• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pendapatan Usaha

2.5 Tanaman Anggrek (Orchidaceae)

2.5.3 Budidaya Anggrek

Sangat banyak jenis tanaman anggrek yang ada di Indonesia seperti

Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, Oncidum, Catleya, Cymbidium. Tetapi jenis

anggrek yang sangat dikenal oleh masyarakat adalah Dendrobium, Phalaenopsis,

Vanda. Ketiga jenis anggrek ini sudah banyak dikomersialkan baik oleh pedagang

15

anggrek terlebih dahulu harus mengenal sifat hidup (habitat), faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan jenis tanaman anggrek yang akan dibudidayakan (Balai Penelitian Tanaman Hias, 2019 : 3-5).

Berdasarkan pola pertumbuhannya, tanaman anggrek dibedakan menjadi dua tipe yaitu :

1. Tipe simpodial yaitu anggrek yang tidak memiliki batang utama, dimana bunga keluar dari ujung batang batang seperti: Dendrobium, Catleya, 2. Tipe monopodial yaitu anggrek yang pertumbuhannya lurus ke atas pada

satu batang, bunganya keluar dari sisi batang diantara dua ketiak daun, contohnya: Vanda, Arachnis, Renanthera dan Aranthera.

Berdasarkan habitatnya tanaman anggrek dibagi dalam empat kelompok yaitu: 1. kelompok anggrek efifit, anggrek yang tumbuh pada pohon lain tanpa

merugikan tanaman inangnya dan ternaungi dari sinar matahari langsung, contoh: Catleya, Dendrobium, Phalaenopsis dan Oncidium.

2. kelompok anggrek terestial, anggrek yang tumbuh ditanah dan membutuhkan sinar matahari langsung, contoh: Vanda, Aranthera,

Renathera, Arachnis.

3. kelompok anggrek litofit, anggrek yang tumbuh pada batu batuan dan tahan terhadap sinar matahari penuh, contoh: Dendrobium phalaenopsi.

4. kelompok anggrek saprofit, anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun daun kering dan membutuhkan sedikit sinar matahari, contoh Goodyera sp.

16

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggrek a. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pertumbuhan tanman anggrek. Selain itu faktor lingkungan seperti suhu, cahaya matahari dan kelembaban juga sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggrek yang akan diusahakan. Ketinggian tempat untuk setiap jenis anggrek tidak sama, beberapa anggrek dapat tumbuh baik di daerah dataran tinggi, tetapi jenis yang lain akan tumbuh dan berkebang subur di dataran rendah, tetapi ada beberapa jenis anggrek yang dapat tumbuh dan berbunga di daerah dataran rendah sampai medium. Dendrobium dapat tumbuh dan berbunga didaerah dengan ketinggian antara 0 – 600 m dpl, Phalaenopsis tumbuh baik di dataran tinggi sedangkan Vanda akan berkembang baik di dataran rendah.

b. Suhu Udara

Berdasarkan ketinggian tempat, kebutuhan suhu untuk setiap jenis anggrek tertentu juga berbeda. Suhu udara sangat mempengaruhi proses metabolisme tanaman. Suhu yang tinggi menyebabkan proses metabolisme berlangsung cepat, sebaliknya pada suhu yang rendah proses metabolisme terjadi sangat lambat. Berdasarkan kebutuhan suhu, membagi tanaman anggrek ke dalam 3 golongan: 1. Anggrek tipe dingin, membutuhkan suhu 13–18OC pada malam hari dan

suhu siang hari antara 18-21OC (Cymbidium, Phalaenopsis).

2. Anggrek tipe sedang, suhu malam hari 18-20OC dan siang hari 27-29OC (Dendrobium, Cattleya, Oncidium).

17

3. Anggrek tipe hangat, suhu malam hari 21-24OC, sedang siang hari 24-30OC (Vanda, Arachnis, Renanthera).

c. Kelembaban Lingkungan

Umumnya kelembaban yang dibutuhkan tanaman anggrek adalah kelembaban ninbi (RH) yang berkisar antara 60-85%. Kelembaban tidak boleh terlalu tinggi pada malam hari, dan tidak terlalu rendah pada siang hari. Untuk menjaga kelembaban agar tetap stabil, dapat disiasati dengan cara penyiraman dengan sistem penyemprotan kabut menggunakan sprayer. Kelembaban yang terlalu tinggi pada malam hari dapat diatasi dengan mengurangi penyiraman, sebaliknya kelembaban yang terlalu rendah pada siang hari diatasi dengan penyiraman yang lebih basah.

d. Cahaya Matahari

Kebutuhan cahaya matahari untuk setiap anggrek berbeda-beda, tergantung pada genus dan kerabatnya. Anggrek dari kelompok Vanda terutama untuk tipe teret dan semi teret yang banyak ditemui di daerah dataran rendah lebih membutuhkan intensitas penyinaran yang lebih tinggi dibandingkan jenis anggrek lain. Sedangkan kelompok Dendrobium membutuhkan intensitas penyinaran cahaya matahari antara 50-60%. Kelompok Phalaenopsis menghendaki cahaya yang lebih rendah, karena kelompok ini memerlukan lingkungan yang lebih teduh dan lembab, serta sirkulasi udara yang baik.

e. Pemeliharaan Tanaman

Pada budidaya tanaman anggrek pemeliharaan tanaman yang dilakukan tergantung pada jenis anggrek yang akan dipelihara. Selain itu pada umumnya

18

grower atau petani anggrek yang sudah maju biasanya mempunyai metode sendiri sendiri dalam memelihara tanaman yang bersangkutan. Akan tetapi sebagian besar pemeliharaan tanaman anggrek meliputi penggunaan media tumbuh, penyiraman, pemupukan, dan pengendalian lingkungan dan hama penyakit tanaman.

f. Media Tumbuh

Pada anggrek media tumbuh berfungsi sebagai tempat berpijaknya akar tanaman dan penyimpanan hara serta air. Media tumbuh harus baik yaitu tidak lekas lapuk, tidak mudah menimbulkan penyakit, mempunyai aerasi yang baik, dan dapat mengikat air dan unsur hara lainnya, serta keasaman (pH) nya berkisar antara 5-6. Media untuk pertumbuhan tanaman anggrek yang umum digunakan adalah moss, pakis, serutan kayu, sabut kelapa, arang dan kulti pinus. Untuk tanaman anggrek yang menggunakan pot, biasanya pada dasar pot digunakan pecahan batu bata yang berfungsi untuk menyerap air lebih banyak sehingga kemampuan draenasi dan aerasinya juga baik. Media yang baik dan umum digunakan adalah moss dan pakis. Moss mengandung 2-3% unsur N dan mempunyai daya mengikat air yang sangat baik. Sedang pakis selain mempunyai draenasi dan aerasi yang baik juga banyak mengandung unsur unsur hara yang dibutuhkan oleh anggrek. Penggantian pot tempat media tumbuh dilakukan apabila tanaman semakin besar. Pot media tumbuh yang baik digunakan adalah pot yang terbuat dari bata, karena dapat menjaga kelemababan media.

g. Pemupukan

Dalam budidaya tanaman anggrek lingkungan tidak cukup mampu menyediakan unsur unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman

19

anggrek. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya dilakukan pemberian pupuk baik organik maupun anorganik, yaitu pupuk majemuk yang mengandung unsur unsur hara mikro dan makro.Pada umumnya Unsur makro yang diperlukan tanaman adalah C, H, O, Ca, K, N, P, S, dan Mg sedang unsur mikro meliputi Fe, Mn, B, Cu, Zn, Mo, dan Cl. Pemberian jenis pupuk pada anggrek berbeda untuk setiap fase pertumbuhannya. Pada fase pertumbuhan vegetatif bagi tanaman yang masih kecil pemberian pupuk NPK adalah 30:10:10. Pemberian pupuk untuk fase vegetatif pada tanaman dewasa adalah NPK dengan perbandingan 10:10:10. sedang perbandingan NPK pada fase generatif adalah 10:30:30. Pemupukan sebaiknya dilakukan melalui daun terutama permukaan bawah daun. Oleh sebab itu pemupukan sebaiknya dilakukan pada saat tidak ada sinar matahari, karena padaa saat itu stomata daun sedang membuka sehingga pemberian pupuk lebih efektif.

h. Penyiraman

Pada umumnya budidaya tanaman anggrek menggunakan naungan agar terhindar dari sinar matahari langsung. Kebutuhan anungan untuk setiap jenis anggrek juga berbeda. Walaupun demikian agar kelembaban anggrek tetap terjaga maka penyiraman sangat penting diperhatikan. Frekuensi dan banyaknya air siraman yang diberikan pada tanaman anggrek berbeda tergantung pada jenis dan besar kecilnya tanaman serta keadaan lingkungan. Biasanya pada tanaman anggrek dilakukan penyiramana dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari, akan tetapi anggrek yang ditempat di bawah naungan yang paranet penyiraman dapat dikurangi bila ada hujan.

Dokumen terkait