BAB II KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA
METODE PENELITIAN
G. Pengecekan Keabsahan Data
3) BTQ 4) Rebana
5) PMR (Palang Merah Remaja) 6) PANSUS
7) Pencak Silat c. Kegiatan Sosial
1) Sholat Id bersama masyarakat setempat
2) Penggalangan dana untuk bakti sosial tatkala terjadi bencana di dalam maupun luar kota.
8. Gambaran Informan Penelitian
Adapun keterangan tentang informan – informan atau narasumber yang diwawancarai oleh peneliti antara lain sebagai berikut :
a. MU : Dra. Murtiningsih, M.pd
Dra. Murtiningsih, M.pd selaku kepala sekolah di Sekolah Menengah Pertama negeri 1 Bergas dan sebagai informan tambahan menegenai kebijakan-kebijakan yang ada di sekolah
b. SU : Suswatiningsih, S. Pd
Suswatiningsih, S. Pd selaku waka kurikulum di Sekolah Menengah Pertama negeri Bergas sebagai informan tambahan yang berkaitan dengan kurikulum yang ada di sekolah
c. HA : Bapak Harsono, S. Pd
Bapak Harsono, S. Pd selaku waka kesiswaan di Sekolah Menengah Pertama negeri Bergas sebagai informan tambahan mengenai kesiswaan
d. NA : Bapak Nur Amin S. Ag,
Bapak Nur Amin S. Ag, selaku guru pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama negeri 1 Bergas dan menjadi informan utama dalam penelitian ini
e. MS : Bapak Drs. Muchlis
Bapak Drs. Muchlis selaku guru pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Pertama negeri 1 Bergas dan menjadi informan utama dalam penelitian ini
B. Temuan Penelitian
1. Strategi Guru Pendidikan Agama IslamDalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bergas Tahun Pelajaran 2018 / 2019
Di dalam sebuah pendidikan formal maupun non formal akhlak menjadi hal yang sangat penting, karena itu bisa
mempengaruhi nama baik dari suatu lembaga atau pendidikan tertentu. Dalam dunia pendidikan kebijakan-kebijakan lembaga dan yang pasti peranan guru pendidikan agama Islam sangat penting dalam membina akhlak yang baik khususnya para peserta didik dan seluruh komponen lembaga pada umumnya. Berbagai cara atau strategi diterapkan oleh guru pendidikan agama islam dan dibantu kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh lembaga dalam rangka membina akhlakul karimah siswa.
Dalam ini peneliti menanyakan hal yang berkaitan dengan strategi pembinaan akhlakul karimah pada siswa SMP negeri 1 Bergas dan menjawab jawaban dari MS selaku guru pendidikan agama Islam dan humas di sekolah yang menyatakan :
“yaa cara saya membina akhlakul karimah siswa dengan
cara pemberian contoh seperti materi empati yang diberikan dikelas lalu saya realisasikan di luar kelas jadi murid tidak hanya dapat materi tapi langsung praktek mas, kadang kalo ada sampah, ya saya contohkan tak ambil tak buang sendiri, dengan begitu secara tidak langsung kan siswa melihat dan mencontoh saya mas, itu lho pak guru aja buang sampah
pada tempanya”.
Sependapat dengan itu NA selaku guru pendidikan agama Islam juga menyatakan :
“Kalau saya mencontohkan saja mas, dengan anjuran Alqur’an kan mas, bahwa sesungguhnya telah ada pad diri rasul suri tauladan yang baik bagimu, saya carikan figur-figur guru sendiri tentang perilaku yang baik, seperti contoh
sholat dhuhur jama’ah, sholatnya bisa tapi kadang untuk jma’ahnya itu kan sulit mas,
Dikuatkan oleh pernyataan HA selaku waka kesiswaan yang menyatakan bahwa :
“Pembinaan Akhlakul karimah pada siswa yang saya beri
contoh saja mas, itu yang saya lakukan pada anak anak osis,
karena saya kan menangani osis”.
Pembinaan Akhlakul karimah dimulai dari diri pribadi seorang guru yang memberikan suri tauladan atau contoh yang
baik kepada peserta didik. Seperti contohnya sholat berjama’ah
Selanjutnya peneliti mencari informasi yang lebih banyak lagi dan mendapat jawaban dari NA selaku guru pendidikan agam Islam yang mengatakan bahwa :
“seperti sholat dhuha awal awal ya saya paksa ikuti aja aturannya lama-lama kan ya jadi terbiasa ya kan mas, kadang kan ada mas siswa yang bandel harus dipaksa dulu baru mau ngerjain, tapi lama-lama kan gak kerasa mas”
Ditambahkan oleh oleh MS selaku guru pendidikan agama Islam selaku humas di SMP Negeri 1 Bergas yang mengatakan bahwa :
“ strategi yang lain ya pembiasaan, maksudnya anak mau
tidak mau pada awal pelajaran pendidikan agama islam
kami paksa untuk melakukan sholat dhuha mas “
SU selaku waka kurikulum yang mengatakan menyatakan kebijakan kurikikulum bahwa :
“setiap pagi kami melakukan pembacaan asmaul husna dan
pembelajaran baca tulis Alqur’an selama 15 menit di awal jam jam pelajaran itu”
Dari pendapat diatas bahawa pembinaan akhlakul karimah pada peserta didik juga dilakukan dengan cara pembiasaan sifat dan perilaku baik peserta didik yang di awali oleh guru, dipandu oleh guru dan juga di dukung oleh kebijakan dari waka kurikulum.
Selain itu NA selaku guru pendidikan agama Islam juga menyatakan :
“Disamping saya mendampingi dan mengamati dari anak-anak sholat dhuha maupun sholat dhuhur saya pas di dalam kelas memberikan penjelasan yang ditanyakan siswa yang
menyangkut materi maupun diluar materi pelajaran mas”
“nah dan pas di kelas saya kasih pengertian tentang sholat
berjama’ah itu jadikan anak berfikir dari apa yang yang saya sampaikan dan dan yang saya lakukan”
Sedangkan MS selaku guru pendidikan agama Islam juga sekaligus humas juga menyatakan :
“Naah kalau di dalam kelas, saya juga menjelaskan
pngerrtian-pengertian, hikmah sholat dhuha berjamaah dan
sholat dhuhur berjamaah”
Hal ini juga dikuatkan oleh MU selaku kepala sekolah di SMP Negeri 1 Bergas yang menyatakan bahwa :
“ kalau kebijakan yang terkait dengan pembinaan akhlak
yaitu mas saya memberikan kebebasan kepada guru pendidikan agama dalam mengajar dalam kelas, akan tetapi saya membagi jam pelajaran yang semula 3 jam saya jadikan dua jam untuk pelajaran materi ya arahan ceramah dan lain sebagainyasedangkan yang satu jam digunakan untuk sholat dhukha dan praktek ibadah lannya.”
Dari penjelasan diatas dapat diambil sari materi bahwa dalam membina akhlakul karimah siswa di SMP N Bergas seorang guru menggunakan strategi arahan ataupun ceramah yang dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas.
C. Analisis Data
1. Strategi Guru pendidikan Islam Dalam Membina Akhlakul Karimah Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bergas Tahun Pelajaran 2018 / 2019
a. Pembiasaan
Strategi guru pendidikan Islam dalam dalam membina Akhlakul Karimah di sekolah menengah pertama Negeri 1 Bergas diwujudkan dengan cara melakukan pembiasaan - pembiasaan yang dilakukan oleh guru pendidikan Islam kepada peserta didik. Diantaranya dengan cara melakukan sholat dhukha dimasjid disetiap jam pelajaran pendidikan agama Islam, sholat dhuhur secara
berjamaa’ah, pembacaan Asmaul Khusna di awal jam pelajaran dan juga baca tulis Alqur’an dalam kegiatan intra
maupun ekstrra. Sebagaimana yang disampaikan oleh MS selaku guru pendidikan agama Islam di Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Bergas yang menyatakan :
“ strategi yang lain ya pembiasaan, maksudnya anak
mau tidak mau pada awal pelajaran pendidikan agama
Dan juga didukung oleh pernyataan dari MU selaku kepala sekolah dengan menyatakan sebagai berikut :
“setiap pagi kami melakukan pembacaan asmaul husna
dan pembelajaran baca tulis Alqur’an selama 15 menit”
Jadi, strategi guru pendidikan agama Islam dalam membina Akhlakul Karimah pada siswa di SMP Negeri Bergas yang pertama adalah menggunakan strategi pembiasaan pada siswa.
b. Suri Tauladan
Sebagaimana Kalamulloh yang artinya, sesungguhnya telah ada pada diri Muhammad suri tauladan yang baik bagimu (umat manusia). Maka strategi guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlakul karimah siswa juga mengacu pada ayat tersebut yaitu menggunakan strategi pencontohan atau suri tauladan, hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh NA selaku guru pendidikan agama Islam yang menyatakan :
“Kalau saya mencontohkan saya carikan figur-figur
guru sendiri tentang perilaku yang baik, seperti contoh
sholat dhuhur jama’ah,sholatnya bisa tapi kadang untuk jma’ahnya itu kan sulit mas,
Dikuatkan oleh pernyataan HA selaku waka kesiswaan yang menyatakan bahwa :
“Pembinaan Akhlakul karimah pada siswa yang saya
beri contoh saja mas, itu yang saya lakukan pada anak
Jadi strtegi yang diterapkan guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Bergas dalam membina akhlakul Karimah siswa dengan cara contoh atau suri tauladan yang baik kepada siswa.
c. Arahan/ Ceramah
Strategi guru pendidikan agama Islam dalam membina Akhlakul Karimah pada siswa di sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bergas dilaksanakan dengan cara pemberian arahan atau ceramah dikelas dengan cara menyesuaikan keadan atau apa yang yang telah dilakukan sebelum pembelajaran. Sebagai contoh setelah siswa selesai melakukan sholat dhukha berjamaah di mushola lalu di dalam kelas guru pendidikan Islam memberikan arahan - arahan dan atau pengertian-pengertian dan manfaat sholat dhukha. Sebagaimana yang disampaikan MS selaku guru pendidikan agama Islam dan humas di SMP Negeri 1 Bergas yang menyatakan :
“Naah kalau di dalam kelas, saya juga menjelaskan
pengertian-pengertian, hikmah sholat dhuha
berjamaah dan sholat dhuhur berjamaah”
Dikuatkan oleh pernyataan MU selaku kepala sekolah yang menyatakan :
“ dua jam untuk pelajaran materi ya arahan ceramah dan lain sebagainya”
Jadi strategi yang digunakan guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlakul Karimah siswa di SMP Negeri 1 Bergas yaitu menggunakan metode ceramah yang mengandung arahan arahan tertentu dan itu dilakukan dengan kontekstual.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Setelah mengkaji dan mendeskripsikan pembahasan secara global dan menyeluruh seperti apa yang sudah dijelaskan di dalam bab – bab
sebelumnya, dari pembahasan mengenai “ Strategi Guru Pendidikan Islam
Dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa di Sekolah Menengah
Pertama Negeri 1 Bergas “, maka penulis dapa menyimpulkan beberapa
hal yang menjadi inti dari hasil penelitian antara lain sebagai berikut : 1. Strategi guru pendidikan Islam dalam pembinaan akhlakul
karimah siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bergas. a. Pembiasaan
Guru membina akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bergas dengan cara melakukan pembiasaan kepada murid, seperti : pembacaan asmaul khusna diawal pembelajaran, melakukan sholat dhukha dan dhuhur secara berjamaah.
b. Suri Tauladan
Strategi guru dalam membina akhlakul karimah siswa juga diwujudkan dengan cara memberikan suri tauladan atau contoh yang baik kepada siswa yang ada di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bergas.
Ceramah dan juga arahan digunakan sebagai strategi pembinaan akhlakul karimah yang tepat khususnya pada saat di dalam kelas dan umumnya disemua tempat. Misalnya seorang guru memberikan pengertian, hikmah, dan juga landasan – landasan mengapa kita sebagai manusia harus atau dianjurkan bahkan dilarang mengerjakan suatu hal atau perbuatan tertentu.
B. Saran – Saran
1. Kepada lembaga sekolah untuk senantiasa menambah progam progam yang terkait dengan pembinaan akhlakul karimah peserta didik agar menjadi pribadi yang mempunyai nilai intelektual serta diimbangi dengan kemampuan spiritual yang mumpuni. Sehingga dapat bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan agama.
2. Kepada kepala sekolah untuk senantiasa mendukung dan mengadakan progam pelatihan kepada pendidik dalam hal pembinaan akhlak siswa. 3. Kepada para pendidik umunya dan khususnya kepada guru pendidikan
agama islam senantiasa mengembangkan kompetesi spiritual dan intelektualnya.
4. Kepada para siswa khusunya siswa di sekolah menengah pertama negeri 1 Bergas agar selalu mengamalkan penjelasan yang telah disampaikan bapak / ibu guru. .
DAFTAR PUSTAKA
Asmani, Jamal Ma’mur, 2011. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Inovatif, dan Kreatif,
Jogjakarta: Diva Press
Amin Ahmad, 1957, Etika Ilmu Akhlak, Jakarta: Bulan Bintang
Arikunto suharsumi, 2006. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik,
Jakarta: Bina Ilmu
Al Ghocali, Abdul Halim Mahmud, 2004, Akhlak Mulia, Jakarta: Gema Insani Burhan Bungin, 2011. Metode Penelitian Kualitatif aktualisasi Metodologi
Kearah Ragam Varian Kontemporer, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Darajat Zakiyah, 2011, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara
Depag RI, 1990, Al qur’an dan Terjemahanya Edisi Revisi, Surabaya: Mahkota Djamarah, Syaiful Bahri, 2000, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif,
Jakarta: PT. Rineka Cipta
Hamalik Qomar, 2003, Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara
Hamzah Ya’qub, 1983, Etika Islam, Bandung: CV. Diponegoro
Hidayah Nurul, 2013, Akhlak Bagi Muslim Panduan Berdakwah, Yogyakarta: Taman Aksara
Ilyas Yunahar, 2007, Kuliah Akhlak, Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Dan Pengamalan Islam (LPPI)
Khoiriyah, 2012. Menggagas Sosiologi Pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras Moleong J Lexy, 2007. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung : PT Remaja
Rosdakarya
Moh. Uzer Usman, 2011, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya
Muhaimin, 2003, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Mujib Abdul, 2006, Ilmu Pendidikan Islam, Semarang: Rajawali Pers
Nurdin Muhamad, 2010, Kiat Menjadi Guru Profesional, Yoyakarta: Ar-Ruzz Media
Suparlan, 2002, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Dari Konsepsi Sampai implementasi, Jakarta: Grafindo Persada
Tim Penyusun Kamus, 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Undang – Undang Sisidiknas Tahun 2008
Zahruddin, 2004, Ilmu Pengantar Studi Akhlak, Jakarta: PT. Raja Perlindo Persada
Salatiga, 27 Mei
PEDOMAN WAWANCARA
Informan dalam hal ini adalah Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Bergas
1. Kepala Sekolah , Waka Kurikulum, dan Waka Kesiswaan. Pertanyaan :
a. Menurut bapak/ibu, Bagaimana akhlak siswa SMP Negeri 1 Bergas? b. Apakah ada kebijakan/program khusus yang diterapkan bapak/ibu
dalam membina akhlakul karimah siswa SMP N 1 Bergas?
c. Bagaimana upaya bapak/ibu dalam meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama Islam dalam membina akhlakul karimah siswa SMP N 1 Bergas ini?
d. Apakah ada faktor pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan disekolah ini?
e. Kurikulum apa yang bapak terapkan disekolah ini? 2. Guru Pendidikan Agama Islam
Pertanyaan :
a. Bagaimana pendapat bapak / ibu seberapa penting akhlakul karimah? b. Menurut bapak/ibu bagaimana akhlakul karimah siswa SMP Negeri 1
Bergas?
c. Apakah ada strategi-strategi khusus yang bapak/ibu terapkan dalam membina akhlakul karimah siswa di SMP Negeri 1 Bergas?
d. Apakah ada kegiatan-kegiatan khusus yang dijalankan dalam pembinaan akhlakul karimah di SMP Negeri 1 bergas ?
Foto – Foto Dokumentasi 1. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bergas