• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budaya Perusahaan

BAB III STUDI KASUS

3.6 Kode Etik dan Budaya Perusahaan

3.6.2 Budaya Perusahaan

Untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan keberhasilan strateginya, Bank Mandiri telah merumuskan dan mengimplementasikan budaya perusahaan yaitu TIPCE dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Trust

Membangun keyakinan dan sangka baik di antara stakeholders dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan.

2. Integrity

Setiap saat berpikir, berkata dan berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi.

3. Professionalism

Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.

4. Customer Focus

Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan.

5. Excellence

Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang uintuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil yang terbaik secara terus-menerus. Proses internalisasi dan sosialisasi Budaya Perusahaan bagi seluruh level organisasi (Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan) dilaksanakan melalui media komunikasi baik secara formal maupun informal, yang dilaksanakan antara lain melalui : inclass training, diskusi dan pengarahan Management saat kunjungan ke wilayah, sms/email blast, artikel di majalah Mandiri, materi telecoference/video taped, dan lain-lain.

Pada Rencana Jangka Panjang (RJP) Bank Mandiri 2010 – 2014, ditetapkan VISI Bank yaitu “To be Indonesia’s most admired and progressive financial

institusi keuangan yang selalu memiliki komitmen penuh dalam membangun hubungan dengan seluruh nasabahnya, melalui penyediaan solusi keuangan inovatif yang berstandar kelas dunia dan turut serta memberikan kontribusi kepada bangsa melalui peningkatan kinerja secara konsisten.

Target yang luar biasa tidak pernah akan dapat dicapai dengan usaha yang biasa-biasa saja. Transformasi bisnis dan budaya yang dijalankan oleh Bank Mandiri merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kedua hal tersebut bagaikan dua sisi mata uang yang saling mendukung, dimana tanpa budaya yang kuat strategi tidak bisa diimplementasikan atau dampaknya tidak signifikan sehingga menyebabkan kegagalan transformasi. Sebagai kelengkapan utama proses transformasinya, Bank Mandiri melakukan penajaman Budaya Perusahaan melalui serangkaian diskusi yang melibatkan seluruh senior manajemen di Bank Mandiri dengan tema Bank Mandiri The New Horizon. Adapun hasil dari diskusi tersebut adalah dirumuskannya tatanan nilai TIPCE yang dituangkan dalam panduan 11 perilaku utama sebagai berikut:

1. Jujur, tulus, terbuka & tidak sungkan

2. Memberdayakan potensi, tidak silo, selalu bersinergi, dan saling menghargai 3. Disiplin, konsisten dan memenuhi komitmen

4. Berpikir, berkata, dan bertindak terpuji

5. Handal, tangguh, bertanggung jawab, pembelajar dan percaya diri

6. Berjiwa intrapreneurship dan berani mengambil keputusan dengan resiko yang terukur

7. Menggali kebutuhan dan keinginan pelanggan secara proaktif dan memberikan total solusi

8. Memberikan layanan terbaik dengan cepat, tepat, mudah, akurat dan mengutamakan kepuasan pelanggan

9. Patriotis, memiliki mental juara dan berani melakukan terobosan

11. Fokus dan disiplin mengeksekusi Prioritas

BAB IV KESIMPULAN

Dalam pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) maka bank dapat membentuk struktur dan fungsinya yang bertugas untuk mengelola pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) di bank. Pembentukan struktur pengelolaan ini dimaksudkan agar pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) dapat dilakukan secara sistimatis, terarah dan berkelanjutan. Struktur pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) disesuaikan dengan skala organisasi dan kompleksitas usaha yang ada di bank serta fungsi pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) adalah untuk membantu dewan komisaris selaku penanggung jawab pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia tentang penerapan Good Corporate Governance (GCG). Bank wajib melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap kegiatan usahanya pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi termasuk pada saat penyusunan visi, misi, rencana starategis, pelaksanaan kebijakan dan langka-langka pengawasan internal. Pelaksanaan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dimaksud paling kurang harus diwujudkan dalam :

1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan komisaris dan direksi

2. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern bank;

5. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar; 6. Rencana strategis bank;

7. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank.

Sebagai perusahaan go public, implementasi good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik, merupakan kebutuhan mutlak bagi Bank Mandiri. Selain untuk menjaga kesinambungan bisnis Bank Mandiri dalam jangka panjang, pengimplementasian GCG juga mutlak harus dilakukan dalam rangka pemenuhan hak dan tanggungjawab Bank Mandiri kepada seluruh pemegang saham, termasuk pemegang saham minoritas yang dikuasi masyarakat berdasarkan 5 (lima) prinsip dasar GCG, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan anggaran dasar perusahaan. Bank Mandiri sangat menyadari bahwa GCG merupakan perangkat utama yang mengatur dan mengarahkan kegiatan perusahaan dalam tata hubungan antara karyawan, Direksi, Dewan Komisaris, pemegang saham, dan para pemangku kepen tingan (stakeholders) lainnya. Dengan demikian, bagi Bank Mandiri, pemenuhan prinsip-prinsip GCG merupakan bagian untuk membangun fondasi bisnis yang sehat. Untuk mengupayakan sistem perbankan yang sehat dan kuat sebagaimana komitmen Dewan Komisaris dan Direksi, Bank Mandiri berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip GCG merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi tersebut. Seiring dengan berkembangnya bisnis bank dan perubahan-perubahan dalam bisnis perbankan baik secara nasional maupun global, dan persaingan yang semakin ketat pada industri perbankan, maka Bank Mandiri harus menyiapkan antisipasi melalui perbaikan dan penyesuaian secara terus menerus. Dengan demikian, Bank Mandiri dapat menciptakan sumber

daya manusia (SDM) yang handal dan mampu memberikan nilai tambah bagi Bank Mandiri dan sistem perbankan secara keseluruhan.

Optimalisasi penerapan GCG Bank Mandiri terus dilakukan dengan penguatan infrastruktur untuk mencapai praktik terbaik, pengujian keandalan serta penyesuaian sistem dan prosedur sesuai dengan perkembangan bisnis dan regulasi/ketentuan perbankan untuk mendukung pelaksanaan GCG yang semakin efektif.

Target yang luar biasa tidak pernah akan dapat dicapai dengan usaha yang biasa-biasa saja. Transformasi bisnis dan budaya yang dijalankan oleh Bank Mandiri merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kedua hal tersebut bagaikan dua sisi mata uang yang saling mendukung, dimana tanpa budaya yang kuat strategi tidak bisa diimplementasikan atau dampaknya tidak signifikan sehingga menyebabkan kegagalan transformasi.

Dokumen terkait