• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Mamuju, 31 Januari 2022 Direktur, Andi Salim, SKM M.Kes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Mamuju, 31 Januari 2022 Direktur, Andi Salim, SKM M.Kes"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Poltekkes Kemenkes Mamuju dapat menyelesaikan Laporan Kinerja Tahun 2021.

Laporan ini merupakan pertanggungjawaban Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan.

Laporan ini merupakan gambaran objektif tentang kinerja pelaksanaan tugas Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan, menyajikan target dan capaian kinerja Poltekkes KemenkesKementerian Kesehatan Mamuju tahun 2021 yang terdiri dari 10 Sasaran program / kegiatan dengan 16 (enam belas) Indikator Kinerja yang disepakati Bersama dalam bentuk perjanjian kinerja oleh Poltekkes Kemenkes Kementerian Kesehatan Mamuju dan Badan PPSDM Kesehatan RI.

Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju diarahkan kepada tercapainya indikator-indikator tersebut sebagai dukungan terhadap tercapainya 4 (empat) misi Poltekkes Kemenkes Mamuju yaitu:

1. Menyelenggarakan pendidikn dan pengajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan keluarga.

2. Menyelenggarakan penelitian berbasis lokal berdampak global dan berkesinambungan

3. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat sesuai hasil penelitian bidang ilmu dan kebutuhan masyarakat.

4. Kerja Sama :

a. Terciptanya realisasi kerjasama nasional maupun internasional

b. Meningkatkan kerjasama penelitian baik dengan pemerintah maupun swasta.

Sangat Kami sadari bahwa laporan ini masih terdapat kekurangan dalam penyajiannya oleh karenanya saran perbaikan akan sangat membantu untuk perbaikan ke depan. Kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan laporan ini, baik dalam bentuk kontribusi data, kontribusi penulisan laporan, maupun bentuk kontribusi lainnya, dengan cara dan kewenangannya masing-masing, kami ucapkan banyak terima kasih.

Mamuju, 31 Januari 2022 Direktur,

Andi Salim, SKM M.Kes

(3)

NIP 19641229198503106

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ……….……… i

KATA PENGANTAR……..……….……… ii

DAFTAR ISI ……….………. iii

DAFTAR TABEL……….… iv

DAFTAR GAMBAR……….…… v

DAFTAR LAMPIRAN……….…… vi

IKHTISAR EKSEKUTIF……….…… vii

BAB I PENDAHULUAN ……….………... 1

A. Latar belakang ……….….…… 1

B. Tujuan………..………..……….…… 3

C. Kedudukan, Tugas dan Fungsi….……….…………. 3

D. Struktur Oranisasi……….… 5

E. Sumber Daya ...……....………..……….… 11

F. Jejaring Kerja ………..……….……… 16

G. Anggaran………..……….… 17

H. Strategic Issue………..……….… 17

I. Sistematika Penulisan..………..……… ….………… 18

BAB II PERENCANAAN KINERJA……..………..…… 20

A. Tujuan……….……… 20

B. Sasaran ……….……… 20

C. Keterkaitan Sasaran dan Indikator……….……… 21

D. Perjanjian Kinerja……….………..….… 22

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA……..………,……. 25

A. Pengukuran Kinerja……….………… 25

B. Metode Pengukuran Kinerja………..……….…… 25

C. Capaian Indikator Kinerja………..….………..….… 25

D. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya…………..……….…….... 30

E. Analisis Akuntablitas Kinerja………..……….…….... 31

F. Akuntabilitas Keuangan………..………...….… 53 G. Perbandingan Realisasi Kinerja dan Target Kinerja Periode Akhir Renstra….… 63

(4)

BAB IV PENUTUP……..……… 66

A. Kesimpulan ……….………… 66

B. Saran ………..……….…… 66

LAMPIRAN

(5)

DAFTAR TABEL Halaman

Tabel 1.1 Distribusi Mahasiwa Aktif berdasarkan tingkat Tahun 2021 11 Tabel 1.2 Jumlah Mahasiswa Yang diberhentikan Tahun 2021 12 Tabel 1.3 Data Pegawai Pada Unit Kerja BerdasarkanPendidikan Terakhir Tahun 2021 13 Tabel 1.4 Perubahan Anggaran Poltekkes Kemenkes MamujuTahun 2021 17 Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2021 22 Tabel 2.2 Perjanjian Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2021 23 Tabel 3.1 Capaian Indikator Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju

PK Revisi Tahun 2021 26

Tabel 3.2 Deskripsi Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Target dan Realisasi

Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2019 – 2021 28

Tabel 3.3 Mahasiswa Lulusan Tepat Waktu Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun 2021 33

Tabel 3.4 Mahasiswa Lulus Uji Kompetensi Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun 2021 34

Tabel 3.5 Jumlah Lulusan dan distribusi IPK Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun 2018 – 2019 35

Tabel 3.6 Sebaran IPK Lulusan Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2021 37 Tabel 3.7 Distribusi Mata Kuliah Berbasis e learning Tahun 2021 37 Tabel. 3.8 serapan lulusan Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2017-2019 38 Tabel 3.9 Distribusi Penelitian Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun 2017-2021 40

Tabel 3.10 Publikasi Karya Ilmiah Berdasarkan Skala Tahun 2021 43 Tabel 3.11 Jumlah Pengabmas Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2021 44 Tabel 3.12 Rasio Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2021 47 Tabel 3. 13 Data Peta Tenaga Instruktur dan Dosen Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Tahun 2021 50

Tabel 3.14 Jumlah Penerima Beasiswa Keluarga Miskin Tahun 2021 52 Tabel 3.15 Realisasi Anggaran Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun Anggaran 2016-2021 53

Tabel 3.16 Realisasi Anggaran Poltekkes Kemenkes Mamuju

Berdasarkan serapan Triwulan Tahun Anggaran 2021 54 Tabel 3.17 Realisasi Anggaran Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun Anggaran 2016-2021 56

Tabel 3.18 Alokasi Realisasi Anggaran berdasarkan IKU Tahun 2021 57 Tabel 3.19 Realisasi Berdasarkan Indikator Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju 60 Tabel 3. 20 Perbandingan Capaian Target Tahun 2021 dengan Target Akhir Renstra

Periode 2021-2024 Poltekkes Mamuju 63

(6)

DAFTAR GAMBAR

Bagan 1 Struktur Organisasi Poltekkes Kemenkes Mamuju 5

Grafik. 1 Distribusi Mahasiwa Aktif berdasarkan tingkat Tahun 2021 11

Bagan 2 Keterkaitan Sasaran dan Indikator Kinerja Kementerian Kesehatan dan Poltekkes Mamuju 21

Gragik.3.1 Deskripsi Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Target dan Realisasi Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2010 – 2021 30

Grafik 3.2 Perbandingan Realisasi dan Target Indikator Kinerja 31

Grafik 3.3 Realisasi Anggaran Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun Anggaran 2017-2021 54

Grafik. 3.4 Realisasi Anggaran Poltekkes Kemenkes Mamuju Berdasarkan serapan Triwulan Tahun Anggaran 2021 55 Grafik 3.5 Alokasi Pendanaan Berdasarkan IKU (Diagram Pie) 58 Grafik 3.6 Alokasi Pendanaan Berdasarkan IKU 69

Grafik 3.7 realisasi Anggaran berdasarkan IKU 61

Grafik 3.8 Perbandingan Alokasi dan realisasi Anggaran berdasarkan IKU 62 Grafik.3.9 Perbandingan Capaian Target Tahun 2021 dengan Target Akhir Renstra Periode 2020-2024 65

gan Lulusan Tepat Waktu Tahun 2017-2019………... 29

Grafik 3.4 Distribusi Serapan Lulusan Tahun 2017-2019………... . 34

Grafik 3.5 Distribusi Penelitian Tahun 2017-2019………...………... 36

Grafik 3.6 Trend Peningkatan Jumlah Penelitian Tahun 2017-2019………... 36

Diagram 3.7 Distribusi Publikasi Berdasarkan Skala Tahun 2019……….... 40

Grafik 3.8 Trend Publikasi Tahun 2017-2019……….…. 40

Grafik 3.9 Kegiatan Pengabmas Tahun 2017 – 2019………. 45

Grafik 3.10 Realisasi Anggaran Berdasarkan Sumber Dana Tahun 2019……….….. 52

Grafik 3.11 Realisasi Anggaran Berdasarkan Jenis Belanja Tahun 2017- 2019……….… 53

Grafik 3.12 Progress Realisasi berdasarkan capaian per triwulan Tahun 2019………….. 55

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

(8)

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran.

Sehingga Laporan Kinerja merupakan sarana bagi instansi pemerintah untuk mengkomunikasikan dan menjawab pencapaian kinerja yang telah dicapai dan bagaimana proses pencapaiannya yang disesuaikan dengan target kinerja yang telah disepakati.

Perjanjian kinerja yang memuat indikator kinerja dijadikan sebagai tolak ukur yang menggambarkan terwujudnya kinerja suatu instansi. Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan antara kinerja yang seharusnya terjadi dengan kinerja yang diharapkan.

Pengukuran kinerja dilakukan secara berkala setiap triwulan dan setiap tahun.

Sesuai dengan Perjanjian Kinerja di Tahun 2021 maka sasaran Program / Kegiatan pada Perjanjian Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah :

1. Meningkatnya lulusan tepat waktu;

2. Meningkatnya kelulusan Uji Kompetensi;

3. Meningkatnya lulusan yang mendapatkan IPK ≥ 3.25;

4. Meningkatnya Pembelajaran berbasis e-learning;

5. Meningkatnya penyerapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan;

6. Meningkatnya kegiatan penelitian oleh dosen;

7. Meningkatnya publikasi karya ilmiah yang di publikasikan dalam jurnal ilmiah nasional/internasional;

8. Meningkatnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam 1 tahun;

9. Kinerja pengelolaan keuangan efektif, efisien dan akuntabel; dan 10. Layanan Prima

Dari 10 (sepuluh) sasaran strategis tersebut maka Indikator Kinerja dan capaian Poltekkes Kemenkes Mamuju di tahun 2021 adalah :

1. Persentase lulusan tepat waktu;

2. Persentase kelulusan Uji Kompetensi;

3. Persentase lulusan yang mendapatkan IPK ≥ 3.25;

4. Persentase Pembelajaran berbasis e-learning;

5. Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan;

6. Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun;

7. Jumlah Karya Ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah dalam satu tahun;

8. Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun;

9. Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang dilakukan dalam 1 tahun;

(9)

10. Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya operasional;

11. Jumlah Pendapatan PNBP

12. Rasio dosen terhadap mahasiswa

13. Karya yang diusulkan mendapatkan HAKI 14. Persentase jumlah Dosen berkualifikasi S3 15. Indeks Kepuasan Masyarakat

16. Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana pendidikan

Untuk menunjang pencapaian indikator kinerja tahun 2021 Poltekkes Kemenkes Mamuju mendapatkan Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rp28.778.428.000,- dan kemudian mendapatkan efisiensi penambahan dan pengurangan anggaran dari Eselon I Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan sehingga revisi DIPA ke-13 menjadi sebesar sebesar Rp28.747.545.000,-.

Diharapkan dengan dukungan dana dan perencanaan pengelolaan dan pengorganisasan kegiatan, Polteknik Kesehatan Kemenkes Mamuju mampu meningkatkan perolehan nilai kinerja sehinga menjadi lebih baik lagi.

(10)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka terselenggaranya Good Governance diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, dan sah sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab. Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai suatu sistem manajemen yang berorentasi pada hasil yang dapat dijadikan sebagai salah satu instrumen untuk mewujudkan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai suatu bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN/APBD maka diwajibkan untuk menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah merupakan bentuk laporan yang menggambarkan prestasi kerja yang telah dicapai oleh suatu instansi untuk satu periode tertentu. Laporan kinerja berisi tentang uraian pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi suatu instansi dimana didalamnya menggambarkan keberhasilan dan kegagalan instansi pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Poltekkes Kemenkes Mamuju terbentuk berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1988/MENKES/PER/IX/2011 tanggal 27 September 2011 tentang perubahan atas peraturan menteri kesehatan Nomor 890/MENKES/PER/VIII/2007 tentang organisasi dan tata laksana politeknik kesehatan. Poltekkes Kemenkes Mamuju merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah pembinaan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan dan dipimpin oleh seorang Direktur. Poltekkes Kemenkes Mamuju mempunyai tugas melaksanakan pendidikan profesional Diploma III dan memiliki 4 (empat) Jurusan yaitu Jurusan Keperawatan dengan Prodi DIII Keperawatan, Jurusan Kebidanan dengan Prodi DIII Kebidanan, Jurusan Gizi dengan Prodi DIII Gizi, dan Jurusan Kesehatan Lingkungan dengan Prodi DIII Sanitasi.

Visi Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berdasarkan Gotong Royong melalui 9 agenda Prioritas yaitu : 1. Peningkatan Kualitas Manusian Indonesia;

2. Struktur Ekonomi yang Produktif, Merata dan Berdaya Saing;

(11)

3. Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan;

4. Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan;

5. Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa;

6. Penegakan sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat dan Terpercaya;

7. Perlindungan Bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh Warga;

8. Pengelolaan Pemerintah yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya;

9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan.

Visi Tersebut diwujudkan dengan 7 (tujuh) misi Pembangunan yaitu :

1. Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan Sumber Daya Maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai Negara kepulauan.

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan Negara hukum

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta memperkuat jati diri sebagai Negara maritime

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi maju dan sejahtera 5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing

6. Mewujudkan Indonesia menjadi Negara maritime yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional, serta

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Visi Misi Kementerian Kesehatan mengikuti Visi Misi presiden. Adapun Poltekkes Kemenkes Mamuju Sebagai salah satu instansi pemerintah, berkewajiban mendukung terwujudnya nawacita dari Presiden Republik Indonesia. Poltekkes Kemenkes Mamuju Sebagai UPT dari Badan PPSDM Kesehatan Poltekkes Kemenkes Mamuju mendukung Indikator Tujuan Badan PPSDM Kesehatan yaitu jumlah SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya.

Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam upaya pencapaian Rencana Strategis Poltekkes Kemenkes Mamuju menetapkan visi dan misi, sebagai berikut :

1. Visi

Menjadi Pusat Pendidikan Tinggi yang Unggul Berbasis Kesehatan Keluarga Tahun 2022.

2. Misi

a. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan keluarga.

b. Menyelenggarakan penelitian berbasis lokal berdampak global dan berkesinambungan.

(12)

c. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat sesuai hasil penelitian bidang ilmu dan kebutuhan masyarakat.

d. Menjalin kemitraan dengan berbagai komponen masyarakat, pemerintah dan swasta 3. Nilai-nilai

a. Membentuk manusia yang bertakwa, bertanggung jawab dannasionalis berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berpedoman pada peraturan yang berlaku.

b. Kreatif, inovatif, cerdas dan mampu berkomunikasi serta berkesadaran lingkungan dalam menghadapi era globalisasi.

c. Menjunjung tinggi kearifan lokal dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi.

B. Tujuan

1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan komptensi dalam bidang kesehatan dengan pendekatan keluarga.

2. Terwujudnya penelitian yang unggul dan kompetitif.

3. Pemanfaatan hasil penelitian dan identifikasi kebutuhan masyarakat terkait masalah Kesehatan.

4. Meningkatkan mutu dan relevansi kompetensi sesuai dengan kebutuhan stakeholder.

C. Kedudukan, Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 71 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan di Lingkungan Kementerian Kesehatan, tugas dan fungsi Poltekkes ialah sebagai berikut :

1. Kedudukan

Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan yang dipimpin oleh seorang direktur.

2. Tugas

Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagai Institusi Pendidikan mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan Pendidikan Vokasi bidang kesehatan.

3. Fungsi

Untuk melaksanakan tugas pokoknya Poltekkes Kemenkes Mamuju memiliki fungsi, yaitu:

a. Penyusunan rencana, program, dan anggaran;

b. Pelaksanaan dan pengembangan Pendidikan Vokasi bidang kesehatan;

c. Pelaksanaan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;

d. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;

e. Pelaksanaan pembinaan sivitas akademika;

(13)

f. Pelaksanaan penjaminan mutu penyelenggaraan Pendidikan Vokasi bidang kesehatan;

g. Pelaksanaan kerja sama di bidang Pendidikan Vokasi bidang kesehatan;

h. Pelaksanaan administrasi kemahasiswaan dan alumni;

i. Pengelolaan sistem, data, dan informasi;

j. Pelaksanaan urusan hubungan masyarakat;

k. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan

l. Pelaksanaan urusan administrasi Poltekkes Kemenkes.

(14)

D. Struktur Organisasi dan Tata Kerja

Bagan 1

Struktur Organisasi Poltekkes Kemenkes Mamuju DIREKTUR

H. Andi Salim, SKM, M.Kes WADIR II

Zaki Irwan, SKM, M.Kes

WADIR I

Abdul Ganing, SKM, MPH WADIR III

H. Agus Erwin Ashari, SKM, M.Kes

Hj. Zrimurti, S.Si, M.Kes SATUAN PENGAWAS INTERNAL

Asrie Abu, SKM, M. Kes

SUBBAGIAN ADMINISTRASI AKADEMIK

Rizka Pratiwi Darwan, S.Sos SUBBAGIAN ADMINISTRASI UMUM

Erdiawati SKM, MKM UNIT TEKNOLOGI INFORMASI

Fathur Rahman Ma’rifatullah, S.Si, M.Si UNIT LABORATORIUM TERPADU

Junawir, S.Sos

UNIT PERPUSTAKAAN TERPADU

Irma Muslimin, M.Kes PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT Hapsah, M.Kes

KETUA JURUSAN GIZI

Sitti Rahma, SKM, MPH KETUA JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Supratti, S.ST, M.Kes

KETUA JURUSAN KEPERAWATAN

Dina Mariana, SKM, M.Kes KETUA JURUSAN KEBIDANAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Abbas Mahmud, S.Si, Apt, M.Kes.

PUSAT PENJAMINAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DEWAN

PERTINGANGAN PENGAWAS

SENAT

(15)

1. Senat Poltekkes

a. Senat Poltekkes Kemenkes Mamuju merupakan organ nonstruktural yang menjalankan fungsi penetapan, pertimbangan, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan akademik. di lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju, yang mempunyai tugas pokok

1. Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan Poltekkes Kemenkes Mamuju.

2. Merumuskan kebijakan penilaian prestasi akademik dan pengembangan kecakapan serta kepribadian civitas akademika.

3. Merumuskan norma-norma dan tolak ukur penyelenggaraan program pendidikan, penelitian dan pemberian pelayanan kepada masyarakat.

4. Memberikan pertimbangan dan persetujuan atas rencana anggaran pendapatan dan belanja Poltekkes Kemenkes Mamuju yang diajukan oleh pimpinan.

5. Menilai pertanggungjawaban pimpinan atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan

6. Merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik dan otonomi keilmuan pada Poltekkes Kemenkes Mamuju.

7. Memberikan pertimbangan kepada Kepala BPPSDMK berkenaan dengan calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi direktur.

8. Memberikan pertimbangan kepada Kepala BPPSDMK berkenaan dengan pemberhentian direktur karena berakhirnya masa jabatan atau karena alasan lain.

9. Bersama direktur memberikan pertimbangan kepada kepala BPPSDMK bagi pengangkatan dan pemberhentian jabatan lainya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

10. Menegakkan norma-norma yang berlaku bagi civitas akademika.

2. Senat Poltekkes Kemenkes Mamuju terdiri atas :

a. Direktur yang bertindak sebagai ketua (H. Andi Salim, SKM.,M.Kes.) b. Semua Wakil Direktur

1. Wakil Direktur Bidang Akademik : Abdul. Ganing, SKM.,MPH.

2. Wakil Direktur Bidang Keuangan, Kepegawaian, dan Administrasi Umum:

Zaki Irwan, SKM.,M.Kes.

3. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama: Agus Erwin Ashari, SKM, M.Kes.

(16)

c. Semua Ketua Jurusan

1. Ketua Jurusan Keperawatan: Supratti, S.ST.,M.Kes.

2. Ketua Jurusan Kebidanan: Dina Mariana, SKM, M.Kes 3. Ketua Jurusan Kesling: Siti Rahmah, SKM, M.PH 4. Ketua Jurusan Gizi: Hapsah, M.Kes

5. Kelompok Tenaga Pendidik

a. Andi Nasir, SKM., M.Kes. bertindak sebagai sekretaris.

b. Drs. H. Hasir, Apt.,M.Kes.

c. Ashriady, M.Kes.

d. Dr. Ahmady, M.Kes e. Yudianti, SKM, MPH 3. Dewan Pertimbangan

Dewan Pertimbangan merupakan organ nonstruktural yang menjalankan fungsi pertimbangan nonakademik Poltekkes Kemenkes.

4. Wakil Direktur

Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes terdiri atas:

a. Wakil Direktur Bidang Akademik;

b. Wakil Direktur Bidang Keuangan, Kepegawaian, dan Administrasi Umum; dan c. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.

5. Satuan Pengawas Internal

Satuan Pengawas Internal merupakan organ yang menjalankan fungsi pengawasan nonakademik untuk dan atas nama direktur.

6. Subbagian Administrasi Akademik

Subbagian administrasi akademik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi akademik, administrasi kemahasiswaan dan alumni, pengelolaan data dan informasi, dan penyiapan bahan administrasi kerja sama.

7. Subbagian Administrasi Umum

Subbagian administrasi umum mempunyai tugas melakukan koordinasi penyusunan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan keuangan dan barang milik negara, urusan kepegawaian, oganisasi dan tata laksana, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, kearsipan, persuratan, dan kerumahtanggaan Poltekkes Kemenkes kelas III.

8. Jurusan

Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur. Jurusan mempunyai tugas melaksanakan Pendidikan Vokasi dan/atau Pendidikan Profesi dalam satu atau beberapa cabang

(17)

ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengelolaan sumber daya pendukung program studi.

Perangkat jurusan terdiri atas:

a. Ketua jurusan (Kajur), bertugas memimpin jurusan dan bertanggungjawab langsung kepada direktur

b. Sekertaris Jurusan (Sekjur), bertugas membantu kajur dalam pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum, keuangan dan kepegawaian, Sekjur bertanggungjawab langsung ke Kajur dan melakukan koordinasi fungsional dengan Wadir II.

Jurusan yang ada di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju, yaitu : 1. Jurusan Keperawatan dengan Prodi DIII Keperawatan;

2. Jurusan Kebidanan dengan Prodi DIII Kebidanan;

3. Jurusan Kesehatan Lingkungan dengan Prodi DIII Sanitasi, dan;

4. Jurusan Gizi dengan Prodi DIII Gizi.

9. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Merupakan unsur pelaksana sebagian tugas di Poltekkes di bidang penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin oleh seorang kepala yang dipilih oleh direktur, adapun fungsinya adalah :

1) Pelaksanaan penelitian terapan

2) Pengalaman ilmu pengetahuan dan teknologi

3) Peningkatan relevansi program Poltekkes sesuai dengan kebutuhan masyarakat 4) Pelaksanaan peran serta masyarakat dalam pembangunan

5) Pelaksanaan pengembangan pola dan konsepsi pembangunan nasional, wilayah dan atau daerah melalui kerjasama antar perguruan tinggi dan atau badan lainnya baik di dalam maupun dengan luar Poltekkes.

6) Publikasi hasil penelitian

7) Pelaksanaan urusan tata usaha UPPM

10. Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan.

Unit Penjamin Mutu adalah unsur pelaksana di bidang penjaminan mutu yang berada di bawah dan tanggung jawab langsung kepada Direktur secara teknis fungsional dibina oleh Wakil Direktur Bidang Akademik.

Unit Penjamin Mutu mempunyai fungsi :

a. Perencanaan dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik secara keseluruhan di Poltekkes.

b. Penyusunan perangkat dokumen (kebijakan akademik, dokumen mutu, dokumen akademik) yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik

(18)

c. Pengembangan sistem informasi penjaminan mutu akademik d. Pelaksanaan monitoring sistem penjaminan mutu akademik

e. Penyusunan laporan secara berkala pelaksanaan sistem penjamin mutu akademik

11. Unit Teknologi Informasi

Unit Teknologi Informasi dipimpin oleh seorang kepala yang ditunjuk di antara tenaga fungsional teknisi/pranata komputer dan bertugas mengumpulkan dan mengolah data dan informasi, penyajian dan penyimpanan data dan informasi serta pelaksanaan tata usaha unit komputer.

12. Unit Laboratorium Terpadu

Unit Laboratorium adalah unit penunjang teknis di bidang laboratorium dari satu atau sebagian cabang ilmu tertentu sesuai dengan keperluan Jurusan. Unit ini berada di bawah dan tanggung jawab langsung kepada Direktur dan secara teknis fungsional sehari-hari dibina oleh Wakil Direktur Bidang Akademik.

13. Unit Perpustakaan Terpadu

Unit Perpustakaan Terpadu adalah unit penunjang teknis di bidang perpustakaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur. Secara teknis fungsional dibina oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.

14. Unsur Penunjang Lainnya (Unit Laboratorium, Perpustakaan, Komputer, Bengkel, Pemeliharaan dan Perbaikan, Asrama dan Unit Penunjang Lainnya) Merupakan unit – unit secara teknis fungsional diperlukan sebagai unsur penunjang terselenggaranya kegiatan akademik, meliputi :

1) Unit Komputer dipimpin oleh seorang kepala yang ditunjuk di antara tenaga fungsional teknisi/pranata komputer dan bertugas mengumpulkan dan mengolah data dan informasi, penyajian dan penyimpanan data dan informasi serta pelaksanaan tata usaha unit komputer.

2) Unit Pemeliharaan dan Perbaikan dipimpin oleh seorang kepala yang ditunjuk di antara teknisi pemeliharaan dan perbaikan dan bertugas melaksanakan pemeliharaan, perbaikan, layanan perbaikan dan urusan tata usaha unit pemeliharaan dan perbaikan.

15. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas memberikan pelayanan fungsional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi direktur sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilan.

(19)

E. Sumber Daya 1. Mahasiswa

Politeknik Kesehatan Kementerian kesehatan Mamuju terdiri dari 4 jurusan yaitu, Jurusan Keperawatan, Jurusan Kebidanan, Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Jurusan Gizi dengan jumlah mahasiswa tahun 2021 sebanyak 416 orang dengan rincian :

Tabel 1.1

Distribusi Mahasiwa Aktif berdasarkan tingkat Tahun 2021

Sumber : Sub. Bag. ADAK, 2021

Lebih jelas disajikan dalam tampilan grafik sebagai berikut:

Grafik.1

Distribusi Mahasiwa Aktif berdasarkan tingkat Tahun 2021

No Jurusan Jumlah Mahasiswa

TK 1 (2021/2022)

TK 2 (2020/2021)

TK 3 (2019/2020)

TK 3 (2018/2019)

1 Kebidanan 26 30 19 0

2 Keperawatan 21 38 23 2

3 Kesling 18 28 23 1

4 Gizi 49 83 55 0

Total 114 179 120 3

(20)

Jumlah mahasiswa aktif berdasarkan tabel 1.1 sebanyak 416 orang, jumlah mahasiswa paling banyak berada di jurusan gizi dengan total 187 mahasiswa dan paling sedikit di jurusan kesehatan lingkungan dengan total 70 mahasiswa. Sedangkan mahasiswa yang dilakukan pemutusan studi pada tahun 2021 sebanyak 31 orang mahasiswa dengan alasan mengundurkan diri ataupun yang Drop Out. Alasan pemberhentian mahasiswa untuk tahun 2021 terdiri atas alasan kesehatan, pindah ke institusi pendidikan lain serta telah lewat dari masa studi yang dipersyaratkan yaitu 10 semester.

Tabel 1.2

Jumlah Mahasiswa Yang diberhentikan Tahun 2021

No Alasan

Pemberhentian

Jurusan

Jumlah Kesehatan

Lingkungan

Keperawatan Kebidanan Gizi 1. Atas Permintaan

Sendiri 0 2 13 8 23

2. Drop Out (DO) 3 5 0 0 8

Jumlah 3 7 13 8 31

Sumber : Sub. Bag. Adak, 2021

Proses pemberhentian mahasiswa karena Drop Out dilakukan melalui beberapa tahap yaitu :

1) Jurusan memasukkan nota dinas usulan pemutusan studi ke Urusan Kemahasiswaan Subbagian Administrasi Akademik beserta dengan berkas pendukung lainnya,

2) Urusan Kemahasiswaan Sub Bagian Administrasi Akademik melakukan validasi kelengkapan berkas dan pendokumentasian nomor surat masuk,

3) Jika berkas sudah lengkap ke Urusan Kemahasiswaan Subbagian Administrasi Akademik menyerahkan usulan jurusan ke Kepala Subbagian Administrasi Akademik,

4) Kepala Subbagian Administrasi Akademik melakukan telaah dan verifikasi usulan pemutusan studi mahasiswa dari jurusan,

5) Jika memenuhi persyaratan, Kepala Subbagian Administrasi Akademik menginstruksikan kepada Urusan Kemahasiswaan untuk membuat draft SK DO, 6) Draft SK DO diperiksa dan diparah oleh Kepala Subbagian Administrasi Akademik

dan Wakil Direktur III,

7) Selanjutnya SK DO ditandatangani oleh Direktur,

8) Urusan Kemahasiswaan Subbagian Administrasi Akademik mendistribusikan SK

(21)

DO ke jurusan yang bersangkutan,

9) SK DO diserahkan ke yang bersangkutan atau yang mewakili.

Mahasiswa dapat dilakukan pemnutusan studi atau drop out apabila memenuhi salah satu persyaratan di bawah ini :

1) Tidak melakukan registrasi keuangan selama 2 (dua) semester berturut-turut;

2) Tidak memenuhi atau menindaklanjuti panggilan 1, 2 dan 3 3) Mengundurkan diri

4) Telah melampaui batas masa studi yang diperkenankan 5) Sanksi disiplin

6) Pelanggaran hukum.

2. Pegawai Poltekkes Kemenkes Mamuju

Pelaksanaan kegiatan dan pencapaian kinerja sangat bergantung pada sumber daya manusia yang ada di Poltekkes Kemenkes Mamuju. Sumber daya manusia dalam hal ini adalah pegawai Poltekkes Kemenkes Mamuju yang pada tahun 2021 berjumlah 121 orang terdiri dari 88 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), 5 orang Pegawai Non PNS dan 28 orang Pramubhakti.

Tabel 1.3

Data Pegawai Pada Unit Kerja Berdasarkan Pendidikan Terakhir Tahun 2021

No. Unit Kerja

Pendidikan

Jumlah S M A /

D.I D.III DIV/S1 S2

1 Direktorat 1 3 12 3 20

2 Keperawatan 0 4 2 12 18

3 Kebidanan 0 3 4 13 20

4 Kesehatan Lingkungan 0 4 1 9 14

5 Gizi 0 2 3 11 16

6 Pegawai Non PNS 0 1 1 3 5

7 Pramubhakti 22 2 3 1 28

Jumlah 23 19 25 52 121

Sumber : Sub. Bag. Adum, 2021

Berdasarkan tabel 1.3, kualifikasi pendidikan pegawai Poltekkes Kemenkes Mamuju dengan jumlah terbanyak adalah Magister (S2) sebanyak 52 orang. Hal ini sejalan dengan fungsi Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagai unit kerja yang melaksanakan kegiatan pendidikan Diploma III Bidang Kesehatan, sesuai undang-undang guru dan

(22)

dosen dengan latar belakang pendidikan dosen adalah minimal pendidikan terakhir Magister (S2).

Kondisi saat ini pada Poltekkes Kemenkes Mamuju untuk tenaga pendidik atau tenaga dosen sebanyak 44 orang yang terdiri dari 35 orang tenaga dosen fungsional tertentu, 6 orang dosen fungsional umum dan 3 orang dosen tetap non PNS. Rasio dosen pada 4 Jurusan di Poltekkes Kemenkes Mamuju dengan rasio 1:9.

Pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan Poltekkes Kemenkes Mamuju dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan merekrut tenaga dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan Non PNS yang saat ini berjumlah 5 orang. Dosen tetap Non PNS dengan latar belakang pendidikan Magister (S2) sebanyak 3 orang dan Pranata Laboratorium Pendidikan Non PNS sebanyak 2 orang. Upaya lainnya adalah dengan mengirim pegawai dalam program tugas belajar baik dari Kementerian Kesehatan maupun dari penyandang dana lainnya untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan.

Efisiensi Penggunaan SDM diantisipasi dengan memberi tugas tambahan kepada dosen dan Tenaga Instruktur dengan menyesuaikan dengan kemampuan individu dari pegawai yang bersangkutan.

3. Sarana dan Prasarana

Poltekkes Kemenkes Mamuju yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektar yang pada tahun 2016 secara resmi telah dihibahkan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ke Kementerian Kesehatan sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Nomor 027.1/2742/SET tanggal 22 Nopember 2016.

Poltekkes Kemenkes Mamuju telah memiliki 6 (Enam) gedung yaitu Gedung Direktorat, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Perkuliahan Jurusan Kebidanan dan Gedung Perkuliahan Jurusan Gizi. gedung perkuliahan untuk Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Gedung Jurusan Keperawatan. Gedung Jurusan Keperawatan belum bbisa dimanfaatkan untuk proses PBM disebabkan baru selesai di akhir tahun 2021.

Secara rinci sarana prasarana diuraikan sebagai berikut:

a. Luas Gedung 1) Gedung Direktorat

Luas gedung Direktorat Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah 4.727 m2 yang terdiri dari :

a) Lantai 1 digunakan untuk fasilitas aula, klinik, perpustakaan, sekretariat lembaga kemahasiswaan yaitu BEM dan DPM.

(23)

b) Lantai 2 digunakan untuk fasilitas Lab. Komputer, UKM Pramuka, UKM PIK and Care, UKM Lembaga Dakwah Kampus, UKM Persatuan Mahasiswa Kristen, UKM Mahasiswa Pecinta Alam, dan ruang arsip.

c) Lantai 3 digunakan untuk Direktorat, Ruang Pelayanan Sub. Ba Adum, Sub.

Bag Adak, Ruang Direktur dan Wadir, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan, serta Mushollah.

2) Gedung Laboratorium Terpadu

Luas gedung laboratorium terpadu Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah 1.829,74 m2 yang terdiri dari :

a) Lantai 1 digunakan untuk laboratorium Jurusan Gizi, ruang administrasi dan laboratorium dasar.

b) Lantai 2 digunakan untuk laboratorium Jurusan Keperawatan, Jurusan Kebidanan dan ruang administrasi.

3) Gedung Perkulihan Jurusan Kebidanan

Luas gedung perkuliahan Jurusan Kebidanan adalah 3.648 m2yang terdiri dari ruang perkuliahan, ruang administrasi, ruang dosen dan beberapa ruangan untuk praktik mata kuliah.

4) Gedung Perkuliahan Jurusan Gizi

Luas gedung perkuliahan Jurusan Gizi adalah 3.486 m2 yang terdiri dari Ruang Perkuliahan, ruang administrasi, ruang dosen dan beberapa ruangan untuk praktik mata kuliah.

5) Gedung Perkuliahan Jurusan Kesehatan Lingkungan

Luas gedung perkuliahan Jurusan Kesehatan Lingkungan adalah 3.082 m2 yang terdiri dari Ruang Perkuliahan, ruang administrasi, ruang dosen dan beberapa ruangan untuk praktik mata kuliah.

6) Gedung Perkuliahan Jurusan Keperawatan

Luas gedung perkuliahan Jurusan Kebidanan adalah 2838 m2yang terdiri dari ruang perkuliahan, ruang administrasi, ruang dosen dan beberapa ruangan untuk praktik mata kuliah. Untuk Proses PBM Jurusan Keperawatan masih berlangsung di Gedung Direktorat sambil menanti kelengkapan Meubeler dan fasilitas lainnya.

b. Fasilitas dan Sarana Penunjang Pendidikan 1) Gedung Direktorat

a) Seluruh ruangan di Gedung Direktorat Poltekkes Kemenkes Mamuju telah dilengkapi dengan fasilitas AC Split, meja dan kursi pengelola, lemari arsip dan komputer.

(24)

b) Laboratorium Komputer di Gedung Direktorat yang dilengkapi 34 Unit computer dan 24 unit computer di Laboratorium Komputer Jurusan Gizi.

c) Perpustakaan yang dilengkapi dengan buku wajib dan penunjang sesuai bidang ilmu masing-masing dan bidang kesehatan lainnya serta jurnal kesehatan.

d) Ruang kuliah dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran berupa meja dan bangku kuliah, alat bantu belajar mengajar berupa LCD Proyektor.

e) Garasi mobil dengan luas 100 m2

f) Akses internet menggunakan jaringan internet ICON+ Bandwith sampai dengan 100 Mbps, serta jaringan ASTInet dan IndiHome Telkom di tiap gedung dengan bandwith 20 Mbps.

2) Gedung Laboratorium Terpadu

a) Seluruh ruangan telah dilengkapi fasilitas AC Split dan standing AC.

b) Fasilitas laboratorium seperti Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) untuk Jurusan Kebidanan, Jurusan Keperawatan, Jurusan Kesehatan Lingkungan,alat peraga, peralatan laboratorium gizi kuliner, dan meubeler.

c. Sarana transportasi dan operasional

Untuk operasional pegawai dan transportasi mahasiswa dan staf Poltekkes Kemenkes Mamuju yaitu :

a) Enam unit Bus untuk mahasiswa,

b) Empat unit mobil dinas untuk Direktur dan Wakil Direktur, dan operasional.

F. Jejaring Kerja

Peningkatan kemampuan dan kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa dalam proses belajar mengajar tidak hanya diberikan didalam kelas tetapi juga melalui proses Praktik Belajar Lapangan ataupun kunjungan ke tempat-tempat yang dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran. Untuk memperoleh tujuan pembelajaran di lapangan sangat penting memperluas dan memperhatikan lahan atau tempat dimana mahasiswa melakukan praktik

Untuk mendukung pengembangan tri dharma perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan, Poltekkes Kemenkes Mamuju telah bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah dan Swasta didalam dan luar negeri. Adapun instansi tempat kerjasama dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Rumah Sakit Negeri dan Swasta 2. Dinas Kesehatan

3. Klinik Kesehatan 4. Bidan Praktik Swasta 5. Hotel

(25)

6. Sekolah Taman Kanak Kanak

7. Perusahaan Swasta yang bergerak pada bidang pengolahan dan pengelolan pangan 8. Perusahaan Swasta yang bergerak pada bidang limbah (AMDAL)

9. dll G. Anggaran

Pelaksanaan kegiatan dalam upaya pencapaian kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju pada tahun 2021 menggunakan anggaran DIPA Nomor SP DIPA-024.12.2.637618/2021

Tanggal 23 November 2020 dengan total anggaran sebesar Rp28.778.428.000,- dan revisi DIPA ke-13 sebesar Rp28.747.545.000,-. Adapun rincian

anggaran sebagai berikut:

Tabel 1.4

Perubahan Anggaran Poltekkes Kemenkes Mamuju

Tahun 2021

KEGIATAN Anggaran Awal Anggaran Revisi ke-12

1. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Pada Program Pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Rp20.874.601.000,- Rp18.424.529.000

2. Pembinaan dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi Rp7.903.827.000,- Rp10.323.016.000

TOTAL Rp28.778.428.000,- Rp28.747.545.000,-

Sumber : Sub. Bag. Adum, 2021

H. Stategic Issue

Tahun 2021 merupakan tantangan bagi Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam rangka penambahan prodi baru menuju satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU). Adapun prodi baru tersebut yaitu, Prodi DIII Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Prodi S1/DIV Keperawatan, Prodi S1/DIV Kebidanan, Prodi S1/DIV Sanitasi, dan Prodi S1/DIV Gizi.

Terdapat banyak kendala yang masih dihadapi oleh Poltekkes Kemenkes Mamuju, diantaranya:

1. Pandemi Corona Virus yang masih berlangsung sehingga mengubah sistem Belajar Mengajar dari sistem tatap muka (Luring) menjadi Daring (e-Learning) atau kombinasi keduanya;

2. Terdapat efisiensi anggaran yang memangkas anggaran yang hingga saat ini sudah mengalami 13 kali revisi DIPA;

(26)

3. Persaingan kerja semakin ketat dengan mempersyaratkan STR. Adapun syarat STR adalah lulus Uji kompetensi, sedangkan penyelenggaraan Uji kompetensi tahun 2021 hanya diselenggarakan sebanyak satu kali saja dari sebelumnya yang biasa di selenggarakan tiga kali dalam setahun.

4. Lowongan Kesempatan Kerja yang terbatas yangi terjadi karna imbas pandemi global COVID-19 yang turut melanda Indonesia.

5. Tuntutan Infrastruktur Teknologi dan Informasi yang tidak terelakkan, yang disebabkan adanya pembatasan tatap muka guna menghindari terjadinya kerumunan massa sehingga kemampuan penguasaan media dalam pengembangan pembelajaran berbasis IT dan Ketersediaan infrastruktur Informasi Teknologi yang harus di penuhi.

I. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan ini adalah sebagai berikut;

1. Ikhtisar Eksekutif

Pada ikhtisar eksekutif menguraikan secara singkat isi dari Laporan Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju.

2. Bab I Pendahuluan

Dalam bab ini diuraikan mengenai gambaran umum organisasi, tugas pokok dan fungsi, visi dan misi, gambaran singkat sumber daya organisasi dan permasalahan yang dihadapi serta upaya dalam penyelesaian masalah tersebut.

3. Bab II Perencanaan Kinerja

Dalam Bab ini membahas tentang tujuan dan sasaran organisasi, uraian tentang rencana kinerja tahunan, serta uraian tentang dokumen penetapan kinerja.

4. Bab III Akuntabilitas Kinerja

Pada Bab ini membahas tentang pengukuran kinerja serta analisis akuntabilitas kinerja, capaian kinerja organisasi dan realisasi anggaran.

5. Bab IV Penutup

Pada bab ini diuraikan kesimpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah- langkah yang akan ditempuh di tahun-tahun mendatang untuk peningkatan kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju.

(27)

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Perjanjian Kinerja adalah dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program atau kegiatan yang disertai dengan Indikator Kinerja. Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagai salah satu instansi yang berada dibawah Badan PPSDM Kesehatan wajib untuk menyusun Perjanjian Kinerja yang memuat target kerja dari indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Tugas dan fungsi Poltekkes Kemenkes Mamuju yaitu melaksanakan pendidikan diploma III bidang kesehatan yang diuraikan dalam sasaran strategis instansi Poilteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Mamuju. Penyusunan sasaran strategis tidak terlepas dari peran Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagai institusi pendidikan yaitu melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Penjabaran tentang pelaksanaan tugas dan fungsi Poltekkes Kemenkes Mamuju terdapat dalam dokumen Rencana Strategis, Rencana Kegiatan Tahunan dan Rencana Kegiatan Anggaran.

Didalam dokumen Rencana Strategis memuat tentang visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

A. TUJUAN

Tujuan Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah:

1. Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan komptensi dalam bidang kesehatan dengan pendekatan keluarga;

2. Terwujudnya penelitian yang unggul dan kompetitif;

3. Pemanfaatan hasil penelitian dan identifikasi kebutuhan masyarakat terkait masalah Kesehatan, dan;

4. Mewujudkan Penataan dan pengelolaan Manajemen Penyelenggaraan institusi Pendidikan yang bermutu.

B. SASARAN

Sasaran strategis Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah:

1. Terselenggaranya Proses Belajar Mengajar yang terstandar;

2. Terlaksana penelitian yang berbasis keunggulan lokal;

3. Terlaksananya Pebgabdian masyarakat sesuai dengan bidang ilmu dan kebutuhan masyarakat, dan;

4. Kerja Sama :

a) Terciptanya realisasi kerjasama nasional maupun internasional

b) Meningkatkan kerjasama penelitian baik dengan pemerintah maupun swasta

(28)

C. KETERKAITAN SASARAN DAN INDIKATOR

Bagan 2

Keterkaitan Sasaran dan Indikator Kinerja Kementerian Kesehatan dan Poltekkes Mamuju Kementerian Kesehatan

BPPSDM Kesehatan

Sasaran Startegis 1. Puskesmas tanpa dokter sebesar 0 %

2. Terpenuhinya Puskesmas dengan jenis tenaga Kesehatan sesuai standar sebesar 83%

3. Terpenuhinya RSUD Kab/Kota yang memiliki dokter spesialis dasar dan spesialis lainnya sebesar 90%

4. Tersedianya SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya sebanyak 167.742 orang

P O LT EK K ES KE ME N EK S MA MUJU

Terselenggaranya proses belajar mengajar yang sesuai standar

Indikator Kinerja (PK) SASARAN STRATEGIS

1. Persentase lulusan tepat waktu 2. Persentase kelulusan uji kompetensi

3. Persentase lulusan yang medapatkan IPK > 3.25 4. Persentase pembelajaran berbasis e-learning 5. Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang

dari 6 bulan

Terlaksana penelitian yang berbasis keunggulan lokal

6. Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam 1 tahun (judul)

7. Jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah dalam satu tahun (nilai)

Pelaksanaan pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang ilmu dan kebutuhan masyarakat

Terlaksana penelitian yang berbasis keunggulan lokal

8. Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat bebrbasis wilayah dalam 1 tahun (wilayah)

9. Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang dilakukan dalam 1 tahun

Kerja sama

a) Terciptanya realisasi kerjasama nasional maupun internasional b) Meningkatkan Kualitas Tata

Kelola Manajemen penyelenggaraan institusi

10. Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya operasional

11. Jumlah pendapatan PNBP 12. Rasio dosen terhadap mahasiswa 13. Karya yang diusulkan mendapatkan HKI

14. Persentase jumlah dosen berkualifikasi S3 (persen)

15. Indeks kepuasan masyarakat

16. Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana pendidikan

(29)

D. PERJANJIAN KINERJA

Penetapan Perjanjian Kinerja dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Poltekkes Kemenkes Mamuju telah membuat dokumen Perjanjian Kinerja yang menjadi kontrak kerja sebagai Unit Pelaksana teknis dengan Unit Eselon I Badan PPSDM Kesehatan pada tahun 2021. Perjanjian Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju tahun 2021 yang ditandatangani pada tanggal 20 November 2020 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1

Perjanjian Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2021

No Sasaran Program /

Kegiatan No Indikator

Target

1 Meningkatnya lulusan tepat waktu

1 Persentase lulusan tepat waktu 91%

2 Meningkatnya kelulusan uji kompetensi

2 Persentase kelulusan Uji Kompetensi 55%

3 Meningkatnya Lulusan dengan IPK ≥ 3.25

3 Persentase lulusan yang mendapatkan IPK ≥ 3.25

87%

4 Meningkatnya

pembelajaran berbasis e_learning

4 Persentase Pembelajaran berbasis e- learning

40%

5 Meningkatnya penyerapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan

5 Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan

75%

6 Meningkatnya kegiatan penelitian oleh dosen

6 Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun*

19 Judul

7 Meningkatnya publikasi karya ilmiah yang di publikasikan dalam jurnal ilmiah nasional /

internasional

7 Jumlah Karya Ilmiah yang

dipublikasikan di jurnal ilmiah dalam satu tahun*

4 Nilai

8 Meningkatnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam 1 tahun

8 Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun

2 Wilayah/Desa

(30)

9 Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang dilakukan dalam 1 tahun

100%

9 Kinerja pengelolaan keuangan efektif, efisien dan akuntabel

10 Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya operasional*

10%

11 Jumlah Pendapatan PNBP* Rp2,019,150,000

10 Layanan Prima 12 Rasio dosen terhadap mahasiswa 1:20

13 Karya yang diusulkan mendapatkan HAKI

15 Karya

14 Persentase jumlah Dosen berkualifikasi S3

0

15 Indeks Kepuasan Masyarakat 3

16 Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana Pendidikan*

6%

Sehubungan dengan perkembangan dan situasi yang mengalami perubahan besar disebabkan oleh pandemi covid, Poltekkes Kemenkes Mamuju melakukan penyesuaian terkait beberapa poin Perjanjian Kinerja yang mendapatkan imbas secara langsung dari Pandemi Corona Virus, dengan diajukannya revisi Perjanjian Kinerja.

Tabel 2.2

Perjanjian Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju Tahun 2021

No Sasaran Program /

Kegiatan No Indikator

Target

Revisi Target

1 Meningkatnya lulusan tepat waktu

1 Persentase lulusan tepat waktu 91% 74%

2 Meningkatnya kelulusan uji kompetensi

2 Persentase kelulusan Uji Kompetensi

55% 55%

3 Meningkatnya Lulusan dengan IPK ≥ 3.25

3 Persentase lulusan yang mendapatkan IPK ≥ 3.25

87% 83%

4 Meningkatnya pembelajaran berbasis e_learning

4 Persentase Pembelajaran berbasis e-learning

40% 40%

5 Meningkatnya penyerapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan

5 Persentase serapan lulusan di pasar kerja kurang dari 6 bulan

75% 55%

6 Meningkatnya kegiatan penelitian oleh dosen

6 Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan dosen dalam 1 tahun*

19 Judul 19 Judul

(31)

7 Meningkatnya publikasi karya ilmiah yang di publikasikan dalam jurnal ilmiah nasional / internasional

7 Jumlah Karya Ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah dalam satu tahun*

4 Nilai 4 Nilai

8 Meningkatnya kegiatan

pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam 1 tahun

8 Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun

2 Wilayah/Desa 2 Wilayah/Desa

9 Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang dilakukan dalam 1 tahun

100% 100%

9 Kinerja pengelolaan keuangan efektif, efisien dan akuntabel

10 Persentase pendapatan PNBP terhadap biaya operasional*

10% 10%

11 Jumlah Pendapatan PNBP* Rp2,019,150,000 Rp2.019.150.000,- 10 Layanan Prima 12 Rasio dosen terhadap

mahasiswa

1:20 1 : 20

13 Karya yang diusulkan mendapatkan HAKI

15 Karya 15 Karya

14 Persentase jumlah Dosen berkualifikasi S3

0 0

15 Indeks Kepuasan Masyarakat 3 3

16 Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana Pendidikan*

6% 6%

(32)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. PENGUKURAN KINERJA

Pengukuran Kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi misi organisasi. Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar / rencana / target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan Permenpan Nomor 29 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan.

Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam kurun waktu bulan Januari s.d Desember 2021. Monitoring dan evaluasi atas capaian kinerja dilaksanakan melalui aplikasi seperti eperformance, monev smart DJA, dan monev bappenas serta dengan metode tatap muka berupa rapat monitoring dan evaluasi.

B. METODE PENGUKURAN KINERJA

Metode Pengukuran kinerja yang dilakukan Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah dengan membandingkan realisasi capaian dengan rencana tingkat capaian (target) pada setiap indikator, sehingga diperoleh gambaran pencapaian masing-masing indikator. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap penyebab target kinerja yang tidak tercapai. Analisis dilakukan dengan tujuan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal-hal yang mendukung keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan suatu kegiatan, sehingga dapat dipakai sebagai acuan perbaikan pelaksanaan program/ kegiatan dimasa yang akan datang

C. CAPAIAN INDIKATOR KINERJA TAHUN 2021

Adapun Capaian Indikator kinerja yang digunakan Poltekkes Kemenkes Mamuju adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Capaian Indikator Kinerja Poltekkes Kemenkes Mamuju

(33)

Berdasarkan PK Revisi Tahun 2021

No Indikator

2021 revisi

Target IKU Realisasi IKU Satuan Bobot IKU

1 Persentase lulusan tepat waktu 74% 68,22% % 100

2 Persentase kelulusan Uji Kompetensi 55% 95,18% % 100

3 Persentase lulusan yang mendapatkan IPK ≥

3.25 83% 75,26% % 100

4 Persentase Pembelajaran berbasis e-

learning 40% 55,76% % 100

5 Persentase serapan lulusan di pasar kerja

kurang dari 6 bulan 55% 55,06% % 95

6 Jumlah kegiatan penelitian yang dilakukan

dosen dalam 1 tahun (judul) 19 26 Judul 115

7 Jumlah Karya Ilmiah yang dipublikasikan di

jurnal ilmiah dalam satu tahun (Nilai) 4 4 Karya 95

8

Jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis wilayah dalam 1 tahun (Wilayah)

2 3 Wilayah/Desa 100

9

Persentase kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian yang dilakukan dalam 1 tahun

100% 225% % 100

10 Persentase pendapatan PNBP terhadap

biaya operasional 10% 13,21% % 100

11 Jumlah Pendapatan PNBP

2.019.150.000

2.705.555.612 % 100

12 Rasio dosen terhadap mahasiswa 1:20 1:9 % 80

13 Karya yang diusulkan mendapatkan HKI 15 30 % 115

14 Persentase jumlah Dosen berkualifikasi S3

(Persen) 0% 0% % 95

15 Indeks Kepuasan Masyarakat 3 3,25 % 100

16

Persentase mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah yang mendapat bantuan dana Pendidikan

6% 8,17% % 95

Berdasarkan tabel diatas, dari 16 Indikator kinerja terdapat 3 (tiga) indikator kinerja yang tidak memenuhi target dan sebanyak 12 (dua belas) Indikator dapat memenuhi target, dan satu indikator kosong, tidak ditargetkan yakni beasiswa S3.

Bila dilihat pencapaian indikator kinerja tahun 2021, terdapat peningkatan dari capaian kinerja tahun 2020. Pada tahun 2020, dari 16 indikator kinerja terdapat 7 (tujuh) indikator kinerja yang tidak mencapai target. Walaupun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, pencapaian kinerja terbilang masih rendah karena masih dipengaruhi oleh kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlanjut hingga saat ini, namun demikian poltekkes Mamuju tetap berusaha menempuh upaya untuk melakukan perbaikan revisi target kinerja yang dilakukan pada bulan Desember dari pihak Badan PPSDM Kesehatan selaku Eselon I, Rasionalisasi Target dilakukan pada beberapa poin Target Kinerja khususnya pada even yang berkaitan dengan pengumpulan massa seperti penelitian dan pengabdian Masyarakat.

Perjanjian Kinerja tahun 2021 yang ditandatangani pada 20 November 2020 yang disusul revisi Perjanjian Kinerja tahun 2021 tanggal 20 Desember 2021. Terbitnya IKU baru berdasarkan Keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan No. HK.02.02/I/637/2020

(34)

tanggal 23 Januari 2020 tentang IKU UPT di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan menjadi dasar dalam menetapkan formula Defenisi Operasional masing masing IKU yang Baru. Adapun beberpa IKU yan Lama yang tidak terdapat dalam aturan baru masih dipertahankan dan mengikuti formula DO IKU yang lama.

Perjanjian Kinerja tahun 2021 memuat 16 Indikator Utama 10 diantaranya muncul kembali dalam aturan IKU yang Baru, sedangkan 6 indikator lainnya sudah tidak dipertahankan dalam aturan IKU Baru tersebut. Adapun IKU yang termuat dalam peraturan baru adalah: Kelulusan UKOM, Serapan alumni, penelitian Dosen, Publikasi Karya Ilmiah, Pembinaan wilayah berkelanjutan, Rasio Dosen, HKI, Dosen S3, IKM dan beasiswa Gakin.

sedangkan 6 IKU lama yang masih terdapat dalam PK yang telah diperjanjikan adalah:

Lulus tepat waktu, IPK Lulusan, pembelajaran e learning, Pengabmas berdasarkan hasil penelitian, Persentase PNBP terhadap Biaya Operasional dan Jumlah PNBP.

Berdasarkan Aturan Baru tentang IKU UPT Badan PPSDM Kesehatan terdapat dua variable baru yang tidak tercantum dalam Perjanjian Kinerja yakni Mahasiswa berprestasi dan Dosen Berprestasi, Namun demikian IKU Baru tersebut telah masuk dalam Renstra Poltekkes Kemenkes Mamuju sebagaimana yang tercantum dalam e performance Poltekkes Kemenkes Mamuju.

Gambar

Tabel menunjukkan  total  lulus  uji  kompetensi  secara  keseluruhan  adalah  95,18%,  tertinggi  di  Jurusan  Kebidanan  dan  Keperawatan  sebanyak  100%
Tabel 3.10  Publikasi Karya Ilmiah  Berdasarkan Skala Tahun

Referensi

Dokumen terkait

Langkah - langkah untuk melakukan penelitian pada penentuan jumlah pemesanan optimal untuk meminimasi ongkos persediaan tahunan pada penyaluran raskin di Gudang Cimindi Sub

Fungsi mengupdate data – Waktu eksekusi binary search tree lebih cepat daripada circular double linked list karena fungsi dari update sendiri sama dengan mencari.

d) Setelah itu selanjutnya dilakukan perhitungan terhadap schedule D (Claim Experience Worse Than Expected Risk) yaitu mengenai beban klaim yang terjadi dan beban

PT MUTUAGUNG LESTARI Halaman 4 dari 10 MUTU-4134F 3.1 21/01/2015 Kriteria/Indikator/Verifier  Memenuhi/Tidak  Memenuhi/Non  Aplicable  Ringkasan Justifikasi 

Strategi Pembelajaran (exposition-discovery learning or group-individual learning) Metode Pembelajaran (ceramah,diskusi,simulasi dan sebagainya).. Kegiatan proses belajar

Pada persamaan penggunaan tenaga kerja pria dalam keluarga menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja pria, penggunaan tenaga kerja pria pada usaha di luar pertanian,

Dilihat dari data tersebut, nilai biomassa tertinggi terjadi pada stasiun III, jika dilihat dari nilai kerapatan yang juga tinggi pada stasiun III sanggat berkolerasi dengan

Hubungan kemitraan bermakna bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah sama-sama mitra sekerja dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi