• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Camat Sebagai Administrator

Berdasarkan UU kecamatan adalah bagian wilayah dari daerah kabupaten/kota yang dipimpin oleh Camat. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka 24 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa “Kecamatan atau yang

disebut dengan nama lain adalah bagian wilayah dari Daerah kabupaten/kota yang dipimpin oleh camat”.

- Pada pasal 2 angka 2 selanjutnya dinyatakan bahwa:

Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas Daerah provinsi dan Daerah provinsi itu dibagi atas Daerah kabupaten dan kota.

- Pasal 2 angka 3 menyebutkan bahwa:

Daerah kabupaten/kota dibagi atas Kecamatan dan Kecamatan dibagi atas kelurahan dan/atau Desa

Untuk memberikan camat sebagai administrator, maka oleh penulis secara sederhana menguraikan bahwa administrator berarti rang yang mengepalai atau memimpin sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Atau dengan kata lain administrator (Manajer) adalah seorang yang memimpin penyelenggaraan dalam suatu kerja sama dan bertanggung jawab terhadap tercapainya suatu usaha tersebut. Dengan adanya derap langkah pembangunan seperti bidang pemerintahan di daerah yang senantiasa mengikuti perkembangan masyarakat dan negara secara berkesinambungan perlu adanya penanganan, penyempurnaan dan kesejahteraan. Untuk itulah di perlukan kehadiran personil-personil yang tangguh, ampuh dan ulet, serta bijaksana dalam menjalankan pembangunan.

Seorang administrator seperti halnya administrator pembangunan pemerintahan dan masyarakat termasuk wilayah Kecamatan, maka mengikuti laju perkembangan pembangunan, penerimaan dan kemasyarakatan yang makin kompleks tidak hanya dituntut hanya sebatas kepada kemampuan yang bersifat

teori, tetapi harus terampil menerapkan dalam situasi yang operasional di daerah lapangan kerja.

Menurut S.P. Siagian (2014) dalam buku filsafat administrasi mengemukakan bahwa : “ Pada hakekatnya seorang administrator atau manajer adalah pada seorang pemimpin, yang dimaksud seorang pemimpin dalam buku ini adalah setiap orang mempunyai bawahan “ .

Sukses atau tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan dengan ditentukan tergantung pada cara-cara pemimpin yang dipraktekkan oleh orang-orang atasan sebaliknya sukses tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas kepemimpinan tidak hanya ditentukan keterampilan teknis (Technical Skill) yang dimilikinya, akan tetapi lebih banyak ditentukan oleh keahlian menggerakkan orang lain untuk bekerja dengan baik adalah seorang yang tidak melaksanakan sendiri tindakan-tindakan yang bersifat professional, tetapi mengambil keputusan, menentukan kebijaksanaan dan menggerakkan orang –orang lain untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil sesuai kebijaksanaan yang digariskan dalam pembangunan.

Selanjutnya Pariata Westra ( 1982 : 14 ), dalam ensiklopedia administrasi dikemukakan bahwa “Administrator adalah seorang yang memimpin penyelenggaraan suatu kerja sama dan bertanggung jawab terhadap tercapainya tujuan usaha tersebut “

Dari pembahasan tersebut diatas sudah jelas bahwa administrator tidak lain memimpin yang dalam hal ini amnesia atau orang yang sebagai pelaksana bilamana kita hubungan Camat sebagai administrator berarti Camat sebagai suatu

Wilayah adalah orang yang memimpin yang memegang pimpinan dalam batas wilayah kekuasaannya. Selain itu pengertian yang kemukakan diatas, maka masih ada pendapat lain beberapa ahli yang memberikan pengertian tentang administrator.

Oleh Sukarno K ( 1982 : 20 ). Dalam bukunya yang berjudul Dasar-dasar Manajemen dikemukakan bahwa “ Administrator adalah orang-orang yang menentukan dan mempertahankan tujuan dan menetapkan policy dan menetapkan kondisi (Kebijakan ) “.

Sedangkan Kansill C.S.T ( 1978 : 27 ), Dalam bukunya yang berjudul Pemerintahan Indonesia mengemukakan : “ Administrator Pembangunan adalah Administrator Pemerintahan dan penguasa tunggal”

Melihat beberapa pengertian tersebut diatas, penulis menarik suatu kesimpulan bahwa Administrator adalah orang yang menjalankan kegiatan untuk mencapai tujuan Pemerintahan maupun Non Pemerintahan, maka hal tersebut merupakan administrator atau penguasa tunggal yang berarti mengkoordinir segala macam kegiatan didalam Wilayah kekuasaannya, dalam arti kerja sama untuk mewujudkan suatu keharmonisan menjalankan kegiatan pembangunan yang di maksud tersebut.

Dalam kaitanya dengan Camat sebagai Administrator pemerintahan dia dituntut memiliki kemampuan administrative dan operasional. Kemampuan administratif mencakup hal-hal sebagai berikut :

a. Menyelenggarakan administrasi pembukuan dengan dengan mencatat penerimaan dan pengeluaran dana sesuai mata anggaran yang tersedia.

b. Membuat laporan pertanggung jawaban realisasi keuangan dan fisik berulang

c. Penetapan formulir-formulir sebagai alat pengendali.

d. Kelengkapan alat-alat bukti bahan pemeriksaan terhadap pembiayaan proyek-proyek bantuan pembangunan Desa.

e. Pembukuan dan penerimaan pajak dan uang pemasukan lainnya.

f. Menginvestasikan barang-barang yang di peroleh melalui pengadaan rutin dan proyek.

Sedangkan kemampuan teknis Operasional mencakup hal-hal sebagai berikut : a. a.Melakukan pembinaan dan bimbingan kepada aparat bawahannya.

b. Mengadakan peninjauan atau survey lapangan terhadap proyek-proyek sarana dan prasarana serta pemanfaatannya.

c. Menyusun laporan tentang hasil-hasil penemuan.

d. Meningkatkan partisipasi masyarakat melalui bimbingan dan penyuluhan di berbagai sector kehidupan masyarakat.

Dengan demikian bahwa tugas umum administrasi adalah sebagai berikut :

a. Mengambil keputusan yang di ambil harus tepat, praktis dan dapat dilaksanakan.

b. Memiliki data dan informasi yang lengkap.

c. Mengikuti perkembangan zaman.

d. Dapat di percaya.

e. Dapat mengumpulkan data dan informasi.

f. Diharapkan mampu menerjemahkan secara rasional.

g. Mampu membuat perencanaan dalam pembuatan program-program dalam suatu organisasi.

h. Mampu menguasai.

i. Mengadakan kerja sama dengan masyarakat, dan mengadakan hubungan dengan masyarakat.

j. Mampu mengorganisir bantuan-bantuan dari luar negeri.

k. .Bagaimana mengelola organisasi yang ada.

Dari uraian tersebutdi atas terkandung pengertian bahwa dalam penyelenggaraan tugas umum Camat dalam pembangunan seorang pemimpim senantiasa harus memperhatikan hal-hal yang dapat meningkatkan semangat, gairah atau rangsangan kepada mereka yang dipimpinnya.

Dari uraian tersebut di atas menyebutkan pula bahwa Administrator itu adalah seseorang pemimpin. Jadi dengan demikian jika dihubungkan Camat sebagai Administrator Wilayahnya dalam bidang Pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan atau dengan kata lain disebut sebagai Administrator Pembangunan dan Administrator Kemasyarakatan.

Oleh karenanya Camat diartikan sebagai pemimpin pemerintahan dalam arti memegang kendali kegiatan pemerintahan maupun di bidang Otonom sebagai pemimpin pembangunan baik dibidang pemerintahan umum maupun di bidang otonomi sebagai pimpinan pembangunan dalam arti mengkoordinasikan pembangunan yang menggerakkan serta mengendalikan segala kegiatan pembangunan yang ada di wilayahnya, baik kegiatan pembangunan di bidang sektoral (dilakukan oleh perangkat pusat, Departemen, non departemen ) maupun

kegiatan pembangunan yang bersifat regional yang dilaksanakan oleh perangkat-perangkat daerah dari masyarakat yang ada di wilayahnya.

Oleh karena itu Camat berkewajiban untuk memberikan teladang, membina dan menggerakkan masyarakat maupun stafnya sehingga termotifasi secara sukarela untuk melksanakan setiap program yang di rencanakan dalam usaha untuk kesejahteraan masyarakatnya. Keteladan yang ditunjuk oleh Camat sebagai administrator akan menjadi panutan kepada masyarakatnya.

Dokumen terkait