• Tidak ada hasil yang ditemukan

Business Review

Dalam dokumen Reinforcing Our Business Foundation (Halaman 34-38)

Dalam menjawab tantangan baru yang akan dihadapi, berbagai inisiatif harus

dilakukan untuk mewujudkan perbankan yang sehat dan kompetitif. Bank

Muamalat telah dan sedang bertransformasi dengan melakukan berbagai

inisiatif pada aspek fundamental yang akan menjadi dasar yang kokoh bagi

pertumbuhan bisnis perusahaan.

In meeting new challenges, there are a number of initiatives that must be taken so

that sound and competitive banking may take substance. Bank Muamalat has been

and is being transformed through various initiatives to change the fundamentals

that will serve as the solid base for the continuing growth of the Bank.

Bisnis Ritel

Segmen ritel dan konsumer telah lama menjadi tulang punggung bisnis Bank Muamalat. Salah satu kunci sukses dalam ekspansinya adalah loyalitas nasabah individual untuk tetap mempercayakan transaksi keuangannya. Dari pengalaman tersebut Bank Muamalat terus me-ningkatkan layanannya. Keseriusan manajemen berekspansi di bisnis ini ditunjukkan dengan penajaman dan penyempurnaan unit kerja yang fokus pada bisnis ritel, yaitu retail product development, sales management and support, dan channel management.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dalam bentuk tabungan, terutama disumbang kan oleh produk Tabungan Ummat dengan total saldo mencapai Rp 2.302 miliar, menyusul kemudian Tabungan Shar-e sebesar Rp 1.963 miliar dan฀ sisanya฀ merupakan฀ kontribusi฀ Tabungan฀ Haji,฀ serta฀ tabungan jenis lainnya. Sedangkan deposito individu tumbuh menjadi sebesar Rp 2.500 miliar, sehingga secara total nasabah ritel ikut menopang Dana Pihak Ketiga sebesar 53%.

Selain Dana Pihak Ketiga, Bank Muamalat juga gencar mendorong pertumbuhan aset melalui pembiayaan jenis ritel dan konsumer seperti pembiayaan kepada pengusaha mikro,฀ kecil฀ dan฀ menengah฀ (UMKM)฀ juga฀ pembiayaan฀ konsumer, khususnya KPR Syariah dengan nama produk “Baiti Jannati”.

Retail Business

Retail and Consumer Banking have long been the backbone of Bank Muamalat. One of the keys to success in the business is the loyalty of individual customers in entrusting their financial transactions to Bank Muamalat. Based on that experience, Bank Muamalat continues to improve services. The seriousness of Bank Muamalat’s management to expand the retail business is reflected in the enhancement of working units that focused on retail business, namely retail product development, sales management and support, and channels management. The growth of Third Party Funds in the form of savings was primarily contributed by the Tabungan Ummat product with a total balance reaching Rp 2.3 trillion, followed by Shar-e Savings totalling Rp 1.9 trillion and the rest was contributed฀by฀Tabungan฀Haji฀and฀other฀types฀of฀savings.฀ Meanwhile, individual deposits grew to Rp 2.5 trillion, so that in total Bank Muamalat’s retail customers have supported Third Party Funds by as much as 53%.

Aside from Third Party Funds, Bank Muamalat also unceasingly boosts asset growth through retail and consumer financing such as financing for micro, small and medium฀(MSME)฀businesses,฀and฀also฀consumer฀financing฀ especially฀ the฀ Sharia฀ Home฀ Ownership฀ Loans฀ product฀ named “Baiti Jannati”.

Shar-e :

Dapat dimanfaatkan oleh nasabah sebagai kartu debit pada lebih dari 100 ribu merchant

Shar-e can be used as a debit card in more than 100,000 merchants

Perkembangan pasar ritel dan konsumer terbukti memiliki daya tahan yang kuat terhadap krisis, menjadi peluang yang turut digarap Bank Muamalat pada tahun 2009. Strategi ini diwujudkan dengan membuka 23 cabang baru di berbagai wilayah yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dan memiliki demografi padat penduduk, seperti Jabodetabek, Surabaya, hingga Mamuju฀ (Sulawesi฀ Barat).฀ Tidak฀ hanya฀ memperluas฀ jaringan di dalam negeri, Bank Muamalat pun telah membuka jaringan di luar negeri dengan beroperasinya Bank Muamalat Cabang Kuala Lumpur, Malaysia. Selain meningkatkan jangkauan layanan Bank Muamalat, pembukaan cabang-cabang baru ini juga menyimpan visi memperbesar cakupan bisnis ritel, khususnya dalam industri perbankan syariah. Dalam waktu 10 bulan, cabang-cabang baru Bank Muamalat telah membukukan aset hingga sebesar Rp 1 triliun.

Momentum perkembangan yang baik tersebut tidak lantas membuat manajemen berhenti berinovasi. Bank Muamalat senantiasa terus memperbaiki layanan dengan mengembangkan beragam fasilitas yang semakin memudahkan nasabah menggunakan jasa yang ditawarkan. Diantara yang telah dikembangkan pada tahun 2009 adalah aplikasi Mobile Banking dan PC Banking.

The development of the retail and consumer markets that are proven to be strongly resilient against crises continue to be developed by Bank Muamalat in 2009. This strategy was actualized by the establishment of 23 new branches in regions experiencing intensive economic growth and have high-population demographics such as Greater Jakarta, Surabaya, and all the way to Mamuju (West฀ Sulawesi).฀ Not฀ only฀ is฀ Bank฀ Muamalat฀ expanding฀ its domestic network, it is also pioneering its international network with the operation of a Bank Muamalat Branch in Kuala Lumpur, Malaysia. In addition to expanding the reach of its services, the opening of these new branches is also the embodiment of Bank Muamalat’s vision to expand the scope of its retail business, specifically in the sharia banking industry. Within the span of 10 months, Bank Muamalat’s new branches have booked assets reaching a total of Rp 1 trillion.

That considerable momentum in growth did not make the Bank’s Management to stop innovating. Bank Muamalat continues to improve its services by developing various facilities that have made it even easier for customers to use the Bank’s services. Among these, Mobile Banking and PC Banking applications were developed in 2009.

Menghadapi tahun 2010, sayap bisnis ritel Bank Muamalat akan terus melebar. Salah satunya, manajemen akan kembali fokus pada pengembangan dan pengelolaan produk-produk฀unggulan.฀Hal฀ini฀didasari฀oleh฀pengalaman฀ Bank Muamalat yang telah memiliki customer base yang kuat, sehingga inovasi produk yang lebih beragam dan peningkatan layanan terhadap nasabah akan mendorong pertumbuhan bisnis ritel yang optimal. Ekspansi bisnis ritel dilaksanakan dengan memperkokoh sales culture yang lebih agresif, fokus pada produk-produk unggulan dan inovasi di bisnis wealth management, bancassurance serta program marketing yang lebih terarah untuk meningkatkan customer base dan loyalitas nasabah. Terkait layanan lainnya, Bank Muamalat akan meningkatkan jumlah ATM sekaligus kelengkapan fitur yang lebih lengkap. Dengan demikian, nasabah akan lebih mudah dan dekat dengan akses layanan tanpa terkendala oleh waktu layanan. Bank Muamalat juga akan fokus menggarap segmen nasabah kelas middle-high end dengan menawarkan layanan prioritas dan produk-produk investasi non-bank seperti sukuk dan reksadana syariah. Selain itu, berbagai strategi yang menyasar peningkatan volume฀ penjualan฀ secara฀ langsung฀ (direct฀ sales)฀ juga฀ menjadi kunci untuk digarap pada tahun 2010.

Bisnis Korporasi

Sektor korporasi merupakan segmen bisnis yang memberikan kontribusi cukup besar pada pertumbuhan Bank Muamalat, khususnya dalam hal pembiayaan. Pembiayaan pada sektor ini telah menjangkau hampir seluruh wilayah di tanah air dengan fokus pada beberapa sektor industri yaitu sektor energi dan pertambangan (pembangkit฀ listrik,฀ jasa-jasa฀ migas,฀ perusahaan฀ dan฀ kontraktor฀ pertambangan),฀ perdagangan,฀ manufaktur,฀

In facing 2010, Bank Muamalat’s retail business wing will spread even wider. The bank management will again focus on the development and management of blue- chip products. Based on its experience with its strong customer base, a richer variety in product innovations and improvements in customer services will boost the growth of the very promising retail business. The expansion of retail business will be facilitated by fostering a more agressive sales culture, focusing on blue-chip products, and innovations in wealth management and bancassurance, as well as a marketing program that is aimed at improving customer base and customer loyalty.

With respect to other services, Bank Muamalat will increase the number of its ATMs and also the comprehensiveness of their features. Thus, customers will have more convenience and be in easy reach of Bank Muamalat’s services without the hindrance of the Bank’s operating hours. Bank Muamalat will also focus on the middle to high segment customers by offering priority services non-bank investment products such as sukuk and sharia mutual funds. Moreover, various strategies aimed at improving direct sales volume will also be of key importance in 2010.

Corporate Business

The Corporate Business sector is a significant contributor to the growth of Bank Muamalat especially in the area of investments.

Financing in the sector has reached across almost the entire breadth of Indonesia with a strong focus on several industry฀sectors฀such฀as฀energy฀and฀mining฀(power฀plants฀ and oil and gas services, mining and mining-contracting companies),฀ the฀ trade฀ sector,฀ manufacturing฀ sector,฀

Wawasan Nusantara :

Bank Muamalat ikut memajukan wawasan nusantara melalui pembiayaan transportasi udara Bank Muamalat contributes to the advancement of national awareness and unity by financing a frontier’s airliner service

Kekayaan Alam :

Bank Muamalat ikut memberdayakan kekayaan alam melalui pembiayaan sektor pertambangan

Bank Muamalat helps harness natural resources by financing the mining sector Infrastruktur :

Ikut memajukan pengembangan proyek infrastruktur di berbagai pelosok tanah air Participates in advancing the development of infrastructure throughout Indonesia and abroad.

Antusias :

Senyum, salam dan sapa dengan pandangan yang bersahabat menawarkan bantuan

Enthusiasm :

Smile, greet and adress with friendly getures that are accomodating and helpful

jasa฀transportasi฀(pesawat฀udara฀carter฀dan฀penumpang,฀ carter฀kapal,฀tanker,฀tug฀-฀barges),฀jasa฀pendidikan,฀jasa฀ telekomunikasi, dan lain-lain.

Pada tahun 2009, pembiayaan korporasi mengalami pertumbuhan yang patut diapresiasi. Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan pembiayaan kepada nasabah lama dan baru dengan pola project financing, contract financing, dan sindikasi.

Pada tahun 2010, kebijakan pembiayaan sektor korporasi akan lebih diarahkan pada peningkatan kualitas, sehingga pengembangan segmen korporasi akan banyak dilakukan dengan pola sindikasi, project financing, dan contract financing untuk berbagai sektor industri dengan dukungan perusahaan sponsor dan pemberi kerja yang bonafid.

Dari segi penghimpunan dana, bisnis korporasi berhasil melebarkan sayap dengan membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia pada bulan Maret 2009. Pembukaan cabang di negeri jiran itu telah terbukti mampu menjaring sumber dana luar negeri sebagai penyangga stabilitas struktur dana di Bank Muamalat yang sebelumnya hanya berasal dari sumber dana dalam negeri seperti lembaga pemerintah, perusahaan BUMN dan swasta, lembaga jasa keuangan, asuransi syariah, serta organisasi masyarakat dan individu.

transportation฀services฀(chartered฀air฀services฀and฀airliner,฀ chartered฀ship,฀tanker,฀tug-boats฀and฀barges),฀educational฀ services, telecommunications and many more.

In 2009, corporate financing posted a rate of growth that should be appreciated. This growth was fuelled primarily by increases in financing to existing as well as new customers through project financing, contract financing and syndication arrangements.

In 2010, the activity of Corporate Banking will be focused on฀efforts฀to฀strengthen฀the฀quality฀of฀corporate฀financing,฀ such that the development of corporate financing will center upon the portfolio of syndication, project financing and contract financing for industry sectors mentioned above for both existing and new customers with the support of bona fide sponsoring companies or contracting companies.

In terms of funding, corporate business has succeeded in broadening its wings by opening a branch office in Kuala Lumpur, Malaysia in March 2009. The opening of Muamalat’s first offshore branch office has proved effective in generating offshore funding as a stability buffer for the liabilities structure of Bank Muamalat which previously could only rely on local sources of funds such as government institutions, state-owned and private companies, financial services institutions, sharia insurances, public organizations and individuals.

Dalam dokumen Reinforcing Our Business Foundation (Halaman 34-38)