BAB I PENDAHULUAN
1.4 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam kertas karya ini adalah metode kepustakaan (library research), yaitu metode penulisan dengan mengumpulkan data dan informasi dengan membaca buku, serta memberi data-data yang ada hubungan dengan permasalahan yang akan dibahas dengan menggunakan Internet. selanjutnya data dan informasi tersebut dibahas dan dirangkum untuk kemudian dideskripsikan ke dalam kertas karya.
BAB II
GAMBARAN UMUM TENTANG NINJA DI JEPANG
2.1 Pengertian Ninja Jepang
Ninja (忍者) (dalam bahasa Jepang, secara harfiah berarti "Seseorang yang bergerak secara rahasia") adalah seorang mata- mata zaman feodal di Jepang yang terlatih dalam seni ninjutsu (seni pergerakan sunyi) Jepang. Ninja, seperti Samurai, mematuhi peraturan khas mereka sendiri, yang disebut ninpo. Menurut sebagian pengamat ninjutsu, keahlian seorang ninja bukanlah pembunuhan tetapi penyusupan. Ninja berasal dari bahasa Jepang yang berbunyi nin yang artinya menyusup. Jadi, keahlian khusus seorang ninja adalah menyusup dengan atau tanpa suara atau manga (komik Jepang). Kata ninja terbentuk dari dua kata yaitu nin (忍) dan sha (者) yang masing-masing artinya adalah "tersembunyi" dan
"orang". Jadi ninja adalah mata-mata profesional pada zaman feodal Jepang.
Sejarah Ninja juga sangat sulit dilacak. Info mengenai keberadaan mereka tersimpan rapat-rapat dalam dokumen-dokumen rahasia.
Ninja juga bisa diartikan sebagai nama yang diberikan kepada seseorang yang menguasai dan mendalami seni bela diri ninjutsu. Nin artinya pertahanan dan jutsu adalah seni atau cara. Kata Ninja juga diambil dari kata ninpo. Po artinya adalah falsafah hidup atau dengan kata lain ninpo adalah falsafah tertinggi dari ilmu beladiri ninjutsu yang menjadi dasar kehidupan seorang ninja. Jadi ninja akan selalu waspada dan terintregasi pada prinsip ninpo. Ninja adalah mata-mata profesional pada zaman ketika para Samurai masih memegang kekuasaan
tertinggi di pemerintahan Jepang pada abad ke-12. Pada abad ke-14 pertarungan memperebutkan kekuasaan semakin memanas, informasi tentang aktivitas dan kekuatan lawan menjadi penting, dan para ninja pun semakin aktif. Para Ninja dipanggil oleh daimyo untuk mengumpulkan informasi, merusak dan menghancurkan gudang persenjataan ataupun gudang makanan, serta untuk memimpin pasukan penyerbuan di malam hari. Karena itu ninja memperoleh latihan khusus. Ninja tetap aktif sampai zaman Edo (1600-1868), dimana akhirnya kekuasaan dibenahi oleh pemerintah di zaman Edo.
2.2 Sejarah Ninja Jepang
Kemunculan ninja pada tahun 522 berhubungan erat dengan masuknya seni nonuse ke Jepang. Seni nonuse inilah yang membuka jalan bagi lahirnya ninja.Seni nonuse atau yang biasa disebut seni bertindak diam-diam adalah suatu praktik keagamaan yang dilakukan oleh para pendeta yang pada saat itu bertugas memberikan info kepada orang-orang di pemerintahan. Sekitar tahun 645, pendeta-pendeta tersebut menyempurnakan kemampuan bela diri dan mulai menggunakan pengetahuan mereka tentang nonuse untuk melindungi diri dari intimidasi pemerintah pusat.
Pada tahun 794-1192, kehidupan masyarakat Jepang mulai berkembang dan melahirkan kelas-kelas baru berdasarkan kekayaan. Keluarga kelas ini saling bertarung satu sama lain dalam usahanya menggulingkan kekaisaran. Kebutuhan keluarga akan pembunuh dan mata-mata semakin meningkat untuk memperebutkan kekuasaan. Karena itu permintaan akan para praktisi nonuse semakin meningkat. Inilah awal kelahiran ninja. Pada abad ke-16 ninja sudah
dikenal dan eksis sebagai suatu keluarga atau klan di kota Iga atau Koga. Ninja pada saat itu merupakan profesi yang berhubungan erat dengan intelijen tingkat tinggi dalam pemerintah feodal para raja di Jepang. Berdasarkan hal itu, masing-masing klan memiliki tradisi mengajarkan ilmu beladiri secara rahasia dalam keluarganya saja. Ilmu beladiri yang kemudian dikenal dengan nama ninjutsu.
Dalah ilmu yang diwariskan dari leluhur mereka dan atas hasil penyempurnaan seni berperang selama puluhan generasi. Menurut para ahli sejarah hal itu telah berlangsung selama lebih dari 4 abad. Ilmu itu meliputi filsafat Fudoshin, spionase, taktik perang komando, tenaga dalam, tenaga supranatural, dan berbagai jenis bela diri lain yang tumbuh dan berkembang menurut zaman.
Namun ada sebuah catatan sejarah yang mengatakan bahwa sekitar abad ke-9 terjadi eksodus dari Cina ke Jepang. Hal ini terjadi karena runtuhnya dinasti Tang dan adanya pergolakan politik. Sehingga banyak pengungsi yang mencari perlindungan ke Jepang.sebagian dari mereka adalah jendral besar, prajurit dan biksu. Mereka menetap di provinsi Iga, di tengah pulau Honshu. Jendral tersebut antara lain Cho Gyokko, Ikai Cho Busho membawa pengetahuan mereka dan membaur dengan kebudayaan setempat. Strategi militer, filsafat kepercayaan, konsep kebudayaan, ilmu pengobatan tradisional, dan falsafah tradisional.
Semuanya menyatu dengan kebiasaan setempat yang akhirnya membentuk ilmu yang bernama ninjutsu.
2.3 Jenis-Jenis Teknik Beladiri Ninja Jepang
Dalam gerakan Ninja,ada beberapa teknik beladiri yang harus dikuasai oleh seorang Ninja, yaitu beladiri tangan kosong (Taijitsu), teknik pedang (Kenjutsu), teknik bahan peledak dan teknik senjata api (kajutsu), teknik Hipnotis (Saimonjutsu), teknik menyusup (Ninjutsu), dan teknik ilusi (Genjutsu)
1 Tangan kosong (Taijutsu)
Taijutsu (体 術),secara harafiah dapat diartikan dengan teknik tubuh atau keterampilan tubuh. taijutsu merupakan istilah yang digunakan Jepang untuk suatu keahlian dalam bertempur. Teknik beladiri taijitsu merupakan teknik beladiri dengan menggunakan tangan kosong untuk melawan musuh. Teknik beladiri taijitsu hampir mirip dengan karate yang membedakan Taijitsu dengan karate ialah taijitsu lebih memfokuskan pada gerakan teknik tubuh. nama-nama yang lebih spesifik dari taijitsu dan biasanya digunakan untuk menggambarkan jenis-jenis teknik beladiri taijitsu, ialah seperti Jujutsu (berfokus pada melempar,bergulat dan penyerangan), Judo (berfokus pada melempar dan bergulat), Aikido (berfokus pada melempar dan mengunci), serta Karate dan Kenpo (berfokus pada menyerang dan mencolok lawan).
2 Teknik pedang (Kenjutsu)
Kenjutsu (剣術)dalam bahasa jepang dapat diartikan ken artinya Pedang dan Jutsu artinya ilmu, jadi kenjutsu merupakan suatu teknik bertarung dengan menggunakan Pedang atau Katana.
Dalam suatu komunitas Kenjutsu, para anggota mempelajari teknik menebas dan mencabut pedang. Untuk pemula, pedang yang digunakan ialah boken. Adapun penggunaan replika katana terbuat dari kayu, untuk alasan keamanan. Usai mahir dengan boken, peserta bisa memakai pedang tumpul bernama Iaito. Dengan pedang ini, peserta bisa menggunakannya tanpa takut terluka. Setelah menguasai Iaito, peserta diperbolehkan memegang shinken yang berarti pedang hidup. Konon, senjata tajam yang kerap disebut katana nihonto atau pedang Jepang ini dibuat hanya untuk membunuh manusia. salah satu peminat kenjutsu, ilmu bela diri ini bukan hanya sebatas berlatih pedang, melainkan filosofi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau yang disebut jalan pedang (way of sword ).
3 teknik bahan peledak dan senjata api (Kajutsu)
Kajutsu (課術)merupakan salah satu teknik yang digunakan ninja dengan keahlian dalam menggunakan bahan peledak dan senjata api. teknik kajutsu ini dikuasai oleh ninja yang tingkat levelnya sudah tinggi, karena teknik ini cukup bahaya dan tidak semua ninja dapat menguasai teknik ini. teknik kajutsu dapat digunakan pada saat Ninja sudah dalam keadaan benar-benar terdesak sehingga mereka terpaksa harus menggunakan teknik kajutsu ini.
4 teknik hipnotis (Saimonjutsu)
teknik saimonjutsu merupakan suatu teknik menghipnotis lawan dengan menggunakan tatapan mata, teknik saimonjutsu digunakan pada saat lawan menatap mata seorang ninja, dan secara otomatis lawan yang terkena teknik
saimonjutsu ini akan masuk dalam ilusi pikirannya sendiri, dan lawan pun akan terjebak dalam dunia imajinasinya. Saat lawan sudah terkena teknik saimonjutsu,yang dapat menyadarkannya hanya ninja yang menghipnotisnya yang dapat menyadarkannya kembali. Jika lawan yang terkena teknik saimonjutsu maka dia secara berlahan-lahan akan mengalami kematian.
5 teknik ilusi (Genjutsu)
Genjutsu ( 幻 術 ) secara harafiah berarti teknik ilusi ialah teknik yang penggunaannya hampir mirip dengan ninjutsu, namun yang membedakannya dengan ninjutsu ialah efek yang digunakan dalam teknik Genjutsu adalah efek ilusi, yaitu suatu gerakan dengan memanipulasi pikiran lawan sehingga lawan yang terkena efek genjutsu akan mengalami gangguan pada otak mereka. dengan menggunakan teknik genjutsu para Ninja dapat mengontrol dan menguasai pikiran lawan. Bagi lawan yang terkena efek genjutsu akan berada dibawah alam sadar mereka dan akan terus-terus berkeliling di tempat mereka. Dengan tidak sadarnya lawan maka Ninja akan dengan mudah melumpuhkan pertahanan musuhnya.
6 teknik menyusup (Ninjutsu)
Ninjutsu adalah seni beladiri yang dilakukan oleh para Ninja dengan cara menyusup pertahanan lawan secara diam-diam. Dalam pelaksanaan teknik beladiri ninjutsu mengutamakan taktik, dan strategi di medan perang dalam upaya para ninja agar bisa melakukan penyerangan ke pertahanan lawan secara diam-diam.
BAB III
NINJUTSU NINJA DI JEPANG
3.1 Pengertian ninjutsu Ninja Jepang
Huruf pertama nin (忍) terdiri dari dua karakter. Yaitu karakter yaiba (刃) yang berarti ujung pedang, dan karakter bawahnya kokoro (心) mempunyai arti jiwa atau hati. Kanji 刀 berarti pedang, Kanji 刃 mempunyai arti ujung pedang.
Jika kedua kanji digabungkan mempunyai arti menyusup, kerahasiaan, ketahanan, dan ketekunan. Jutsu ( 術 ) mempunyai arti seni atau teknik. Pō ( 法 ) berarti pengetahuan, prinsip ketika digabungkan dengan imbuhan "nin" mempunyai arti seni ninja, lebih tinggi dari ninjutsu. Pandangan orang saat ini mengenai ninjutsu ialah hanya mengetahui teknik ninjutsu tersebut mengenai cara-cara menyusup seorang ninja dalam melakukan penyerangan ke pertahanan lawan, tetapi para praktisi di bidang ninjutsu mengatakan bahwa Ninjutsu sangat penting untuk digunakan di zaman sekarang ini agar kita mampu bertahan dalam menghadapi kehidupan yang semakin keras di era sekarang.
3.2 Perlengkapan Ninjutsu ninja Jepang 1. Pakaian khas Ninja (Shinobi Shozoko)
Pakaian khas yang dimiliki oleh Ninja disebut dengan Shinobi Shozoko.
Shinobi shozoko memiliki 3 jenis warna yang berbeda, setiap warna memiliki arti yang berbeda-beda. setiap warna disesuaikan sesuai dengan kebutuhan Ninja.
Warna biru hitam digunakan Ninja pada saat melakukan misi malam hari. Dengan
diri dengan keadaan malam hari yang gelap dan dapat memudahkan misi yang dilakukan oleh seorang Ninja dalam melakukan penyusupan ke daerah pertahanan musuh. sedangkan Shinobi shozoko yang berwarna putih digunakan Ninja untuk melakukan misi pada saat musim dingin sehingga Ninja akan lebih mudah berbaur dengan daerah yang tertutup salju. Warna lain yang digunakan ninja adalah semacam pola kamuflase hijau. Dengan menggunakan Shinobi Shozoko yang berwarna hijau akan memudahkan seorang Ninja dalam melakukan misinya di hutan, karena warna yang ada dihutan cenderung berwarna hijau sehingga para Ninja pun dapat berbaur dengan lingkungan yang terdapat di sekitar hutan.
Selain ketiga jenis seragam Ninja yang khas tersebut, Ninja juga menggunakan berbagai macam jenis pakaian yang dapat membuat para Ninja merasa nyaman dan dapat mempermudah misi yang dilakukan oleh seorang Ninja.
Terkadang Ninja dapat juga berpakaian seperti pendeta, petani, ataupun Samurai, maka jenis pakaian yang digunakan Ninja pun harus sesuai dengan misi yang akan dilaksanakan oleh para Ninja.
Pada saat seorang Ninja mengenakan Shinobi Shozoko secara lengkap maka seluruh tubuh ninja akan tertutup rapat, kecuali celah kecil yang berada di sekitar mata dan tangan Ninja. Pakaian Shinobi Shozoko memiliki banyak kantong.
Hampir di semua sisi pada pakaian ninja memiliki kantong-kantong kecil.
Kantong-kantong Ninja tersebut berfungsi untuk menyimpan alat-alat kecil dan senjata yang dibutuhkan Ninja, seperti racun, Shuriken, pisau dan lain sebagainya.
2. Shuriken
Shuriken ( 手 裏 剣 ) dapat diartikan dengan sebuah pisau kecil yang disembunyikan di tangan. Shuriken merupakan senjata tradisional Jepang yang berbentuk seperti bintang yang dilemparkan kepada musuh atau sasaran. Shuriken juga terkadang digunakan untuk menusuk, memotong, dan membunuh musuh yang sulit untuk dikalahkan. Shuriken pada umumnya terbuat dari logam.
Shuriken merupakan salah satu senjata yang paling sering digunakan oleh para ninja setelah Katana dan Naginata. Ilmu beladiri yang menggunakan Shuriken disebut dengan Shuriken-jutsu. Shuriken-jutsu dahulu diajarkan di perguruan Ninja.
3. Kaginawa
Kaginawa (鍵縄) adalah gabungan dari dua kata yaitu Kagi yang berarti kait atau simpul dan Nawa yang artinya tali, jadi kaginawa merupakan sebuah teknik dalam menyimpul sebuah tali yang digunakan oleh para Ninja sebagai alat utuk memanjat. Kaginawa memiliki berbagai macam jenis simpul, ada yang dengan satu simpul sampai yang dengan empat simpul. Kaginawa digunakan oleh para Ninja untuk melakukan pengepungan terhadap musuh secara diam-diam dengan cara memanjat dinding-dinding pertahanan musuh dengan menggunakan Kaginawa tersebut.
4. Nunchaku
Nunchaku merupakan salah satu senjata Ninja, yang berbentuk seperti rantai.
Meskipun Nunchaku bukan merupakan pilihan utama para Ninja, Nunchaku
adalah salah satu senjata Ninja yang paling fleksibel dalam berbagai kondisi.
Nunchaku berfungsi untuk mengalihkan perhatian lawan, dan Nunchaku juga pada umumnya digunakan untuk menjerat pisau lawan dan mematahkannya.
5. Ashiko
Ashiko adalah paku tajam yang dipakai di Alas kaki, berguna untuk memanjat. Sangat membantu dalam kecepatan pergerakan. Sangat efisien dalam penyelesaian misi yang dilakukan Ninja juga bisa dimanfaatkan sebagai alat bertarung.
6. Chigiriki
Chigiriki adalah tongkat dengan rantai khusus yang terkait di bagian atas.
yang spesial dari alat ini, ialah bola-bola rantai yang telah tertancap paku-paku tajam. Sangat berbahaya dengan jarak cukup jauh.
7. Hanbo
Tongkat dengan rantai yang mengikat di kedua sisinya, dapat dipergunakan untuk multifungsi. Sebagai tongkat pedang seperti Bokken, atau pedang tajam dengan mata pisau.
8. Kama
Sebuah tongkat kecil yang dipasang mata pisau dibagian ujungnya.
Umumnya mata pisaunya berukuran 11-12 inch dan terkenal sebagai senjata yang mematikan.
9. Kyotetsu Shogei
Kyosetstu shogei merupakan Senjata yang sangat fleksibel. Dapat digunakan dalam pertarungan jarak dekat maupun jarak jauh. Memiliki pisau yang terikat, dan di sisi satunya terdapat besi melingkar yang dijadikan pegangan.
10. Tanto
Tanto atau pisau merupakan salah satu senjata penting yang dimiliki oleh Ninja. Tanto terbuat dari bahan baja yang kuat. Senjata ini dapat dimanfaatkan untuk membuka pintu, membuat lubang, atau dilempar seperti shuriken.
11. Tetsu-bishi
Sama halnya seperti Shuriken, Tetshu-bishi juga berfungsi sebagai penghalau lawan. Juga disebut Calthrops, terbuat dari besi yang dapat diberi racun untuk lebih cepat dalam membunuh lawan.
12. Panah (Bow)
Bow merupakan salah satu senjata andalan Ninja. Senjata ini sangat sering digunakan oleh ninja pada saat melakukan pertempuran melawan musuh. Bow memiliki dua tipe, yaitu jarak jauh dan jarak dekat, dan ada juga sebagian menggunakan racun di bagian ujungnya.
13. Anak panah (Darts)
Anak panah kecil yang sangat mematikan. Darts biasanya diberi racun agar lebih mematikan. Penggunaannya tergantung kondisi dan situasi. Umumnya dibawa di mulut, karena dianggap lebih efisien.
14. Naginata
Naginata adalah tongkat panjang dengan mata pisau tertancap di ujungnya.
senjata ini memiliki jangkauan yang cukup jauh dan sangat mematikan saat mengenai tubuh lawan.
15. Nekote
Nekote pada umumnya digunakan oleh para kunoichi. Nekote adalah kuku cakar yang dapat berfungsi sebagai cakar. Kuku-kuku ini terbuat dari besi dan sebagian ujungnya telah diberi racun.
16. Manriki-Gusari
Manriki –gusari adalah rantai yang diberi pemberat di kedua sisinya. Alat ini adalah rantai dengan panjang 3 kaki, dan memiliki pemberat di kedua ujungnya. Dapat juga digunakan sebagai cambuk.
17. Shobo
Shobo adalah senjata kecil yang digunakan Ninja untuk menekan lawan.
Benda ini sangat berbahaya jika tertancap di tubuh. dibagian tengah memiliki cincin tempat pegangan yang cukup tajam ringan dan cepat bagi penggunanya.
3.3 Cabang-cabang seni beladiri Ninjutsu Jepang
Seni beladiri Ninjutsu memiliki 18 cabang ilmu yang harus dipelajari oleh seorang Ninja.ke-18 cabang beladiri Ninjutsu ini hanya ilmu beladiri yang wajib dikuasai jika seseorang ingin menjadi Ninja. 18 cabang ilmu itu ialah:
1. Seishin teki kyoyo (pemurnian jiwa)
Seorang Ninja sangat mengandalkan pemahaman dan pengenalan jati diri, tenaga fisik, kekuatan dan kelemahan diri, serta seberapa besar daya pengaruh dirinya terhadap lingkungan sekitar. Seorang ninja harus mengetahui dengan tepat dan benar maksud, kehendak, komitmen dan motivasi hidupnya. Perbedaan kecilnya dalam tingkat kematangan jiwa dapat membedakan antara hidup atau mati. Latihan daya tahan mental, cara melihat dan menganalisa keadaan diberikan bersamaan dengan pelatihan fisik. Dengan pemahaman dan penghayatan yang dalam terhadap proses universal, seorang ninja akan menjadi seorang pendekar yang bijak, berjiwa kokoh karena memiliki pengetahuan yang didasari filosofi tinggi. Keterlibatan ninja dalam suatu duel atau pertarungan akan dimotivasi oleh niat melindungi dan kecintaan bagi yang dilindungi. Tidak dibenarkan terjadi seorang ninja bertarung karena semata-mata atas alasan uang atau upah dalam melakukan misinya.
2. Taijutsu (bertarung dengan tangan kosong)
Taijutsu Merupakan panduan ilmu ketrampilan dan keahlian daken-taijutsu, yaitu pukul, tendang dan tangkis. Ilmu Taijutsu, yaitu gumul (grappling), cekik dan meloloskan dari kuncian. ilmu Taihen jutsu, ilmu gerak tanpa suara meliputi
guling, lompat dan jatuh, keterampilan ini diperlukan saat terancam atau pada situasi bertahan.
3. Ninja Ken (Ninja Pedang)
Pedang seorang ninja merupakan pedang pendek lurus bermata tunggal.
Pedang ini merupakan senjata utama seorang ninja. Untuk menggunakan pedang ini dituntut dua keahlian utama yaitu, ilmu menarik pedang (dengan cepat namun halus gerakannya) sambil sekaligus mengayun untuk memotong, dan keahlian setangkas bermain anggar saat bentrok dengan musuh.
4. Bo-Jutsu (Jurus tongkat dan bilah)
Tongkat yang digunakan ada dua jenis tongkat panjang, sekitar dua meter, (Bo) dan tongkat pendek, sekitar satu meteran (hanbo). Ada juga senjata dari bilah bambu yang jika dibuka didalamnya ada mata pedang yang sepintas tampak seperi tongkat biasa saja.
5. Shuriken Jutsu (jurus melempar senjata)
Ilmu lempar senjata yang berupa lempeng baja dengan mata tajam yang bersisi empat seperti bintang (senban shuriken) atau seperti paku lempar (shuriken). Senban shuriken dilempar sambil diputarkan dan diberi rotasi sehingga bisa menancap sambil memberi efek gergaji. Sedangkan bo shuriken dilempar dengan cepat satu persatu atau bersamaan beberapa buah hingga terlihat seperti kilatan jarum terbang.
6. Yari-jutsu (jurus tombak)
Yari-jutsu digunakan oleh para Ninja saat melakukan pertarungan jarak dekat, yang berfungsi untuk menangkis dan meredam serangan dari lawan.
7. Naginata-jutsu (jurus pedang bertongkat)
Merupakan sebuah pedang pendek yang gagangnya dibuat panjang seukuran tombak, lazim digunakan para ninja untuk membacok, membelah dan memotong lawan yang berada dalam jarak sedang. Aliran Ninja Togakure menggunakan golok atau pedang besar dari Cina. Digunakan untuk menyerang para Samurai dan merobohkan tentara berkuda.
8. Kusari Gama (jurus rantai dan bandul)
Kusari gama Berupa rantai sepanjang dua hingga tiga meter yang diberi bandul pada salah satu ujungnya. Pada ujung yang lain dikaitkan pada gagang arit tradisional Jepang. Rantai digunakan untuk menangkis serangan senjata lawan.
Sedangkan bilah arit akan dipakai untuk menghabisi lawan yang sudah terjerat.
Senjata rantai dan bandul yang disukai oleh para ninja aliran Togakure adalah kyoketsu-soge yaitu belati lengkung yang gagangnya dipasangi tali halus dari rambut kuda atau rambut perempuan dan ujung tali yang satu lagi diberi cincin baja besar.
9. Kayaku jutsu (ilmu peledakan dan pembakaran)
Para ninja sangat ahli dalam penempatan, waktu, dan merakit dan instalasi sistem penghancur, baik itu menggunakan sistem ledak atau pembakaran.
10. Henso jutsu (ilmu menyamar dan berbaur)
Ilmu ini sangat diperlukan saat ninja melakukan penyamaran. Selain mahir membuat identitas palsu dan mengalihkan perhatian orang, ninja juga dikenal bergerak tanpa bisa dilacak.
11. Shinobi iri (ilmu mengintai dan menyusup)
Ilmu ini mengajarkan cara bergerak, berjalan dan lari tanpa mengeluarkan suara. Berjalan dan berlindung di bawah bayangan benda lain.
12. Ba jutsu (ilmu berkuda)
Salah satu persyaratan bagi anggota ninja adalah mampu bertempur di atas punggung kuda selain dari kemampuan menunggang kuda yang baik dan benar di segala medan.
13. Sui ren (ilmu tempur di dalam air)
Sui ren meliputi teknik mengintai dengan cara berenang, bergerak tanpa suara di dalam air, cara menggunakan perahu khusus dan alat apung untuk mengambang di atas air dan teknik perkelahian di dalam air.
14. Bo ryaku (ilmu strategi)
Bo ryaku Merupakan ilmu menggunakan taktik yang tak lazim digunakan dalam kondisi bertahan maupun saat berada dalam pertarungan terbuka. Sering
seorang ninja memanfaatkan kondisi dan iklim sekitar untuk melaksanakan programnya, tanpa terlalu banyak menggunakan energi sendiri.
15. Cho ho (ilmu mata-mata)
Mendalami dan memahirkan teknik mengintai musuh, termasuk cara merekrut dan menempatkan orang yang dipakai sebagai mata-mata dengan cara yang paling efektif.
16. Inton jutsu (teknik meloloskan diri dan menghilang)
Para Ninja dikenal dengan teknik meloloskan diri dan menghilang tanpa dapat diketahui oleh musuh. Para Ninja dapat menghilang dengan menggunakan bantuan kondisi alam di sekitarnya.
17. Ten Mon (Meteorologi)
Memprediksi atau meramalkan dan memanfaatkan cuaca dan musim merupakan bagian penting yang harus diperhitungkan dalam pertarungan. Seorang ninja dilatih terus menerus untuk membaca tanda-tanda alam sampai yang paling kecil supaya bisa memperkirakan kondisi cuaca.
18. Chi mon (Geografi)
Chi mon merupakan teknik yang dilakukan oleh para ninja dalam hal memanfaat kan lahan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan semua uraian-uraian yang telah dibahas diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Ninja merupakan salah satu Beladiri yang paling populer di Jepang, maupun di luar dari jepang khusus nya Indonesia. Kepopuleran
1. Ninja merupakan salah satu Beladiri yang paling populer di Jepang, maupun di luar dari jepang khusus nya Indonesia. Kepopuleran