• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja

Dalam dokumen Lakip Pusbin th 2016 (Halaman 13-65)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional, dan global, serta tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itu, Pusbin JFA BPKP sebagai salah satu unit mandiri BPKP telah mempunyai Renstra dan perencanaan kinerja tahunan. Pelaksanaan kegiatan yang tertuang dalam dokumen perencanaan dan perjanjian kinerja tahun 2016 merupakan penjabaran Renstra Pusbin JFA tahun 2015 – 2019 yang telah memerhatikan, memertimbangkan, dan menyesuaikan dengan ketersediaan sumber daya pada tahun 2016.

Sebelum penjabaran perencanaan dan perjanjian kinerja tahun 2016, dalam Bab II ini akan digambarkan mengenai Renstra Pusbin JFA tahun 2015 - 2019 agar diketahui gambaran logika keterkaitan antar keduanya. Rencana Strategis Pusbin JFA merupakan orientasi hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu lima tahun mendatang, yaitu tahun 2015 - 2019 dengan memerhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul.

A. Rencana Strategis Pusbin JFA Tahun 2015 - 2019

1. Pernyataan Visi

Visi Pusbin JFA adalah:

Mewujudkan Auditor Internal Pemerintah Yang Profesional Dalam Rangka Mengembangkan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah

Rumusan VISI di atas, merupakan jawaban atas tujuan keberadaan Pusbin JFA dalam pembinaan Auditor. Keberadaan Pusbin JFA ditunjukkan dari kemampuannya untuk memberi manfaat bagi para pemangku

kepentingan melalui produk yang dihasilkan dan layanan yang diberikan. Stakeholder utama adalah Auditor sebagai seorang profesional dan APIP sebagai pengguna SDM auditor, sehingga Pusbin JFA harus mencurahkan segala daya upaya untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme auditor, termasuk tata kelola APIP yang baik.

Pernyataan visi ini didasarkan pada keyakinan bahwa auditor dapat memberikan kontribusi kinerja yang maksimal jika terdapat tata kelola organisasi APIP yang baik. Visi tersebut bermuara pada upaya mendorong pencapaian APIP yang dapat menjalankan perannya dengan efektif, memenuhi harapan para pemangku kepentingan pengawasan intern, masyarakat dan bangsa dan negara menuju pemerintahan yang bersih bebas dari KKN menuju terciptanya tata kelola yang baik.

Visi di atas mengandung makna bahwa pada masa mendatang Pusbin JFA harus: 1. berperan sebagai pendorong dan mempercepat peningkatan profesionalisme para

Auditor intern pemerintah di berbagai unit APIP melalui pembinaan jabatan yang menjadi bidang tugasnya, dan

2. berperan sebagai pendorong dan mempercepat peningkatan kualitas tata kelola APIP.

2. Pernyataan Misi

Misi 1 Pusbin JFA ditetapkan sebagai berikut:

Misi pertama, merupakan misi yang terkait dengan perspektif manfaat langsung bagi pengguna yaitu Auditor, dan bagi para pemangku kepentinganberikutnya.

Misi Pertama dilaksanakan melalui pembinaan kompetensi, pembinaan karier yang berorientasi pada prestasi kerja, melalui penyelenggaraan sertifikasi jabatan

Meningkatkan profesionalisme auditor internal pemerintah

Visi Pusbin JFA merupakan jawaban atas tujuan keberadaan Pusbin JFA dalam pembinaan Auditor

Auditor. Misi ini mencerminkan seluruh substansi pembinaan Auditor dan juga sari dari tahapan manajemen sumber daya manusia aparatur. Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 memberikan arahan kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan

pembinaan sumber daya manusia yaitu penetapan formasi, rekrutmen, pelatihan prajabatan, pelatihan dalam jabatan, pengangkatan dalam pangkat dan jabatan, penilaian prestasi pegawai, disiplin, penggajian, dan pemberhentian.

Selain itu juga terdapat arahan mengenai pembinaan sumber daya manusia yang perlu dilaksanakan oleh pimpinan instansi pemerintah yaitu membuat uraian jabatan, prosedur rekrutmen, program pendidikan dan pelatihan pegawai, sistem kompensasi, program kesejahteraan dan fasilitas pegawai, ketentuan disiplin pegawai, sistem penilaian kinerja, serta rencana pengembangan karir. Arahan pembinaan ini dapat disarikan menjadi tiga pilar pembinaan yaitu pembinaan kompetensi, pembinaan prestasi kerja dan pembinaan karier yang berorientasi pada kinerja.

Misi 2 Pusbin JFA ditetapkan sebagai berikut:

Misi ini adalah misi ke dalam sebagai dukungan bagi misi pertama. Misi kedua ini mencerminkan pentingnya membangun

kompetensi inti dan menunjukkan upaya Pusbin JFA mereformasi diri. Membangun kapasitas internal pembinaan Auditor untuk meningkatkan kapabiltas pembinaan

Auditor. Misi kedua ini berorientasi pada peningkatan kualitas proses internal pembinaan Auditor di BPKP. Perbaikan proses internal dilaksanakan dengan menerapkan praktik-praktik terbaik sistem dan prosedur kerja, penumbuhan inovasi

Mewujudkan Pelayanan Prima kepada Auditor Internal Pemerintah Misi 1 Pusbin JFA

mencerminkan seluruh substansi pembinaan Auditor dan juga sari dari tahapan manajemen sumber daya manusia aparatur 

Misi 2 Pusbin JFA mencerminkan pentingnya membangun kompetensi inti dan menunjukkan upaya Pusbin

dan kreativitas dalam metode pembinaan didukung dengan sistem informasi yang terintegrasi dan sertifikasi ISO, dan upaya proaktif/interaktif dalam mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan para pemangku kepentingan/auditor kepada BPKP sebagai instansi pembina. Proses internal pembinaan Auditor ditujukan untuk mewujudkan pembinaan yang efektif, yaitu pembinaan yang bercirikan:

1. Meningkatnya kualitas kebijakan pembinaan (baik pembinaan jabatan maupun pembinaan umum teknis pengawasan serta manajerial unit pengawasan).

2. Meningkatnya kompetensi, kinerja dan karier yang intensif dan ekstensif. 3. Meningkatnya kapabilitas APIP.

4. Meningkatnya kualitas manajemen pembinaan dan sistem informasi Auditor.

Orientasi pada perbaikan proses internal didukung dengan strategi pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif ini fokus pada terwujudnya SDM Pembinaan yang kompeten, sistem informasi Auditor yang andal dan tersedianya sarana dan prasarana pembinaan sesuai kebutuhan.

3. Tujuan Strategis

Tujuan merupakan pengejawantahan visi dan misi yang telah ditetapkan, dan berorientasi pada operasionalisasi visi dan misi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun. Tujuan utama Pusbin JFA tercermin dalam tujuan-tujuan strategis, tersaji pada tabel berikut:

Tujuan merupakan

penjabaran atau

implementasi dari

Tujuan dan Sasaran Pusbin JFA berdasarkan Misi

MISI TUJUAN dan SASARAN

Misi 1: Meningkatkan profesionalisme auditor internal pemerintah 1. Peningkatan efektivitas penerapan Jabatan Fungsional Auditor (JFA)

- Meningkatnya jumlah auditor

- Meningkatnya APIP yang menerapkan ketentuan JFA

- Meningkatnya sertifikasi auditor internal pemerintah sesuai dengan jenjang

jabatannya

- Terselesaikannya pengukuran kinerja auditor melalui

penilaian angka kredit

- Meningkatnya kualitas penerapan JFA 2. Peningkatan standarisasi dan pengembangan Jabatan Fungsioal Auditor (JFA) yang berorientasi pada pengembangan karier Auditor berbasis kompetensi dan kinerja - Tersedianya peraturan/pedoman dan kegiatan pengembangan kompetensi, karier dan kinerja Auditor yang mutakhir

- Tersedianya

peraturan/standar/pedoman JFA yang mutakhir

- Terpeliharanya pengembangan profesi melalui organisasi profesi AAIPI Misi 2: Mewujudkan pelayanan prima kepada auditor internal pemerintah 1. Peningkatan Kualitas Manajemen Pembinaan dan Sistem Informasi JF Auditor - Meningkatnya kapasitas SDM Pusbin JFA

- Tersedianya informasi ke-JFA-an di lingkungke-JFA-an APIP

- Tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan JFA

- Tersedianya dukungan manajemen pembinaan yang baik termasuk ISO

- Tersedianya perencanaan dan pelaporan Pusbin JFA

Penetapan tujuan-tujuan strategis tersebut menggunakan pendekatan strategi berimbang (balanced scorecard) dimana tujuan-tujuan utama dari perspektif manfaat bagi pihak para pemangku kepentingan utama dan manfaat kepada para pemangku kepentingan berikutnya diseimbangkan dengan tujuan-tujuan pendukung yang berada pada perspektif proses internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang berorientasi ke dalam.

Tujuan-tujuan tersebut diharapkan dapat menjawab permasalahan yang masih dihadapi dalam lima tahun ke depan serta untuk menjawab pernyataan misi Pusbin JFA. Penetapan tujuan strategis didasarkan pada misi.

4. Sasaran dan Program Kerja Tahun 2015-2019

Dalam tahun 2015 - 2019, Pusbin JFA BPKP akan melaksanakan 16 program untuk mengoperasionalkan sasaran yang telah ditetapkan, sebagai acuan atas rencana tindak seluruh jajaran Pusbin JFA. Program kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam kegiatan. Program dan tujuan serta distribusi per misi adalah sebagai berikut:

Misi, Tujuan Strategis dan Program

MISI TUJUAN STRATEGIS PROGRAM

Misi 1: Meningkatkan profesionalisme auditor internal pemerintah 1.1 Meningkatnya efektivitas penerapan JFA Program Peningkatan Komunikasi Informasi dan Edukasi Penerapan JFA

1.1.1 1

Program Penyelenggaraan Sertifikasi JFA

1.1.2 2

Program fasilitasi penilaian angka kredit terpusat

1.1.3 3

Program Evaluasi Penerapan JFA dan Evaluasi Mutu Sertikasi JFA

1.1.4 4

1.2 Meningkatnya standarisasi dan pengembangan JFA yang berorientasi pada pengembangan karier Auditor berbasis kompetensi dan kinerja Program Pengembangan Kompetensi Auditor 1.2.1 5 Program Pengembangan Pengukuran Kinerja Auditor

1.2.2 6

Program Pengembangan Atribut Karir Auditor

1.2.3 7

Program Penyusunan dan Pemutakhiran Ketentuan JFA

1.2.4 8

Program pengembangan profesi melalui organisasi profesi AAIPI 1.2.5 9 Misi 2: Mewujudkan pelayanan prima kepada 2.1 Meningkatnya Kualitas Manajemen Pembinaan dan Sistem Informasi JF Peningkatan SDM Pusbin JFA 2.1.1 10

Pengembangan bisnis proses pembinaan berbasis web

MISI TUJUAN STRATEGIS PROGRAM auditor internal

pemerintah

Auditor Peningkatan sarana dan prasarana

2.1.3 12

Pemenuhan manajemen mutu dan satgas pembinaan JFA

2.1.4 13

Perencanaan dan pelaporan kegiatan Pusbin JFA

2.1.5 14

Program dukungan

manajemen pembinaan yang baik termasuk ISO

2.1.6 15

Program pengembangan sitem informasi auditor terintegrasi

2.1.7 16

Total tujuan 3 Total program 16

5. Indikator Kinerja Utama

Target kinerja sasaran program Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor (Pusbin JFA) akan mendukung Sasaran Program 3, Sasaran Program 6 dan Sasaran Program 9 BPKP yaitu “Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, Bidang Polhukam dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Pemerintah Daerah” serta mengacu kepada Sasaran Program 12 BPKP yaitu “Meningkatnya Kualitas Layanan Dukungan Teknis Pengawasan”. Target kinerja sasaran program dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Target Kinerja Sasaran Program (Outcome)

Kode Sasaran Program Indikator Kinerja Program

Uraian Target 2019 SP 3, SP 6, dan SP 9 Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern K/L Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, Bidang Polhukam dan

Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan

Pemerintah Daerah

Persepsi Kepuasan Instansi Pemerintah atas Auditor Bersertifikat (Skala Likert 1-10)

Dengan baseline tahun 2014 sebesar 7,5

8

SP 12 Meningkatnya Kualitas Layanan Dukungan Teknis Pengawasan

Pengukuran Persepsi Kepuasan Instansi Pemerintah atas Auditor Bersertifikat adalah sebagai berikut:

1. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala tingkat kepuasan dari 1 sampai dengan 10. Score 1 menunjukkan persepsi yang “sangat tidak memuaskan” hingga score tertinggi skor 10 menunjukkan persepsi yang “sangat memuaskan” atas pernyataan yang disampaikan dalam kuesioner.

2. Target responden kuesioner ditujukan kepada Pimpinan APIP yang dapat mendelegasikan kepada pejabat struktural yang ditunjuk. Pertanyaan yang diberikan kepada responden didesain untuk mengetahui persepsi tingkat kepuasan Pimpinan APIP/pejabat struktural instansi pemerintah APIP selaku pengguna jasa langsung dari auditor bersertifikat, untuk mewakili “Kepuasan Pembinan JFA dan Pengelola Keuangan Negara”.

B. Perencanaan dan Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2016

Perencanaan dan Perjanjian Kinerja Pusbin JFA Tahun 2016 sesuai dokumen Perjanjian Kinerja (Perkin) Pusbin JFA Tahun 2016 melalui Surat Kepala Pusbin JFA kepada Sekretaris Utama Nomor S-134/JF/3/2016 tanggal 22 Januari 2016 perihal Perjanjian Kinerja (Perkin) Pusbin JFA Tahun 2016 menetapkan delapan indikator output atas kegiatan Pusbin JFA tahun 2016, dengan total anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp204.950.614.000,00. Jumlah tersebut termasuk untuk

Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor sebesar Rp194.228.852.000,00; Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Perlengkapan serta Pembayaran gaji/tunjangan sebesar Rp10.625.894.000,00 dan Fasilitas dukungan manajemen sebesar Rp95.868.000,00.

Pada Bulan November 2016, terjadi revisi atas Perjanjian Kinerja (Perkin) Pusbin JFA Tahun 2016 sesuai dengan Surat Kepala Pusbin JFA kepada Sekretaris Utama Nomor S-2548/JF/3/2016 tanggal 18 November 2016. Dengan revisi ini total anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) menjadi sebesar Rp194.064.119.000,00. Jumlah tersebut termasuk untuk Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor sebesar Rp182.931.357.000,00; Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Perlengkapan serta Pembayaran gaji/tunjangan sebesar Rp11.036.894.000,00 dan Fasilitas dukungan manajemen sebesar Rp95.868.000,00.

Target ditetapkan pada setiap indikator kinerja sasaran yang diambil dari kinerja keluaran kegiatan yang ada pada tiap sasaran. Ikhtisar Rencana dan Perjanjian Kinerja (Perkin) Tahun 2016 (revisi) dapat dijabarkan sebagai berikut:

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja

Rencana Capaian (Target) Anggaran (Rp 000) 1 Hasil Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor

Laporan Pembinaan JFA 33 Laporan 1.575.343 Jumlah PNS yang diberikan rekomendasi persetujuan teknis pengangkatan ke dalam JFA 1.000 Orang 156.625

Jumlah sertifikat Auditor

yang terbit/tahun 2.100 Sertifikat 1.603.993 Jumlah Penetapan

Kinerja Auditor (PAK/tahun)

2.000 PAK 240.200

Laporan Up Dating data

JFA (per triwulan) 4 Laporan 219.466

Pengembangan Sistem

Informasi JFA 1 Sistem 192.312

Jumlah Laporan Evaluasi

Penerapan JFA 25 Laporan 587.987

Jumlah Laporan Evaluasi

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Rencana Capaian (Target) Anggaran (Rp 000) 2 Pengembangan

Kapasitas APIP dan PKN STAR

Jumlah peserta program Degree (Orang semester) - STAR

2.591 Orang 141.394.831

Jumlah peserta Training

Overseas (orang) - STAR 80 Orang 12.510.000 Jumlah peserta TOT -

STAR 40 Orang 3.989.300

Jumlah paket

Implementasi Was Intern Lintas Sektoral - STAR

1 Paket 4.413.270

Terlaksananya kegiatan

pendukung STAR - Paket 1 Kegiatan 2.065.382 Jumlah paket PIU

Monitoring - STAR 5 Paket 4.319.861

Jumlah paket Konsultan

Manajemen / STAR 2 Paket 8.192.878

Peralatan dan fasilitas

perkantoran 99 unit 1.135.268

3 Pembinan Administrasi dan pengelolaan

Perlengkapan serta Pembayaran Gaji/Tunjangan – Pusbin JFA

12 Bulan 11.036.894

4 Fasilitas Dukungan Manajemen 80 Laporan 95.868

S

esuai dengan Perjanjian Kinerja Tahun 2016 maka sasaran kinerja outcomeyang akan dilakukan pengukuran tingkat keberhasilan sasarannya adalah Tingkat kepuasan pembinaan JFA dan Pengelola Keuangan Negaraberdasarkan Survei tentang “Persepsi Kepuasan Instansi Pemerintahatas Auditor Bersertifikat” kepada seluruh unit APIP.

Pada intinya seluruh kegiatan yang mendukung pencapaian sasaran sepenuhnya mendukung pencapaian program yang tercantum dalam dokumen Perjanjian Kinerja (Perkin) Pusbin JFA Tahun 2016. Pengukuran capaian kinerja sasaran mengacu pada tabel kategori pencapaian, sehingga dapat diperoleh simpulan keberhasilan Pusbin JFA berdasarkan keberhasilan jumlah sasaran.

A. CAPAIAN KINERJA

Pengukuran capaian kinerja tahun 2016 merupakan bagian dari penyelenggaraan akuntabilitas kinerja tahunan Pusbin JFA. Pengukuran dilakukan terhadap target kinerja yang diperjanjikan tahun 2016 dalam dokumen

Perjanjian Kinerja 2016. Tahun 2016 adalah tahun kedua Renstra Pusbin JFA 2015-2019.

Pusbin JFA mempunyai sasaran kinerja program/outcome adalah Tingkat Kepuasan Pembinaan JFA dan Pengelola Keuangan Negara berdasarkan Survei tentang “Persepsi Kepuasan Instansi Pemerintah atas Auditor Bersertifikat” kepada seluruh unit APIP dengan tingkat persepsi kepuasan 7,7 Skala Likert.

Penilaian sasaran kinerja program/outcome dilakukan dengan pendekatan kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dengan

mengadakan survei kepada pimpinan pejabat struktural di lingkungan instansi pemerintah (BPKP, Inspektorat Kementerian/Lembaga, dan Inspekorat Daerah

Pengukuran capaian

kinerja tahun 2016

dilakukan terhadap

target kinerja yang

diperjanjikan tahun

2016 dalam

dokumen Perjanjian

pemerintah APIP selaku pengguna jasa langsung dari auditor bersertifikat, untuk mewakili “Kepuasan Pembinaan JFA dan Pengelolaan Keuangan Negara”

Target responden dalam persepsi LAKIP tahun 2016 adalah semua unit kerja APIP yang SDM-nya sudah bersertifikat auditor, baik yang sudah menerapkan JFA maupun unit kerja APIP SDM-nya telah mengikuti sertifikasi namun belum menerapkan JFA. Satu unit kerja APIP hanya memberikan satu persepsi, kecuali untuk BPKP setiap unit kerja Eselon II yang melaksanakan teknis pengawasan dan Perwakilan BPKP diharapkan memberikan satu persepsi.

Dengan total populasi sebanyak 433 APIP dan jumlah target responden 175 tersebut, maka sampling error sebesar 5% sampai 10% sedikitnya diperlukan 64 sampai 122 sampel jawaban persepsi yang valid dan siap untuk diolah.

Kuesioner Jumlah Responden % KelengkapanJ awaban % Ketepatan Penginputan Populasi 175 100 100 Diolah 93 100 100 Valid untukDiolah 93 100 100

Data hasil persepsi sampai dengan tanggal 31 Desember 2016 telah terkumpul sebanyak 93 jawaban unit kerja APIP atau 53,14% dari total responden, dan jawaban yang lengkap untuk diolah sebanyak 93 responden. Jumlah tersebut telah memenuhi syarat minimal untuk diolah dan disimpulkan.

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan skala tingkat kepuasan dari 1 sampai dengan 10. Score 1 menunjukkan persepsi yang “sangat tidak memuaskan” hingga score tertinggi skor 10 menunjukkan persepsi yang “sangat memuaskan” atas pernyataan yang disampaikan dalam kuesioner.

Responden kuesioner ditujukan kepada Pimpinan APIP yang dapat mendelegasikan kepada pejabat struktural yang ditunjuk. Pertanyaan yang diberikan kepada responden didesain untuk mengetahui persepsi tingkat kepuasan Pimpinan APIP/pejabat struktural instansi pemerintah APIP selaku pengguna jasa langsung dari

1. Validasi Data

Validasi data dilakukan dengan memeriksa kelengkapan jawaban dan kebenaran penginputan data. Kelengkapan jawaban dilakukan dengan mencermati adanya sel kosong (missing values). Sedangkan kebenaran penginputan dilakukan dengan membuat histogram atas data.

Validasi dilanjutkan dengan melakukan pengamatan pada normalitas data dengan cara membuat tabel histogram (sebaran) data Pimpinan. Pengamatan atas normalitas memastikan bahwa data skor menyebar secara normal.

2. Profil Responden

Tabulasi data masing-masing responden, berdasarkan instansi tempat responden bekerja, informasi yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

Dari data diatas terlihat bahwa responden memiliki sebaran distribusi yang cukup berimbang, berasal dari BPKP, Itjend/Unit Kerja Pengawasan Kementerian/LPNK, dan Inspektorat Daerah Prov/Kab/Kota.

Responden Kuesioner Kuesioner yang terlambat/tidak diterima Kuesioner yang diproses

Absolut % Absolut % Absolut %

APIP 175 100 82 46,86 93 53,14 Responden BPKP Inspektorat Daerah Prov/Kab/Kota ITJEN/Unit Kerja Pengawasan K/L Jumlah APIP 23 53 17 93 Prosentase 24,73% 56, 99% 18,28% 100%

3. Distribusi Score Kepuasan

Dari 93 total jawaban responden diperoleh score rata – rata (Mean) 7,72 dari 10 skala likert, dengan ringkasan sebagai berikut:

Hasil Distribusi Capaian Score dari 139 Responden

Rata – Rata Score (Mean) 7,72

Median (nilai Tengah) 7,78

Standar Deviasi 0,83

Apabila seluruh skor dihitung frekuensinya maka diperoleh distribusi score dari 93 responden sesuai tabel berikut:

Tabel Distribusi Skor Kepuasan Instansi Pemerintah atas Auditor Bersertifikat

Dari hasil distribusi jawaban responden, terlihat sebagian besar persepsi instansi pemerintah (yang diwakili Pimpinan APIP) atas auditor bersertifikat berada pada skor 8 sebanyak 336 jawaban dan skor 7 sebanyak 245 jawaban.

atas pembinaan auditor yang dilakukan oleh Pusbin JFA. Distribusi responden berdasarkan skor kepuasan terhadap 93 responden disajikan dalam tabel berikut ini:

Score Jumlah Jawaban Prosentase

0 0 - 1 0 - 2 1 0,12 3 3 0,36 4 4 0,48 5 9 1,08 6 64 7,65 7 245 29,27 8 336 40,14 9 153 18,28 10 22 2,63 Jml 837 100,00

Bila dibandingkan dengan capaian di tahun 2015 yang mencapai 7,44 mengalami kenaikan nilai kepuasan sebesar 0,28 atau naik3,76%.

Capaian Tingkat Kepuasan APIP

5. Analisis per Variabel

Bila dilakukan analisis lebih lanjut perolehan score per variabel, terlihat bahwa secara umum instansi pemerintah di lingkungan APIP telah memiliki persepsi sesuai yang diharapkan, di atas skor 7,70 kecuali atas variabel ketepatan waktu penerbitan laporan hasil pengawasan yang disusun oleh auditor, kualitas laporan hasil audit yang disusun oleh auditor, kompetensi auditor di unit kerja, efisiensi pelaksanaan pekerjaan auditor, dan kualitas penyusunan temuan hasil pengawasan.

No. Variabel Pertanyaan / Pernyataan Rata – Rata Jawaban Responden Pemenuhan target 7,7 dari skore 10 1. Kompetensi auditor di unit kerja

Bapak/Ibu. 7,62

Tidak Memenuhi 2. Kemauan auditor untuk mengembangkan

profesionalismenya melalui PKS, Diklat, Workshop, Seminar, dll.

8,00 Memenuhi

3. Ketepatan waktu penerbitan laporan hasil

pengawasan yang disusun auditor. 7,18

Tidak Memenuhi

4. Kualitas laporan hasil audit yang disusun

oleh auditor di unit kerja Bapak/Ibu. 7,48

Tidak Memenuhi 5. Kualitas penyusunan temuan hasil

pengawasan telah memenuhi atribut temuan (kondisi, kriteria, sebab, akibat, serta rekomendasi).

7,72 Memenuhi

6. Ketaatan auditor terhadap standar audit yang telah ditetapkan pemeritah dalam tugas pengawasan.

7,73 Memenuhi

7. Ketaatan auditor terhadap kode etik /

aturan perilaku. 7,97 Memenuhi

8. Manfaat hasil pengawasan bagi perbaikan

kinerja instansi pemerintah. 8,05 Memenuhi

9. Efisiensi pelaksanaan pekerjaan auditor.

7,66 Tidak

Memenuhi

Rata-rata 7,72 Memenuhi

outcome pada tahun 2016 adalah 7,72 skala likert atau “memuaskan”.

Capaian kinerja program/outcome tersebut dijabarkan dalam sasaran kinerja output yang harus dicapai dalam bentuk capaian kinerja kegiatan sesuai yang telah disepakati dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2016. Rincian capaian kinerja (performance results) sasaran strategis selama tahun 2016 sesuai yang telah disepakati dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2016 dapat diikhtisarkan sebagai berikut:

No.

Sasaran Program/ Kegiatan

Indikator Kinerja Target Satuan

Capaian Kinerja 2016 % Capaian Kinerja Sasaran Progam : Hasil Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor Indikator Kinerja Program : Tingkat Kepuasan pembinaan JFA dan pengelola keuangan negara 7,70 Skala Likert 7,72 100% 1 Hasil Pembinaan Jabatan Fungsional Auditor Laporan Pembinaan JFA 33 Laporan 33 100% Jumlah PNS yang diberikan rekomendasi persetujuan teknis pengangkatan ke dalam JFA 1.000 Orang 1.000 100% Jumlah sertifikat Auditor yang terbit/tahun 2.100 Sertifikat 2.100 100% Jumlah Penetapan Kinerja Auditor (PAK/tahun) 2.000 PAK 2.000 100% Laporan Updating data JFA (per triwulan) 4 Laporan 4 100% Pengembangan Sistem Informasi JFA 1 Sistem 1 100%

Tingkat capaian kinerja program/ outcome pada tahun

2016 adalah 7,72 skala likert atau “memuaskan”

Jumlah Laporan Evaluasi Penerapan JFA 25 Laporan 25 100% Jumlah Laporan Evaluasi Penilaian

Angka Kredit 16 Laporan 16 100%

2 Pengembangan Kapasitas APIP dan PKN STAR Jumlah peserta program degree(Orang semester) - STAR 2.591 Orang 2.591 100% Jumlah peserta Training Overseas(Orang) - STAR 80 Orang 80 100%

Jumlah peserta TOT

- STAR 40 Orang 40 100% Jumlah paket Implementasi Was Intern Lintas sektoral - STAR 1 Paket 1 100% Terlaksananya kegiatan pendukung STAR - paket 1 Kegiatan 1 100%

Jumlah paket PIU

Monitoring - STAR 5 Paket 5 100%

Jumlah paket Konsultan

Manajemen - STAR 2 Paket 2 100%

3 Pembinaan Administrasi dan Pengelolan Perlengkapan serta Pembayaran Gaji/Tunjangan

12 Bulan

Layanan 12 100%

4 Fasilitas Dukungan Manajemen 80 Laporan 80 100%

Capaian Kinerja Teknis 100%

Dari tabel di atas terlihat bahwa pada tahun 2016 sasaran strategis selama tahun 2016 sesuai yang telah disepakati dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2016 telah tercapai dengan tingkat capaian kinerja 100%.

1. Laporan Pembinaan JFA

Pencapaian sasaran kinerja untuk Laporan Pembinaan JFA diwujudkan dalam beberapa kegiatan. Laporan Pembinaan JFA meliputi kegiatan yang dilaksanakan oleh Perwakilan BPKP dan Pusbin JFA melalui

kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan JFA.Dalam tahun 2016, kegiatan ini telah dilaksanakan di 11 Provinsidi 33 Unit APIP sebanyak 33 Laporan atau mencapai 100% dari target yang ditetapkan. Dana yang digunakan

untuk kegiatan ini adalah Rp1.552.435.996,00 atau 98,55% dari anggaran revisi sebesar Rp1.575.343.000,00.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pembinaan pada unit kerja APIP sebagai berikut:

No  PROVINSI  UNIT APIP  LAPORAN 

No  NAMA  NO  TANGGAL 

1 Kalimantan Timur

1 Inspektorat Kota Samarinda LJFA-84/JF/1/2016 14-Mar-16

2 Inspektorat Kabupaten Kutai Barat

LJFA-83/JF/1/2016 10-Mar-16

3 Inspektorat Kabupaten Penajam Paser Utara

LJFA-75/JF/1/2016 10-Mar-16 2 Kalimantan Selatan 4 Inspektorat Kabupaten Tabalong LJFA-114/JF/1/2016 06-Apr-16

5 Inspektorat Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Dalam dokumen Lakip Pusbin th 2016 (Halaman 13-65)

Dokumen terkait