• Tidak ada hasil yang ditemukan

c. rencana penyediaan Internet nirkabel terdapat di setiap kelurahan

Pasal 617

(1) Rencana sistem dan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614 ayat (1) huruf b, diarahkan pada:

a. Pengembangan lapisan inti dilakukan dengan penempatan jaringan serat optik yang terdapat di ruas Jalan Buaran Indah Raya yang melewati Kelurahan Klender dan Kelurahan Duren Sawit di Kelurahan Klender.

b. Rencana penyediaan CCTV terdapat pada area-area publik di area-area publik di setiap kelurahan; dan

c. rencana penyediaan Internet nirkabel terdapat di setiap kelurahan.

(2) Lokasi rencana sistem dan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 618

(1) Rencana sistem dan jaringan drainase di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614 ayat (1) huruf c, dilakukan melalui pengembangan sistem jaringan drainase yang berfungsi untuk mencegah genangan, meliputi:

a. penerapan sistem polder di Kelurahan Malaka Jaya, Klender, Pondok Kopi, Pondok Kelapa, Pondok Bambu, dan Kelurahan Duren Sawit;

b. pengembangan prasarana drainase dengan cara peningkatan kapasitas saluran mikro dengan rasio badan air sampai 5% (lima persen) yang terdapat di ruas jalan lokal;

c. peningkatan kapasitas saluran makro dengan peningkatan rasio badan air sampai dengan 5% (lima persen) melalui kegiatan normalisasi pada:

1. Anak Kali, Kali Sunter, Kalimalang, Banjir Kanal Timur di Kelurahan Pondok Bambu;

2. Anak Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran di Kelurahan Klender;

3. Kali Buaran, Kalimalang, Banjir Kanal Timur Kelurahan Duren Sawit, Kali Buaran, Banjir Kanal Timur di Kelurahan Malaka Sari;

4. Kali Buaran, Kali Kramat Jati, Kalimalang, Banjir Kanal Timur di Kelurahan Pondok Kelapa; dan

5. Banjir Kanal Timur di Kelurahan Malaka Jaya, Banjir Kanal Timur di Kelurahan Pondok Kopi;

d. membangun sumur resapan dan lubang resapan biopori di Kelurahan Malaka Sari, Kelurahan Malaka Jaya, Kelurahan Pondok Kopi, Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Duran Sawit, dan Kelurahan Pondok Kelapa terutama pada daerah

tangkapan air yang mempunyai pororitas yang tinggi; (khusus wil. Jakarta selatan dan timur).

(2) Rencana sistem dan jaringan drainase di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 619

(1) Rencana sistem dan jaringan air bersih di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614 ayat (1) huruf d, diarahkan pada:

a. sistem dan jaringan air bersih berupa prasarana sumber air permukaan sebagai sumber air bersih di:

1. Kali Sunter, Kalimalang, Banjir Kanal Timur diperuntukan Kelurahan Pondok Bambu;

2. Anak Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran diperuntukan Kelurahan Klender; 3. Kali Buaran, Kalimalang, Banjir Kanal Timur Kelurahan Duren Sawit, Kali

Buaran, Banjir Kanal Timur diperuntukan Kelurahan Malaka Sari;

4. Kali Buaran, Kali Kramat Jati, Kalimalang, Banjir Kanal Timur diperuntukan Kelurahan Pondok Kelapa; dan

5. Banjir Kanal Timur di Kelurahan Malaka Jaya, Banjir Kanal Timur diperuntukan Kelurahan Pondok Kopi;

b. pengembangan jaringan atau saluran air bersih melalui percepatan penyediaan jaringan distribusi di Jalan Raya Kalimalang di Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Duren Sawit dan Kelurahan Pondok Kelapa, Jalan I Gusti Ngurah Rai diperuntukan Kelurahan Klender; dan

c. Pengembangan sistem dan jaringan air bersih dengan pembangunan instalasi produksi air bersih IPA Buaran I dan II dan IPA Buaran III diperuntukan Kelurahan Duren Sawit.

(2) Rencana sistem dan jaringan air bersih di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), secara bertahap dilaksanakan peningkatan kualitas sehingga dapat diperuntukan sebagai air minum.

(3) Rencana sistem dan jaringan air bersih di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), dilaksanakan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan di bidang sumber daya air.

Pasal 620

(1) Rencana sistem dan jaringan air limbah di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614 ayat (1) huruf e, diarahkan pada:

a. pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik di Kelurahan Klender, Pondok Bambu, Duren Sawit, Malaka Sari, Malaka Jaya, Pondok Kelapa, dan Kelurahan Pondok Kopi;

b. pengelolaan air limbah domesti sistem komunal/modular diterapkan di Kelurahan Klender, Malaka Sari, Malaka Jaya, Pondok Kopi, Pondok Bambu, Duren Sawit, dan Kelurahan Pondok Kelapa; dan

c. pengembangan instalasi pengolahan air limbah domestik sistem setempat dilakukan di Pulo Gebang;

(2) Rencana sistem dan jaringan air limbah di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 621

(1) Rencana sistem dan jaringan persampahan di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 614 ayat (1) huruf f, diarahkan pada Pengembangan prasarana dan sarana TPS dan/atau TPS-3R yang terdapat di Kelurahan Klender, Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Duren Sawit, Kelurahan Malaka Sari, Kelurahan Pondok Kelapa, Kelurahan Malaka Jaya, Kelurahan Pondok Kopi, ditujukan sebagai tempat penampungan sementara dan/atau pengolahan sampah sebelum diangkut ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) dan/atau tempat pengolahan akhir (TPA);

(2) Lokasi rencana sistem dan jaringan persampahan di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 622

Rencana jaringan pergerakan di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612 huruf c, terdiri dari:

a. rencana jaringan transportasi darat; dan b. rencana jaringan transportasi perkeretaapian.

Pasal 623

(1) Rencana jaringan transportasi darat di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621 huruf a, meliputi:

a. rencana pengembangan sistem angkutan umum massal berupa bus berjalur khusus; b. rencana pengembangan sistem angkutan umum massal berupa bus besar;

c. rencana peningkatan jaringan jalan arteri primer; d. rencana peningkatan jaringan jalan arteri sekunder; e. rencana peningkatan jaringan jalan kolektor primer; f. rencana peningkatan jaringan jalan kolektor sekunder; g. rencana pengembangan jaringan jalan lokal;

h. rencana penerapan pembatasan lalu lintas; dan i. rencana perparkiran.

(2) Rencana jaringan transportasi perkeretaapian di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621 huruf b, diarahkan berupa rencana pengembangan sistem angkutan umum massal berbasiskan rel.

(3) Rencana jaringan pergerakan di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disajikan dalam Peta-36E Rencana Jaringan Pergerakan Kecamatan Duren Sawit dan Peta-36F Rencana Jaringan Angkutan Umum Massal Kecamatan Duren Sawit pada Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 624

(1) Rencana jaringan transportasi darat di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621 huruf a yang berfungsi melancarkan arus transportasi dan menangani kemacetan, meliputi:

a. Rencana jaringan transportasi darat berupa pengembangan sistem angkutan umum massal berupa bus berjalur khusus pada:

1. jalur bus Koridor 11 dari Kampung Melayu menuju Pulo Gebang di ruas Jalan Basuki Rachmat, Jalan Kolonel Sugiono di Kelurahan Pondok Bambu; Jalan Kolonel Sugiono di Kelurahan Duren Sawit; Jalan Soekanto di Kelurahan Malaka Sari, Malaka Jaya, dan Kelurahan Pondok Kopi; dan

2. jalur bus Koridor 13 dari Pondok Kelapa ke arah Kota Bekasi di ruas Jalan Kalimalang di Kelurahan pondok bambu, Kelurahan pondok kelapa, dan Kelurahan Duren Sawit.

b. Rencana jaringan transportasi darat berupa pengembangan sistem angkutan umum massal berupa bus besar dengan memanfaatkan ruas jalan arteri;

c. rencana jaringan transportasi darat berupa rencana peningkatan jaringan Jalan arteri primer di Kecamatan Duren Sawit dilakukan melalui pengembangan rencana pembangunan Jalan tol sejajar Jalan K.H. Noer Ali atau perbatasan Bekasi – Batas Kecamatan Makasar di Kelurahan Duren Sawit dan Kelurahan Pondok Bambu , peningkatan Jalan arteri primer di Jalan Raden Inten 2, Jalan Buaran, Jalan Kolonel Sugiono di Kelurahan DurenSawit, Jalan Raden Inten 2 di Kelurahan Pondok Kelapa, Jalan Buaran, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Pahlawan Revolusi di Kelurahan Klender danJalan Buaran, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Soekanto di Kelurahan Malaka Sari, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Soekanto di Kelurahan Malaka Jaya, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Soekanto di Kelurahan Pondok Kopi, dan Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pahlawan Revolusi di Kelurahan Pondok Bambu;

d. Rencana jaringan transportasi darat berupa rencana jaringan transportasi darat berupa rencana peningkatan jaringan jalan arteri sekunder di Kecamatan Duren Sawit dilakukan di Jalan Bintara Raya, Jalan Pondok Kopi Raya, Jalan Robusta di Kelurahan Pondok Kopi, Jalan RS. Soekanto, Jalan Buaran Indah Raya, Jalan I.gusti Ngurahrai di Kelurahan Malaka Sari, Jalan Swadaya, Jalan Buaran Indah Raya di Kelurahan Duren Sawit,Jalan Buaran Indah Raya, Jalan Pahlawan Revolusi, Jalan I.gusti Ngurahrai di Kelurahan Klender, Jalan Inspeksi saluran air kalimanan, Jalan Jend.Basuki di Kelurahan Pondok Bambu, Jalan Jembatan Lampir di Kelurahan Pondok Kelapa, dan Jalan I.gusti Ngurahrai di Kelurahan Malaka Jaya;

e. Rencana Jaringan Transportasi Darat berupa Rencana pengembangan jaringan Jalan kolektor primer di Kecamatan Duren Sawit dilakukan di ruas Jalan Duren Sawit Raya di Kelurahan Klender, Jalan Swadaya Raya, Jalan Domba Raya di Kelurahan Duren sawit, Jalan Haji Miran di Kelurahan, Jalan Pondok Kelapa Raya di Kelurahan Pondok Kopi, Jalan Kampung Baru STM Kapin di Kelurahan Pondok Kelapa;

f. Rencana Jaringan Transportasi Darat berupa Rencana pengembangan jaringan Jalan kolektor sekunder di Kecamatan Duren Sawit dilakukan di ruas Jalan Pondok Bambu Batas, Jalan Sawah Barat, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan mesjid Al-wusto, Jalan TL.Mandar, Jalan Rajawali, Jalan Cipinang Muara, Jalan Poncol Raya, Jalan Teluk Mandar, Jalan Kejaksaan, Jalan Gading Raya,Jalan Bambu Mas Raya, Jalan Pondok Bambu Asri Raya di Kelurahan Pondok Bambu, Jalan Buluh Perindu, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Flamboyan, Jalan Buaran Raya, Jalan Selat Makasar, Jalan Laut Arafuru, Jalan Sawah Barat, Jalan Laut Banda,Jalan Pendidikan, Jalan Laut Banda, Jalan Kimia Farma, Jalan Duren Sawit Baru, Jalan Haji Dahlan, Jalan Rawa Domba, Jalan Mesjid Al-wusto, Jalan Duren Sawit Baru di Kelurahan Duren Sawit, Jalan Kelapa Kuning Raya, Jalan Kelapa Sawit Raya, Jalan Kelapa Sawit 1, Jalan Kelapa Kuning Raya di Kelurahan Pondok Kelapa, dan Jalan Teratai Putih Raya di Kelurahan Malaka Jaya;

g. Rencana Jaringan Transportasi Darat berupa Rencana pengembangan jaringan Jalan Lokal di Kecamatan Duren Sawit melalui pengembangan Jalan lokal yang berfungsi sebagai Jalan tembus dan Jalan sejajar dari Jalan Bekasi Raya sampai Jalan Penggilingan, Lingkar Kantor Walikota Jakarta Timur, sisi selatan kanal banjir timur dan Jalan Bekasi Raya sampai batas DKI Jakarta atau sejajar Rel KA Sisi

Utara Jalan Raya Bekasi. Jalan Pahlawan Revolusi sampai Jalan Raden Inten, Jalan Teluk Samudra, Jalan Haji Dongol, Jalan Teluk Samudra,Jalan Bambu Mas Utara,Jalan Inpeksi Saluran Air, dari Jl. Haji Naman sampai dengan Jl. Raden Inten, Jalan Buaran Indah Raya, Jalan Mesjid Al-wusto, Jalan Tegal Amba di Kelurahan Duren Sawit, Jalan Taruna, Jalan Bambu Mas Utara, Jalan Jati Waringin, Jalan Mesjid Al-wusto, Jalan Kelapa Hijau, Jl. Pahlawan Revolusi sampai Jl. Raden Inten, Jalan Pondok Bambu di Kelurahan Pondok Bambu, Jalan Kelapa Hijau, Jalan Permata Timur raya, Jalan Curug di Kelurahan, Jalan Kelapa Kuning raya, Jalan Jembatan Lampir, Jalan SMA KAPIN, Jalan Inpeksi Saluran Air Kalimalan, Jalan Buaran Indah Raya, Jalan Kopyor 6, Jalan Kanur, Jalan KLP kuning 4, Jl. Pahlawan Revolusi sampai Jl. Raden Inten, dari Jl. Haji Naman sampai dengan Jl. Raden Inten di Kelurahan Pondok Kelapa, Jalan Buaran 2, Jl. Pahlawan Revolusi sampai Jl. Raden Inten, Jalan pahlawan,Jalan pertanian di Kelurahan Klender; dan

h. rencana perparkiran di Kecamatan Duren Sawit dikembangkan gedung parkir secara bertahap sesuai kebutuhan yang lokasi sesuai kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan.

(2) Rencana jaringan transportasi perkeretaapian di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 621 huruf b berupa angkutan umum massal berbasiskan rel di Kelurahan pondok kopi, stasiun buaran di Kelurahan malaka sari, dan stasiun klender di Kelurahan klender.

Pasal 625

(1) Rencana jalur dan ruang evakuasi bencana di Kecamatan Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612 huruf d, meliputi:

a. lokasi kawasan evakuasi bencana dengan memanfaatkan kawasan pusat pemerintahan, kawasan permakaman, fasilitas sosial atau fasilitas umum dan kawasan rekreasi lainnya di setiap Kelurahan;

b. jalur evakuasi bencana terdapat di Jalan tol sejajar Jalan K.H. Noer Ali atau perbatasan Bekasi – Batas Kecamatan Makasar di Kelurahan Duren Sawit dan Kelurahan Pondok Bambu , peningkatan Jalan arteri primer di Jalan Raden Inten 2, Jalan Buaran, Jalan Kolonel Sugiono di Kelurahan DurenSawit, Jalan Raden Inten 2 di Kelurahan Pondok Kelapa, Jalan Buaran, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Pahlawan Revolusi di Kelurahan Klender danJalan Buaran, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Soekanto di Kelurahan Malaka Sari, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Soekanto di Kelurahan Malaka Jaya, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Soekanto di Kelurahan Pondok Kopi, dan Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pahlawan Revolusi di Kelurahan Pondok Bambu.

(2) Rencana jalur dan ruang evakuasi bencana di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disajikan dalam Peta-36G Rencana jalur dan ruang evakuasi bencana Kecamatan Duren Sawit pada Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 626

(1) Rencana Kawasan Yang Diprioritaskan Penanganannya di Kecamatan Duren Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612 huruf e meliputi:

a. Kawasan Banjir Kanal Timur dengan fungsi kawasan strategis kepentingan lingkungan; dan

b. rencana pengembangan kampung deret.

(2) Rencana kawasan yang diprioritaskan penanganannya Kawasan Banjir Kanal Timur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, berada di Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Duren Sawit, Kelurahan Pondok Kelapa, Kelurahan Malaka Sari, Malaka Jaya dan Keluraha Pomdok Kopi dengan tema:

a. penataan kawasan permukiman dengan berbasis water front development; b. pembangunan Jalan Inspeksi yang bisa dimanfaatkan sebagai jalur sepeda; c. peremajaan permukiman menjadi permukiman susun; dan

d. memanfaatkan bantaran sungai sebagai RTH.

(3) Rencana pengembangan kampung deret sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, ditetapkan oleh Gubernur.

(4) Instansi dan/atau dinas yang menangani kawasan yang diprioritaskan penanganannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:

a. Instansi dan/atau dinas terkait tata ruang; b. Instansi dan/atau dinas terkait tata air; dan c. Instansi dan/atau dinas terkait transportasi.

Pasal 627

(1) Ketentuan pemanfaatan ruang Kecamatan Duren Sawit merupakan acuan bagi Pemerintah Daerah yang yang dijabarkan dalam indikasi program penataan atau pengembangan kecamatan dalam jangka waktu perencanaan 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun perencanaan 20 (dua puluh) tahun.

(2) Indikasi program penataan atau pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekurang-kurangnya terdiri atas:

a. program pemanfaatan ruang prioritas; b. lokasi;

c. besaran;

d. sumber pendanaan; e. instansi pelaksana; dan

f. waktu dan tahapan pelaksanaan.

(3) Indikasi program penataan atau pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disajikan dalam Tabel-36 Indikasi Program Penataan atau Pengembangan Kecamatan Duren Sawit pada Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Bagian Ketigapuluh Delapan Kecamatan Jatinegara

Pasal 628

Tujuan pengembangan pemanfaatan ruang di Kecamatan Jatinegara mewujudkan kawasan permukiman dan kawasan perdagangan yang kompak di dukung sarana prasarana kota, dengan prinsip penataan ruang sebagai berikut:

Pasal 629

(1) Untuk mencapai tujuan pemanfaatan ruang di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, dilakukan pembagian:

a. blok dan sub blok kawasan; dan b. zona dan sub zona kawasan.

(2) Pembagian blok kawasan di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, digambarkan dalam Peta-37A Delineasi Blok Kecamatan Jatinegara pada Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 630

Pembagian blok dan sub blok serta zona dan sub zona di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 628, menjadi dasar penyusunan:

a. rencana pola ruang;

b. rencana jaringan prasarana; c. rencana jaringan pergerakan;

d. rencana jalur dan ruang evakuasi bencana;

e. rencana kawasan yang diprioritaskan penanganannya; dan f. ketentuan pemanfaatan ruang.

Pasal 631

(1) Rencana pola ruang di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf a, huruf a terdiri atas:

a. zona lindung; dan b. zona budidaya.

(2) Rencana pola ruang zona lindung di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a, terdiri dari:

a. zona sempadan sungai, kali dan kanal; dan b. zona 13 (tiga belas) aliran sungai utama.

(3) Rencana pola ruang di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b, diarahkan pada zona budidaya yang terdiri dari:

a. zona taman kota/lingkungan; b. zona jalur hijau;

c. zona hijau tegangan tinggi;

d. zona hijau pengaman jalur kereta api; e. zona pemerintahan nasional;

f. zona pemerintahan daerah; g. zona perumahan horisontal; h. zona perumahan vertikal;

i. zona perumahan vertikal KDB rendah; j. zona perkantoran, perdagangan dan jasa;

k. zona perkantoran, perdagangan dan jasa KDB rendah; l. zona campuran;

m. zona sarana pelayanan umum dan sosial; dan n. zona terbuka biru.

(4) Penetapan zona lindung dan zona budidaya di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW.

(5) Pemanfaatan ruang di Kecamatan Jatinegara wajib memperhatikan pembagian zona lindung dan zona budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yang disajikan dalam Peta-37B Peta Rencana Pola Ruang Kecamatan Cempaka Putih pada Lampiran III dan pada Tabel-37.A Rencana Pola Ruang Kecamatan Jatinegara pada Lampiran IV, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 632

(1) Rencana jaringan prasarana di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 629 huruf b, terdiri dari:

a. rencana sistem dan jaringan energi;

b. rencana sistem dan jaringan telekomunikasi; c. rencana sistem dan jaringan drainase; d. rencana sistem dan jaringan air bersih; e. rencana sistem dan jaringan air limbah; dan f. rencana sistem dan jaringan persampahan.

(2) Rencana jaringan prasarana terkait rencana sistem dan jaringan energi dan rencana sistem dan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b disajikan dalam Peta-37C Rencana Jaringan Energi dan Telekomunikasi Kecamatan Jatinegara pada Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(3) Rencana jaringan prasarana terkait rencana sistem dan jaringan drainase, rencana sistem dan jaringan air bersih, rencana sistem dan jaringan air limbah, dan rencana sistem dan jaringan persampahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf d, huruf e, dan huruf f disajikan dalam Peta-37D Rencana Jaringan Drainase, Air Bersih, Air Limbah dan Persampahan Kecamatan Jatinegara pada Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 633

(1) Rencana sistem dan jaringan energi di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631 ayat (1) huruf a, diarahkan pada pengembangan jaringan pipa gas bawah tanah guna meningkatkan pelayanan di Kelurahan Bali Mester dan Kelurahan Rawabunga.

(2) Dalam rangka peningkatan pelayanan pengisian bahan bakar gas dan minyak di Kecamatan Jatinegara, Gubernur dapat menetapkan lokasi stasiun pengisian bahan bakar gas dan minyak (SPBG/SPBU), yang pelaksanaannya sesuai peraturan perundang-undangan.

Pasal 634

(1) Rencana sistem dan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631 ayat (1) huruf b, diarahkan pada:

a. pengembangan lapisan inti dilakukan dengan penempatan jaringan serat optik di Jalan Jend.DI.Pandjaitan di Kelurahan Rawa Bunga, Cipinang Cimpedak, Cipinang Besar Utara, dan Kelurahan Cipinang Besar Selatan;

b. rencana penyediaan CCTV terdapat di setiap kelurahan; dan c. rencana penyediaan Internet nirkabel terdapat di setiap kelurahan.

(2) Rencana sistem dan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 635

(1) Rencana sistem dan jaringan drainase di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631 ayat (1) huruf c, dilakukan melalui pengembangan sistem jaringan drainase yang berfungsi untuk mencegah genangan, meliputi:

a. penerapan sistem polder di Kelurahan Balimester, Cipinang Besar Utara, Rawa Bunga, Kampung Melayu, Cipinang Muara, dan Kelurahan Cipinang Besar Utara; b. Sistem pompa air yang terdapat pada:

1. pompa UP terdapat di Kelurahan Rawa Bunga;

2. pompa Panjaitan terdapat di Kelurahan Cipinang Besar Selatan; dan 3. pompa Cipinang Cempedak terdapat di Kelurahan Cipinang Cempedak;

c. pengembangan prasarana drainase dengan cara peningkatan kapasitas saluran mikro dengan rasio badan air sampai 5% (lima persen) yang terdapat di ruas jalan lokal;

d. peningkatan kapasitas saluran makro dengan meningkatkan rasio badan air sampai dengan 5% (lima persen) melalui kegiatan normalisasi pada:

1. Kali Ciliwung di Kelurahan Kampung Melayu; 2. Kali Ciliwung di Kelurahan Bidara Cina;

3. Kali Baru Timur di Kelurahan Rawa Bunga dan Kelurahan Cipinang Cempedak;

4. Kali Cipinang di Kelurahan Cipinang Besar Utara dan Kelurahan Cipinang Besar Selatan; dan

5. Kali Sunter di Kelurahan Cipinang Muara;

e. pembangunan sumur resapan dan lubang resapan biopori di Kelurahan Bidara Cina, Cipinang Cempedak, Cipinang Besar Selatan, dan Kelurahan Cipinang Muara terutama pada daerah tangkapan air yang mempunyai pororitas yang tinggi.

(2) Rencana sistem dan jaringan drainase di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam RTRW dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 636

(1) Rencana sistem dan jaringan air bersih di Kecamatan Jatinegara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631 ayat (1) huruf d, diarahkan pada sistem dan jaringan air bersih berupa prasarana sumber air permukaan sebagai sumber air bersih berasal dari Kali Ciliwung diperuntukan Kelurahan Kampung Melayu; Kali Ciliwung diperuntukan Kelurahan Bidara Cina; Kali Baru Timur diperuntukan Kelurahan Rawa Bunga dan Kelurahan Cipinang Cempedak; Kali Cipinang diperuntukan Kelurahan Cipinang Besar Utara dan Kelurahan Cipinang Besar Selatan; dan Kali Sunter diperuntukan Kelurahan Cipinang Muara

(2) Rencana sistem dan jaringan air bersih di Kecamatan Jatinegara sebagaimana

Dokumen terkait