• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN

D. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Pengambilan Keputusan

Menurut Prof.Dr.Prajudi Atmosudirjo,SH. menyatakan bahwa Keputusan ialah suatu pengakhiran dari proses pemikiran tentang suatu masalah atau problem untuk menjawab suatu pertanyaan apa yang harus diperbuat guna untuk mengatasi masalah tersebut, dengan menjatuhkan sebuah pilihan pada suatu alternatif.

Didalam mengambil suatu keputusan harus ada pertimbangan-pertimbangan dalam mengambil keputusan agar tidak salah dalam mengambil suatu keputusan, dalam pengambilan keputusan di pemerintah kecamatan Kei Besar Utara Timur Kabupaten Maluku Tenggara.

“Pengambilan keputusan harus membuat pertimbangan yang matang untuk dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi dan keputusan yang diambil harus mendapatkan solusi atau satu keputusan fainal dan untuk dapat dilaksanakan.” (Wawancara, Yohanes TH, S.Sos 22 Juli 2019)

Dari hasil wawancara diatas mempunyai dukungan yang sangat signifikan dengan konsep yang dijabarkan oleh J,Reason(2010) bahwa pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan dari beberapa alternatif yang tersedia setiap proses pengambian keputusan selalu menghasilkan satu pilihan fainal.

Dalam proses pengambilan keputusan yang dapat menjadi tinjauan untuk dikonsepsi melalui penyatuan teori dan kemenangan teori dalam praktek yang tersusun menjadi enam indikator pengambilan keputusan sebagai berikut:

a. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah berarti mengenali masalah yaitu dengan cara mendaftar faktor – faktor yang berupa permasalahan. Mengidentifikasi masalah – masalah bukan sekedar mendaftar jumlah masalah tetapi juga kegiatan ini lebih daripada itu karena masalah yang telah dipilih hendaknya memiliki nilai yang sangat penting atau signifikansi untuk dipecahkan.(Setyosari,2012:64)

Artinya identifikasi masalah adalah mengenal atau mengetahui sebuah masalah yang terjadi di lingkungan kantor dalam hal ini kantor Kecamatan Kei Besar Utara Timur, cara melakukan identifikasi masalah yang saya dapatkan dari hasil wawancara dengan kepala camat

“Proses identifkasi melalui jalan manual,yaitu melalui pengamatan setiap kerja-kerja pegawai dan melakukan pelayanan, atau kerja-kerja yang dapat memajukan perkembangan masyarakat, kalau dikota-kota besar sudah ada sisi TV jadi tidak repot lagi untuk melakukan identifikasi masalah, sementara kalau kami disini tidak ada sisi TV jadi kerjanya untuk mendapatkan masalah melalui kerja ekstra yaitu hasil melakukan pengawasan terus-menerus.” (Wawancara, Yohanes TH. Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

Hasil wawancara diatas dengan kepala camat diatas mempunyai hasil yang sangat baik dimana dengan minimnya fasilitas untuk dapat merawat kerjak-kerja bawahan dengan melakukan kerja ekstra untuk dapat mengidentifikasi masalah berjalan seiring dengan teori kerlinger dalam bukunya asas-asas penelitian

karakteristik sistematsi, terkontrokl, empiris, dengan kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk mengelola dan mengumpulkan dengan mengunakan teknik tertentu .

b. Pengumpulan dan Pengelolaan Informasi:

Gordon B. Davis Menerangkan bahwa informasi adalah sebuah istilah yang kurang tepat dalam pemakaiannya secara umum. Informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komunikasi dan sebagainnya.Tetapi ada beberapa gagasan yang mendasari pemakaian istilah informasi dalam sistem informasi. Informasi itu memperkaya penyajian, mempunyai nilai kejutan atau mengungkap sesuatu yang penerimaannya tidak tahu atau tidak terduga. Dalam dunia yang tidak menentu, informasi mengurangi ketidakpastian. Ia mengubah kemungkinan-kemungkinan hasil yang diharapkan dalam sebuah situasi keputusan dan karena itu mempunyai nilai dalam proses keputusan. Secara umum informasi didefinisikan sebagai data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang jadi.

“Saya selalu buat dialog bersama masyarakt serta pegawai kantor camat dalam rangka untuk mendengarkan informasi serta masalah dan keinginan masyarakat. Dan saya juga memerintahkan bawahanku untuk turun ditengah masyarakat melakukan sosialisasi dengan masyarakat.” (Wawancara, Yohanes TH. Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

Dalam wawancara diatas peneliti melihat dukungan teori para ahli dengan hasil wawancara peneliti dengan kepala pemerintahan kecamatan kei besar mempunyai kedudukan konsep sangat baik dalam kontesk dimana informasi yang diperoleh melalui pembuatan diskusi dan melakukan sosialisasi ditengah

masyarakat, hal ini dapat di kategorikan sebagai pemimpin yang mempunyai tanggung jawab untuk dapat melaksanakan fungsinya sehingga dapat diikuti oleh bawahanya untuk mendapatkan informasi seperti di tuliskan oleh Martinis Yamin dan Maisah (2010: 74) kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang pemimpin dalam mengelola informasi dan mempengaruhi anggota atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi.

Kepemimpinan merupakan bentuk strategi atau teori memimpin yang tentunya dilakukan oleh orang yang biasa kita sebut sebagai pemimpin. Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

Adapun informasi yang didapatkan tidak seperti pegawai-pegawai pada khusunya dan pemerintahan pada umumnya dikantor pemerintahan yang berada dikota sebagai mana diungkapkan oleh kedua pegawai melaui wawancara dengan peneliti sebagai berikut

“Informasi yang kami dapatkan bukan seperti kantor camat yang berada dikota-kota yang kebanyakan mereka dapat informasi dari media cetak,online. Sementara di kantor camat Kei Besar Utara Timur, media cetak pun tidak ada, jaringan internet jelek jadi kurang mengakses informasi lewat media-media,sehingga kami hanya dapat turun langsung ke lapangan.” (Wawancara, Juliana 23 Juli 2019)

“Informasi yang kami dapatkan Melalui komunikasi dengan masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan tokoh adat mengenai masalah yang terjadi di ditempat mereka masing-masing.” (Wawancara, Theodora 23 Juli 2019) Memang disaat kurangnya fasilitas dapat mempengaruhi kerja-kerja

perkantoran seperti di ungkapkan oleh Moenir (2010) menyatakan “Fasilitas merupakan segala sesuatu yang ditempati dan diminati oleh pegawai baik dalam hubungan langsung dengan pekerjaan maupun untuk kelancaran pekerjaan”

Dengan demikian Seorang pegawai atau pekerja tidak dapat melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya tanpa disertai alat kerja. Namun dengan minimnya alat kerja untuk mendapatkan informasi membuat pegawai mendapatkan kedekatan intens dengan masyarakat yaitu tatap muka dengan masyarakat setempat.

c. Pencarian Alternatif

Pencarian alternative adalah faktor yang dapat mempengaruhi keptusan dan arah jalan kedepan. Menurut Wang dan Ruhe (2007), pengambilan keputusan adalah proses yang memilih pilihan yang lebih disukai atau suatu tindakan dari antara altenatif atas dasar kriteria atau strategi yang diberikan.

“saya panggil seluruh pegawai untuk turut mengikuti rapat bersama-sama untuk mempertimbangkan alternatif-alternatif yang dapat dipakai, berat ketika pencarian alternatif berdasarkan pikiran sendiri. Apalagi ini instansi negara yang harus demokratis dalam pengambilan keputusan untuk dapat berjalan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.” (Wawancara, Yohanes TH. Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

Melalui wawancara diatas bersama kepala camat merupakan sebuah jawaban yang diajukan oleh kepala pemerintahan Kecamatan Kei Besar Utara Timur didukung

dengan konsep yang disampaikan oleh Philippe C. Schmitter dalam bukunya Ho to demokraci the European union tahun 2000

tentang pengambilan keputusan dalam negara demokrasi merupakan suatu teori yang menyatakan bahwa suatu negara supaya tanggap terhadap kebutuhan maupun kepentingan warganya, dimana mereka harus ikut berpartisipasi dalam merumuskan kebutuhan serta mengungkapkan kepentingan-kepenting secara aktif dan bebas.

d. Pengkajian Berbagai Alternatif

Setiap informasi dan masalah harus dilakukan pengkajian untuk mendapatkan alternatifnya sebagai mana Menurut Baron dan Byrne (2008), pengambilan keputusan adalah suatu proses melalui kombinasi individu atau kelompok dan mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan .

“pertemuan-pertemuan diskusi untuk melakukan pengkajian terhadap berbagai masalah dalam rangka merumuskan alternatif-alternatif dalam pengambilan keputusan. Setiap kali persoalan dan keadaan yang menentukan untuk memilih alternatif strategi baru untuk memajukan instansi pemerintah Kecamatan Kei Besar Utara Timur.” (Wawancara, Yohanes TH. Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

Hasil wawancara diatas adalah didukung oleh teori prof Miriam Budiarjo bukunya dasar-dasar ilmu politik tahun( 2008:19) keputusan adalah hasil dari membuat pilihan diantara beberapa alternatif, pengampilan keputusan sebagai konsep pokok secara politik menyangkut keputusan diambil secara kolektif dengan memilih berbagai alternatif untuk diproritaskan dalam pelaksanaan.

Hak-hak sebagai pegawai memiliki posisi yng sangat demokratis dimana keterlibatan pegawai dalam setiap pengambilan keputusan di pertemuan-pertemuan ilmiah sebagai mana ucapkan oleh pegawai.

“Kami pegawai-pegawai di undang ketika ada masalah yang dihadapi oleh Kantor Kecamatan Kei Besar Utara Timur dalam rangka mendiskusikan masalah yang terjadi disekitar masyarakat dan memberikan alternatif-alternatifnya. Kami diminta oleh Kepala Camat untuk menyampaikan pendapat dan pertimpangan-pertimbangan untuk kedepan.” (Wawancara, Avelinus 23 Juli 2019)

Kemudian dilanjuti dengan seorang pegawai yang berbeda dengan sebuah pernytaan yang sang eksplisit dana demokratis sebagai berikut:

“Pengkajian yang dibuat oleh Kepala Camat sangat menghargai kami sebagai pegawai-pegawai, sampai-sampai kami disuruh satu-persatu untuk memberikan saran dan kritikan terhadap alternatif-alternatif yang dapat memberikan alternatif untuk kebijakan.” (Wawancara, Agustinus 23 Juli 2019)

Dari kedua pegawai diatas yang peneliti wawancarai memiliki posisi Kepemimpinan gaya demokratis sebab hasil lapangan sebagaimana didukung oleh teori Hartono lapan suroto(2019):

Setiap orang diberi kesempatan untuk berpartisipasi, ide-ide dipertukarkan secara bebas, dan didorong untuk berpartisipasi dalam diskusi. Sementara proses

demokrasi cenderung berfokus pada kesetaraan kelompok dan aliran dengan bebas ide, memimpin kelompok tersebut ada untuk menawarkan bimbingan dan kontrol.

e. Pelaksanaan Keputusan

Menurut Van Meter dan Van Horn (dalam Wahab, 2008) pelaksanaan keputusan adalah tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh individu-individu/pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan.

“saya mengamati terus menerus dalam setiap proses kerja berjalan untuk memastikan pekerja para pegawai, sebab dari mengamati dan kontrol setiap tugas-tugas dikerjakan bawahanku atau pegawai untuk dapat sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan secara bersama-sama.” (Wawancara, Yohanes TH. Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

kemudian hasil wawancara bersama bapak camat diatas sesuai dengan undang-undang no 5 tahun 2014 tentang pokok-pokok kepegawaian dimana telah menjelaskan kode etik pegawai untuk mewujudkan akuntabilitas,partisipatif dan transparansi,ini.

f. Penilaian

Pada organisasi modern, penilaian memberikan mekanisme penting bagi manajemen untuk digunakan dalam menjelaskan tujuan-tujuan dan standar kinerja dan memotivasi kinerja individu di waktu berikutnya. Penilaian kinerja adalah suatu proses dalam organisasi yang bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kerja masing-masing individu dalam organisasi tersebut (Simamora, 2009:).

Dalam penilaian kinerja dinilai kontribusi pegawai kepada organisasi selama periode waktu tertentu. Umpan balik kinerja memungkinkan pegawai mengetahui seberapa baik mereka bekerja atau seberapa buruk mereka bekerja.

“Saya menilai keputusan yang dibuat kepala camat merupakan keputusan yang tidak memiliki kepntingan pribadi atau kelompok, sebab dari keputusan saja kepala camat selalu menghargai pegawainya, ketika pegawainya dalam membuat pelayanan yang kurang baik, ia menegur secara personal untuk tidak diulangi lagi.” (Wawancara, Andreas 23 Juli 2019)

“Saya melihat keputusan kepala camat sangat baik,tidak mementingkan ego pribadi, arogansi dalam pengambilan keputusan, sehingga kami pegawai pun senang bersama kepala camat yang selalu menghargai kami sekalipun kami adalah bawahanya.” (Wawancara, Maksimus 23 Juli 2019)

“Kepala camat adalah seorang pemimpin yang sangat sederhana yang lebih mengutamakan kepentingan rakyatnya dari pada kepentingan sendiri, pemimpin yang beramanat, tidak pandang setiap manusia, salah tetap salah, benar tetap benar” (Wawancara, Benedikta 23 Juli 2019)

Untuk dapat memastikan kerja-kerja para pegawai dan dapat menugukur kualitas kerja pegawai yang disebutkan dari hasil wawancara diatas menjadi bentuk sebuh kedudukan teori yang di ungkapkan oleh Siagian(2002):

Dengan pengawasan adalah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Dari penjelasan diatas maka, kegiatan pengawasan yang dilakukan untuk memastikan proses manajemen berjalan sesuai dengan perencanaan dan tujuan serta untuk mengetahui kesalahan agar dapat diperbaiki dan dicegah untuk menghindari

Dari berbagai wawancara maka peneliti mengambil kesimpulan jawaban dari masing-masing responden dan sebagai mana peneliti melakukan pengamatan langsung kelapangan bahwa keputusan yang di berikan oleh Kepala Camat Kei

Besar Utara Timur merupakan keputusan yang bersifat demokratis karna melibatkan semua unsur dalam setiap pertemuan-pertemuan untuk meminta pertimbangan-pertimbangan, konsisten dan komitmen yang mewujudkan demokrasi.

1).Motivasi

Pemberian motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri seseorang yang Nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi, sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan. Menurut Mulyasa (2003:112), Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi. Pemimipin harus mampu mengetahui kondisi guna menyemangati bawahanya untuk bekerja sesuai apa yang direncanakan. Artinya Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.

2).Arahan

Pemimpin harus mampu mengarahkan bawahanya karena pemimpin yang paling mengetahui kearah mana bawahan harus berjalan, dan juga yang paling mengetahui titik akhir pencapaian yang harus dicapai.

pengarahan dalam ilmu menejmen merupakan aspek hubungan yang manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat pada bawahan untuk bersediah mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif dan efesien untuk mencapai sebuah tujuan.

Ralph M. Stogdill dalam bukunya Handbook of Leadership (2004) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berhubungan dengan tugas dari para anggota kelompok.

2.Pelaksanaan Pengawasan

Menurut Drs. Zulkifli Amsyah (2005:65) Pengawasan adalah kegiatan manajemen yang berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan apakah pelaksanaannya sudah dikerjakan sesuai dengan perencanaan, sudah sejauh mana kemajuan yang dicapai dan perencanaan yang belum mencapai kemajuan serta melakukan koreksi bagi pelaksananan yang belum terselesaikan sesuai rencana.

Untuk membuktikan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan kei besar sebagai mana wawancara dengan kepala camat sebagai berikut:

“pengawasan untuk mengukur loyalitas bawahanku dalam melakukan kerja-kerja atas kepentingan masyarakat dan sesuai sasaran yang sudah direncanakan.” (Wawancara, Yohanes TH. Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

Darai hasil wawancara dilapangana penelitian dengan Kepala Camat Kei Besar Utara Timur menjadi kekuatan teoritis sebagaimana disampaikan oleh Harold Koontz (2009:189) “Pengawasan adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terselenggara”

a. Pembinaan

Pembinaan adalah sebuah proses sistematis untuk mengubah perilaku kerja seorang/sekelompok pegawai dalam usaha meningkatkan kinerja organisasi.

Pembinaan terkait dengan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan yang sekarang dilakukan. Pembinaan berorientasi ke masa sekarang dan membantu pegawai untuk menguasai keterampilan dan kemampuan (konpetensi) yang spesifik untuk berhasil dalam pekerjaannya.menurut Ivancevich (2008:46), mendefinisikan pembinaan sebagai usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam pekerjaannya sekarang atau dalam pekerjaan lain yang akan dijabatanya segera. Kemudian peneliti temui dalam melakukan wawancara dengan sekretaris camat :

“Pembinaan yang saya lakukan adalah melalui Pendidikan dan pelatihan untuk mendidik pegawai-pegawi supaya menjalankan amanat yang penuh dengan tanggung jawab. Pendidikan dan pelatihan juga untuk menambah pengetahuan pegawai dalam menjalankan tugas-tugasnya guna menjalangkan tugas yang lebih efektif dan efesien.” (Wawancara, Donatus N. Lutur SH 22 Juli 2019)

Hasil wawancara diatas sangat jelas sebab didukung oleh konsep atau teorina Menurut mhifta Thoha (2001:7) mengatakan bahwa:

“Pembinaan adalah suatu proses, hasil atau pertanyaan menjadi lebih baik, dalam hal ini mewujudkan adanya perubahan, kemajuan, peningkatan, pertumbuhan, evaluasi atau berbagai kemungkinan atas sesuatu”.

b. Menilai

Penilaian Kinerja atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Performance Appraisal adalah Evaluasi sistematis terhadap kinerja pegawai dan untuk

memahami kemampuan pegawai tersebut sehingga dapat merencanakan pengembangan karir lebih lanjut bagi pegawai yang bersangkutan. Dengan kata lain, Penilaian Kinerja ini menilai dan mengevaluasi keterampilan, kemampuan, pencapaian serta pertumbuhan seorang pegawai sebagaimana dikuatkan dengan naras agung Menurut Chung & Megginson (Gomes, 2002: 135), penilaian kinerja adalah suatu cara mengukur kontribusi-kontribusi dari individu-individu anggota organisasi kepada organisasinya. Jadi, penilaian kinerja diperlukan untuk menentukan tingkat kontribusi individu atau kinerja. Oleh karena itu peneliti melakukan wawancara sebagai Berikut :

“Pengamatan yang dijadikan metode melakukan penilain setiap kerja-kerja pegawai, karna nilai kebenaran berada dari pengamatan setiap hari dilapangan, kita akan ketahui secara pasti kerja-kerja pegawai benar dan salah, harus dikontrol terus supaya kerja mereka sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan untuk melayani masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” (Wawancara, Yohanes TH. Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

Dari penjelasan diatas oleh kepala camat berjalan senada dengan apa yang disampaikan oleh Jackson dan Siagian (2006-1990):

penilaian kinerja (performance appraisal ) adalah proses mengevaluasi seberapa baik bawahan melakukan pekerjaan mereka jika dibandingkan dengan seperangkat standar, dan kemudian mengkomunikasikan informasi adalah proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Jadi penilaian adalah sebagai suatu usaha sistematis oleh manajemen untuk membandingkan kinerja standar, rencana, atau tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk menentukan apakah kinerja sejalan dengan standar tersebut dan untuk mengambil tindakan penyembuhan yang diperlukan untuk melihat bahwa sumber daya manusia digunakan dengan seefektif dan seefisien mungkin didalam mencapai tujuan.

setiap dalam proses melakukan penilaian membutuhkan tugas yang diberikan terlebih dahulu untuk dilakukan penilaian kepada pegawai sebagaimana ungkapan sekretaris camat melalui wawancara dengan peneliti sebagai berikut:

“Untuk melakukan penilaian pegawai jangan asal sembarang menilai, harus melalui mekanisme penugasan untuk dapat menilai, Saya memberikan tugas-tugas untuk dikerjakan, tugas-tugas ini untuk dapat saya ketahui kesungguhan kerja bawahanku, ini akan lebih objektif untuk menilai kinerja pegawai.” (Wawancara, Donatus N. Lutur SH, 22 Juli 2019)

Dari hasil wawancara sekretaris camat diatas dimana pemberian tugas dan kemudian dilakukan pengontrolan atau penilaian secara bijaksana dan penuh kejujuran sebagai mana Menurut Hasibuan (2000:87) : Penilaian kinerja adalah kegiatan manajer untuk mengevaluasi perilaku prestasi kerja pegawai serta menetapkan kebijaksanaan selanjutnya.Evaluasi atau penilaian perilaku meliputi

penilaian kesetiaan, kejujuran,kepemimpinan,kerjasama, loyalitas, dedikasi, dan partsipasi pegawai.

c. Melakukan Tindakan Koreksi

Dalam bukunya Armala yang berjudul buku saku manager “ mengambil tindakan untuk memperbaiki apabila terjadi penyimpangan, atau memikirkan terus menerus, melakukan koreksi agar pekerjaan lebih baik.sebagai seorang pemimpin harus mempunyai sikap untuk dapat melaksanakan tugas-tugas secara konstitusional untuk melakukan koreksi kepada bawahanya sebagai mana hasil wawancara peneliti dengan kepala camat sebagai berikut:

“setiap pemimpin harus memiliki sikap untuk dapat mengoreksi setiap kerja-kerja pegawai, saya melakukan koreksi terkecuali ada sikap atau tindakan yang disembunyikan, namun cara mengoreksi bukan marah didepan umum, seorang pemimpin harus menunjukan etika yang baik, saya panggil baik-baik ke ruangan saya untuk menegur pelan-pelan, kalau masalah yang sangat besar, saya membuat pertemuan untuk melakukan evaluasi, atau disebut sebagai kritik otokritik.” (Wawancara, Yohanes TH.

Layanan, S.Sos 22 Juli 2019)

Hasil wawancara peneliti bersama bapak camat diatas telah menunjukan bahwa ketika Seorang pemimpin yang mempunyai bawahanya tidak menutup kemungkinan dipengaruhi oleh sikap yang baik yang dimiliki oleh seorang pemimpin, sebagaiman disampaikan oleh Rivai (2005:2), dalam bukunya yang berjudul "Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi" menyatakan bahwa definisi kepemimpinan secara luas, adalah meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi interprestasi mengenai peristiwa-peristiwa para

memelihara hubungan kerja sama dan kerja kelompok, perolehan dukungan dan kerja sama dari orang-orang di luar kelompok atau organisasi. Dimana seorang pemimpin harus dapat memberikan pengaruh yang baik terutama dapat memberikan contoh perilaku agar karyawan mau bekerja sama dan bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai sebuah tujuan perusahaan.

Melalui hasil wawancara yang peneliti temuai dilapangan dan pengamatan peneliti dalam setiap aktivitas-aktivitas yang dilakukan dikantor Kecamatan Kei Besar Utara Timur, maka peneliti memberikan sebuah kesimpulan bahwa:

tindakan kerja sama antara struktural di Kantor Kecamatan Kei Besar dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarkatan sangat memberikan nilai-nilai kebaruan, etika dan toleran dalam setiap langkah kaki serta ucapan memiliki nilai-nilai yang sakral, sebab jaminan etika yang baik adalah membuahkan tujuan yang telah ditetapkan. Proses melakukan tindakan koreksi memiliki nilai tersendiri yaitu sangat objektif, dan produktif, sehingga peneliti berasumsi melalui proses pengamatan bahwa kekompakan secara struktural dalam menjalankan tugas-tugas sangat tepat, dan stabil dalam rangka menjalankan tugas pelayanana serta memujudkan kedisiplinan politik berdasarkan konstitusional.

1) Monitoring

Monitoring menurut kamus internasional Webster’s New Collegiate Dictionary (1981) adalah: “a device for observing or giving admonition or warning (alat untuk mengamati atau memberikan peringatan atau peringatan).secara umum monitoring dapat diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari penerapan suatu program termasuk

mengecek secara reguler untuk melihat apakah kegiatan/program itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah yang dilihat /ditemui dapat diatasi.

3. Kedisiplinan Pegawai Kantor Kecamatan Kei Besar

Dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan pegawai berdasarkan pada peraturan, norma-norma, kode etik yang telah ditetapkan dan harus ditaati oleh pegawai tersebut. Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 mengatur tentang PNS yang ada di seluruh Indonesia. Sedangkan PP Nomor 53 tahun 2010 mengatur tentang disiplin PNS yang mana memuat tentang kewajiban dan larangan serta hukuman terhadap pelanggaran yang di lakukan oleh PNS.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka agar tugas dan pekerjaan dapat terlaksana dengan efektif dan efisien setiap pegawai harus taat dan patuh terhadap aturan-aturan yang ada. Di samping itu peran seorang pimpinan memegang peranan penting dalam membina dan menumbuhkan disiplin kerja pegawai yang ada di lingkungan kerja.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas telah diperoleh data mengenai tingkat kedisiplinan pegawai yang ada dalam lingkungan Kantor Camat Kei Besar dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan mereka sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Data tersebut diuraikan berdasarkan aspek-aspek indikator disiplin kerja pegawai hasil wawancara yang di konfirmasikan dengan wawancara dengan pegawai yang ada dalam lingkungan Kantor Camat Kei Besar

Adapun disiplin kerja pegawai yang akan diuraikan sebagaimana dikemukakan terdahulu yang di batasi pada 2 (dua) indikator yaitu : ketaatan terhadap tata tertib, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas

Dokumen terkait