• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

C. Capaian Indikator Kinerja

Adapun Capaian Indikator kinerja yang digunakan Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Capaian Indikator Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju

Berdasarkan PK Revisi Tahun 2021

No Indikator

2021 revisi

Target IKU Realisasi IKU Satuan Bobot IKU

1 Persentase lulusan tepat waktu 74% 68,22% % 100

2 Persentase kelulusan Uji Kompetensi 55% 95,18% % 100

3 Persentase lulusan yang mendapatkan IPK ≥

3.25 83% 75,26% % 100

4 Persentase Pembelajaran berbasis

e-learning 40% 55,76% % 100

5 Persentase serapan lulusan di pasar kerja

kurang dari 6 bulan 55% 55,06% % 95

6 Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan

dosen dalam 1 tahun (judul) 19 26 Judul 115

7 Jumlah Karya Ilmiah yang dipublikasikan di

jurnal ilmiah dalam satu tahun (Nilai) 4 4 Karya 95

8

Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun (Wilayah)

2 3 Wilayah/Desa 100

9

Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang dilakukan dalam 1 tahun

100% 225% % 100

10 Persentase pendapatan PNBP terhadap

biaya operasional 10% 13,21% % 100

14 Persentase jumlah Dosen berkualifikasi S3

(Persen) 0% 0% % 95

15 Indeks Kepuasan Masyarakat 3 3,25 % 100

16

Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana Pendidikan

6% 8,17% % 95

Berdasarkan tabel diatas, dari 16 Indikator kinerja terdapat 3 (tiga) indikator kinerja yang tidak memenuhi target dan sebanyak 12 (dua belas) Indikator dapat memenuhi target, dan satu indikator kosong, tidak ditargetkan yakni beasiswa S3.

Bila dilihat pencapaian indikator kinerja tahun 2021, terdapat peningkatan dari capaian kinerja tahun 2020. Pada tahun 2020, dari 16 indikator kinerja terdapat 7 (tujuh) indikator kinerja yang tidak mencapai target. Walaupun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, pencapaian kinerja terbilang masih rendah karena masih dipengaruhi oleh kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlanjut hingga saat ini, namun demikian poltekkes Mamuju tetap berusaha menempuh upaya untuk melakukan perbaikan revisi target kinerja yang dilakukan pada bulan Desember dari pihak Badan PPSDM Kesehatan selaku Eselon I, Rasionalisasi Target dilakukan pada beberapa poin Target Kinerja khususnya pada even yang berkaitan dengan pengumpulan massa seperti penelitian dan pengabdian Masyarakat.

Perjanjian Kinerja tahun 2021 yang ditandatangani pada 20 November 2020 yang disusul revisi Perjanjian Kinerja tahun 2021 tanggal 20 Desember 2021. Terbitnya IKU baru berdasarkan Keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan No. HK.02.02/I/637/2020

tanggal 23 Januari 2020 tentang IKU UPT di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan menjadi dasar dalam menetapkan formula Defenisi Operasional masing masing IKU yang Baru. Adapun beberpa IKU yan Lama yang tidak terdapat dalam aturan baru masih dipertahankan dan mengikuti formula DO IKU yang lama.

Perjanjian Kinerja tahun 2021 memuat 16 Indikator Utama 10 diantaranya muncul kembali dalam aturan IKU yang Baru, sedangkan 6 indikator lainnya sudah tidak dipertahankan dalam aturan IKU Baru tersebut. Adapun IKU yang termuat dalam peraturan baru adalah: Kelulusan UKOM, Serapan alumni, penelitian Dosen, Publikasi Karya Ilmiah, Pembinaan wilayah berkelanjutan, Rasio Dosen, HKI, Dosen S3, IKM dan beasiswa Gakin.

sedangkan 6 IKU lama yang masih terdapat dalam PK yang telah diperjanjikan adalah:

Lulus tepat waktu, IPK Lulusan, pembelajaran e learning, Pengabmas berdasarkan hasil penelitian, Persentase PNBP terhadap Biaya Operasional dan Jumlah PNBP.

Berdasarkan Aturan Baru tentang IKU UPT Badan PPSDM Kesehatan terdapat dua variable baru yang tidak tercantum dalam Perjanjian Kinerja yakni Mahasiswa berprestasi dan Dosen Berprestasi, Namun demikian IKU Baru tersebut telah masuk dalam Renstra Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagaimana yang tercantum dalam e performance Poltekkes Kemenkes Mamuju.

Tabel 3.2

Deskripsi Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Target dan Realisasi Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun 2020 – 2021

No Indikator

2021 revisi 2020

Target Realisasi Bobot IKU % Tingkat

Realisasi Target Realisasi

% Tingkat Realisasi

1 Persentase lulusan tepat waktu 74% 68,22% 100 92,19% 90.00 66.94 74.37

2 Persentase kelulusan Uji Kompetensi 55% 95,18% 100 173,06% 51.50 71.43 138.70

3 Persentase lulusan yang mendapatkan IPK ≥ 3.25 83% 75,26% 100 90,67% 85.00 76.40 89.89

4 Persentase Pembelajaran berbasis e-learning 40% 55,76% 100 139,39% 25.00 49.71 198.84

5 Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan 55% 55,06% 95 95,10% 42.50 33.33 74.51

6 Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun

(judul) 19 26 115 136,84% 17 17.00 115.00

7 Jumlah Karya Ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah dalam

satu tahun (Nilai) 4 4 95 95,00% 3.5 3.58 97.26

8 Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis

wilayah dalam 1 tahun (Wilayah) 2 3 100 150,00% 2 2.00 90.00

9 Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis

hasil penelitian yang dilakukan dalam 1 tahun 100% 225% 100 225,00% 100 15.70 15.70

10 Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya operasional 10% 13,21% 100 132,06% 22 16.80 76.38

11 Jumlah Pendapatan PNBP

2.019.150.000

2.705.555.612 100 133,99%

2,477,569,000

2,128,758,000 85.92

12 Rasio dosen terhadap mahasiswa 1:20 1:9 80 44,00% 8.33 9.77 134.86

13 Karya yang diusulkan mendapatkan HKI 15 30 115 230,00% 8 13.00 186.88

14 Persentase jumlah Dosen berkualifikasi S3 (Persen) 0% 0% 95 95,00% 0 - 0.00

15 Indeks Kepuasan Masyarakat 3 3,25 100 108,33% 3 3.00 100.00

16 Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah

yang mendapat bantuan dana pendidikan 6% 8,17% 95 107,95% 6 6.82 107.95

Sumber : LKj 2021, LKj 2020

Keterangan: * Sesuai Keputusan Ka. Badan PPSDM Kesehatan No: HK.02.02/I/637/2020 tanggal 23 Januari 20

Gragik.3.1

Deskripsi Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Target dan Realisasi Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2020 – 2021

D. Analisis Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya

Dalam operasionalnya, Poltekkes Kemenkes Mamuju memaksimalkan Potensi Sumber Daya yang dimiliki meliputi SDM, Sarana Prasarana, Sumber Dana, Metode dan lain yang dimiliki untuk pengembangan Organisasi, adapun bentuk bentuk upaya Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya yang ditempuh adalah sebagai berikut:

1. SDM

a. Pemberian Beban Tugas Tambahan

Terkhusus untuk tugas lainnya seperti staf keuangan meliputi Bendahara PUMK, penata laporan keuangan dan staf Administrasi dan Akademik di jurusan dan bahkan di Direktorat. selama ini di bebankan sebagai tugas tambahan kepada dosen dan tenaga instruktur. alasan lain yang menyebabkan hal ini adalah kesulitan dalam mendapat persetujuan formasi penerimaan CPNS dari Pusat. prioritas penerimaan CPNS Poltekkes Kemenkes Mamuju selama ini adalah Dosen dan instruktur, sehingga mayoritas pegawai adalah Dosen dan Instruktur.

b. Rekrutmen tenaga potensial melalui jalur Non PNS

Untuk mata kuliah umum di antisipasi dengan menggunakan dosen luar biasa dan Mata KUliah tertentu masih meminta kesediaan Dosen dari Politeknik Kesehayan Makassar. Tugas lain terkait Satpam, Pramubhakti direkrut dari Non PNS dengan sistem kontrak Tahunan.

2. Penggunaan Dana

a. upaya selektif dalam mengikuti kegiatan yang membutuhkan pendanaan dari DIPA Poltekkes Kemenkes Mamuju

b. Pemusatan Kegiatan PBM dengan prioritas area Sulawesi Barat dengan tetap mempertimbangkan pemenuhan syarat pencapaian kompetensi mata kuliah, pengecualian dilakukan apabila terdapat pertimbangan yang mendasar terkait manfaat yang hanya didapat apabila dilakukan di tempat tertentu di luar provinsi Sulawesi Barat.

c. Penyaringan syarat syarat tertentu untuk beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu dan mahasiswa berprestasi.

syarat syarat yang dimaksud adalah menetapkan persyaratan capaian IPK dan persyaratan khusus bagi penjaringan mahasiswa tidak mampu dengan ketentuan bersedia tidak menikah selama menempuh studi.

3. Sistem Pembelajaran

a. Kebijakan elearning sdh mulai diperkenalkan namun pada awalnya penggunaannya masih terbatas pada beberapa mata kuliah tertentu di tiap tiap jurusan dengan pertimbangan kemampuan akses jaringan. Sistem elearning sudah mulai digunakan pada pemberian Ujian UAS dan UTS serta kuis harian. Keberadaan aplikasi e learning sangat memudahkan pengolahan dan pengelolaan nilai sehingga mempermudah beban mengajar dosen. Seiring dengan pembatasan yang diberlakukan dalam sistem pembelajaran pada masa pandemic Covid 19 maka hampir semua mata kuliah memberlakukan sistem pembelajaran elearning, terkecuali untuk pelaksanaan praktikum yang tetap di selenggarakan melalui sistem tatap muka dengan pemberlakuan protocol kesehatan yang ketat.

b. Penggunaan Aplikasi berbasis Web secara online pada sistem akademik

penggunaan Aplikasi SIAKAD (sistem Akademik) dengan 14 fitur layanan yang tersedia yang mulai dimanfaatkan secara maksimal sejak dua tahun terakhir.

c. Penggunaan Aplikasi Administrasi online pada disposisi penerimaan surat e-office dan TNDE.

E. Analisis Indikator Kinerja

Berdasarkan tabel pada pengukuran kinerja diketahui bahwa indikator kinerja pada tahun 2021 terdapat 16 IKU dan 6 sasaran diantaranya belum tercapai yakni lulus tepat waktu, Lulus dengan IPK 3.5, Serapan Lulusan, Pengabmas berbasis Hasil Penelitian dan Persentase PNBP dengan Biaya Operasional dan Jumlah PNBP Adapun perbandingan antara Capaian disajikan dalam grafik berikut:

Grafik 3.2

Perbandingan Realisasi dan Target Indikator Kinerja

Perhitungan Pencapaian Kinerja mengikuti Ketentuan Keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan Nomor HK.02.03/I/002655/2018 tanggal 22 Oktober 2018 dan Nomor HK.02.02/I/637/2021 tanggal 23 Januari 2021 tentang Indikator Kinerja Utama Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di Lingkungan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan. Pencapaian kinerja dari masing-masing indikator akan diuraikan sebagai berikut :

1. Persentase lulusan tepat waktu

Lulusan tepat waktu adalah perbandingan antara jumlah lulusan ditahun tertentu dengan jumlah mahasiswa yang masuk pada tahun yang sama. Untuk menentukan persentase lulusan tepat waktu di tahun 2021 dengan cara sebagai berikut :

Jumlah lulusan tahun 2021 (Angkatan 2018/2019)

Jumlah mahasiswa yang diterima pada Sipenmaru tahun 2018/2019 x 100

Jumlah mahasiswa lulusan tepat waktu tahun 2021 sebanyak 88 orang dan jumlah mahasiswa yang masuk pada tahun 2018 sebanyak 129 orang. Sehingga Persentase lulusan tepat waktu Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju adalah :

88

129 x 100 = 68,22 %

Data jumlah mahasiswa lulusan tepat waktu tahun 2021 diurai secara lengkap pada table 3.3 berikut :

Tabel 3.3

Mahasiswa Lulusan Tepat Waktu Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju Tahun 2021

No Jurusan

Lulus Tahun 2019 Lulus Tahun 2020 Lulus Tahun 2021 Angkatan 2016/2017 Angkatan 2017/2018 Angkatan 2018/2019

Lulus

Persentase tahun 2021 mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya walau belum memenuhi target. Belum terpenuhinya target lulusan tepat waktu disebabkan oleh mahasiswa yang tidak menyelesaikan laporan tugas akhir atau karya tulis ilmiah sehingga beberapa mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa baru pada tahun 2018 tidak dapat menyelesaikan studinya tepat waktu yaitu pada tahun 2021, selain itu adanya mahasiswa yang Drop Out karena faktor sosial dan ekonomi sehingga mempengaruhi jumlah mahasiswa yang lulus tepat waktu.

Seperti halnya pada tahun tahun sebelumnya, Permasalahan dalam pencapaian indikator Lulusan Tepat Waktu tahun 2021 sebagai berikut :

1. Mengundurkan diri dari program studi dengan alasan berikut : a. Ketidakmampuan secara akademik

b. Pindah ke institusi pendidikan lain

c. Ketidakmampuan pembiayaan pendidikan d. Masalah kesehatan

2. Cuti akademik karena sakit, hamil, melahirkan dan alasan penting lainnya Program Pemecahan masalah :

1. Memaksimalkan peran konseling oleh dosen pembimbing akademik 2. Memaksimalkan peran dosen pembimbing LTA/KTI

3. Pemberian beasiswa mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi 4. Memperketat peraturan akademik dan kemahasiswaan untuk

persyaratan cuti akademik bagi mahasiswa.

2. Persentase kelulusan Uji Kompetensi Tabel 3.4

Mahasiswa Lulus Uji Kompetensi Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Tahun 2021

No Jurusan

Status Keikutsertaan

Ukom

Tahun 2021

Jumlah Lulus %

1 Kebidanan First Taker 15 15 100

2 Keperawatan First Taker 15 15 100

3 Kesling First Taker 22 21 95,45

4 Gizi First Taker 31 28 90,32

Total 83 79 95, 18

Tabel menunjukkan total lulus uji kompetensi secara keseluruhan adalah 95,18%, tertinggi di Jurusan Kebidanan dan Keperawatan sebanyak 100%. Adapun Persentase jumlah mahasiswa yang lulus uji kompetensi yang diselenggarakan secara nasional adalah Jumlah mahasiswa yang lulus ujian kompetensi dibagi dengan jumlah mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi dikali 100%

Jumlah mahasiswa First Taker yang lulus ujian kompetensi

jumlah mahasiswa First Taker yang mengikuti uji kompetensi x 100 79 x 100 = 95,18%

83

Lulusan tahun 2021 dihadapkan kepada tantangan baru yaitu program exit exam sehingga untuk menghadapi hal tersebut telah dilakukan berbagai langkah untuk meningkatkan persentase mahasiswa yang lulus UKOM. Kegiatan try out dan pembimbingan secara intensif dilakukan begitu mahasiswa memasuki semester 6. Program yang dilakukan untuk meningkatkan persentase kelulusan UKOM adalah antara lain:

a. Membiasakan mahasiswa untuk membahas dan menjawab soal soal uji kompetensi, untuk membiasakan mahasiswa menjawab soal ditempuh dengan menyusun soal quiz, UTS, UAS dengan model soal uji kompetensi

b. Fasilitasi Pembimbingan online via sosial media

c. Try Out Uji Kompetensi dengan pengaturan suasana uji kompetensi yang sesungguhnya

3. Persentase Lulusan yang Mendapatkan IPK ≥ 3.25

Sasaran kegiatan adalah meningkatnya lulusan dengan IPK ≥ 3,25. Target persentase lulusan dengan IPK ≥ 3,25 pada tahun 2021 adalah 75.26%. Jumlah lulusan tahun 2021 sebanyak 97 orang dengan jumlah lulusan IPK ≥ 3,25 sebanyak 73 orang. Untuk memperoleh persentase lulusan dengan IPK ≥ 3,25 dilakukan dengan perhitungan sebagai berikut :

Lulusan Tahun 2021 dengan IPK ≥3,25

Jumlah lulusan pada tahun yang sama x 100 73

97 x 100 = 75.26 %

Berdasarkan data Hasil perhitungan yang diperoleh hanya mampu mencapai angka

75.26%. Tidak mencapai target IKU lulusan Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju dengan IPK ≥ 3,25 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 83%. Data jumlah lulusan dengan IPK ≥ 3,25 Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju tahun 2021 terdapat pada tabel berikut :

Tabel 3.5

Jumlah Lulusan dan distribusi IPK Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju Tahun 2019 - 2021

N

3 Kesehatan Lingkungan

15 2 13 86.67 21 5 16 76.19 21 5 16 76.2

4 Gizi 41 7 34 82.93 29 6 23 79.31 37 8 29 78.4

Total 120 21 99 82.50 89 21 68 76.4 97 24 73 75.26 Sumber: Sub Bag ADAK, 2021

Kendala pencapaian target IPK Kelulusan disebabkan : a. Kendala kemampuan akademik mahasiswa yang terbatas

b. Sebagian mahasiswa yang tidak mampu mencapai standar IPK 3,25 lebih disebabkan kesulitan terhadap membagi waktu bagi yang telah berkeluarga.

Dibutuhkan juga upaya extra dari dosen dan instruktur untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam PBM. Adapun program yang ditempuh untuk meningkatkan pencapaian target sasaran adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan peran Penasihat Akademik

2. Memfasilitasi mahasiswa dengan Anjungan pelayanan mandiri Mahasiswa 3. Menyediakan bimbingan dan konseling

4. Meningkatkan minat belajar mahasiswa dengan berbagai metode pembelajaran, yang variatif

Nilai IPK tertinggi dari tahun 2021 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 3.94 pada tahun 2020 menjadi 4.0 pada tahun 2021. IPK rata-rata juga mengalami peningkatan dari 3.30 pada tahun 2020 menjadi 3.44 pada tahun 2021. IPK terendah mengalami peningkatan dari 2.84 pada tahun 2020 menjadi 2.89 pada tahun 2021. Sebaran capaian IPK Tahun 2019- 2021 disajikan lengkap dalam tabel berikut:

Tabel 3.6

Sebaran IPK Lulusan Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju Tahun 2021

4. Persentase Pembelajaran Berbasis E-learning

Persentase mata kuliah yang diajarkan dengan memanfaatkan e-learning untuk bahan kajian yang bersifat teoritis (teori). diperoleh dari Jumlah Mata Kuliah teori yang memanfaatkan daring dibagi dengan total Mata Kuliah teori pada tahun akademik dikali 100%

Tabel 3.7

Distribusi Mata Kuliah Berbasis e learning Tahun 2021

No Jurusan Total Mata Kuliah Pembelajaran

Berbasis e learning %

1 Kebidanan 34 17 50.00

2 Keperawatan 46 23 50.00

3 Kesehatan Lingkungan 44 22 50.00

4 Gizi 49 24 48.98

173 86 49.71

Sumber : Akademik Jurusan, 2021

Jumlah Mata Kuliah yang memanfaatkan daring

Jumlah Total Mata Kuliah x 100

86

173 x 100 = 49.71%

Mata Kuliah yang memanfaatkan daring ditargetkan sebanyak 20 %, target ini disadari masih tergolong rendah disebabkan kondisi yang realistis dihadapkan pada kesulitan jaringan internet, Adapun realisasi target yang dapat dipenuhi yakni sebanyak 50.00 % dari total mata kuliah Poltekkes. Akses jaringan yang saat ini digunakan menggunakan fasilitas dari Icon plus, ASTI net/Telkom, akan tetapi kekuatannya masih terbatas. Terkhusus untuk Mata kuliah Praktek masih menggunakan Kombinasi dengan asumsi bahwa Kompetensi sulit tercapai apabila dilakukan tidak melalui tatap muka. Adapun tatap muka dilaksanakan dengan menggunakan protocol COVID yakni dengan penggunaan APD, pengaturan Jarak dan Rajin Cuci Tangan menggunakan sabun.

Perkuliahan menggunakan daring berupa akses bahan pembelajaran, pemberian tugas dan pengumpulan tugas dan pelaksanaan ujian yang dilakukan melalui aplikasi berbasisi online.

Badan PPSDM melalui Pusdiknakes menyediakan aplikasi learning managemen sistem untuk digunakan oleh Poltekkes KemenkesKementerian Kesehatan termasuk Poltekkes Kemenkes Mamuju melalui pembelajaran e learning. Sistem PBM berbasis daring sebenarnya sudah berlangsung sejak lama menggunakan aplikasi seperti :

a. Tatap Muka melalui aplikasi zoom meeting dan aplikasi berbasis online lainnya b. Ujian dan quiz melalui aplikasi pembelajaran Socrative dan join my Quizzes.

c. Pengumpulan tugas melalui e-mail dan WAG d. VILEP Pusdiknakes Badan PPSDM Kesehatan

Program perbaikan Dimasa datang Poltekkes Kemenkes Mamuju berencana menambah akses jaringan dengan memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia. Melatih dosen untuk menggunakan metode pembelajaran e learning yang menarik dan mengatur regulasi terkait mata kuliah VILEP.

5. Persentase Serapan Lulusan di Pasar Kerja Kurang dari 6 Bulan

Sasaran kegiatan adalah meningkatnya penyerapan lulusan di pasar kerja.

Penyerapan lulusan dipasar kerja adalah jumlah lulusan yang telah bekerja baik di instansi pemerintah maupun di instansi swasta. Untuk dapat melihat persentase penyerapan lulusan di pasar kerja dengan cara sebagai berikut :

Jumlah Serapan Lulusan ≤ 6 bulan

Jumlah lulusan pada tahun yang sama x 100

Jumlah lulusan pada tahun 2021 sebanyak 89 orang dan yang telah terserap di pasar kerja sebanyak 49 orang, dengan persentase sebagai berikut :

49

89 X 100 = 55.06%

Target persentasi penyerapan lulusan tahun 2020 di pasar kerja adalah 55.06% dari target 55% yang telah ditetapkan. Data serapan lulusan Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju tahun 2019-2021 terdapat pada tabel berikut :

Tabel. 3.8

Serapan Lulusan Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju Tahun 2019-2021

Serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan untuk tahun 2021 mengalami peningkatan 21,73% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 33.33 pada tahun 2020 menjadi 55.06 pada tahun 2021. Dari Target ini tercapai hanya sebesar 55.06 % yang diperoleh dari data tracer study masing masing Jurusan melalui aplikasi tracer Study pada SIAKAD Poltekkes Kemenkes Mamuju secara online maupun kegiatan tracer study yang dilakukan secara offline dengan menggunakan google form. Adapun Kesulitan pencapaian tersebut di prediksi berdasarkan beberapa alasan:

a. Pengisian Aplikasi Tracer study menitik beratkan pada kesadaran Alumni

b. Beberapa alumni bekerja di daerah dengan akses tempuh dan komunikasi yang sulit untuk diakses

c. Kebijakan terkait dipersyaratkan wajib memiliki STR untuk tenaga kesehatan yang akan bekerja di fasilitas layanan kesehatan

d. Kecenderungan lesunya peneriman kesempatan bekerja yang disebabkan oleh situasi pandemic corona. Sektor Kesehatan merupakan bagian yang sangat disibukkan dalam penanganan dan Pencegahan COVID, namun demikian karna sistem pelayanan yang berubah disebabkan adanya pembatasan kontak pasien/pembatasan tatap muka secara langsung, ditambah ketakutan masyarakat untuk datang memeriksakan kesehatannya apabila dirasa tidak darurat menyebabkan tempat praktek tidak menambah karyawannya, hanya memaksimalkan dengan pengaturan shift.

Program/kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatan serapan lulusan di pasar kerja antara lain:

a. Pelaksanaan Seminar kewirausahaan dan bursa kerja setiap tahunnya b. Menjalin kerjasama dengan instansi/institusi pengguna lulusan

c. Informasi lowongan kerja

6. Jumlah Kegiatan Penelitian yang Dilakukan Dosen dalam 1 Tahun

Sasaran kegiatan adalah meningkatnya kualitas dan relevansi penelitian dan pelayanan masyarakat oleh dosen. Untuk memenuhi salah satu tujuan tri dharma perguruan tinggi dan untuk memecahkan masalah yang terjadi dimasyarakat serta untuk menemukan inovasi baru yang dapat berguna untuk pembelajaran mahasiswa sesuai dengan tuntutan jaman, maka setiap dosen wajib untuk melakukan penelitian. Pelaksanaan Penelitian dosen di Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju mengacu pada Pedoman

Penelitian Poltekkes Kemenkes. Pada Tahun 2021, di Poltekkes Mamuju telah dilaksanakan seminar proposal penelitian dengan jenis penelitian sebagai berikut:

1. Penelitian Calon Dosen 2. Peneltiian Dosen Pemula

3. Penelitian Unggulan Pergguruan Tinggi

Terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tidak terkecuali Negara Kesatuan Republik Indonesia khusunya Sulawesi Barat, menjadi masalah besar di Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam pelaksaan penelitian. Mengingat penelitian dosen di lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju tahun 2021 lebih banyak dengan metoda intervensi sehingga oleh dosen-dosen sangat sulit dilaksanakan belum lagi saat itu anggaran penelitian di Poltekkes Mamuju masih dalam posisi blokir (tanda bintang) sehingga untuk manjamin eksistensi dosen di bidang penelitian, maka berdasarkan surat usul direktur untuk penundaan penelitian dengan Anggaran DIPA Poltekeks Kemenkes Mamuju dan disetuji oleh Kepala Badan PPSDM Kesehatan, maka kegiatan Penelitian di laksanakan dengan pengusulan judul penelitian baru yang dapat dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 dan dilakukan dengan anggaran mandiri oleh dosen. Berdasarkan pedoman Penelitian Manndiri Poltekkes Kemenkes Mamuju pada tahun 2021 jumlah kegiatan penelitian di Poltekkes Kemenkes Mamuju sebanyak 26 judul penelitian. Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju sejak tahun 2017 telah melaksanakan 5 skema penelitian yaitu penelitian calon dosen, dosen pemula, hibah bersaing, Penelitian terapan unggulan perguruan Tinggi dan penelitian Mandiri.

Sejak Tahun 2017 bertambah dengan penelitian kreativitas mahasiswa dan penelitian kerjasama. Adapun Jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju dari Tahun 2018-2021 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.9

Distribusi Penelitian Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju Tahun 2018-2021

No Jenis Penelitian

Jumlah Penelitian

2018 2019 2020 2021

1. Calon Dosen 13 0 0 0

2. Dosen Pemula 0 13 0 16

3. PTU-PT 4 3 0 0

4. PKPT 0 0 0 6

5. Peneltiian Hibah Bersaing 1 2 0 0

6. Penelitian Mandiri /PKM 4 0 17 4

Jumlah 19 22 17 26

Sumber : PPPM, 2021

Tabel 3.9 menunjukkan Distribusi Penelitian dosen di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju Mulai Tahun 2018 sampai dengan tahun 2021. Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2020 peneltiian yang dilaksanakan oleh dosen di Poltekkes Kemenkes Mamuju pada umumnya berasal dari DIPA Poltekkes dan beberapa penelitian tambahan dengan dana berasal dari instansi mitra. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2021 karena terjadinya pandemi Covid-19 sehingga kegiatan yang direncanakan dengan pembiayaan bersumber dari DIPA Poltekkes Mamuju Tahun 2021, akhirnya ditunda pelaksanaannya ke tahun 2021, dan setiap dosen mengajukan usul proposal baru di tahun 2020 berdasarkan mekanisme yang ada dan melaksakan peneltiian tersebut dengan biaya mandiri. Pada tahun 2021, penelitian di Poltekkes Kemenkes Mamuju berjumlalah 26 Penelitian yang terdiri dari 16 penelitian dengan skema dosen pemula, 6 peneltiian dengan skema penelitian kerjasama perguruan tinggi (PKPT) dan 4 penelitian dengan skema Penelitian kreativitas Mahasiswa.

7. Jumlah Karya Ilmiah yang Dipublikasikan di Jurnal Ilmiah dalam Satu Tahun Sasaran kegiatan adalah meningkatnya publikasi karya ilmiah. Untuk memberikan manfaat yang lebih luas dari hasil penelitian maka publikasi karya ilmiah menjadi salah satu cara yang efektif. Publikasi karya ilmiah Poltekkes Kemenkes Mamuju pada tahun 2021 ditargetkan sebanyak 4 publikasi dan terealisasi sebanyak 4 publikasi yang terdiri dari publikasi berupa jurnal Lokal, nasional, internasional, internasional bereputasi termasuk kedalamnya publikasi yang dipublikasikan melalui prosiding nasional dan internasional.

Publikasi Karya Ilmiah di jurnal ilmiah dalam satu tahun memiliki tiga kriteria

Nasional terakreditasi (minimal accepted) : Bobot 3, Jurnal ber-ISSN : Bobot 1. Adapun realisasi Publikasi Poltekkes Kemenkes Mamuju di tahun 2021 dapat dilihat pda tabel berikut:

Tabel 3.10 Publikasi Karya Ilmiah Berdasarkan Skala Tahun

2021

No Skala Publikasi Publikasi

Total Poin

n Bobot

1 Lokal 1 1 1

2 Nasional 12 3 36

3 International 15 5 75

Jumlah 28 112

Sumber : PPPM, 2021

Adapun penghitungan Jumlah seluruh karya ilmiah yang dipublikasikan pada tahun berjalan sebagai berikut :

= Total poin (∑ international x 5)+( ∑ Nasional x 3)+ (∑ Lokal x 1) Jumlah Total Publikasi

= 112/28 x 100 = 4

Program untuk meningkatkan perolehn target IKU adalah sebagai berikut:

a. Pelatihan / pendampingan penulisan jurnal ilmiah

b. Pengaturan regulasi kebijakan terkait kewajiban publikasi hasil penelitian c. Tersedianya hibah Publikasi melalui DIPA Poltekkes Kemenkes Mamuju

8. Jumlah Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Wilayah dalam 1 Tahun

8. Jumlah Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Wilayah dalam 1 Tahun

Dokumen terkait