• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teori

6) Budaya Punk

a. Sejarah Budaya punk

Apa yang pertama kali terpikirkan ketika mendengar tentang anak punk, atau ketika melihat sosok anak punk secara langsung? Menakutkan. Urak-urakan. Atau pernahkah berpikir bahwa punkers nampak seperti preman? Mereka yang seringkali kita lihat di angkutan umum, mengamen dan sering pula beberapa dari mereka yang meminta paksa iuran setelah melakukan aksinya.

Segala yang negatif seringkali disandarkan pada mereka, lantas menjadikan mereka terpinggirkan dari kelompok sosial. Yang kemudian membuat masyarakat awam tentang punk menyimpulkan bahwa punk merupakan sekelompok remaja yang bertingkah laku negatif. Ditambah ciri khas musik punk yang keras serta lirik

38 Ibid., h. 105.

39 Ibid.,h. 106.

40 Ibid., h. 106.

41 Ibid. ,h. 107.

yang seringkali berisi kecaman perlawanan, semakin membuat masyarakat berpikir negatif tentang punk.

Sering kita mendengar bahwa manusia adalah makhluk sosial, dengan dogma tersebut memunculkan pendapat bahwa setiap insan memiliki hak untuk menentukan akan bergaul ataupun berteman dengan siapa. Timbullah beberapa kelompok-kelompok sosial yang memiliki karakteristik beragam, termasuk kelompok sosial marjinal.42

Walaupun pada masa kini punk lebih dikenal dari sisi fashion dan musik, sejatinya punk bukan hanya itu. Kelompok ini sebenarnya bukan asli budaya lokal Indonesia. Awal mula muncul istilah punk untuk melegitimasi suatu kelompok ini muncul pertama kali di Inggris pada pertengahan tahun 1970. Pada awalnya, kata punk muncul dalam esai yang berjudul “The Punk Muse: The True Story of Protopathic Spiff Including The Lowdown on The Trouble-Making Five-Percent of America’s Youth” yang ditulis oleh Nick Tosches di majalah Fusion.43 .Punk memiliki kepanjangan Public United Kingdom.44 Dari segi namanya terdengar seperti suatu kelompok politik dan memang benar, dikutip dari salah satu jurnal karya Muhammad Fakhran al Ramadhan, yang menuliskan bahwa komunitas tersebut lahir akibat kekecewaan pemuda Inggris pada situasi dan kondisi politik saat itu.45

Pengertian punk dalam Philosophy of Punk, Craig O’Hara (1999) disebutkan ada tiga. Punk sebagai tren remaja dalam fashion dan music. Punk sebagai pemula yang punya keberanian memberontak, memperjuangkan kebebasan, dan melakukan perubahan. Punk sebagai bentuk perlawanan yang hebat karena menciptakan music, gaya hidup, komunitas, dan kebudayaan sendiri.46

42 Marjinal seringkali diartikan masyarakat kelas bawah yang terpinggirkan, seringkali diidentikan dengan kumpulan orang kumuh, tidak tertib, tidak berpendidikan, dan berbagai stigma negatif lainnya.

43 Widya G, PUNK: Ideologi yang Disalahpahami, (Yogyakarta: Garasi House of Book, 2010), h. 13.

44 Aprilia Polakitang, dkk., Profil Clinical Scales Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-Inventory-2) Adaptasi Indonesia pada Komunitas Public United not Kingdom (punk) di Kawasan Megamas Manado, Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 5, Nomor 1, Januari-Juni 2017, h. 66-71.

45 Muhammad Fakhran al Ramadhan, Punk’s Not Dead: Kajian Bentukan Baru Budaya Punk di Indonesia, Jurnal Makna, Volume 1, Nomor 1, Maret 2016 – Agustus 2016, h. 54-63.

46 Widya G, op. cit. , h. 118

Punk tumbuh empat puluh tahun lalu. Bermula dari suatu generasi di Amerika dan Inggris yang berkembang menjadi bervariasi di berbagai belahan dunia secara positif dan negatif (tergantung pelakunya) sekaligus menjadi barang komersil di berbagai media. Kelompok ini merupakan perilaku yang lahir dari sifat melawan, tidak puas hati, marahdan benci pada sesuatu yang tidak pada tempatnya (sosial, ekonomi, politik, budaya, bahkan agama) terutama terhadap tindakan yang menindas. Para punker mengekspresikannya dalam musik dan pakaian. Mereka menyampaikan kritikan melalui media itu. Mereka hidup bebas dan tetap bertangggung jawab pada setiap pemikiran dan tindakannya. Oleh sebab itu, mereka menciptakan perlawanan yang hebat dengan realisasi musik, gaya hidup, komunitas dan kebudayaan sendiri.47

Punker memiliki ideologi salah satunya yaitu konsep anarkisme. Maksudnya adalah ideologi pembebasan diri dari kapitalisme yang merebut kebebasan individual. Erat kaitannya dengan rasa ingin membebaskan diri dari pemerintah dan negara yang dianggap diktator karena hukum dan peraturannya yang memiliki sifat memaksa sehingga membatasi hak warga negara.48

Ideologi yang dibawa oleh punker pada masanya masih sama, yaitu kebebasan dan anarkisme. Namun, mirisnya terdapat miskonsepsi terhadap ideologi punker saat ini. Seperti istilah anarkisme yang diasumsikan sebagai suatu aksi pengrusakan dan tindak kriminal yang mengakibatkan munculnya pikiran negatif, sehingga melahirkan stereotip yang membuat mereka dipinggirkan dari ruang lingkup sosial kemasyarakatan, dan terisolasi dari kehidupan sosial karena mengalami penolakan dimana-mana. Hal ini terjadi karena rasa tidak aman dari masyarakat akan hadirnya punker yang katanya suka membuat onar.

b. Punk di Indonesia

Indonesia mengenal punk melalui pemberitaan media mainstream. Budaya punk dikenal pertama kali dalam bentuk musik dan fashion.49 Muhammad Fakhran mengutip Karib bahwa kelahiran sebuah kelompok budaya punk hadir dengan

47 Widya G, PUNK: Ideologi yang disalahpahami, (Yogyakarta: Garasi House of Book, 2010), h. 15.

48 Muhammad Fakhran al Ramadhan, op.cit., h. 54-63.

49 Widya G, op. cit., h. 118.

berbagai unsur yang muncul dalam tempo berlainan. Unsur-unsur tersebut yaitu musik, fashion, tongkrongan, dan pemikiran.50

Bentukan budaya punk sebagai counter culture didasari oleh empat unsur utama seperti musik, fashion, komunitas dan pemikiran. Kondisi perjalanan musik pada saat itu ditandai dengan terkenalnya aliran music trash metal di kalangan kaum muda. Berbagai band yang mengusung aliran tersebut juga mulai banyak bermunculan seperti Sucker Head, Painfull Death, dan Rotor.

Pada akhir 1980, terjadi beberapa peristiwa penting yang menjadi tanda dari kelahiran punk di Indonesia. Suatu acara berlangsung di Pid Pub, sebuah tempat pertunjukan music yang terletak di pertokoan Plaza Pondok Indah di Jakarta Selatan. Pid Pub berperan banyak dalam melahirkan generasi pertama punk di Jakarta.51

Kehadiran generasi pertama punk di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari band-band seperti Anti Septic, Young Offender (YO). Kedua band tersebut merupakan kelompok yang dianggap paling berpengaruh terhadap dinamika komunitas punk. Anti Septic adalah band punk pertama di Jakarta, sementara Young Offender (YO) adalah kelompok kolektif atau tongkrongan pertama di Jakarta.52

Pada 1992, sebuah klub di Pancoran-Gatot Subroto bernama Black Hole sering didatangi oleh anak-anak metal Jakarta. Klub tersebut merka gunakan untuk bermain musik.53 Lambat laun budaya punk yang hadir dan berkembang di Indonesia tersebar ke beberapa kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali.

Dokumen terkait