• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bunga Bank

Dalam dokumen Jual Beli dan Muamalah Rabawiyah (3) (Halaman 30-36)

Riba secara mutlak telah diharamkan oleh Allah swt dan Rasuluullah saw memalui ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Diantara nash-nash itu adalah :

Al-Quran mengharamkan riba dalam empat marhalah / tahap. Doktor Wahbat Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan tahapan pengharam riba adalah sebagai berikut

- Tahap Pertama

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).(QS. Ar-Ruum : 39 )

Ayat ini turun di Mekkah dan menjadi tamhid diharamkannya riba dan urgensi untuk menjauhi riba.

Tahap Kedua

.

مهذخأو اريثك هللا ليبس نع مهدصبو مهل تلحأ تابيط مهيلع انمرح اوداه نيذلا نم ملظبف اميلأ اباذع مهنم نيرفاكلل اندتعأو لطابلاب سانلا لاومأ مهلكأو هنع اوهن دقو ابرلا

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. (QS. An-Nisa : 160-61)

Ayat ini turun di Madinah dan menceritakan tentang perilaku Yahudi yang memakan riba dan dihukum Allah. Ayat ini merupakan peringatan bagi pelaku riba.

- Tahap Ketiga

نوحلفت مكلل هللا اوقتاو ةفعاضم افاعضأ ابرلا اولكأت ل اونمآ نيذلا اهيأآي

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.(Ali Imran : 130)

Pada tahap ini Al-Quran mengharamkan jenis riba yang bersifat fahisy, yaitu riba jahiliyah yang berlipat ganda.

- Tahap Keempat

.

برحب اونذأف اولعفت مل نإف نينمؤم متنك نإ ابرلا نم يقب ام اورذو هللا اوقتا اونمآ نيذلا اهيأآي

نوملظت لو نوملظت ل مكلاومأ سؤر مكلف متبت نإو هلوسرو هللا نم

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.(Al-Baqarah : 278-279)

Pada tahap ini Al-Quran telah mengharamkan seluruh jenis riba dan segala macamnya. Alif lam pada kata (ابرلا) mempunyai fungsi lil jins, maksudnya diharamkan semua jenis dan macam riba dan bukan hanya pada riba jahiliyah saja atau riba Nasi'ah. Hal yang sama pada alif lam pada kata (عيبلا) yang berarti semua jenis jual-beli.

2. As-Sunah

As-Sunnah juga menjelaskan beberapa praktek riba dan larangan bagi pelakunya : Rasulullah saw melaknat pemakan riba, yang memberi, yang mencatat dan dua saksinya. Beliau bersabda : mereka semua sama .

Dalam hadits lain disebutkan :

Diriwayatkan oleh Aun bin Abi Juhaifa,'Ayahku membeli budak yang kerjanya membekam. Ayahku kemudian memusnahkan alat bekam itu. Aku bertanya kepaa ayah mengapa beliau melakukannya. Beliau menjawab bahwa Rasulullah saw. Melarang untuk menerima uang dari transaksi darah, anjing dan kasab budak perempuan. Beliau juga melaknat penato dan yang minta ditato, menerima dan memberi riba serta melaknat pembuat gambar.

Dengan dalil-dalil qoth'i di atas, maka sesungguhnya tidak ada celah bagi umat Islam untuk mencari-cari argumen demi menghalalkan riba. Karena dali-dalil itu sangat sharih dan jelas. Bahkan ancaman yang diberikan tidak main-main karena Allah memerangi orang yang menjalankan riba itu.

Pendapat yang mengharamkan bunga bank 1. Majelis Tarjih Muhammadiyah

Majelis Tarjih Sidoarjo tahun 1968 pada nomor b dan c :

- bank dengan sistem riba hukumnya haram dan bank tanpa riba hukumnya halal

- bank yang diberikan oleh bank-bank milik negara kepada para nasabahnya atau sebaliknya yang selama ini berlaku atau sebaliknya yang selama ini berlaku, termasuk perkara musytabihat.

-2. Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama

Ada dua pendapat dalam bahtsul masail di Lampung tahun 1982. Pendapat yang pertama mengatakan bahwa bunga Bank adalah riba secara mutlak dan hukumnya haram. Yang kedua berpendapat bunga bank bukan riba sehingga hukumnya boleh. Pendapat yang ketiga, menyatakan bahwa bunga bank hukumnya syubhat. 3. Organisasi Konferensi Islam (OKI)

Semua peserta sidang OKI yang berlangsung di Karachi, Pakistan bulan Desember 1970 telah menyepakati dua hal : Praktek Bank dengan sistem bunga adalah tidak sesuai dengan syariah Islam Perlu segera didirikan bank-bank alternatif yang menjalankan operasinya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. 4. Mufti Negara Mesir

Keputusan Kantor Mufti Mesir konsisten sejak tahun 1900 hingga 1989 menetapkan haramnya bunga bank dan mengkategorikannya sebagai riba yang diharamkan.

5. Konsul Kajian Islam

Ulama-ulama besar dunia yang terhimpun dalam lembaga ini telah memutuskan hukum yang tegas terhadap bunga bank sebagai riba. Ditetapkan bahwa tidak ada keraguanatas keharaman praktek pembungaan uang seperti yang dilakukan bank-bank konvensional. Diantara 300 ulama itu tercatat nama seperti Syeikh Al-Azhar, Prof . Abu Zahra, Prof. Abdullah Draz, Prof. Dr. Mustafa Ahmad Zarqa', Dr. Yusuf Al-Qardlawi. Konferensi ini juga dihadiri oleh para bankir dan ekonom dari Amerika, Eropa dan dunia Islam.

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan

Berdasarkan pada pembahasan dalam makalah ini dapat diambil kesimpulan bahwa:

1. Hukum asal jual beli adalah mubah, namun bisa menjadi wajib, mandub, makruh aau haram dengan kondisi tertentu.

2. Allah mengharamkan segala jenis paktek riba berdasarkan alasan yang sudah dipaparkan dalam pembahasan.

3.2 Saran

Makalah ini masih belum sempurna jika dilihat dari penulisan maupun isi. Diharapkan kepada pembaca untuk mengambil yang baik dalam makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA Abdul Hafiz.2010.Fiqih Imam Syafi’i. Jakarta: Almahira

Abdul Wahid Muhammad Ibnu Rusyd, 2007.Bidayatul Mujtahid, Ghazali Said, Terj. “Bidayatul Mujtahid”, Jakarta: Pustaka Amani

Alaudin Al-Kasyani, Bada’I Ash-Shanai’ fi Tartib Asy-syarai’. Syirkah Al-Mathbu’ah, Mesir

Al-Fiqihul Islami wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-zuhaili jilid 4 Azharudin Lathif, 2005.Fiqh Muamalat.Jakarta: UIN Jakarta Press Aziz MA, Abdul. 2009.Fiqh Ibadah.Jakarta :Amzah

Dewi ,Gemala. 2005 .Hukum Perikatan Islam di Indonesia Cet. Ke 1,Jakarta:Prenada Media Ya qub‟

Dimyauddin Djuwaini. 2008.Pengantar fiqh muamalah..Yogyakarta :Pustaka Pelajar

Hamzah.1992.Kode Etik Dagang Menurut Islam (Pola Pembinaan Hidup dalam Berekonomi), Bandung: CV.Diponegoro

Ibnu Qudamah. Al-Mugni. Mathba’ah Al-Imam, Mesir Kifayatul Akhyar

Mughni Al-Muhtaj jilid 2

Muhammad Asy-Syarbini. Mugni al-muhtaj.

Rahmat Syafi i, 2001.‟ Fiqh Muamalah, Bandung: Pustaka Setia Sayyid Sabiq. 2011.Fiqih Sunnah.Semarang Pena Publishing Shohih Imam Bukhori

Sudarsono, 1992.Pokok-pokok Hukum Islam, Jakarta: Rineka Cipta Wahbah Zuhaili, 2010 Al-Fiqhu As-Syafi i Al-Muyassar‟ Cet. Ke-1, Terj.

Muhammad Afifi,

Dalam dokumen Jual Beli dan Muamalah Rabawiyah (3) (Halaman 30-36)

Dokumen terkait