• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III NINJUTSU NINJA JEPANG

3.3 Cabang-cabang Seni Beladiri Ninjutsu Jepang

Seni beladiri Ninjutsu memiliki 18 cabang ilmu yang harus dipelajari oleh seorang Ninja.ke-18 cabang beladiri Ninjutsu ini hanya ilmu beladiri yang wajib dikuasai jika seseorang ingin menjadi Ninja. 18 cabang ilmu itu ialah:

1. Seishin teki kyoyo (pemurnian jiwa)

Seorang Ninja sangat mengandalkan pemahaman dan pengenalan jati diri, tenaga fisik, kekuatan dan kelemahan diri, serta seberapa besar daya pengaruh dirinya terhadap lingkungan sekitar. Seorang ninja harus mengetahui dengan tepat dan benar maksud, kehendak, komitmen dan motivasi hidupnya. Perbedaan kecilnya dalam tingkat kematangan jiwa dapat membedakan antara hidup atau mati. Latihan daya tahan mental, cara melihat dan menganalisa keadaan diberikan bersamaan dengan pelatihan fisik. Dengan pemahaman dan penghayatan yang dalam terhadap proses universal, seorang ninja akan menjadi seorang pendekar yang bijak, berjiwa kokoh karena memiliki pengetahuan yang didasari filosofi tinggi. Keterlibatan ninja dalam suatu duel atau pertarungan akan dimotivasi oleh niat melindungi dan kecintaan bagi yang dilindungi. Tidak dibenarkan terjadi seorang ninja bertarung karena semata-mata atas alasan uang atau upah dalam melakukan misinya.

2. Taijutsu (bertarung dengan tangan kosong)

Taijutsu Merupakan panduan ilmu ketrampilan dan keahlian daken-taijutsu, yaitu pukul, tendang dan tangkis. Ilmu Taijutsu, yaitu gumul (grappling), cekik dan meloloskan dari kuncian. ilmu Taihen jutsu, ilmu gerak tanpa suara meliputi

guling, lompat dan jatuh, keterampilan ini diperlukan saat terancam atau pada situasi bertahan.

3. Ninja Ken (Ninja Pedang)

Pedang seorang ninja merupakan pedang pendek lurus bermata tunggal.

Pedang ini merupakan senjata utama seorang ninja. Untuk menggunakan pedang ini dituntut dua keahlian utama yaitu, ilmu menarik pedang (dengan cepat namun halus gerakannya) sambil sekaligus mengayun untuk memotong, dan keahlian setangkas bermain anggar saat bentrok dengan musuh.

4. Bo-Jutsu (Jurus tongkat dan bilah)

Tongkat yang digunakan ada dua jenis tongkat panjang, sekitar dua meter, (Bo) dan tongkat pendek, sekitar satu meteran (hanbo). Ada juga senjata dari bilah bambu yang jika dibuka didalamnya ada mata pedang yang sepintas tampak seperi tongkat biasa saja.

5. Shuriken Jutsu (jurus melempar senjata)

Ilmu lempar senjata yang berupa lempeng baja dengan mata tajam yang bersisi empat seperti bintang (senban shuriken) atau seperti paku lempar (shuriken). Senban shuriken dilempar sambil diputarkan dan diberi rotasi sehingga bisa menancap sambil memberi efek gergaji. Sedangkan bo shuriken dilempar dengan cepat satu persatu atau bersamaan beberapa buah hingga terlihat seperti kilatan jarum terbang.

6. Yari-jutsu (jurus tombak)

Yari-jutsu digunakan oleh para Ninja saat melakukan pertarungan jarak dekat, yang berfungsi untuk menangkis dan meredam serangan dari lawan.

7. Naginata-jutsu (jurus pedang bertongkat)

Merupakan sebuah pedang pendek yang gagangnya dibuat panjang seukuran tombak, lazim digunakan para ninja untuk membacok, membelah dan memotong lawan yang berada dalam jarak sedang. Aliran Ninja Togakure menggunakan golok atau pedang besar dari Cina. Digunakan untuk menyerang para Samurai dan merobohkan tentara berkuda.

8. Kusari Gama (jurus rantai dan bandul)

Kusari gama Berupa rantai sepanjang dua hingga tiga meter yang diberi bandul pada salah satu ujungnya. Pada ujung yang lain dikaitkan pada gagang arit tradisional Jepang. Rantai digunakan untuk menangkis serangan senjata lawan.

Sedangkan bilah arit akan dipakai untuk menghabisi lawan yang sudah terjerat.

Senjata rantai dan bandul yang disukai oleh para ninja aliran Togakure adalah kyoketsu-soge yaitu belati lengkung yang gagangnya dipasangi tali halus dari rambut kuda atau rambut perempuan dan ujung tali yang satu lagi diberi cincin baja besar.

9. Kayaku jutsu (ilmu peledakan dan pembakaran)

Para ninja sangat ahli dalam penempatan, waktu, dan merakit dan instalasi sistem penghancur, baik itu menggunakan sistem ledak atau pembakaran.

10. Henso jutsu (ilmu menyamar dan berbaur)

Ilmu ini sangat diperlukan saat ninja melakukan penyamaran. Selain mahir membuat identitas palsu dan mengalihkan perhatian orang, ninja juga dikenal bergerak tanpa bisa dilacak.

11. Shinobi iri (ilmu mengintai dan menyusup)

Ilmu ini mengajarkan cara bergerak, berjalan dan lari tanpa mengeluarkan suara. Berjalan dan berlindung di bawah bayangan benda lain.

12. Ba jutsu (ilmu berkuda)

Salah satu persyaratan bagi anggota ninja adalah mampu bertempur di atas punggung kuda selain dari kemampuan menunggang kuda yang baik dan benar di segala medan.

13. Sui ren (ilmu tempur di dalam air)

Sui ren meliputi teknik mengintai dengan cara berenang, bergerak tanpa suara di dalam air, cara menggunakan perahu khusus dan alat apung untuk mengambang di atas air dan teknik perkelahian di dalam air.

14. Bo ryaku (ilmu strategi)

Bo ryaku Merupakan ilmu menggunakan taktik yang tak lazim digunakan dalam kondisi bertahan maupun saat berada dalam pertarungan terbuka. Sering

seorang ninja memanfaatkan kondisi dan iklim sekitar untuk melaksanakan programnya, tanpa terlalu banyak menggunakan energi sendiri.

15. Cho ho (ilmu mata-mata)

Mendalami dan memahirkan teknik mengintai musuh, termasuk cara merekrut dan menempatkan orang yang dipakai sebagai mata-mata dengan cara yang paling efektif.

16. Inton jutsu (teknik meloloskan diri dan menghilang)

Para Ninja dikenal dengan teknik meloloskan diri dan menghilang tanpa dapat diketahui oleh musuh. Para Ninja dapat menghilang dengan menggunakan bantuan kondisi alam di sekitarnya.

17. Ten Mon (Meteorologi)

Memprediksi atau meramalkan dan memanfaatkan cuaca dan musim merupakan bagian penting yang harus diperhitungkan dalam pertarungan. Seorang ninja dilatih terus menerus untuk membaca tanda-tanda alam sampai yang paling kecil supaya bisa memperkirakan kondisi cuaca.

18. Chi mon (Geografi)

Chi mon merupakan teknik yang dilakukan oleh para ninja dalam hal memanfaat kan lahan.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan semua uraian-uraian yang telah dibahas diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Ninja merupakan salah satu Beladiri yang paling populer di Jepang, maupun di luar dari jepang khusus nya Indonesia. Kepopuleran beladiri Ninja di Indonesia, terbukti dengan semakin maraknya komunitas-komunitas Ninja yang ada di Indonesia, dan kebanyakan dari komunitas-komunitas Ninja yang ada di Indonesia tersebut, berasal dari kalangan remaja, hal ini membuktikan bahwa Beladiri Ninja sangat diminati oleh remaja-remaja di Indonesia.

2. Ninja Jepang memiliki beberapa teknik beladiri yang perlu untuk dikuasai,yaitu Taijutsu, Kenjutsu, Kajutsu, Saimonjutsu, Genjutsu,dan Ninjutsu

3. Ninjutsu merupakan seni Beladiri utama yang harus dikuasai oleh seorang Ninja

4. Seorang ninja juga memiliki berbagai macam perlengkapan yang harus di gunakan sebelum Ninja tersebut berperang melawan musuh, yaitu pakaian khas Ninja (Shinobi Shozoko), shuriken, Kaginawa, Nunchaku, Ashiko, Chigiriki, Hanbo, kama, Kyotetsu shogei, Tanto, tetsu-bishi,

Panah (Bow), Anak panah (Darts), Naginata, Nekote, Manriki-Gusari, dan Shobo.

5. Ninjutsu juga memiliki 18 Cabang ilmu yang harus dipelajari oleh seorang Ninja, yaitu seishin tekikyoyo, Taijutsu, Ninja ken, Bo jutsu, Shuriken jutsu, Yari-jutsu, Naginata jutsu, Kusari Gama, Kayaku jutsu, Henso jutsu, Shinobi iri, Ba-jutsu, Sui ren, Bo-ryaku, Cho ho, Inton jutsu, Ten mon dan Chi mon.

4.2 Saran

Adapun saran yang menjadi anjuran/usulan penulis yaitu, sebaiknya beladiri Ninjutsu lebih di promosikan lagi di berbagai daerah-daerah di Indonesia khusus nya daerah tempat Tinggal penulis di sumatera utara. Di sumatera utara beladiri Ninjutsu belum terlalu populer, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang beladiri Ninjutsu tersebut, dan saat ini tenaga pengajar tentang Ninjutsu tersebut juga masih sangat minim di Sumatera Utara. Padahal beladiri Ninjutsu itu sendiri sangat penting untuk dikuasai di daerah-daerah yang ada di Sumatera Utara, karena Sumatera Utara terkenal dengan tingginya kasus Premanisme, maka dengan menguasai beladiri Ninjutsu dapat digunakan sebagai alat untuk menjaga diri dari perbuatan-perbuatan para premanisme yang ada di Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA

Turnbull, S. (2008). Ninja (1460-1650). Jakarta: Kepustakaan populer Gramedia Press.

https://id.wikipedia.org/wiki/Ninja

http://utsmanaly.blogspot.co.id/p/peralatan-ninja.html

http://nusantara-fighter.blogspot.co.id/2013/07/mengenal-perlengkapan-ninja-yang-eksis.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Ninjutsu

http://utsmanaly.blogspot.co.id/p/teknik-ninjutsu.html

http://ninjutsuindonesia.blogspot.co.id/2009/11/materi-pelajaran-ninjutsu.html

ABSTRAK

Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sekali cabang-cabang beladiri, salah satu cabang-cabang beladiri Jepang yang sangat populer saat ini ialah Ninja Jepang, Ninja Jepang sudah sangat fenomenal di kalangan masyarakat luas, kepopuleran Ninja Jepang tentunya tidak lepas dari bagaimana kehebatan dari para Legenda-legenda Ninja Jepang tersebut. Para Ninja Jepang dahulu dikenal dengan kehebatan teknik beladirinya, tidak semua orang mempunyai teknik beladiri Ninja Jepang, hanya orang-orang tertentu yang dapat menguasai ilmu teknik beladiri Ninja Jepang, karena mereka percaya dengan menguasai teknik beladiri Ninja Jepang tersebut mereka dapat menjaga diri mereka dari serangan musuh.

Ninjutsu merupakan salah satu seni beladiri Ninja Jepang yang sangat populer, ninjutsu merupakan salah satu seni beladiri yang menjadi ciri khas dari Ninja Jepang. Ninja Jepang memiliki beberapa teknik beladiri yang perlu untuk dikuasai,yaitu Taijutsu, Kenjutsu, Kajutsu, Saimonjutsu, Genjutsu,dan Ninjutsu.

Seorang ninja juga memiliki berbagai macam perlengkapan yang harus di gunakan sebelum Ninja tersebut berperang melawan musuh, yaitu pakaian khas Ninja (Shinobi Shozoko), shuriken, Kaginawa, Nunchaku, Ashiko, Chigiriki, Hanbo, kama, Kyotetsu shogei, Tanto, tetsu-bishi, Panah (Bow), Anak panah (Darts), Naginata, Nekote, Manriki-Gusari, dan Shobo.

Ninjutsu sendiri memiliki cabang-cabang yang harus dikuasai oleh seorang Ninja, cabang cabang Ninjutsu ada 18 Cabang, yaitu seishin tekikyoyo, Taijutsu,

Kayaku jutsu, Henso jutsu, Shinobi iri, Ba-jutsu, Sui ren, Bo-ryaku, Cho ho, Inton jutsu, Ten mon dan Chi mon.

Kepopuleran Ninjutsu tersebut juga sudah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia,salah satu negara yang menjadi bukti kepopuleran beladiri Ninjutsu tersebut adalah Indonesia. Di Indonesia beladiri Ninjutsu sudah sangat familiar di telinga masyarakat.banyak masyarakat Indonesia yang ingin belajar teknik beladiri Ninjutsu ini. Masyarakat Indonesia peminat beladiri Ninjutsu tersebut Kebanyakan berasal dari kalangan remaja. Hal ini membuktikan bahwa beladiri Ninjutsu sangat disukai oleh remaja-remaja di Indonesia. Remaja-remaja di Indonesia menganggap jika dengan menguasai beladiri Ninjutsu, mereka dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam tindakan kriminalitas yang akhir-akhir ini semakin banyak terjadi di Indonesia, khususnya para kaum perempuan.

Tentunya jika remaja-remaja perempuan di Indonesia dapat menguasai beladiri Ninjutsu maka akan mengurangi kasus pelecehan seksual yang terjadi di Indonesia.

要旨

忍者

Dokumen terkait