HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Instans
4.2 Analisis Statistik Deskriptif
4.2.2 Deskriptif Variabel Penelitian
4.2.2.2 Budaya Organisasi (X2)
Tabel 4.4
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Budaya Organisasi
Item (1) Sangat Tidak Setuju (2) Tidak Setuju (3) Netral (4) Setuju (5) Sangat Setuju Total Rata -rata F % F % F % F % F % F % 1. Logo/Simbol 0 0,0 1 0,8 13 10,9 50 42,0 55 46,2 119 100 4,33 2. Pakaian Seragam 0 0,0 1 0,8 10 8,4 47 39,5 61 51,3 119 100 4,41 3. Bahasa 0 0,0 0 0,0 7 5,9 47 39,5 65 54,6 119 100 4,48 4. Pemimpin 0 0,0 1 0,8 4 3,4 50 42,0 64 54,8 119 100 4,48 5.Penyelenggara n Pegawai 0 0,0 1 0,8 4 3,4 47 39,5 67 56,3 119 100 4,51 6. Kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan 0 0,0 0 0,0 6 5,0 48 40,3 65 54,6 119 100 4,49 7. Perkumpulan Pegawai (Korps) 0 0,0 3 2,5 9 7,6 62 52,1 45 37,8 119 100 4,25 8. Kelompok Kerjasama 0 0,0 5 4,2 7 5,9 63 52,9 44 37,0 119 100 4,22 Jumlah Rata-rata 4,39
Sumber: Hasil pengolahan data primer dengan SPSS (2015)
Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 119 orang responden untuk variabel Budaya Organisasi pada Tabel 4.4 yaitu :
a. Pada pernyataan pertama (Logo ataupun simbol dari Badan Kepegawaian Daerah mengingatkan PNS agar selalu bertindak jujur dalam
melaksanakan perencanaan dan pengembangan kepegawaian daerah) sebanyak 1 orang atau 1,7% menyatakan tidak setuju, 13 orang atau 10,9% menyatakan netral, 50 orang atau 42,0% menyatakan setuju, 55 orang atau 46,2% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa adanya logo/simbol dalam instansi dapat mengingatkan PNS agar dapat selalu bertindak jujur ddalam melaksanakan perencanaan dan pengembangan kepegawaian daerah Kab. Karo.
b. Pada pernyataan kedua (Pakaian seragam yang digunakan sehari-hari merupakan ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan instansi) sebanyak 1 orang atau 1,7% menyatakan tidak setuju, 10 orang atau 8,4% menyatakan netral, 47 orang atau 39,5% menyatakan setuju, 61 orang atau 51,3% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas PNS mengenakan seragam dalam keseharian karena merupakan salah stu ketentuan yange berlaku dalam instansi.
c. Pada pernyataan ketiga (Instansi menggunakan bahasa formal dalam bekerja sehingga dapat terjalin komunikasi dua arah yang baik antara sesama PNS) sebanyak 7 orang atau 5,9% menyatakan netral, 47 orang atau 39,5% menyatakan setuju, 65 orang atau 54,6% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setujudan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar PNS dalam instansi
sllu menggunakan bahasa formal agar dapat terjalinnya komunikasi dua arah yang baik antara sesama PNS.
d. Pada pernyataan keempat (Pemimpin instansi memiliki rasa percaya diri dalam memberikan contoh kepada pegawai dalam mematuhi peraturan/pelaksanaan disiplin dalam instansi) sebanyak 1 orang atau 1,7% menyatakan tidak setuju, 4 orang atau 3,4% menyatakan netral, 50 orang atau 42,0% menyatakan setuju, 64 orang atau 53,8% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pegawai dalam instansi setuju kalau pemimpin instansi selalu memberikan contoh pada PNS dalam hal mematuhi peraturan/pelaksanaan disiplin dalam instansi sehingga jarang terjadinya perilaku menyimpang atau tidak etis.
e. Pada pernyataan kelima (Dalam penyelengaaraan manajemen kepegawaian intansi ini berbasis kepada kompetensi agar dapat menuju terciptanya pegawai negeri sipil yang profesional dan sejahtera) sebanyak 1 orang atau 1,7% menyatakan tidak setuju, 4 orang atau 3,4% menyatakan netral, 47 orang atau 39,5% menyatakan setuju, 67 orang atau 56,3% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa Dalam penyelengaaraan manajemen kepegawaian intansi berbasis kepada kompetensi mempengaruhi perilaku etis PNS.
f. Pada pernyataan keenam (Dilakukannya kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) dalam kurun waktu tertentu guna meningkatkan kualitas PNS
sebagaimana yang tertera dalam misi instansi) sebanyak 6 orang atau 5,0% menyatakan netral, 48 orang atau 40,3% menyatakan setuju, 65 orang atau 54,6% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setujudann tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas PNS setuju dengan telah diberlakukannya kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu guna meningkatkan kualitas PNS.
g. Pada pernyataan ketujuh (Instansi menyediakan satu wadah perkumpulan pegawai (Korps) yang menjamin terwujudnya solidaritas semua PNS yang tergabung didalamnya) sebanyak 3 orang atau 2,5% menyatakan tidak setuju, 9 orang atau 7,6% menyatakan netral, 62 orang atau 52,1% menyatakan setuju, 45 orang atau 37,9% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya wadah perkumpulan pegawai (korps) dapat menjamin terwujudnya rasa solidaritas antara sesama PNS yang tergabung didalamnya.
h. Pada pernyataan kedelapan (Terbentuknya kelompok kerjasama yang baik sesama PNS dalam melaksanakan pekerjaan) sebanyak 5 orang atau 4,2% menyatakan tidak setuju, 7 orang atau 5,9% menyatakan netral, 63 orang atau 52,9% menyatakan setuju, 44 orang atau 37,0% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar PNS dapat menjalin kerjasama yang baik antara sesama pegawai dalam hal melaksanakan tugas.
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui rata-rata jawaban responden terhadap variabel budaya organisasi. Agar lebih mempermudah penilaian dari rata-rata tersebut, maka perlu dibuat interval. Dalam penelitian ini, banyak kelas interval sebesar 5 (lima). Rumus yang digunakan menurut Sudjana (2000:47) adalah sebagai berikut:
kriteria dari penilaian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5
Interpretasi Nilai Rata-Rata Jawaban Responden Terhadap Budaya Organisasi (X2)
Nilai Keterangan
1,00-1,79 Sangat Tidak Baik
1,80-2,59 Tidak Baik
2,60-3,39 Kurang Bik
3,40-4,19 Baik
4,20-5,00 Sangat Baik
Sumber: Data diolah (2015)
Dari hasil jawaban responden dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban responden mengenai budaya organisasi sebesar 4,39 yang dapat dilihat dari rata- rata jawaban responden pada tabel 4.4 yang artinya bahwa mayoritas Pegawai Negeri sipil setuju bahwa budaya organisasi dalam instansi dapat menjadi acuan ataupun dasar bagi PNS dalam instansi untuk melaksanakan tanggung jawwab dan wewenang dan dengan adanya budaya organisasi dapat menjadi pemersatu pegawai dalam instansi sehingga dapat terjalin hubungan yang baik antara sesama pegawai dalam hal pelaksanaan tugas.
��� ��� �� � �� � �� =����� �� � �� � ����� ���
4.2.2.3 Kompensasi (X3)
Tabel 4.6
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Kompensasi Item (1) Sangat Tidak Setuju (2) Tidak Setuju (3) Netral (4) Setuju (5) Sangat Setuju Total Rata- rata F % F % F % F % F % F % 1. Gaji pokok 3 2,5 3 2,5 14 11,8 51 42,9 48 40,3 119 100 4,15 2. Tunjangan 0 0,0 2 1,7 14 11.8 63 52,9 40 33,6 119 100 4,18 3. Asuransi Kesehatan 0 0,0 1 0,8 5 4,2 55 46,2 58 48,7 119 100 4,42 4. Gaji ke-13 1 0,8 1 0,8 14 11,8 46 38,7 57 47,9 119 100 4,31 5. Jaminan Hari Tua 0 0,0 2 1,7 7 5,9 53 44,5 57 47,9 119 100 4,51 6. Fasilitas 0 0,0 9 7,6 19 16,0 41 34,5 50 42,0 119 100 4,10 7. Fasilitas 0 0,0 2 1,7 6 5,0 52 43,7 59 49,6 119 100 4.41 8. Pengakuan 0 0,0 0 0,0 22 18,5 42 35,3 59 49,6 119 100 4,44 9. Kepercayaan 0 0,0 2 1,7 6 5,0 47 39,3 64 53,8 119 100 4,45 10. Kenaikan Jabatan 0 0,0 0 0,0 5 4,2 53 44,5 61 51,5 119 100 4,47 Jumlah Rata-rata 3,90
Sumber: Hasil pengolahan data primer dengan SPSS (2015)
Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 119 orang responden untuk variabel Kompensasi pada Tabel 4.6 yaitu :
a. Pada pernyataan pertama (Gaji pokok yang saya terima telah memenuhi kebutuhan hidup saya dan sesuai dengan beban pekerjaan saya) sebanyak 3 orang atau 2,5% menyatakan sangat tidak setuju, 3 orang atau 2,5% menyatakan tidak setuju, 14 orang atau 11,8% menyatakan netral, 51 orang atau 42,9% menyatakan setuju, 48 orang atau 40,3% menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya gaji pokok yang diterima oleh PNS sudah sangat sesuai dengan beban pekerjaannya dan dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pegawai.
menyatakan tidak setuju, 14 orang atau 11,8% menyatakan netral, 63 orang atau 52,9% menyatakan setuju, 40 orang atau 33,6% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa tunjangan yang diberikan instansi kepada PNS mampu memenuhi kebutuhan hidup pegawai.
c. Pada pernyataan ketiga (Saya memperoleh asuransi kesehatan yang memadai untuk menjamin kesehatan dan biaya pengobatan beserta keluarga) sebanyak 1 orang atau 0,8% menyatakan tidak setuju, 5 orang atau 4,2% menyatakan netral, 55 orang atau 46,2% menyatakan setuju, 58 orang atau 48,7% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa asuransi kesehatan yang disediakan instansi dapat memadai PNS berseta keluarga untuk menjamin kesehatan dan biaya pengobatan selama sakit.
d. Pada pernyataan kempat (Saya merasa bahwa gaji ke-13 yang saya peroleh sangat membantu saya dalam membayar biaya tak terduga) sebanyak 1 orang atau 0,8% menyatakan sangat tidak setuju, 1 orang atau 0,8% menyatakan tidak setuju, 14 orang atau 11,8% menyatakan netral, 46 orang atau 38,7% menyatakan setuju, 57 orang atau 47,9% menyatakan sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa gaji ke-13 yang diberikan oleh instansi dapat membantu PNS dalam memenuhi biaya tak terduga yang dikeluarkan oleh PNS.
e. Pada pernyataan kelima (Saya menerima jaminan hari tua yang memadai untuk menjamin kehidupan saya pada saat pensiun) sebanyak 2 orang atau
1,7% menyatakan tidak setuju, 7 orang atau 5,9% menyatakan netral, 53 orang atau 44,5% menyatakan setuju, 57 orang atau 47,9% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa jaminan hari tua yang disediakan instansi dapat menjamin kehidupan PNS pada saat pensiun.
f. Pada pernyataan keenam (Saya merasa puas dengan fasilitas yang telah disediakan) sebanyak 9 orang atau 7,6% menyatakan tidak setuju, 19 orang atau 16,0% menyatakan netral, 41 orang atau 34,5% menyatakan setuju, 50 orang atau 42,0% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas yang disediakan instansi memberikan kepuasan terhadap PNS. g. Pada pernyataan ketujuh (fasilitas yang diberikan instansi sangat
membantu saya dalam menyelesaikan tugas saya) sebanyak 2 orang atau 1,7% menyatakan tidak setuju, 6 orang atau 5,0% menyatakan netral, 52 orang atau 43,7% menyatakan setuju, 59 orang atau 49,6% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas yang disediakan instansi membantu PNS dalam bekerja dan menyeslesaikan tugas yang diberikann.
h. Pada pernyataan kedelapan (Instansi Pemerintah tempat saya bekerja, memberikan kesempatan yang sama kepada PNS untuk mendapatkan pengakuan atas prestasi) sebanyak 22 orang atau 18,5% menyatakan netral, 42 orang atau 35,3% menyatakan setuju, 55 orang atau 46,2% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat
tidak setuju dan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa dalam instansi seiap PNS mendapatkan ksempatan yang sama atas pengakuan ataupun pujian terhadap prestasi yang sudah dicapai.
i. Pada pernyataan kesembilan (Instansi ini memberikan kepercayaan yang sama kepada setiap PNS untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugasnya) sebanyak 2 orang atau 1,7% menyatakan tidak setuju, 6 orang atau 5,0% menyatakan netral, 47 orang atau 39,5% menyatakan setuju, 64 orang atau 53,8% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pegawaii dalam
instansi mendapatkan kepercayaan yang sama untuk
mempertanggungjawabbkan tugas-tugas yang diberikan.
j. Pada pernyataan kesepuluh (Instansi ini, memberikan peluang yang merata kepada setiap PNS untuk kenaikan jabatan yang lebih tinggi) sebanyak 5 orang atau 4,2% menyatakan netral, 53 orang atau 44,5% menyatakan setuju, 61 orang atau 51,3% menyatakan sangat setuju, serta tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa setiap PNS dalam instansi berhak mendapatkan peluang yang sama atas kenaikan jabatan yang lebih tinggi.
Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui rata-rata jawaban responden terhadap variabel kompensasi. Agar lebih mempermudah penilaian dari rata-rata tersebut, maka perlu dibuat interval. Dalam penelitian ini, banyak kelas interval sebesar 5 (lima). Rumus yang digunakan menurut Sudjana (2000:47) adalah sebagai berikut:
kriteria dari penilaian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.7
Interpretasi Nilai Rata-Rata Jawaban Responden Terhadap Kompensasi (X3)
Nilai Keterangan
1,00-1,79 Sangat Tidak Baik
1,80-2,59 Tidak Baik
2,60-3,39 Kurang Bik
3,40-4,19 Baik
4,20-5,00 Sangat Baik
Sumber: Data diolah (2015)
Dari hasil jawaban responden dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban responden mengenai kompensasi sebesar 3,90 yang artinya bahwa mayoritas Pegawai Negeri sipil setuju bahwa kompensasi yang diterima telah sesuai dengan beban pekerjaan dan dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan merasa aman dengan kompensasi yang diterima karena instansi juga memberikan jaminan kesehatan terhadap pegawai ataupun keluarga pegawai selama masa pengobatan dengan ini PNS merasa sudah cukup puas dengan kompensasi yang diberikan oleh instansi karena merasa insttansi sudah memberikan kompensasi secara adil dan layak.
��� ��� �� � �� � �� =����� �� � �� � ����� ���