1. Tidak ada saling pengertian atau pemahaman mengenai dasar- dasar kehidupan bersama.
2. Terjadinya konflik mengenai otonomi; di satu pihak orangtua ingin agar anaknya disiplin, namun di dalam kenyataan mereka justru mengekangnya.
3. Terjadinya konflik nilai-nilai yang tidak diserasikan. 4. Pengendalian dan pengawasan orangtua yang berlebihan. 5. Tidak adanya rasa kebersamaan dalam keluarga.
6. Terjadinya masalah dalam hubungan antara ayah dan ibu, sebagai suami dan isteri, dan konflik yang tidak mungkin lagi diatasi.
7. Jumlah anak yang banyak dan tidak disertai atau didukung oleh fasilitas yang memadai.
8. Campur tangan pihak luar (baik kerabat maupun tetangga). 9. Status sosial ekonomi yang di bawah standar.
10. Pekerjaan orangtua (misalnya, kedudukan istri lebih tinggi dari- pada suami, sehingga penghasilannya juga lebih besar. Hal ini tidak mustahil akan mengakibatkan suami merasa rendah diri dan melampiaskan ke arah yang negatif).
11. Aspirasi orangtua yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
12. Konsepsi mengenai peranan keluarga serta anggota keluarga yang meleset dari kenyataan yang ada.
13. Timbulnya favoritisme di kalangan anggota keluarga.
14. Persaingan yang sangat tajam antara anak-anak sehingga menimbulkan pertikaian.
Walaupun demikian, keberhasilan anak atau remaja dalam pergaulan maupun masa depannya tidak sepenuhnya bergantung pada peranan orangtua dalam keluarga. Ini berarti seorang anak tidak boleh terlalu menyalahkan orangtua; dia juga harus mengerti dan memahami keadaan, kedudukan, dan permasalahan orang- tuanya, bahwa apa yang diberikan orangtuanya adalah yang terbaik dan tidak mungkin mencelakakan dirinya.
Jendela
Info
Keluarga merupakan salah satu agen sosialisasi yang berfungsi membentuk kepribadian seseorang. Peran orangtua merupakan penentu bagaimana seseorang bisa tumbuh, berkembang, dan bersosialisasi dengan baik.
Sumber:www.pontianakpost.com
Gambar 6.4 Anak-anak
Dalam menjalani kehidupan, anak-anak memerlukan interaksi dengan golongan seusianya.
Riset
Sebutkan jenis klik yang ada di kelas Anda, yang anggota-anggotanya tidak membeda-bedakan jenis kelamin, agama, dan suku bangsa.
karena remaja bertambah luas ruang lingkup pergaulannya, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Kelompok-kelompok yang lebih besar dan lazim disebut klik (clique) tersebut secara ideal mempunyai peranan yang positif dalam membangkitkan motivasi belajar dan keberhasilan studi ataupun dalam pengembangan kepribadian.
Menurut Soerjono Soekanto peranan positif klik terhadap remaja antara lain sebagai berikut.
1. Rasa aman dianggap penting dari keanggotaan suatu klik ter- tentu, dan penting bagi perkembangan jiwa yang sehat.
2. Di dalam klik tersebut, seorang remaja dapat menyalurkan rasa kecewanya, rasa takut, rasa khawatir, rasa gembira, dan lain sebagainya, dengan mendapatkan tanggapan yang wajar dari rekan-rekannya seklik.
3. Klik memungkinkan remaja mengembangkan kemampuan da- lam keterampilan-keterampilan sosial sehingga dia lebih mudah menyesuai kan diri dengan keadaan.
4. Lazimnya, suatu klik mempunyai pola perilaku dan kaidah- kaidah tertentu yang mendorong remaja untuk bersikap dan berperilaku secara dewasa.
5. Rasa aman yang ditimbulkan karena remaja diterima oleh kliknya akan menimbulkan dorongan untuk hidup secara mandiri (artinya tidak bergantung pada siapapun).
Namun, di balik peranan yang positif itu harus diper timbangkan pula bahwa kemungkinan timbulnya peranan yang negatif tetap akan ada. Kemungkinan terjadinya peranan-peranan yang negatif itulah yang senantiasa harus dicegah, baik oleh orangtua, para guru, maupun pihak lain yang merasa bertanggung jawab terhadap masa depan yang benar dan baik dari para remaja. Hal-hal yang negatif itu antara lain sebagai berikut.
1. Klik mendorong anggotanya untuk bersikap diskriminatif terh- adap yang bukan anggota klik (hal ini mungkin menim bulkan sikap dan perilaku yang kurang adil).
2. Klik mendorong terjadinya individualisme karena rasa kepatu- han hanya dikembangkan secara pribadi (individual).
3. Kadang-kadang timbul rasa iri hati dari anggota-anggota klik yang berasal dari keluarga kurang mampu terhadap mereka yang berasal dari keluarga yang berada.
4. Kesetiaan terhadap klik kadang-kadang mengakibatkan terjadinya pertentangan dengan orangtua, saudara, atau kerabatnya.
5. Klik merupakan suatu kelompok tertutup yang sulit sekali ditembus sehingga penilaian terhadap sikap perilaku anggotanya sukar dilakukan oleh pihak luar.
6. Suatu klik mendorong anggota-anggotanya untuk menyerasi- kan diri dengan pola kehidupan yang sama latar belakangnya sehingga sulit untuk mengadakan penyesuaian dengan pihak- pihak yang berbeda latar belakangnya.
Kalau seorang remaja menjadi anggota klik tertentu, orangtua sebaiknya mempertimbangkan secara mantap terlebih dahulu sebelum memberikan suatu keputusan. Kalau klik tersebut memang cenderung kurang baik sehingga mungkin akan berkembang menjadi “gang”, remaja harus diberikan pengertian yang mendalam bahwa sebaiknya dia tidak menjadi anggota klik tersebut dan lebih baik mencari teman-teman lain. Namun, jika ternyata klik tersebut lebih banyak menghasilkan hal-hal positif bagi motivasi dan perkembangan kepribadian anak, hendaknya si remaja dibiarkan menjadi anggota klik tersebut. Misalnya, menjadi anggota suatu kelompok belajar atau remaja masjid. Hal itu bukan berarti bahwa
Zoom
Klik Diskriminatif Gang
klik akan dapat menggantikan peranan orangtua terhadap anak remajanya; kontak dan komunikasi dengan anak masih tetap harus dipelihara dan dikembangkan. Peranan orangtua terhadap anak (baik yang masih anak-anak maupun remaja) tidak dapat digantikan secara utuh oleh pihak-pihak lain. Oleh karena itu, jika salah seorang dari orangtua menikah lagi (karena pihak lain meninggal dunia atau karena perceraian), diperlukan suatu proses penyesuaian yang sangat mendalam.
Sikap toleransi dan hidup berkelompok merupakan sikap yang mampu menerapkan nilai-nilai sosiologi dalam pergaulan, seperti kemampuan melakukan interaksi, menghargai adanya perbedaan- perbedaan pada manusia, dan melakukan sosialisasi dengan teman sebaya yang dapat memengaruhi kepribadiannya.