapat dilihat dari partisipasi siswa-siswi yang sangat tinggi, dan aktif, sehingga yang dapat dihasilkan dari pelatihan tersebut ialah pada HUT STT Banjar Belantih yang berlangsung pada 4 Agustus 2018.

Selain itu kegiatan pasraman cilik berupa tari juga ditampilkan untuk acara perpisahan.

Gambar 1. Pelatihan Tari Gambar 2. Pelatihan Tari

Gambar 3. Megending Bali dan Mekidung Gambar 4. Pelatihan Tari 2. Mendampingi Ibu-ibu PKK dalam Lomba Baleganjur se-kecamatan Kintamani

Dilakukan pada 30 Juli – 9 Agustus 2018 di Wantilan Kantor Desa Belantih dan Lapangan Voli Banjar Belantih dengan melibatkan ibu PKK, dan Sekaa Gong Desa Belantih, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Persiapan dan pembekalan. Bentuk persiapan kegiatan ini adalah melakukan koordinasi dengan ketua PKK dan Kepala Dusun Kayu Padi Desa Belantih perihal jadwal latihan baleganjur dalam rangka mengikuti lomba Beleganjur se-kecamatan Kintamani.

b. Kegiatan Utama. Kegiatan utama dari pendampingan latihan baleganjur oleh Mahasiswa KKN PPM UNUD ini adalah agar dapat memberikan motivasi dan semangat saat mengikuti lomba. Selain itu, membantu dalam menyiapkan hal-hal yang diperlukan terkait lomba baleganjur.

c. Kegiatan Pendukung

103

1. Melakukan Koordinasi dengan Ketua Ibu-ibu PKK dan Kepala Dusun Kayu Padi untuk memperlancar kegiatan pelatihan tari Rejang Renteng sehingga segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik.

2. Perumusan Konsep Latihan

Perumusan latihan dilakukan untuk mengetahui jadwal latihan dan hal-hal apa saja yang diperlukan dan bagaimana teknis pelaksanaan kegiatan pelatihan lomba baleganjur.

3. Briefing dan Pembagian Tugas

Sama halnya dengan perumusan konsep latihan, briefing dilaksanakan untuk mempertegas tugas-tugas dan hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan dilaksanakan pada saat lomba baleganjur maupun saat latihan. Sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

4. Publikasi dan Dokumentasi

Kegiatan ini bersifat memberikan informasi untuk kelanjutan perlombaan Baleganjur pada tahun berikutnya.

d. Permasalahan: Terdapat pemasalahan dalam program ini yaitu jadwal latihan yang terlampau hingga larut malam dan cuaca yang sangat dingin. Sehingga membuat latihan kurang optimal. Selain itu, waktu persiapan untuk mengikuti lomba terbatas, kurang lebih 1 minggu. Hal itu dikarenakan kesibukan masyarakat yang akan mengadakan persiapan ngaben masal pada bulan Agustus.

e. Solusi: Waktu pelatihan tari Rejang Renteng dipindah ke jam lebih awal sehingga tidak mengganggu kegiatan lainnya. Pada saat latihan, para peserta dan mahasiswa KKN mengenakan jaket tebal untuk menghangatkan tumbuh sehingga latihan menjadi maksimal.

f. Hasil: Dengan diadakannya kegiatan tahunan ini di harapkan dapat melestarikan budaya Bali dan meningkatkan jiwa seni di Desa Belantih.

3. Peningkatan Minat Baca Siswa dan Pembenahan Perpustakaan di Sekolah Dasar.

Dilakukan pada 25 Juli - 16 Agustus 2018 di SDN 1 Belantih dengan melibatkan Siswa-siswi SDN 1 Belantih dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Kegiatan Utama

No Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan

1 Selasa, 24/7/18 Kunjungan bidang Sosial Budaya ke SDN 1 Belantih guna berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SDN 1 Belantih mengenai jadwal kunjungan ke perpustakaan.

Permohonan izin, menjelaskan program-program yang direncanakan dan melakukan koordinasi terkait waktu dan tempat sesuai jadwal yang telah dibuat.

2 Rabu, 25/7/18

Mengajak siswa-siswi SDN 1 Belantih membersihkan dan menata buku-buku yang ada di

perpustakaan setelah sudah tertata

104

Selasa, 07/08/18 Kamis, 09/8/18 Selasa, 14/8/18 Kamis, 16/8/18

Sekolah Dasar yang ada di Desa Belantih.

rapi dan nyaman untuk berkegiatan kemudian dilanjutkan dengan membaca buku bersama-sama.

3 Kamis, 26/7/18 Pelaksanaan program bantu yakni mengajarkan siswa-siswi SDN 1 Belantih meresume buku.

Memberikan materi mengenai cara meresume buku dan mengajak siswa-siswi SDN 1 Belantih dan mempraktekan langsung meresume buku.

b. Permasalahan: Terdapat beberapa kendala yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan program berlangsung. Diantaranya kendala karena sedikitnya partisipan yang mau mendonasikan buku untuk di berikan kepada SDN 1 Belantih. Selain itu, kendala lainnya adalah buku-buku yang ada di perpustakaan SDN 1 Belantih tidak disusun sesuai dengan kategori-kategori tertentu, hal ini dikarenakan SDN 1 Belantih tidak memiliki tenaga pustakawan yang bertugas untuk itu. Kendala lainnya yakni siswa-siswi kurang tertarik untuk mengunjungi perpustakaan dikarenakan keadaan perpuskaan yang kurang terawat.

c. Solusi: Dari permasalahan yang tersebut maka solusi yang dapat dilakukan yakni mengenai kurangnya partisipan yang mendonasikan buku solusinya yakni dengan lebih gencar untuk menyebarkan pamflet di berbagai sosial media. Mengenai permasalahan buku yang tidak tersusun sesuai dengan kategori tertentu serta perpustakaan yang kurang terawat yakni dengan solusi mengajak siswa-siswi di SDN 1 Belantih menata buku-buku di perpustakaan dan membersihkan perpustakaan sehingga lebih nyaman untuk dikunjungi dan karena disana agak lembab dan banyak sarang serangga kami secara rutin menyemprotkan cairan pembasmi serangga dan pengharum ruangan.

d. Hasil: Dengan adanya program meningkatkan minat baca siswa-siswi dan membenahi fasilitas perpustakaan di Sekolah Dasar yang ada di Desa Belantih. Dengan adanya program ini diharapkan siswa-siswi SDN 1 Belantih dapat lebih mempunyai rasa memiliki dan lebih sering lagi mengunjungi perpustakaan sehingga dapat merangsang minat baca siswa-siswi SDN 1 Belantih. Dengan adanya program ini semakin banyak siswa-siswi di SDN 1 Belantih yang mengunjungi perpustakaan.

e. Dokumentasi

105

Gambar 5. Membenahi Perpustakaan

4. Pemutaran Film Bersejarah Bangsa Indonesia untuk Meningkatkan Rasa Nasionalisme.

Dilakukan pada 8 Agustus 2018 di SDN 1 Belantih dengan melibatkan Siswa-siswi kelas IV, V dan VI SDN 1 Belantih dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII. Kegiatan berupa menonton film Laskar Pelangi.

a. Persiapan. Film Laskar Pelangi merupakan salah satu kisah nyata dari sejarah Bangsa Indonesia. Pada dasarnya nasionalisme dapat terwujud dari semangat yang tertanam dalam diri siswa untuk belajar dan termotivasi untuk memperoleh ilmu setinggi-tingginya. Pada awalnya Film Laskar Pelangi merupakan adaptasi dari novel fenomenal Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Film ini menceritakan tentang perjuangan guru yang bernama Muslimah dan Pak Harfan untuk mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan pada sepuluh murid SD Muhammadyah di Desa Gantong, Belitong. Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi. Penggambaran keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.

b. Kegiatan Utama. Kegiatan utama dalam program ini adalah saat film mulai ditayangkan ke siswa siswi SD Negeri 1 Belantih. Sebelum film dimulai, kelompok KKN PPM UNUD Desa Belantih melakukan persiapan diantaranya membawa LCD, sound, dan kabel ke kelas yang akan digunakan untuk menonton film. Setelah persiapan selesai, selanjutnya siswa kelas IV, V, dan VI dipersilahkan masuk ke dalam kelas dan MC pun membuka kegiatan dengan perkenalan dan juga menjelaskan bahwa akan diadakan pemutaran film yang berjudul Laskar Pelangi. Setelah film berakhir, kelompok KKN memberikan tiga pertanyaan dan bagi siswa yang bisa menjawab akan diberikan hadiah. Selain itu juga, diakhir kegiatan kelompok KKN mengajak siswa siswi menyanyikan lagu Laskar Pelangi dengan diiringi alunan gitar dan tepuk tangan dari peserta.

106

c. Kegiatan Pendukung

1. Melakukan Koordinasi dengan Kepala Sekolah

Dalam rangka memperlancar kegiatan, dilakukan koordinasi dengan kepala sekolah untukmendiskusikan terkait program pemutaran film “Laskar Pelangi” guna meningkatkan rasa nasionalisme agar program tersebut bisa dilaksanakan.

2. Perumusan Konsep Kegiatan

Perumusan konsep kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan serta bagaimana teknis pelaksanaan kegiatan.

3. Briefing dan Pembagian Tugas

Adapun sama halnya dengan perumusan konsep kegiatan, briefing dilaksanakan untuk memperjelas tugas-tugas dan hal –hal apa saja yang harus dilakukan serta dilaksanakan pada saat kegiatan pemutaran film untuk anak-anak SD. Sehingga pelaksanaaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana.

4. Publikasi dan Dokumentasi

Publikasi dan dokumenti dilakukan dengan tujuan untuk mendukung laporan kegiatan yang telah dilaksanakan. Selain itu juga digunakan sebagai kenang-kenangan saat KKN PPM berakhir.

d. Permasalahan: Terdapat beberapa kendala yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan program berlangsung. Diantaranya yaitu saat kegiatan ini berlangsung juga bertepatan dengan kegiatan program bantu dari Bidang Kesehatan Masyarakat dan juga permintaan mendadak dari Kepala Desa Belantih untuk mengikuti Upacara Melaspas. Selain itu juga, terdapat permasalahan saat pemutaran film yaitu siswa siswa yang menjadi peserta mulai bosan sehingga situasi kelas menjadi tidak kondusif dan ribut.

e. Solusi: Dari permasalahan yang ada, solusi yang diambil adalah dengan membagi orang-orang secara merata yang akan mengikuti ketiga kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, tujuannya adalah agar ketiga kegiatan dapat tetap berlangsung lancar. Untuk permasalahan situasi kelas yang tidak kondusif dan ribut, solusi yang diambil adalah dengan melakukan penjelasan singkat saat film sedang diputar, tujuannya agar siswa tetap antusias dan mengerti jalan cerita dari film tersebut sehingga pada akhirnya siswa menjadi tidak ribut dan situasi kelas menjadi terkendali.

f. Hasil: Dengan diadakan kegiatan pemutaran film Laskar Pelangi ini mampu memotivasi siswa siswi SD Negeri 1 Belantih untuk lebih semangat dalam belajar. Selain itu juga, terlihat dari raut wajah yang ceria saat sebelum dan setelah film diputar karena pada akhir kegiatan diadakan menyanyi bersama lagu Laskar Pelangi dengan iringan gitar dan tepukan tangan. Dan yang terakhir yaitu menambah keakraban yang sudah terjalin dengan siswa siswi SD Negeri 1 Belantih.

107

4.4 Program Pokok Tema Bidang Kesehatan Masyarakat

1. Imunisasi MR dan Penjaringan Kesehatan di SMPN 2 Kintamani

Dilakukan pada 11 Agustus 2018 di SMP Negeri 2 Kintamani dengan melibatkan seluruh siswa SMP kelas I-III untuk imunisasi MR, penjaringan kesehatan untuk siswa siswi kelas 1, Petugas Puskesmas Kintamani III, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Pelaksanaan: Program Imunisasi ini dimulakan pada jam 09.00 WITA di SMP Negeri 2 Kintamani. Beberapa mahasisiwa KKN PPM XVII Desa Belantih mengikuti program untuk membantu petugas Puskesmas Kintamani III. Sebanyak 368 siswa siswi telah terlibat dalam program imunisasi ini. Tiap siswa ssiwi diabsen per kelas untuk menentukkan jumlah yang hadir pada hari tersebut. Manakala untuk penjaringan kesehatan dilaksanakan untuk siswa siswi kelas satu sahaja. Antara penjaringan yang dilakukan adalah index massa tubuh, pemeriksaan mata. Pemeriksaan THT dan pemeriksaan gigi. Penjaringan ini dilaksanakan di masing masing kelas untuk memmudahkan penjaringan.

b. Permasalahan: Sepanjang program ini dilaksanakan tidak diketemukan kendala.

c. Solusi: Tidak ada solusi yang dibutuhkan sepanjang program berjalan.

d. Hasil: Dari kegiatan ini diharapkan seluruh siswa siswi mendapatkan imunisasi MR dan mencegah terjadinya penyakit yang disebabkanoleh virus campak dan rubella.

2. Imunisasi MR dan Penjaringan Kesehatan di SDN 1 dan 2 Belantih

Dilakukan pada 14 Agustus 2018 di SD Negeri 1 dan 2 Belantih dengan melibatkan seluruh siswa SD kelas 1-6 untuk imunisasi MR, penjaringan kesehatan untuk siswa siswi kelas 1, Petugas Puskesmas Kintamani III, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Pelaksanaan: Program Imunisasi ini dimulakan pada jam 09.00 WITA SDN 2 Belantih.

Beberapa mahasisiwa KKN PPM XVII Desa Belantih mengikuti program untuk membantu petugas Puskesmas Kintamani III. Sebanyak 95 siswa siswi telah terlibat dalam program imunisasi di SDN 1 Belantih dan untuk SDN 2 Belantih 102 siswa siswi. Tiap siswa siswi diabsen per kelas untuk menentukkan jumlah yang hadir pada hari tersebut. Manakala untuk penjaringan kesehatan dilaksanakan untuk siswa siswi kelas satu sahaja. Antara penjaringan yang dilakukan adalah index massa tubuh, pemeriksaan mata. Pemeriksaan THT dan pemeriksaan gigi. Penjaringan ini dilaksanakan di masing masing kelas untuk memmudahkan penjaringan

b. Permasalahan: Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kendala yang ditemukan adalah ketika melakukan imunisasi siswa siswi kelas 1. Siswa siswi kelas 1 banyak yang menangis sehingga waktu imunisasi cukup banyak diperlukan saat giliran siswa siswi kelas 1.

c. Solusi: Mahasiswa KKN-PPM XVII Desa Belantih membantu menenangkan siswa siswa SD agar tertib dan bersedia disuntik

108

d. Hasil: Dari kegiatan ini diharapkan seluruh siswa siswi mendapatkan imunisasi MR dn mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.

3. Posyandu

Dilakukan pada Selasa, 7 Agustus 2018 di Banjar Kayu Padi, Rabu, 8 Agustus 2018 di Banjar Pangkung, Minggu, 13 Agustus 2018 di Banjar Mabi, Selasa, 14 Agustus 2018 di Banjar Belantih, Rabu, 15 Agustus 2018 di Banjar Tangguan dengan melibatkan seluruh Bayi dan balita, Kader Posyandu, Petugas Puskesmas Kintamani III, dan Mahasiswa KKN PPM Desa Belantih Periode XVII.

a. Pelaksanaan: Posyandu dilakukan sebulan sekali pada tiap banjar yang ada di desa Belantih.

Dilakukan penimbangan bayi dan balita pada masing-masing banjar dan pemberian Vitamin A dari Puskesmas.

b. Permasalahan: Dalam pelaksanaan kegiatan ini, terdapat kendala dalam pemberian vitamin A ke ibu-ibu dikarenakan ketidakpastian waktu kedatangan petugas puskesmas yang membagikan vitamin A di balai banjar.

c. Solusi: Pembagian vitamin A oleh petugas puskesmas diberikan ke kader posyandu, kemudian kader posyandu yang memberikan ke masing-masing balita.

d. Hasil: Dari kegiatan ini diharapkan tiap orang tua mengetahui tentang pertumbuhan anak-anak serta kebutuhan gizi yang benar untuk mereka.

109

BAB 5.

KESIMPULAN

Selama lima minggu pelaksanaan program KKN PPM Periode XVII Universitas Udayana di Desa Belantih Kintamani Bangli, melalui tema “Membangun Desa Belantih Berlandaskan Tri Hita Karana Menuju Masyarakat Kreatif, Berbudaya dan Sadar Akan Kesehatan”, program kerja dapat disusun berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa. Sebanyak 13 program pokok dan 6 program bantu disusun bersama sehingga target kegiatan dapat tercapai dengan bantuan serta keterlibatan semua pihak terkait. Sebagai solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi, maka program dibagi menjadi empat, yaitu bidang Prasarana Fisik, Peningkatan Produksi, Sosial Budaya,dan Kesehatan Masyarakat. Realisasi program berupa terselenggaranya semua program berikut, yaitu program penyuluhan pengadaan Bank Sampah, membantu pemasangan pipa air bawah tanah, dan penanaman pohon, penyuluhan penggunaan pestisida dan penyuluhan pembuatan pupuk kompos, pasraman kilat, mengajar ibu-ibu PKK menari Rejang Renteng, peningkatan minat baca anak-anak SD, pemutaran film bersejarah bangsa Indonesia guna meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat di Desa Belantih, penyuluhan garam beryodium, penyuluhan kepada siswa SMP N 2 Kintamani dan SMKN 1 Kintamani tentang HIV/AIDS, melakukan screening kesehatan, dan penyuluhan PHBS pada siswa SD N 1 Belantih dan SD N 2 Belantih.

DAFTAR PUSTAKA

Budaarsa K, Mangku KM, Budiarsa N, dkk. 2018. Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) LPPM Universitas Udayana Tahun 2018. Denpasar: Swasta Nulus.

110

BAGIAN 7

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT