• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. M etod e P enelitian

3. C iri-C iri K epribad ian M uslim

S ekiranya seb ag ian kita ditakdirkan dapat m elihat m elalui sebuah

je n d e la k e alam m anusia p ad a setiap zam an dan tem p at sesungguhnya, kita

ak an m elihat suatu khalayak yang heterogen, pandangan h id u p yang berbeda- b e d a dan kelom pok-kelom pok yang b erbeda status sosialnya. K ita akan

ja la n itu banyak sim pang siurnya. D isaat inilah m anusia butuh tem an untuk

berbagi dalam m em ecahkan m asalah yang d ia hadapi. O leh karena itu se le k tif

dalam m em ilih tem an adalah salah satu kunci untuk selam at dunia dan

akherat. H anya orang-orang yang paham akan ajaran ag am a (Islam ) yang bisa

s e le k tif dalam bergaul. K arena p a d a dasarnya Islam m em punyai m isi

universal dan abadi, intinya adalah m engadakan bim bingan bagi kehidupan

m ental d an jiw a m anusia atau ak h lak .18 B angsa Indonesia y a n g m engalam i

m ulti krisis ju g a disebabkan kurangnya pendidikan akhlak. S ecara um um

pem binaan akhlak m ahasisw a perguruan tinggi ju g a sangat m em prihatinkan.

H al ini setidaknya bisa dibuktikan dengan banyaknya penyelew engan

(korupsi) yang m encapai 30 % dari dana pem bangunan yang dilak u k an oleh

orang-orang b esar yang notabene ad alah para sa rja n a .19 O leh karena itu

program u tam a dan perjuangan pokok dari segala usaha adalah pem binaan

a ta u pendidikan akhlak.20

A llah SW T m enetapkan akhlak karena ak hlak ad alah alat yang dapat

m em bahagiakan k ita dalam kehidupan dunia dan akherat. K arena dengan

ak hlak m anusia akan berjalan di atas rel sesuai dengan aturan yang sudah ada,

yakni dalam ajaran agam a Islam.

K epribadian m uslim m asa kini terg am b ar olehnya m erupakan w arisan

yang diterim anya dari orang tu a dan nenek m oyang selam a b eberapa abad, la

m erupakan w arisan yang besar, yang dalam pem bentukannya telah ikut serta

18 Nazaruddin Razak, Dienul Islam, Al-Ma’arif, Bandung, 1973, him. 45

19 Mansur, Diskursus Pendidikan Islam, Global Pustaka Utama, Yogyakata, 2001, him 20

ide yang berbeda-beda, yang sebagiannya tidak menghendaki kebaikan bagi

Islam dan um atnya. T am bahan lagi b ahw a perlaw anan pada masa sekarang

ditu ju k an untuk m eguasai pem ikiran m anusia serta mempengaruhi akhidahnya

serta akhlaknya. B ila persoalannya dem ikian, sedang kepribadian Ummat

Islam m asa sekarang tidak m enggam barkan kepribadian muslim yang

sesungguhnya-kecuali orang yang m endapatkan rahm at A lla h .'1 Maka

w ajib lah kita m em ulai kem bali pem bentukan kepribadian muslim yang jelas

ciri-cirinya dan sifat-sifatnya, seperti kepribadian dan akhlak-akhlak yang

tam p ak pada rasul-rasul, nabi-nabi, pada para sahabat yang m ulai dan imam-

im am yang terkem uka.

D ari paparan diatas m aka k ita ketahui bahw a akhlakul kanm ah itu

m eru p ak an suatu tingkah laku seseorang baik secara individu m aupun suatu

kelo m p o k dalam berbuat atau bertingkah laku dalam kehidupan sehan-hannya

sesuai dengan ajaran-ajaran agam a Islam . Dengan dem ikian berarti akhlakul

karim ah harus berdasarkan ak idah Islam, karena akhlakul karimah

berh u b u n g an dengan keim anan dan hukum K arena akhlak menentukan

hukum atau nilai perbuatan m anusia dengan keputusan baik atau buruk,

perb ed aan terletak pada tolok ukurnya ajaran al-Q uran dan Sunnah. etika

dengan pertim bangan akal pikiran d an m oral dengan adat kebiasaan yang

um um berlak u di m asyarakat.21 22 K aren a perilaku ihsan berhubungan dengan

k eim anan dan hukum m aka akidahlah yang m erupakan standar penilaian

21 Umar Sulaiman Al-Asyqar, Ciri-ciri Kepribadian Muslim Srigunting. Jakarta. 1995. him 11

A papun yang bertentangan dengan akidah Islam tid ak diam bil atau tidak

diyakini. O leh karena itu apabila perilaku yang sekiranya bertentangan dengan

akidah m aka harus ditinggalkannya.

A khlak m ulia bukanlah sekedar taktik yang bersifat sem entara,

m elainkan suatu sikap yang terus m enerus.23 * A khlak m erupakan kekuatan

jiw a dari dalam , yang m endorong m anusia untuk m elakukan yang b a ik dan

m encegah perbuatan yang buruk. A llah m endorong m anusia untuk

m em perbaiki akhlaknya b ila terlanjur salah, sesuai firm an A llah SW T

...

"Dan barang siapa yang melakukan kejahatan, dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia-mendapati Allah maha pengampun lagi maha penyayang”.(An-Nisa: 110)A4

Pem aham an akhlak sesuai dengan ayat te rseb u t yang m enjelaskan

b ahw a perbuatan akhlak m em punyai tujuan langsung y a n g d ek at, yaitu harga

diri, dan tujuan ja u h yakni ridla A llah m elalui am al shaleh dan ja m in a n

keb ah ag iaan dunia akherat.

Sudah kita ketahui bersam a bahw a m anusia dalam kehidupannya itu

selalu m engadakan hubungan dengan orang lain. D engan adanya hubungan ini

ia harus berusaha untuk m enyesuaikan dengan lingkungan yang dihadapinya.

Kli !il al-Musawf, Bagaimana Membangun Kepribadian Anda. Lentera, lakarta. 1999, him. 22.

D alam berperilaku yang baik itu m anusia harus tah u sifat yang dihadapinya.

D an p ad a hakekatnya m anusia itu telah diberi kesadaran untuk m em ilih yang

baik dan buruk dari sang pencipta.

M asalah akhlakul karim ah itu m erupakan ilm u yang berkaitan dengan

ilm u akherat, karena perilaku tersebut m erupakan kualitas p o s itif dan terpuji

y a n g m elahirkan tindakan m ulia.25 Selain itu m anusia ju g a diilham i o leh A llah

dengan ja la n baik dan buruk sesuai dengan firm an A llah S W T :

Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiw a itu (jalan) kefasikan dan

P erilaku baik dan buruk m erupakan suatu yang m endasar dalam diri

m an u sia karena m anusia m em punyai kebebasan untuk m em ilih bahw a

m an u sia adalah kehendak bebas dan bertanggung ja w a b yang m enem pati station an tara dua kutub yang berlaw anan yakni A llah dan setan, selanjutnya keh en d ak bebas yang berhadapan dengan pilihan yang b e ra t dan rum it apakah

ia akan m em ilih roh A llah atau terbenam dalam lem pung di baw ah endapan

lum pur. D engan adanya kehendak bebas m anusia itu m aka m anusia perlu

p engarahan untuk m em ilih atau m enentukan kehendaknya agar m anusia tidak

terp ero so k ke dalam lum pur yang busuk. U ntuk itu diperlukan suatu

25Hasan Asari, Nukilan Pemikiran Islam Klasik. Tiara Wacana, Yogyakarta, 1999, him 26Mahmud Yunus, Op.Cit, him 535

ketaqwaannya. ” (QS. Al-Syams: 8).26

pendidikan yang akan m endidik m anusia untuk berperilaku ihsan atau baik,

dalam kehidupan di m asyarakat m anusia tidak dapat hidup sendiri b a h k an ia

selalu bergaul dengan sesam anya. O leh karena itu m anusia dalam hidupnya

harus m enggunakan bahasa yang baik dan benar, m enghorm ati sesam a, suka

m em aafkan bila ad a yang bersalah, m enolong terhadap o rang yang perlu

m endapatkan pertolongan, m enepati ja n ji dan ju g a berani m em pertahankan

sesu atu kebenaran untuk disam paikan.

D ari penjelasan diatas kita tah u bahw a ciri-ciri kepribadian m uslim yaitu :

1. B ashirah. O rang Islam yang berpedom an kepada petunjuk A llah adlah

orang Islam yang m em peroleh cahaya, la diberikan b ash irah dan furqan.27

Islam yang dianut oleh orang m uslim itu m enghidupkan hati dan

m enyem buhkan berm acam -m acam penyakit. Islam itu adalah cahaya yang

m engoyak-ngoyak selubung k egelapan yang m enyelebungi jiw a ,

seb ag aim an a ia m enyingkap kegelapan pikiran yang terh em b u s dalam

kehidupannya.

2. K ekuatan. H idayah T uhan yang benar-benar dirasakan oleh orang Islam ,

keb en aran m um i yang dipikulnya, terang ja la n yang ditem p u h dan

pengetahuannya m engenai kesesatan yang m enim pa m anusia, sem u a itu

m em buat ia m em punyai kekuatan, yaitu kekuatan hakiki lagi b en ar yang

27 Bashirah artinya akal, kecerdasan, hatinurani, hujjah dan dalil. Sedangkan furqan artinya kemampuan membedakan antara yang hak dan yang bathil, lihat Umar Sulaiman Al- Asyqar, Op.Cit.. him 33

tegak di atas dasar-dasar yang b en ar lagi kuat, k ekuatan m enisbahkan diri

kepada A llah dan kepada agam a-N ya yang hak, A llah SW T. B erfirm an :

A rtinya : Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang- orang mukmin. (Al-Munafiqun: 8)

3. B erpegang T eguh kepada kebenaran. O rang Islam m erasa yakin akan

kebenarannya yang ada pada dirinya, sedikitpun ia tid ak m eragukannya. Ia

m erasa sangat kuat dengan kebenarannya itu da berpendapat, b ahw a

hiiangnya kebenaran ini dan berpendapat, bahw a hilangnya kebenaran ini

dan terlepasnya tangannya m erupakan siksa y an g tia d a sik sa yang lebih

berat daripadanya.

4. T etap tab ah atas kebenaran. S em entara tetap berpegang teguh k ep ad a

kebenaran, berjihad untuk m ew ujudkan serta m enegakkan dan

m enghancurkan kebatilan, seorang m uslim m em erlukan k e ta b a h a n .28

D ari c iri-cin diatas bisa kita ketahui bahw a setiap m anusia m em punyai

kesem patan untuk m enjadi seorang m uslim yang sejati dengan akhlakul

karim ah yang m ulia. O leh k arena itu m anusia diw ajibkan untuk berbuat baik,

dan b ila hal ini terjadi pem biasaan dalam hidupnya sehingga akan m elek at

pada jiw an y a, dan akhirnya akan m enjadi akhlak. S elanjutnya dengan adanya

2S Ketabahan adalah sifat yang jelas pada kepribadian muslim, sebab manusia itu amat sering berubah dan berbalik hatinya. Seperti dalam sabda rasul yang artinya: hati-hati manusia itu berada antara dua jari Dia membalik-baliknya sebagaimana dikehendaki-Nya. lihat Ibid., him. 46

kebiasaan-kebiasaan yang baik tersebut akan m em bentuk akhlak. D alam hal akhlak dapat dirinci sebagai berikut:

a ) . A khlakul karim ah dalam pergaulan sisw a dengan guru. M eliputi sikap

horm at, sopan santun dalam berbicara, m inta ijin bila m eninggalkan

ruangan, m em beri salam bila bertem u, suka m em bantu, m elaksanakan

nasehat dan perintah guru, sikap ju ju r, berani m enyam paikan kebenaran,

te p a t w aktu bila beijanji.

b ) . A khlakul karim ah terhadap sesam a sisw a yang m eliputi sikap rendah hati

dan ram ah tam ah, suka m em beri salam terlebih dahulu, suka m em beri

m a a f k ep ad a sesam a sisw a yang salah, sopan santun dalam bicara,

m enunjukkan rasa gem bira jik a bertem u, tidak suka m enang sendiri. Di

sam ping itu ju g a b ersikap adil dalam bergaul, m eliputi suka m em beri

pertolongan, suka m em beri dan m enerim a nasehat terhadap sesam a sisw a,

tidak m em beda-bedakan sesam a sisw a, tidak suka m engucilkan sesam a

sisw a. Ju g a m em punyai sikap ju ju r dalam bergaul, m eliputi tidak suka

berbohong, berani m enyam paikan kebenaran.

B. Selek tivitas B ergaul

Dokumen terkait