• Tidak ada hasil yang ditemukan

Brunei Darussalam

Dalam dokumen Pengaruh Struktur Ekonomi Pertumbuhan Ek (Halaman 55-62)

B. Negara – Negara Anggota ASEAN

1. Brunei Darussalam

Kepala Negara : His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah

Ibu Kota : Bandar Seri Begawan Bahasa(s) : Malay, English

Mata Uang : B$ (Brunei Dollar)

Kementrian Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Website: www.mfa.gov.bn

Brunei Darusallam adalah negara kecil dengan penghasilan yang melimpah. Pertumbuhan ekonominya pelan namun pasti. Inflasi Brunei Darusallam stabil di kisaran 1,5% selama 20 tahun terakhir. Dengan pendapatan per kapita yang mencapai US$ 38.563,31 dan GDP US$ 16.111.135.788,96 pada tahun 2013, Brunei Darusallam dikatakan negara terkaya kedua setelah Singapura di ASEAN. Meski di awal tahun 2000-an kondisi internal Brunei Darusallam tidak stabil. Tersebar isu mengenai Kesultanan yang diduga telah tercemar korupsi serta ketidakstabilan pemerintahan yang akhirnya memuncak di tahun 2006 – 2007. Hal ini mempengaruhi media dalam memberitakan masalah internal pemerintahan. Kerahasiaan informasi terutama keuangan benar – benar diperketat. Akhir 2007, parlemen mulai membuka kembali pintu informasi pemerintahan. Menyelesaikan masalah keuangan, keamanan dan ketahanan nasional serta mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat dan investor adalah prioritas utama mereka saat itu.

2. Kamboja

Kepala Pemerintahan : Prime Minister Hun Sen Ibu Kota : Phnom Penh

Bahasa : Khmer Mata Uang : Riel

Kementrian Urusan Luar Negeri dan Hubungan Internasional Cambodia Website: www.mfaic.gov.kh

Kamboja adalah negara yang ekonominya menganut semi pasar bebas komunis dengan pemerintahan yang relatif otoriter dan kebebasan demokrasi yang rendah. Kamboja mengalami berbagai tantangan dan isu – isu sosial politik, termasuk kemiskinan yang meluas, tingkat korupsi yang tinggi, kurangnya kebebasan berdemokrasi, pembangunan SDM yang rendah dan tingkat kelaparan yang tinggi. Meski menjadi negara dengan tingkat ekonomi terendah di ASEAN, tingkat pertumbuhan ekonomi Kamboja tergolomg baik, dengan rata – rata 6% tiap tahunnya selama dekade terakhir.

6. Indonesia

Kepala Negara : President Joko Widodo Ibu Kota : Jakarta

Bahasa : Indonesian Mata Uang : Rupiah

Kementrian Urusan Luar Negeri Indonesia Website: www.kemlu.go.id

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar, dengan jumlah penduduk terpadat ke-4 di dunia. Kaya akan hasil alam, mineral maupun minyak dan gas. Namun hal tersebut tak lantas menjadikan Indonesia negara maju. Dengan pendapatan per kapita US$ 3.475,25 di tahun 2013, Indonesia menduduki peringkat ke lima di ASEAN. GDP Indonesia adalah yang tertinggi di ASEAN sekitar US$ 868.345.652.474,90 di tahun 2013.

Namun dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, tingkat inflasi cenderung bergejolak, tak hanya itu, angka kemiskinan belum bisa dikatakan rendah karena persebaran ekonomi yang memusat di kota- kota besar. Pemberantasan korupsi Indonesia terus membaik selama dekade terakhir. Menurut Transparency International, nilai IPK Indonesia terus membaik dari 19 di awal 2000-an dan hingga tahun 2012 sudah menyentuh angka 30. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak membuat rasio pajak Indonesia rendah, stabil di peringkat 4 terbawah dibandingkan negara – negara ASEAN.

7. Laos

Kepala Negara : President Choummaly Sayasone

Kepala Pemerintahan : Prime Minister Thongsing Thammavong Ibu Kota : Vientiane

Bahasa : Lao Mata Uang : Kip

Kementrian Urusan Luar Negeri LaosWebsite: www.mofa.gov.la

Tingkat korupsi yang tinggi terjadi di pemerintahan Laos, militer dan partai komunis. Turunnya komando ekonomi serta pengeluaran yang berlebihan untuk kemiliteran dan pertahanan nasional selama dan setelahperang dingin telah memiskinkan Laos. Negara yang dikepung daratan ini dinobatkan menjadi salah satu negara terkorup menurut Transparency International. Hal ini menghambat para investor asing untuk masuk dan menjadi masalah besar dalam penegakan hukum, termasuk kemampuan negara dalam menegakkan kontrak peraturan berbisnis. Sekitar sepertiga penduduk negara Laos berada di garis kemiskinan internasional. Meski inflasi terus membaik selama 10 tahun terakhir, GDP

Laos adalah yang terendah di ASEAN dan pendapatan perkapita terbawah bersama dengan Kamboja.

8. Malaysia

Kepala Negara : His Majesty The King Almu'tasimu Billahi Muhibbuddin Tuanku Al-Haj Abdul Halim Mu'adzam Shah ibni Almarhum Sultan Badlishah Kepala Pemerintahan : The Honourable Dato' Sri Mohd Najib bin Tun

Abdul Razak Ibu Kota : Kuala Lumpur

Bahasa(s) : Malay, English, Chinese, Tamil Mata Uang : Ringgit

Kementrian Urusan Luar Negeri Malaysia

Website: www.kln.gov.my

Malaysia adalah negara islam di ASEAN, dipimpin oleh raja dengan gelar Yang Dipertuan Agung. Ekonomi utamanya adalah hasil alam, namun mulai merambah ke sektor ilmu pengetahuan, pariwisata, perdagangan dan kesehatan. Sekarang Malaysia mempunyai perekonomian pasar industri baru terbesar ke tiga di ASEAN dan terbesar ke 29 di dunia. Dengan pendapatan per kapita tinggi, ke tiga se-ASEAN sebesar US$ 10.538,06 dan GDP sebesar US$ 313.159.097.400,74 di tahun 2013, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang rendah Malaysia mempunyai prospek ke depan yang bagus, bahkan dinobatkan menjadi calon negara dengan ekonomi terbesar di dunia di tahun 2050.

9. Myanmar

Kepala Negara : President Thein Sein Ibu Kota : Nay Pyi Taw

Bahasa : Myanmar Mata Uang : Kyat

Kementrian Urusan Luar Negeri Myanmar Website: www.mofa.gov.mm

Myanmar juga dikenal dengan Burma memiliki populasi lebih dari 50 juta jiwa. Beribukota di Nay Pyi Taw, yang sebelumnya di Yangon, Kamboja kaya akan mineral alam antara lain giok, permata, minyak dan gas alam, serta mineral alam lain. Namun dengan kekayaan alam yang melimpah, Myanmar termasuk 3 negara termiskin di ASEAN. GDP perkapita Myanmar sekitar US$ 1.269 pada tahun 2014 dan GDP US$ 65.291 miliar. Myanmar termasuk negara dengan pendapatan menengah ke bawah menurut data WorlBank. Dengan tingkat inflasi yang tinggi bahkan hingga mencapai angka 30-an, ditambah dengan korupsi yang tinggi, pendapatan pajak Myanmar tak pernah lebih dari angka 4% di sepuluh tahun terakhir.

10.Philippines

Kepala Negara : President Benigno S. Aquino III Ibu Kota : Manila

Bahasa(s) : Filipino, English, Spanish Mata Uang : Peso

Departemen Urusan Luar Negeri Filipina Website: www.dfa.gov.ph

Negara dengan keadaan ekonomi yang selalu membunuti Indonesia ini, memiliki GDP sebesar US$ 272.066.554.885,95 dan GDP per kapita US$ 2.765,08 di tahun 2013. Filipina memiliki populasi sekitar 100 juta jiwa, pertumbuhan ekonominya stabil di kisaran 6% – 7% di dekade terakhir. Tingkat inflasi Filipina tergolong rendah dan penanganan korupsi yang membaik tiap tahunnya, memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Namun jika ditengok jauh ke belakang, setelah Perang Dunia

II, Filipina pernah dianggap sebagai negara terkaya kedua setelah Jepang di Asia bagian timur. Di tahun 60–an, perekonomian Filipina stagnan di bawah kediktatoran Presiden Ferdinan Marcos. Perekonomian tak hanya stagnan tapi malah cenderung melemah, hal ini diperparah dengan kesalahan dalam mengelola perekonomian dan penyimpangan politik. Demokrasi ekonomi yang diterapkan di awal tahun 90’an mulai membuka kesempatan ekonomi untuk berkembang hingga tingkat yang sekarang ini.

11. Singapore

Kepala Negara : President Tony Tan Keng Yam Kepala Pemerintahan : Prime Minister Lee Hsien Loong Ibu Kota : Singapore

Bahasa(s) : English, Malay, Mandarin, Tamil Mata Uang : S$ (Singapore Dollar)

Kementrian Urusan Luar Negeri Singapura Website: www.mfa.gov.sg

Singapura memiliki ekonomi pasar yang sangat maju, berdasarkan sejarah perdagangan pelabuhan. Bersama dengan Hong Kong, Korea Selatan, dan Taiwan, Singapura adalah salah satu dari Empat Macan Asia yang original. Ekonomi Singapura dikenal sebagai salah satu paling bebas, yang paling inovatif, yang paling kompetitif, dan paling ramah bisnis. Menurut Indeks Persepsi Korupsi, Singapura secara konsisten menduduki peringkat sebagai salah satu negara paling bebas korupsi di dunia, bersama dengan Selandia Baru dan negara-negara Skandinavia. Singapura merupakan pengekspor terbesar ke-14 dan importir terbesar ke-15 di dunia. Negara ini memiliki rasio perdagangan tertinggi di dunia pada 407,9 %, menandakan pentingnya perdagangan ekonominya. Singapura

menarik sejumlah besar investasi asing sebagai akibat dari lokasi, lingkungan bebas korupsi, tenaga kerja terampil, tarif pajak yang rendah dan infrastruktur yang canggih. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini telah diidentifikasi sebagai negara surga pajak yang semakin populer bagi orang kaya karena tarif pajak rendah pada penghasilan dan pembebasan atas pajak penghasilan pribadi asing dan berbasis capital gain.

12.Thailand

Kepala Negara : His Majesty King Bhumibol Adulyadej Kepala Pemerintahan : Prime Minister General Prayut Chan-o-cha Ibu Kota : Bangkok

Bahasa : Thai Mata Uang : Baht

Kementrian Urusan Luar Negeri Thailand Website: www.mfa.go.th

Thailand mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat antara 1985 – 1996, menjadi negara industrialisasi baru dan mayoritas eksportir. Industri pengolahan, pertanian dan pariwisata menjadi sektor andalan ekonomi Thailand. Dari sepuluh negara ASEAN Thailand berada di peringkat dua soal kualitas kehidupan penduduk. Populasi yang tinggi ditambah pengaruh ekonomi yang kuat menjadikam Thailand sebagai negara kuat menengah bahkan diantara negara – negara seluruh dunia. Thailand menempati urutan tengah dalam penyebaran kekayaan di Asia Tenggara karena merupakan negara terkaya ke-4 sesuai dengan GDP perkapita, setelah Singapura, Brunei, danMalaysia. GDP Thailand sebesar US$ 387.252.164.290,82 dan GDP per kapita US$ 5.778,98 di tahun 2013. Thailand berfungsi sebagai jangkar perekonomian untuk negara

berkembang tetangga Laos, Burma, dan Kamboja. Pada kuartal ketiga 2014, tingkat pengangguran di Thailand mencapai 0,84%.

Dalam dokumen Pengaruh Struktur Ekonomi Pertumbuhan Ek (Halaman 55-62)

Dokumen terkait